Pesantren Darul Ikhlas Cikarang Gelar Darlas Festival 2024

Bekasi — 1miliarsantri.net : Dalam rangka menyemarakkan Milad ke-14, Pondok Pesantren Darul Ikhlas Cikarang Bekasi mengadakan kegiatan Darlas Festival 2024. Kegiatan yang berlangsung mulai 14 hingga 16 September 2024 ini menperlombakan pertandingan futsal, tenis meja, cerdas cermat, pidato, Tilawatil Qur’an, Adzan, mewarnai. Ketua Yayasan Ikhlas Amaliyah Cikarang, KH. Zainal Abidin, MA mengatakan kegiatan ini sebenarnya untuk menampung bakat dan minat siswa dan secara kebetulan di Pesantren Darul Ikhlas memang sudah ada ekstrakurikuler tersebut. “Di Pesantren Darul Ikhlas memang sudah ada kegiatan ekstrakurikuler futsal, tenis meja dan beberapa ekstrakurikuler lain nya karena untuk mengasah bakat para santri,” urai KH. Zainal kepada 1miliarsantri.net saat membuka Darlas Festival di Aula Pesantren Darul Ikhlas. Selain beberapa perlombaan, panitia juga menyediakan stand Bazaar yang menjual aneka makanan dan minuman untuk pengunjung dan puncak acara akan ditutup dengan Pengajian Akbar bersama Habib Sholeh bin Muhammad Al Jufri. “Pengajian bersifat terbuka untuk umum dan sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang memang bertepatan dengan Milad Pesantren Darul Ikhlas,” sambung KH. Zainal. Disiinggung mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), KH. Zainal Abidin mengungkapkan Pesantren Darul Ikhlas Cikarang Bekasi saat ini sudah membuka Gelombang Pertama Pendaftaran Santri Baru Tahun Ajaran 2025 – 2026. “Gelombang Pertama dibuka hingga akhir Nopember 2024 nanti dan langsung diadakan tes Gelombang Pertama, untuk selanjutnya akan dibuka Pendaftaran Gelombang Kedua hingga masuk tahun ajaran baru,” lanjut KH. Zainal. Fasilitas yang didapat para santri cukup luar biasa, karena seluruh tenaga pengajar di Pesantren Darul Ikhlas alumni dari Universitas Al Azhar Cairo Mesir dan juga lulusan Yaman. Selain itu, alumni Pesantren Darul Ikhlas juga tersebar dibeberapa Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. “Alhamdulillah, selain di Al Azhar Mesir, Darul Musthofa Aidin Tarim Yaman, lulusan kami menyebar di beberapa Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. Ada yang di Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro Semarang, Institut Teknologi Sumatera Lampung,” papar KH. Zainal. Metode Pengajaran di Pesantren Darul Ikhlas memakai sistem Al Azhar Mesir dan kebanyakan para santri diajarkan pemahaman kosa kata berbahasa Arab dan setiap santri nya diwajibkan bisa berbahasa Arab. Terkait fasilitas yang didapat, KH. Zainal Abidin menambahkan, di Pesantren Darul Ikhlas menerima khusus santri putra mulai dari SMP dan SMA dengan masa pendidikan 6 tahun. Kelas lengkap dengan multimedia berpendingin udara, makan, laundry yang sudah disediakan dan juga beberapa fasilitas lain nya. “Insya Allah para santri akan betah tinggal di Peaantren Darul Ikhlas karena kami membuat santri senyaman mungkin dan serasa tinggal dirumah tapi dengan kemandirian santri itu sendiri,” tutur KH. Zainal. Untuk para orang tua calon santri yang ingin mengetahui apa saja kegiatan di Pesantren Darul Ikhlas, bisa mengakses semua sosial media Pesantren Darul Ikhlas Cikarang Bekasi atau langsung menghubungi Call Centre Pesantren Darul Ikhlas Cikarang di nomor +62 823-1111-8595. (yus) Baca juga :

Read More

Kisah 3 Syuhada yang Ditangisi Rasulullah SAW

Jakarta — 1miliarsantri.net : Waktu itu, bulan Jumadilawal tahun kedelapan Hijriyah. Rasulullah Muhammad SAW memerintahkan tiga ribu prajurit pilihan untuk melakukan ekspedisi ke Syam (Suriah). Misi ini dipimpin Zaid bin Haritsah dengan bertujuan agar Muslimin dapat memberi pelajaran kepada suku-suku Arab yang telah berkhianat. Kabilah-kabilah di perbatasan Jazirah Arab-Romawi itu tidak segan-segan menyerang juru dakwah Islam yang sedang melaksanakan tugasnya. Rasulullah SAW juga berpesan, “Kalau Zaid gugur, maka Jafar yang akan memegang tampuk pimpinan pasukan. Bila Jafar gugur, maka Abdullah bin Rawahah menggantikannya.” Kabar keberangkatan ekspedisi ini sampai pada kubu musuh di Syam. Negeri itu sedang dikuasai Romawi, yang dipimpin Heraklius. Ia lantas menyiapkan pasukan sekitar 100 ribu orang yang dikomandoi Panglima Theodurus, adik Kaisar Romawi. Mereka sudah siap menghadang pasukan Muslim. Ketika Zaid menerima berita tentang pasukan musuh itu, ia pun mengadakan musyawarah. Ada yang mengusulkan, hal itu sebaiknya dilaporkan terlebih dahulu kepada Rasulullah SAW. Dengan begitu, pasukan Muslimin menunggu instruksi selanjutnya dari Madinah. Namun, Abdullah bin Rawahah menyanggahnya. “Yang kalian segani adalah hal yang justru kalian bertolak karena menginginkannya. Kita tidak pernah berperang karena mengandalkan bilangan dan kekuatan, tetapi berdasarkan kebenaran agama ini. Marilah kita maju! Karena kita hanya punya dua alternatif. Menang atau gugur sebagai syahid,” ujar Abdullah. Maka, terjadilah peperangan dahsyat yang tidak seimbang di Mu’tah (kini wilayah Yordania). Bendera Nabi SAW dibawa oleh Zaid, yang melaju ke tengah-tengah musuh membabat siapa yang berani menghadangnya. Zaid–anak angkat Rasulullah SAW ini yakin bahwa kematiannya tidak terelakkan lagi. Benar saja, ia pun mati syahid di jalan Allah. Setelah Zaid gugur, bendera Nabi diambil oleh Jafar. Jafar yang masih berusia 30 tahun, kemenakan Rasulullah SAW dan kakak Ali bin Thalib juga memberikan perlawanan dahsyat sehingga kedua tangannya putus, dan baru gugur setelah badannya terbelah. Abdullah bin Rawahah lantas memegang bendera panji Rasulullah SAW itu. Akan tetapi, dirinya pun terus diberondong senjata musuh. Jumlah pasukan lawan itu lebih banyak. Maka, Abdullah pun gugur secara heroik, mengikuti dua sahabatnya yang telah berpulang ke rahmatullah itu. Saat pertempuran itu sedang berkecamuk denga, di Madinah Rasulullah SAW tengah berkumpul dengan para sahabat dalam suatu majelis di Masjid Nabawi. Tiba-tiba, Rasulullah SAW terdiam dan air mata menetes di pipinya. Rasulullah SAW memandang para jamaah lalu berkata,”Panji perang dipegang oleh Zaid bin Haritsah, ia bertempur bersamanya hingga gugur sebagai syahid. Kemudian diambil alih oleh Ja’far, ia bertempur dan syahid juga. Kemudian panji itu dipegang oleh Abdullah bin Rawahah dan ia bertempur, lalu gugur sebagai syahid.” Beliau kemudian terdiam sebentar, sementara matanya masih berkaca-kaca. Rasulullah SAW lalu bersabda, “Mereka bertiga diangkatkan ke tempatku di surga.” (jeha) Baca juga :

Read More

Mencari Kedamaian Hati Versi Hanan Attaki

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dai muda Indonesia, Ustad Hanan Attaki dalam sebuah ceramah nya membagikan wawasan mendalam tentang kekuatan doa dalam menyembuhkan luka batin. Beliau menekankan pentingnya memanggil Allah saat kita sedang mengalami kekecewaan dan sakit hati. “Ya Allah, Ya Jabbar, salah satu doa minta disembukan kecewa dan sakit hati di dalam sholat adalah rabbighfirli warhamni wajburni,” ungkap Ustad Hanan Attaki. Ustad Hanan Attaki menjelaskan makna mendalam di balik kata “wajburni” dalam doa tersebut. Beliau menegaskan bahwa “Jabbar” memiliki tiga makna, dan dalam konteks doa ini, maknanya adalah “yang mengobati sakit hati”. “Jadi ketika kita berdoa rabbighfirli warhamni wajburni warfa’ni warzukni wahdini wa’afini, wajburni itu artinya kalau kita terjemahin sembuhkanlah sakit hati saya,” lanjut Ustad Hanan Attaki. Ustad Hanan Attaki mengajak umat Islam untuk lebih memahami makna dari setiap kata dalam doa yang sering dibaca. Beliau menekankan bahwa dengan memahami arti dari doa-doa yang kita panjatkan, kita dapat merasakan kedekatan yang lebih dalam dengan Allah SWT. Ceramah ini mengingatkan kita akan kekuatan penyembuhan yang ada dalam ibadah, khususnya sholat. Ketika kita merasa terluka atau kecewa, kita dianjurkan untuk berpaling kepada Allah dan memohon pertolongan-Nya melalui doa-doa yang penuh makna. Pesan Ustad Hanan Attaki sangat relevan di tengah kehidupan modern yang penuh tantangan dan potensi kekecewaan. Beliau mengingatkan bahwa dalam setiap kesulitan, Allah selalu ada untuk menyembuhkan dan menguatkan hamba-Nya yang beriman. Ceramah ini juga menekankan pentingnya introspeksi diri dan pemahaman yang lebih dalam tentang ibadah yang kita lakukan sehari-hari. Dengan memahami makna dari setiap doa yang kita ucapkan, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah kita dan merasakan kedamaian batin yang lebih besar. Doa yang dibahas oleh Ustad Hanan Attaki ini memiliki arti yang mendalam: Akhirnya, Ustad Hanan Attaki mengajak kita semua untuk selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan, terutama saat kita merasa terluka atau kecewa. Dengan berpaling kepada-Nya dan memohon pertolongan-Nya, kita dapat menemukan kekuatan untuk menghadapi segala tantangan hidup. (yan) Baca juga :

Read More

Oktober nanti Kemenag Rilis Format Buku Nikah 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) merilis format baru pada blangko nikah 2024. Hal ini dilakukan agar pengelolaan dokumen nikah sekaligus layanan pencatatan nikah dilakukan dengan tertib. Menurut Kepala Subdirektorat Mutu, Sarana, Prasarana, dan Sistem Informasi KUA, Jajang Ridwan, format tersebut atau buku nikah cetakan tahun 2024 dapat digunakan secara efektif mulai Oktober 2024. “Mulai Oktober 2024 tidak ada lagi pencatatan nikah menggunakan buku nikah lama, dan segera dilakukan penghapusan serta dibuatkan berita acara dan pelaporan, agar menghindari pemalsuan dan penyalahgunaan buku nikah,” terangnya. Menurut Jajang, ketentuan ini ditetapkan berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 5 Tahun 2024 Tentang Perubahan Format Buku Nikah dan Duplikat Buku Nikah. Format yang dimaksud adalah:Bentuk dan ukuran tetap 8X12 Cm. Spesifikasi dan sistem pengaman tetap dipertahankan.Perubahan Buku Nikah cetakkan tahun 2024 adalah: Baca juga :

Read More

Fesyen Syar’i Indonesia Hebohkan Industri Fashion Global

Prancis — 1miliarsantri.net : Bank Indonesia (BI) bersama sejumlah mitra strategis kembali menggelar Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) di Paris, Prancis pada 7 September 2024. Acara ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mempromosikan fesyen syar’i Indonesia di kancah internasional dan mendukung pengembangan ekonomi syariah di Tanah Air. Deputi Gubernur BI, Juda Agung, menyatakan bahwa penyelenggaraan IN2MF sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi pusat produsen halal terkemuka di dunia, sebagaimana tertuang dalam Masterplan Industri Halal Indonesia (MPIHI). “Pagelaran modest fashion IN2MF diintegrasikan dengan pameran perdagangan skala global Who’s Next pada 8-10 September 2024 di Porte de Versailles, Paris,” ungkap Juda dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (13/9/2024). BI mencatat perkembangan positif dalam ekspor komoditas modest fashion. Selama periode Januari-Juli 2024, nilai ekspor mencapai US$632,76 juta, menunjukkan peningkatan tahunan sebesar 3,38%. Angka ini menjadi indikator potensi besar industri fesyen syar’i Indonesia di pasar global. Juda Agung menekankan bahwa fesyen dengan tampilan santun bukan sekadar tren, melainkan gerakan global yang mencerminkan keanggunan, martabat, dan kebanggaan budaya yang selaras dengan nilai-nilai Indonesia. “Ke depan, BI bersama dengan mitra strategis akan terus mendukung IN2MF merambah pasar global serta memperkuat promosi wastra nusantara melalui pengembangan inovasi dan kreativitas berstandar internasional,” paparnya. Dubes Indonesia untuk Prancis, Mohamad Oemar, menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah melalui promosi industri modest fashion Indonesia di tingkat internasional, terutama di Paris. Ia melihat peluang besar bagi Indonesia untuk memasuki pasar Prancis, mengingat industri mode negara tersebut mewakili 30% dari pangsa pasar industri global dengan total omzet mencapai 154 miliar Euro. Dalam upaya memperkuat promosi produk modest fashion Indonesia di ranah global, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dewan IKRA dan Printemps Paris. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat eksposur produk binaan IKRA yang akan dijual di pusat perbelanjaan Printemps di Paris. IN2MF Paris 2024 menampilkan karya desainer ternama Indonesia, di antaranya Itang Yunaz, Wignyo, dan Dian Pelangi. Para desainer ini memamerkan fesyen berbasis wastra atau kain tradisional dengan prinsip berkelanjutan dan santun yang siap bersaing di pasar global dari segi kualitas, inovasi, maupun tren terkini. Acara di Paris ini merupakan bagian dari rangkaian menuju puncak IN2MF yang akan diselenggarakan pada 30 Oktober-3 November 2024 di Jakarta, bersamaan dengan gelaran akbar Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-11. Sebelumnya, IN2MF juga telah dilaksanakan di beberapa kota dunia seperti Kuala Lumpur, Dubai, dan Istanbul. Dengan digelarnya IN2MF di berbagai kota dunia, termasuk Paris, Indonesia berupaya untuk menjadikan event ini sebagai rujukan bagi industri modest fashion dunia. Langkah ini diharapkan dapat mendorong Indonesia menjadi pemain kunci di pasar global, sekaligus memperkuat posisinya dalam industri fesyen syar’i internasional. (yok) Baca juga :

Read More

Aktivis AS-Turki Tewas Ditembak Tentara Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Seorang warga negara ganda AS-Turki yang mengikuti protes melawan ekspansi pemukiman di Tepi Barat yang diduduki Israel meninggal dunia setelah ditembak di kepala oleh pasukan Israel, demikian dilaporkan kantor berita resmi Palestina WAFA. Kementerian Luar Negeri Turki juga menyatakan telah menerima informasi bahwa seorang warga negara Turki tewas ditembak tentara Israel di Nablus, Tepi Barat. “Kami menerima kabar dengan sangat menyesal bahwa warga negara kami, Aysenur Ezgi Eygi, telah tewas oleh pasukan pendudukan Israel,” demikian pernyataan tersebut. Militer Israel mengatakan sedang menyelidiki laporan tersebut. Belum ada komentar langsung dari kedutaan besar AS. Fouad Nafaa, kepala Rumah Sakit Rafidia di Nablus, mengatakan kepada media bahwa perempuan tersebut tiba di rumah sakit dalam kondisi sangat kritis dengan luka serius di kepala. “Kami berusaha melakukan operasi resusitasi, tapi sayangnya dia meninggal,” ujarnya. WAFA melaporkan insiden tersebut terjadi selama aksi protes rutin oleh para aktivis di Beita, sebuah kota dekat Nablus yang telah mengalami serangan berulang oleh pemukim Israel. Meningkatnya serangan kekerasan oleh pemukim Israel terhadap desa-desa Palestina di Tepi Barat telah menimbulkan kemarahan di kalangan sekutu Barat Israel, termasuk Amerika Serikat, yang telah menjatuhkan sanksi kepada sejumlah individu. Insiden ini terjadi beberapa minggu setelah sekitar 100 pemukim menyerang desa Jit di Tepi Barat utara, yang menuai kecaman di seluruh dunia dan janji dari pemerintah untuk segera menindak siapa pun yang terbukti melakukan kekerasan. Warga Palestina dan kelompok hak asasi manusia secara rutin menuduh pasukan Israel berdiam diri saat serangan terjadi dan bahkan ikut bergabung dalam serangan tersebut. (zul) Baca juga :

Read More

Menag Siap Beri Penjelasan Terkait Polemik Haji 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan kesiapannya untuk membuka seluruh fakta terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024 di tengah kontroversi yang kian memanas. Pernyataan ini disampaikan Yaqut sebagai respons atas berbagai tuduhan yang dilontarkan Panitia Khusus (Pansus) Haji DPR. “Kami siap memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya kepada publik mengenai proses penyelenggaraan haji tahun 2024,” ujar Yaqut di Jakarta, Kamis (12/9/2024). Menag menekankan bahwa Kementerian Agama telah menjalankan tugasnya dengan penuh integritas dan transparansi. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk menghadapi proses hukum jika ditemukan bukti pelanggaran dalam penyelenggaraan haji. “Jika ada temuan pelanggaran, siapapun yang terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Yaqut, menunjukkan komitmennya terhadap penegakan hukum. Pernyataan Menag ini muncul di tengah polemik terkait dugaan penyimpangan dalam proses pemberangkatan jemaah, khususnya mengenai fenomena sekitar 3.500 jemaah yang diduga dapat berangkat tanpa melalui masa tunggu yang lazim. Namun, meski telah menyatakan kesiapannya untuk memberikan penjelasan, tindakan Menag Yaqut justru menimbulkan tanda tanya baru. Pansus Haji DPR mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran Yaqut dalam dua pemanggilan yang telah dilakukan. Marwan Jafar, anggota Pansus Haji dari Fraksi PKB, mengonfirmasi bahwa Menag telah dua kali tidak memenuhi undangan pemeriksaan. “Kami akan mengirimkan undangan ketiga, berharap beliau hadir kali ini,” ujar Marwan. Ketidakhadiran Menag ini semakin diperparah dengan adanya perbedaan keterangan mengenai alasan ketidakhadirannya. Pihak Kementerian Agama menyatakan bahwa Yaqut sedang menghadiri MTQ di Kalimantan Timur pada saat pemanggilan terakhir. Namun, Marwan mengklaim telah menemukan dokumen internal Kemenag yang menunjukkan bahwa Yaqut sebenarnya dijadwalkan menghadiri rapat koordinasi di kantornya di Jakarta. “Kami menemukan surat internal Kemenag yang menunjukkan Pak Menteri sebenarnya ada di Jakarta, bukan di Kaltim seperti yang diklaim,” ungkap Marwan. Situasi ini telah memicu pertimbangan untuk mengambil langkah lebih tegas dari pihak DPR. Pansus Haji kini berencana mengirimkan undangan ketiga dalam minggu ini. Marwan bahkan menegaskan kemungkinan meminta bantuan kepolisian jika Menag kembali mangkir, “Jika mangkir lagi untuk ketiga kalinya, sesuai UU MD3, kami mungkin akan meminta bantuan kepolisian untuk membawa Menteri.” Di tengah kontroversi ini, Kementerian Agama tetap bersikukuh bahwa penyelenggaraan haji 2024 telah dilakukan sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku. Namun, ketidakhadiran Menag dalam pemanggilan Pansus dan perbedaan keterangan mengenai keberadaannya telah membuka babak baru dalam polemik ini. Sementara itu, Marwan Jafar tetap kukuh dengan pendiriannya mengenai dugaan penyimpangan dalam penyelenggaraan haji. Ia juga mengisyaratkan kemungkinan keterlibatan pihak berwenang dalam dugaan gratifikasi. “Data yang kami miliki menunjukkan adanya kejanggalan dalam proses seleksi dan pemberangkatan jemaah,” ungkap Marwan. Perlu diingat bahwa pembentukan Pansus Haji bertujuan untuk menginvestigasi berbagai permasalahan yang muncul selama musim haji 2024. Selain mengadakan rapat, tim DPR juga telah melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Kemenag pada 4 September lalu, menunjukkan keseriusan mereka dalam menggali informasi. Kontroversi ini telah menarik perhatian publik dan memicu perdebatan di berbagai kalangan. Banyak pihak menuntut adanya investigasi menyeluruh untuk mengungkap kebenaran di balik tuduhan-tuduhan tersebut, serta mengharapkan kehadiran Menag Yaqut dalam pemanggilan berikutnya untuk memberikan klarifikasi langsung. Masyarakat kini menantikan perkembangan lebih lanjut dari situasi ini, berharap agar transparansi dan keadilan dapat terwujud dalam penyelesaian masalah penyelenggaraan haji 2024. Kehadiran atau ketidakhadiran Menag Yaqut dalam panggilan ketiga Pansus Haji DPR akan menjadi momen krusial yang dapat menentukan arah penyelesaian kontroversi ini. (wink) Baca juga :

Read More

Wapres Berharap Kampus Antisipasi Kebutuhan Ilmu Pengetahuan Masa Depan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin meminta kampus sebagai pencetak generasi unggul masa depan memproyeksikan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pendidikan yang tepat untuk lima, sepuluh, bahkan dua puluh tahun mendatang. “Perguruan tinggi, sebagai penghasil riset dan penelitian yang kreatif dan inovatif, juga perlu berkolaborasi dengan pemerintah dan swasta dalam penyusunan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga melahirkan generasi berdaya saing,” pinta Wapres saat memberikan pidato kunci pada International Conference on Applied Sciences, Education, and Technology (iConASET) di Kampus B Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/09/2024). Pada kesempatan ini, Wapres juga menyampaikan beberapa pesan strategis kepada perguruan tinggi terkait upaya menciptakan lingkungan akademik yang berkualitas tinggi guna menghadapi tantangan dunia modern yang semakin kompleks dan dinamis. Pertama, ia menginstruksikan kampus-kampus agar mengembangkan riset dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan zaman dengan tetap menjadikan ajaran agama sebagai fondasi utama. “Inovasi yang dihasilkan [harus] dapat memenuhi tuntutan teknologi dan sosial dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan moral,” pesannya. Wapres Minta Kampus Antisipasi Kebutuhan Ilmu Pengetahuan Masa Depan Kedua, meminta perguruan tinggi agar membangun peluang kerja sama dengan dunia usaha dalam mengaplikasikan hasil riset, sekaligus menyiapkan lulusan dalam memasuki lapangan kerja. “Kerja sama ini dapat membuka kesempatan bagi institusi untuk mendapatkan umpan balik langsung dari industri, yang berguna dalam menyempurnakan riset dan kurikulum,” tegasnya. Ketiga, mengarahkan agar perguruan tinggi lebih kreafif dalam membangun sumber pendanaan dan pengembangan riset, sehingga penelitian, publikasi, dan inovasi yang dihasilkan semakin terjaga kontinuitasnya. “Manfaatkan keunggulan Society 5.0 untuk meningkatkan daya saing dan kualitas riset yang dihasilkan,” pintanya. Menurut Wapres, Society 5.0 saat ini menjadi isu kontemporer yang mengubah interaksi manusia sehari-hari menjadi kian terdigitalisasi. Society 5.0 menyajikan teknologi kecerdasan buatan, internet of things, dan big data, yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup manusia, melalui pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik yang lebih efisien dan terintegrasi. “Konsep ini menjadi faktor penting dalam peningkatan kualitas hidup bangsa Indonesia,” urainya. Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengungkapkan, dirinya optimis pelaksanaan iConASET dapat berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di jenjang perguruan tinggi. “Ini penting, karena perguruan tinggi merupakan intellectual capital berharga bagi Jawa Timur. Terlebih, Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang memiliki jumlah perguruan tinggi terbesar di Indonesia,” tegasnya. Hal ini, sambung Adhy, sejalan dengan pesan yang disampaikan Wapres saat menghadiri acara The 5th International Seminar and Conference on Global Issues 2021, bahwa institusi pendidikan tinggi telah mampu menjaga relevansi dan eksistensinya sebagai pencetak SDM yang unggul, berdaya saing global, dan berakhlak mulia. “Di sisi kewenangan Pemprov, saat ini di Jawa Timur terdapat 4.058 lembaga SMA, SMK, dan SLB baik negeri maupun swasta. Dengan jumlah siswa aktif 1,3 juta orang, dan potensi lulusan lebih dari 300 ribu per tahun. Potensi ini harus diupayakan agar lulusannya mendapatkan wadah yang sesuai, utamanya bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi,” terangnya. Rektor Unusa Achmad Jazidie melaporkan, iConASET merupakan seminar rutin dua tahunan. Penyelenggaraan tahun ini adalah yang ketiga kalinya. “Alhamdulillah, sejak kegiatan pertama hingga pelaksanaan tahun ketiga, jumlah peserta dan pematerinya terus bertambah baik dari Unusa maupun dari luar Unusa, termasuk dari luar negeri,” ungkapnya. Menurut Jazidie, seminar ini akan mengulas 131 paper yang terdiri dari 90 paper berasal dari internal Unusa dan 41 paper eskternal. Dari Unusa sendiri, fakultas terbanyak yang menyertakan paper adalah Fakultas Keperawatan dan Kebidanan yang menyumbang 38 paper, disusul Fakultas Kesehatran 25 paper, Fakultas Ekonomi Bisnis dan Teknologi Digital 14 paper, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 10 paper, dan Fakultas Kedokteran 3 paper. “Produktivitas jumlah ini sangat ditentukan oleh seberapa lama fakultas itu hadir di Unusa. Fakultas Keperawatan dan Kebidanan memang fakultas tertua di Unusa dan menjadi cikal bakal berdirinya kampus Unusa, yang fokus pada bidang kesehatan. Oleh karena itu, di Unusa baik dosen maupun jumlah mahasiswanya sebagian besar, lebih dari 75% adalah perempuan,” paparnya. Jazidie menambahkan, tahun ini sebanyak 14 perguruan tinggi di bawah Nahdlatul Ulama (PTNU) mengirimkan delegasinya yang sebagian besar berasal dari Pulau Jawa. Ia mengharapkan seminar ini dapat menjadi ajang kolaborasi global yang memperkuat peran akademisi dalam memecahkan masalah dunia. “Pendidikan tinggi harus mampu menjembatani kebutuhan industri dan perkembangan teknologi modern. iConASET menghadirkan kesempatan untuk mengintegrasikan riset dengan solusi praktis di berbagai bidang, seperti kesehatan, energi, pendidikan, dan industri,” ujarnya. Selain Wapres, hadir Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) M. Nuh dan beberapa narasumber dari luar negeri pada seminar ini, di antaranya Prof. Dr. Nordin Bin Mamat dari Universiti Pendidikan Sultan Idrus Malaysia, Prof. Mu. Naushad Shamim Ahnad dari King Saud University Saudi Arabia, dan Prof. Dr. Erol Kam dari Istanbul Technical University Turki. (har) Baca juga :

Read More

Beberapa Hal Menyebabkan Mandi Wajib

Jakarta — 1miliarsantri.net : Mandi menurut bahasa berarti menuangkan air pada sesuatu. Sedang menurut istilah mandi (al-Ghuslu) adalah menuangkan air sampai merata kepada seluruh tubuh dengan cara yang telah ditentukan oleh syara’. Dasar hukum mandi wajib ialah firman Allah, “Dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kami sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) …” (Q.S.al-Maidah/5: 6). Selain itu dalam hadis disebutkan, “Rasulullah SAW. bersabda: Apabila datang bulan (menstruasi), maka tinggalkanlah salat dan apabila telah selesai haid, maka mandilah kamu”. (H.R. al-Bukhari, Muslim, an-Nasai, at-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad). Hal-Hal yang Mewajibkan Mandi Wajib Pertama, telah melakukan hubungan seksual (baik mengeluarkan atau tidak mengeluarkan sperma). Hal ini didasarkan kepada hadis Nabi SAW diriwayatkan Abu Hurairah RA: “Dari Nabi SAW. Beliau bersabda: Apabila seseorang duduk di antara cabang yang empat kemudian bersungguh-sungguh, maka ia wajib mandi”. (H.R. Al-Bukhari, Muslim, an-Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad). Kedua, mengeluarkan sperma (air mani) baik ketika tidur (mimpi) atau dalam keadaan terjaga. Hal ini didasarkan pada hadis Nabi SAW diriwayatkan ‘Aisyiyah RA: Dari Aisyah ra. dari Nabi SAW. beliau bersabda: Apabila salah seorang diantara kamu bangun tidur kemudian ia melihat sesuatu yang basah sedang ia tidak tahu apakah ia mimpi, maka baginya wajib melakukan mandi (besar). Dan apabila ia sadar bahwa dirinya mimpi tapi tidak mengeluarkan sperna, maka ia tidak terkena wajib mandi (besar)”. (H.R. Ibnu Majah). Ketiga, terhentinya darah haid atau nifas. Seorang wanita yang telah kedatangan bulan (menstruasi) kemudian setelah melalui beberapa waktu darah haidnya terhenti (tidak keluar lagi), maka baginya wajib melakukan mandi (besar). Begitu pula apabila seorang wanita yang telah melahirkan, dan setelah ± 40 hari darahnya berhenti, maka baginya wajib melakukan mandi (besar). Hal ini didasarkan pada hadis Nabi SAW yang disampaikan kepada Aisyah RA: “Nabi SAW bersabda: Apabila datang bulan, maka tinggalkanlah salat dan apabila darah haid telah selesai, maka mandilah dan salatlah”. (H.R. al-Bukhari). Keempat, menghadiri salat Jumat. Berdasarkan hadis riwayat ‘Aisyah RA: “Manusia datang menghadiri Jum’at dari rumahrumah mereka yaitu dari Al-‘Awaaliy. Mereka datang dengan mengenakan mantel dan debu juga menimpa mereka. Maka keluarlah bau tidak sedap dari badan mereka. Salah satu di antara mereka mendatangi Rasulullah SAW, yang saat itu beliau ada di sisiku. Lalu Rasulullah SAW bersabda: Seandainya kalian bersuci (mandi) untuk hari kalian ini”. (H.R. Al-Bukhari dan Muslim). Tata Cara Mandi Wajib Cara mandi tersebut didasarkan pada hadis Rasulullah SAW sebagai berikut: “Dari Aisyah ra. ia berkata: Adalah Rasulullah SAW. apabila beliau mandi janabat, maka memulai dengan membasuh kedua tangannya kemudian menuangkan air dengan tangan kanan ke tangan kiri lalu membersihkan kemaluannya. Setelah itu berwudu seperti berwudu akan melakukan salat. Kemudian beliau megambil air dan memasukkan jari-jarinya dipangkal rambutnya sehingga apabila beliau merasa bahwa sudah merata, kemudian beliau menyiramkan air untuk kepalanya tiga tuangan, lalu meratakan keseluruh badannya kemudian membasuh kedua kakinya”. (H.R. Bukhari Muslim). Berdasarkan keterang hadis di atas dan hadis lainnya, tata cara pelaksanaan mandi wajib adalah sebagai berikut, yaitu: Baca juga :

Read More

Beberapa Peristiwa Perang Semasa Hidup Rasulullah SAW

Surabaya — 1miliarsantri.net : Agama Islam meski disampaikan secara damai dan lembut tetap tidak bisa menghindari peperangan dengan kaum musyrikin. Ada banyak peristiwa-peristiwa perang di zaman Rasulullah Muhammad SAW. Ustad Ahmad Sarwat Lc dalam buku berjudul Islam Agama Perdamaian menjelaskan tentang peristiwa-peristiwa perang di zaman Nabi. Meski banyak peristiwa perang, dalam bukunya Ustad Ahmad menegaskan dan menyimpulkan Islam adalah agama perdamaiannya. Di dalam kitab Sirah Nabawiyah, isinya bertabur dengan banyak kisah-kisah perang. Perang ini terjadi pada 17 Ramadhan 2 Hijriyah, bertepatan dengan 13 Maret 624 Masehi. Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Makkah yang berjumlah 1.000 orang. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy. Kemudian mereka mundur dalam kekacauan. Dr. Musthafa As-Siba’i dalam kitabnya Sirah Nabawiyah Durus Wa ‘Ibar menyebutkan bahwa perang Uhud terjadi pada Sabtu, 15 Syawal 3 Hijriyah. Kekuatan pasukan Muslimin awalnya 1.000 orang, namun berkurang menjadi hanya tinggal sekitar 700 orang. Sementara pasukan musyrikin Makkah berkekuatan 3.000 orang dengan perbekalan dan kendaran lengkap. Al-Mubarakfuri di dalam kitabnya Ar-Rahiq Al-Makhtum menyebutkan bahwa tidak kurang dari 70 ayat Alquran telah turun dalam peristiwa perang Uhud ini. Ayat Alquran turun pada setiap momen dari kejadian perang itu, episod demi episod. Yang paling banyak turun ayat dalam Surah Ali Imran, khususnya mulai dari ayat 121 hingga ayat 179. Dinamakan perang Khandaq yang artinya parit karena strategi bertahan di dalam kota Madinah menggunakan parit yang digali sepanjang 5 kilometer. Perang ini juga dinamakan dengan perang Ahzab, karena pihak musuh merupakan gabungan kekuatan para musuh Islam. Pihak musuh di antaranya kaum musyrikin Makkah, beberapa kelompok dari kaum Yahudi dan orang-orang munafikin di dalam Madinah. Perang Ahzab ini juga menjadi nama salah satu surah di dalam Alquran, yakni surat ke-33. Al-Waqidi di dalam kitab Al-Maghazi menyebutkan bahwa peristiwa perang ini terjadi pada Selasa, 8 Dzulhijjah 5 Hijriyah. Sementara, Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam bukunya Ghazawat Ar-Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: Durus wa Ibar wa Fawaid mengutip pendapat Ibnu Saad menuliskan bahwa pasukan Ahzab dikalahkan pada Rabu bulan Dzulhijjah 5 Hijriyah. Berbeda dengan Al-Waqidi dan Ash-Shalabi, Dr. Musthafa As-Siba’i dalam kitabnya Sirah Nabawiyah Durus wa ‘Ibar menyebutkan bahwa perang Khandaq terjadi pada bulan Syawal 5 Hijriyah. Perang Bani Quraidhah terjadi pada akhir perang Khandaq. Ini adalah peristiwa dikepungnya benteng milik Bani Quraidhah dan dibunuhnya semua penghuninya, karena mereka telah berkhianat. Awalnya ketika Rasulullah SAW pulang dari perang Khandaq dan hendak meletakkan baju perangnya, tiba-tiba datang Malaikat Jibril yang membawa perintah Allah untuk meneruskan perang mengepung Benteng Yahudi Bani Quraidhah. Meski banyak peristiwa perang di zaman Nabi, Ustaz Ahmad menegaskan, bukan berarti intisari kehidupan Rasulullah SAW hanya soal perang saja. Perang Khaibar terjadi pada tahun ketujuh Hijriyah. Rasulullah SAW berangkat meninggalkan Madinah menuju ke Khaibar di awal bulan Muharam, sepulang dari perjalanan umrah yang terhambat di Hudaibiyah. Dr. Musthafa As-Siba’i dalam kitabnya Sirah Nabawiyah Durus Wa ‘Ibar menyebutkan bahwa perang ini terjadi pada akhir Muharram 7 Hijriyah. Dinamakan perang Khaibar karena terjadinya di suatu daerah milik Yahudi bernama Khaibar, berjarak 160 kilometer di utara Madinah yang merupakan tanah subur penghasil kurma terbaik di dunia. 6 Perang Mu’tah (8 Hijriyah) Perang Mu’tah terjadi di suatu tempat yang bernama Mu’tah. Yakni suatu desa di sebelah tenggara Laut Mati, di arah perjalanan ke negeri Syam. Saat ini tempat tersebut bernama Kurk. Perang ini juga menjadi tonggak pertama kali di mana pasukan Muslim bergerak jauh untuk perang ke luar batas jazirah Arab. Perang Mu’tah terjadi pada bulan Jumadil Awal 8 Hijriyah. Beberapa bulan sebelum terjadi peristiwa pembebasan Kota Makkah di bulan Ramadhan tahun itu. Penguasa Bushra merupakan bawahan Kaisar Heraklius. Penyebab perang Mu’tah karena dibunuhnya utusan yang membawa surat dari Rasulullah Muhammad SAW kepada para penguasa Bushra. Melalui surat itu Nabi mengajak penguasa Bushra memeluk Islam. Seharusnya utusan pembawa pesan tidak boleh dibunuh. Namun Al-Harits bin Umair Al-Azdi sang pembawa surat Nabi itu dipenggal kepalanya oleh Syarhabil bin Amr Al-Ghassani. Sebuah kesalahan besar yang mereka lakukan. Dibunuhnya pembawa surat mengakibatkan perang besar. Rasulullah SAW mengirimkan 3.000 pasukan dipimpin oleh Zaid Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah Ridwanullahi ‘alaihim jami’an. Ketiganya mati syahid dalam perang itu. Kepemimpinan kemudian berganti kepada Khalid bin Walid, yang baru saja masuk Islam. Pada perang ini, di pihak orang kafir Arab yang dibantu kerajaan Romawi, jumlah pasukannya mencapai angka yang sangat fantastis, yakni 200 ribu pasukan. Bila pasukan Muslim hanya berjumlah 3.000 orang, maka perbandingannya adalah 1 orang melawan 66 orang. Sebuah perbandingan yang tidak masuk akal. Perang Hunain ini terjadi ketika Rasululah SAW masih di Makkah saat membebaskannya di bulan Ramadhan 8 Hijriyah. Perang ini terjadi sekitar dua pekan setelah penaklukan Makkah atau empat pekan setelah Nabi meninggalkan Madinah. Sebanyak 12 ribu orang pasukan Muslimin tidak berangkat dari Madinah, justeru bergerak dari Makkah pada 5 Syawal kemudian tiba di Hunain pada 10 Syawal 8 Hijriyah di sore hari. Lawan yang dihadapi pada perang Hunain ini adalah kaum Tsaqif dan Hawazin. Perang Tabuk sebenarnya merupakan sambungan dari perang sebelumnya yaitu perang Mu’tah. Rasulullah SAW mendengar kabar bahwa Bizantium dan sekutu Ghassaniyah telah menyiapkan pasukan besar untuk menginvasi Hijaz dengan kekuatan sekitar 40 ribu sampai 100 ribu orang. Di lain pihak, Kaisar Romawi Heraklius menganggap bahwa kekuasaan kaum Muslimin di Jazirah Arab berkembang dengan pesat. Maka daerah Arab harus segera ditaklukkan sebelum orang-orang Muslim menjadi terlalu kuat dan dapat menimbulkan masalah bagi Bizantium. Untuk melindungi umat Islam di Madinah, Rasulullah melakukan aksi preventif dan menyiapkan pasukan yang terdiri dari 70 ribu orang. Ini adalah jumlah pasukan terbanyak yang pernah dimiliki umat Islam. Maka pada bulan Rajab 9 Hijriyah, Nabi memaklumatkan perang Tabuk. Enam bulan setelah peristiwa pengepungan Thaif. Meski banyak peristiwa perang di zaman Nabi, Ustaz Ahmad menegaskan, bukan berarti intisari kehidupan Rasulullah SAW hanya soal perang saja. (jeha) Baca juga :

Read More