PBNU Umumkan 50 Mahasiswa Lolos Seleksi Al Azhar Mesir

Jakarta — 1miliarsantri.net : Panitia Seleksi Program Beasiswa S1 Universitas Al-Azhar Mesir-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan daftar peserta yang lulus seleksi tahap akhir beasiswa. Daftar peserta lolos seleksi tahap akhir tertuang dalam Pengumuman Hasil Seleksi Beasiswa Universitas Al-Azhar Mesir Tahun 2024 Nomor 2381/PB.03/A.I.01.08/99/09/2024 tertanggal 14 September 2024 M/10 Rabi’ul Awwal 1446 H yang ditandatangani Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf. Penanggung Jawab Program Beasiswa PBNU Al-Azhar 2024 Mukhlis Yusuf Arbi menyampaikan, pengumuman ini sempat tertunda karena adanya kendala administrasi. Meski demikian, peserta yang dinyatakan lulus akan segera mendapatkan informasi mengenai pemberkasan melalui grup WhatsApp. “Mohon maaf atas keterlambatan pengumuman ini karena ada sedikit problem administrasi. Pemberkasan akan disosialisasikan melalui grup WhatsApp (WA) untuk peserta yang lulus seleksi beasiswa,” terang Arbi Rabu (18/9/2024). Berdasarkan hasil ujian seleksi akhir, sebanyak 30 peserta yang dinyatakan lulus untuk melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar tahun 2024 melalui jalur PBNU. Dari total tersebut, 23 peserta memilih jurusan keagamaan (adabi), sementara 7 lainnya memilih jurusan umum (ilmi). Selain itu, terdapat 10 nama cadangan yang terdiri dari 5 peserta jurusan keagamaan dan 5 peserta jurusan umum. Peserta yang lulus seleksi diwajibkan menyelesaikan proses pemberkasan sebelum 30 September 2024. “Tiga puluh nama yang dinyatakan lulus seleksi wajib melakukan dan menyelesaikan pemberkasan sebelum 30 September 2024,” demikian bunyi pengumuman hasil seleksi beasiswa Al-Azhar-PBNU 2024. Dokumen yang perlu disiapkan meliputi paspor, akte lahir, ijazah dan transkrip nilai, terjemahan akte lahir dan ijazah resmi dengan legalisasi dari Kementerian Luar Negeri dan Kemenkumham, SKCK, serta surat kesehatan. (rid) Baca juga :

Read More

Alquran Sebut Penyebab Kekalahan Muslimin Dalam Jihad

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kekalahan umat Islam dalam Perang Uhud menyisakan duka yang mendalam. Inilah palagan yang terjadi pada 15 Syawal tahun ketiga Hijriyah, atau sekitar bulan Maret 625 Masehi. Dalam Perang Uhud, kubu kafir Quraisy dipimpin Abu Sufyan. Ia membagi pasukannya menjadi tiga lini. Sayap kanan dikomandoi Khalid bin Walid, dan mereka inilah yang pada akhirnya berhadapan dengan sayap kiri pasukan Islam–yang terdiri atas para pemanah. Pada awal-awal jalannya pertempuran, kaum Muslimin dapat mendominasi. Banyak pasukan musyrikin yang kocar-kacir. Kemenangan yang seperti sudah di depan mata, sirna karena sayap kiri pasukan Islam begitu gampang tergoda dengan gelimang harta rampasan perang. Mereka meninggalkan pos-nya demi sekadar urusan dunia. Dalam Alquran diterangkan, kekalahan itu menjadi ujian bagi kaum Muslimin (QS Ali Imran [3]: 141) dan juga orang-orang munafik (ayat 166-167). “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar” (QS 3:142). “Apakah jika dia (Muhamamd) wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikit pun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” (144). Sebab-sebab kekalahan itu diterangkan pula dalam Alquran surah Ali Imran ayat ke-152 hingga 155. “Dan sungguh, Allah telah memenuhi janji-Nya kepadamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mengabaikan perintah Rasul setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada (pula) orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk mengujimu, tetapi Dia benar-benar telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang diberikan) kepada orang-orang mukmin” (152). “(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada siapa pun, sedang Rasul (Muhammad) yang berada di antara (kawan-kawan)mu yang lain memanggil kamu (kelompok yang lari), karena itu Allah menimpakan kepadamu kesedihan demi kesedihan, agar kamu tidak bersedih hati (lagi) terhadap apa yang luput dari kamu dan terhadap apa yang menimpamu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan” (153). “Kemudian setelah kamu ditimpa kesedihan, Dia menurunkan rasa aman kepadamu (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kamu, sedangkan segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah. Mereka berkata, ‘Adakah sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini?’ Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah.” Mereka menyembunyikan dalam hatinya apa yang tidak mereka terangkan kepadamu. Mereka berkata, ‘Sekiranya ada sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.’ Katakanlah (Muhammad), ‘Meskipun kamu ada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditetapkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.’ Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui isi hati” (154). “Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kamu ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu, sesungguhnya mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan (dosa) yang telah mereka perbuat (pada masa lampau), tetapi Allah benar-benar telah memaafkan mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun” (155). (yat) Baca juga :

Read More

Israel Rencanakan Serangan Besar-Besaran ke Lebanon

Tell Aviv — 1miliarsantri.net : Pemerintah Israel menambah sasaran perang mereka untuk memulangkan puluhan ribu warga ke utara. Hal ini menjadikan serangan militer besar-besaran terhadap Hizbullah tak terelakkan. Times of Israel melansir, kabinet keamanan telah memperbarui tujuan resminya dalam perang sejak Oktober lalu dengan memasukkan tujuan memungkinkan penduduk di utara untuk kembali dengan selamat ke rumah mereka, Kantor Perdana Menteri mengumumkan Selasa . “Kembalinya penduduk wilayah utara dengan selamat ke rumah mereka kini telah ditambahkan sebagai tujuan keempat perang tersebut. Israel akan terus bertindak untuk mencapai tujuan ini,” kata pernyataan itu setelah pertemuan kabinet keamanan larut di Tel Aviv. Sejak 8 Oktober 2023, Hizbullah telah melakukan serangan secara sporadis ke wilayah utara Israel. Serangan untuk menekan Israel agar menghentikan serangan ke Gaza itu membuat sekitar 60 ribu warga mengungsi. Hingga saat ini, tujuan perang Israel yang diumumkan setelah serangan pejuang Palestina pada 7 Oktober, ada tiga. Diantaranya pemusnahan kemampuan militer dan pemerintahan kelompok pejuang Palestina, kembalinya semua sandera, dan memastikan bahwa Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel. Mosi kabinet ini muncul lebih dari 11 bulan setelah puluhan ribu penduduk wilayah utara Israel mengungsi dari rumah mereka ketika Hizbullah mulai menyerang menyusul serangan Israel ke Gaza. Sebagian besar pengungsi menginap di hotel-hotel di wilayah lain di negara itu, yang dibiayai oleh negara. Israel mengancam akan melancarkan operasi besar untuk mendorong Hizbullah ke utara, menjauh dari perbatasan. Perubahan tujuan perang terjadi ketika utusan khusus AS Amos Hochstein mengunjungi Israel dalam upaya mencapai solusi diplomatik dan menghindari eskalasi lebih lanjut. Hizbullah mengatakan mereka akan berhenti menembak hanya setelah serangan Israel di Gaza berakhir, meskipun banyak warga Israel khawatir wilayah utara akan tetap berada di bawah ancaman selama pasukan kelompok tersebut dapat beroperasi di sepanjang perbatasan. Banyak pengungsi di wilayah utara mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan militer, karena percaya bahwa ini adalah satu-satunya cara untuk membuat rumah mereka aman kembali. Bertemu dengan Hochstein pada hari Senin, Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengatakan bahwa hanya tindakan militer terhadap Hizbullah yang akan memungkinkan kembalinya warga Israel yang dievakuasi ke rumah mereka, ketika roket dan drone terus menghantam Israel utara. Sejauh ini, konflik di perbatasan Israel-Lebanon tersebut telah mengakibatkan 26 kematian warga sipil di pihak Israel, serta kematian 20 tentara dan cadangan IDF. Ada juga beberapa serangan dari Suriah, tanpa ada korban jiwa. Hizbullah telah menyebutkan 441 anggotanya yang dibunuh oleh Israel selama pertempuran yang sedang berlangsung, sebagian besar di Lebanon tetapi beberapa juga di Suriah. 78 anggota kelompok lainnya, seorang tentara Lebanon, dan puluhan warga sipil juga tewas. Mohamad Elmasry, profesor di Institut Studi Pascasarjana Doha, mengatakan kepada Aljazirah bahwa meskipun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah lama berjanji untuk membuka front utara, Menteri Pertahanan Yoav Gallant sejauh ini bersikap hati-hati. Namun, pernyataan Gallant pada Senin bahwa peluang untuk mencapai solusi diplomatik atas perselisihan dengan Hizbullah di Lebanon selatan sudah tertutup menandakan adanya perubahan. Pernyataan itu bersamaan dengan laporan media Israel bahwa Netanyahu sedang mencari pengganti Gallant. “Gallant menanggapi dengan sangat serius [laporan] ini bahwa Netanyahu siap memecatnya,” kata Elmasry kepada Aljazirah, seraya menambahkan bahwa ancaman semacam itu mungkin “mempengaruhi pengambilan keputusannya” dan mengikis tekadnya untuk menentang intervensi militer di Lebanon. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Nabi Idris Memiliki Sejumlah Keutamaan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Setelah Nabi Adam sebagai manusia pertama, ada lelaki yang diangkat menjadi nabi Allah, yakni Idris ‘alaihi salam (AS). Menurut Ibnu Katsir dalam Qishash al-Anbiya’, beliau diperkirakan berusia 345 tahun. Ada pula yang menyebutkan usianya 308 tahun. Terdapat sejumlah keistimewaan mengenai Nabi Idris AS. Pertama, ia adalah manusia pertama yang pandai baca tulis dengan pena. Kepada Idris-lah, Allah memberikan 30 lembaran-lembaran ajaran, yang berisi petunjuk untuk disampaikan kepada umatnya. Kedua, Nabi Idris diberi bermacam-macam pengetahuan, antara lain, merancak (merawat) kuda, ilmu perbintangan (falak), sampai ilmu berhitung alias matematika. Ketiga, nama Nabi Idris sendiri berasal dari kata darasa yang artinya belajar. Idris memang sangat rajin mengkaji ajaran Allah, yang diturunkan kepada Adam dan Nabi Syits. Bahkan, ajaran yang langsung kepada dirinya. Nabi Idris juga sangat tekun mengkaji fenomena alam semesta, yang semua merupakan ayat dan pertanda dari Tuhannya. Terakhir, Nabi Idris ialah orang yang pertama pandai memotong dan menjahit pakaiannya. Orang-orang sebelumnya konon hanya mengenakan kulit binatang secara sederhana dan apa adanya untuk dijadikan penutup aurat. Idris yang haus akan ilmu pengetahuan sehari-hari memang disibukkan oleh berbagai kepentingan. Namun, ia tetap selalu ingat kepada Tuhan. Dengan berbekal pengetahuan yang mencapai kelengkapan, kekuatan dan kehebatan yang mumpuni, Idris menjadi gagah berani tak takut mati, tak gentar kepada siapa saja, terutama dalam menyadarkan keturunan Qabil-Iqlima, yang saat itu penuh dengan kesesatan. Dapat dipahami jika ia mendapat gelar kehormatan Asad al-Usud alias ‘Singa di atas segala singa’ dari Allah. Kepada kaumnya, Idris diperintahkan memberantas kebiasaan melakukan kenistaan. Idris ditugaskan untuk membenahi pekerti rendah, zalim terhadap sesama, suka permusuhan, serta suka berbuat kerusakan. Kepada keturunan Qabil, Idris menegaskan, iman kepada Allah bisa memberikan keberuntungan. Untuk itu wahai kaumku, peganglah tali agama Allah, beribadahlah hanya kepada Allah. Bebaskan diri dari azab akhirat dengan cara amal saleh dan kebaikan. “Zuhudlah di dunia dan berlaku adil, mengerjakan shalat sesuai dengan ajaran Tuhan. Berpuasa pada hari tertentu setiap bulan, jihad melawan musuh agama bikinan setan, serta keluarkan zakat dan sedekah untuk membantu kaum papa dan kaum yang ditimpa kemalangan,” katanya. (jeha) Baca juga :

Read More

Film Tak Kenal Maka Ta’aruf Siap Diputar Awal 2025

Jakarta — 1miliarsantri.net : Film yang diadaptasi dari novel best seller “Tak Kenal Maka Ta’aruf” akan tayang di bioskop Indonesia pada Januari 2025 mendatang. Sang sutradara Toma Margenz mengatakan ingin memperkenalkan cara berkenalan dan bergaul yang baik, khususnya dengan lawan jenis. “Kami ingin memperkenalkan kembali cara berkenalan dan bergaul yang baik melalui medium film, dengan fokus pada konsep ta’aruf sebagai bentuk interaksi yang sehat di kalangan remaja,” terang Toma Margenz dalam keterangan resmi, Selasa (17/9/2024). Toma menjelaskan film tersebut menggabungkan tema budaya, agama, dan romansa dalam cerita yang hangat dan menginspirasi. Film yang diproduksi oleh Yahya Titi Mangsa bersama penerbit IPB Press ini dibintangi oleh Fadi Alaydrus, Sadkia Chadwik, dan Dinda Mahira. Seperti judulnya, film ini ingin memberikan gambaran ideal pergaulan remaja yang sehat, khususnya bagaimana cara berkenalan dan bergaul dengan baik, terutama terhadap lawan jenis. Melalui film tersebut, tim produksi berharap “Tak Kenal Maka Ta’aruf” dapat menjadi tontonan sekaligus tuntunan yang baik bagi masyarakat. “Dengan cerita yang kaya makna dan karakter yang kuat, film ini diharapkan menjadi tontonan yang menginspirasi,” tutup Mim Yudiarto selaku penulis dan produser film “Tak Kenal Maka Ta’aruf”. (Iin) Baca juga :

Read More

Reaksi Rasulullah SAW Ketika Menerima Wahyu Pertama

Surabaya — 1miliarsantri.net : Syekh Said Ramadhan al-Buthy dalam The Great Episodes of Muhammad mengutip kesaksian ummul mukminin, ‘Aisyah. Menurut putri Abu Bakar itu, wahyu yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah mimpi yang baik (al-ru’ya al-shalihah) ketika beliau tidur. Sesudah bangun dari tidur itu, sosok yang berjulukan al-Amin tersebut diberikan oleh Allah rasa senang untuk melakukan perenungan atau menyendiri (tahannuts). Beliau lantas memilih Gua Hira sebagai tempatnya. Demikianlah keadaannya, Rasulullah Muhammad SAW senang melakukan tahannuts di sana. Sampai pada akhirnya, Malaikat Jibril turun dengan membawa awal surah al-‘Alaq. Jibril mengatakan kepada Rasulullah Muhammad SAW: “Bacalah!” Beliau menjawab “Aku tidak bisa membaca.” Kemudian, Jibril meraih dan memeluk Rasulullah SAW hingga dirinya merasa payah. Setelah melepaskan pelukan, Jibril kembali mengatakan, “Bacalah!” “Aku tidak bisa membaca,” jawab al-Amin lagi. Untuk ketiga kalinya, malaikat itu meraih dan mendekap Muhammad. Akhirnya, beliau bertanya, apa yang harus kubaca? اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِىۡ خَلَقَ‌ۚ خَلَقَ الۡاِنۡسَانَ مِنۡ عَلَقٍ‌ۚ‏ اِقۡرَاۡ وَرَبُّكَ الۡاَكۡرَمُۙ الَّذِىۡ عَلَّمَ بِالۡقَلَمِۙ عَلَّمَ الۡاِنۡسَانَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡؕ “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” Setelah itu, Rasulullah SAW pulang dengan hati yang kacau. Beliau langsung menemui istrinya, Khadijah binti Khuwailid. “Selimuti aku. Selimuti aku,” katanya. Maka Khadijah menyelimuti Rasulullah SAW hingga kegelisahannya mereda. Rasulullah Muhammad SAW memberi tahu Khadijah tentang kejadian itu dan mengatakan “Aku sungguh mengkhawatirkan diriku.” Khadijah menjawabnya, “Sama sekali tidak. Demi Allah, selamanya Allah tidak akan menghinakanmu. Engkau selalu menjalin kekerabatan, memikul beban, menolong orang yang tidak punya, memuliakan tamu, dan membantu pihak yang benar.” Selanjutnya, Khadijah mengantarkan Rasulullah ke sepupunya Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul bin Uzza yang merupakan penganut Nasrani. Khadijah mengatakan, “Wahai sepupuku, dengarlah cerita anak saudaramu ini.” Waraqah, yang ketika itu sudah sangat tua dan buta, pun bertanya kepada Rasulullah Muhammad SAW, “Wahai anak saudaraku, apa yang kau lihat?” Maka Rasulullah menceritakan apa yang beliau lihat. Menanggapi itu, Waraqah mengatakan, “Itu adalah an-namus yang berarti wahyu yang turun kepada Musa. Seandainya aku masih muda dan kuat dan andai saja aku masih hidup ketika kaummu mengusirmu.” Kemudian Rasulullah bertanya, “Apakah mereka akan mengusirku?” Dia menjawab “Ya. Setiap kali seseorang membawa apa yang kau bawa, pastilah dia dimusuhi. Apabila masamu itu kualami, niscaya aku akan menolongmu sekuat tenaga.” Tak lama setelah itu, Waraqah meninggal dunia lantara usianya sudah terlalu tua. Sementara itu, wahyu tidak turun dalam waktu lama. Mengenai jarak waktu antara wahyu pertama dan kedua, para ulama berbeda pendapat. Ada yang mengemukakan tiga tahun. Ada yang mengatakan, kurang dari tiga tahun. Imam Bukhari meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah yang bercerita tentang masa kekosongan wahyu itu. Dia mengatakan, Rasulullah SAW bersabda, “Ketika berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara dari langit. Maka aku melihat ke atas. Ternyata itu adalah malaikat yang pernah datang menemuiku di gua.” “Dia duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku merasa takut terhadapnya sehingga aku bergegas pulang. Aku berkata ‘Selimuti aku. Selimuti aku.’ Lantas Allah Azza wa Jalla menurunkan firman ‘Hai orang yang berselimut,’ hingga firman-Nya. ‘dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah.’ Sejak itu, wahyu diturunkan secara sambung-menyambung.” (jeha) Baca juga :

Read More

Pertahanan Udara Israel Gagal Cegat Rudal dari Yaman

Tell Aviv — 1miliarsantri.net : Militer Israel mengatakan pada Ahad bahwa rudal permukaan-ke-permukaan ditembakkan ke Israel tengah dari Yaman dan mendarat di daerah tak berpenghuni dekat Tel Aviv. Pihak militer menjelaskan, rudal tersebut menempuh jarak sekitar dua ribu kilometer, membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk terbang, dan menembus wilayah udara dari perbatasan timur. Beberapa saat sebelumnya, sirene berbunyi di Tel Aviv dan Israel tengah, membuat warga bergegas mencari perlindungan. Layanan ambulans Israel mengatakan bahwa sembilan warga Israel terluka saat bergegas ke tempat perlindungan setelah menghadapi rudal yang diluncurkan dari Yaman. Polisi Israel mengatakan roket tersebut jatuh di kota Kfar Daniel, dekat Bandara Ben Gurion, dan menambahkan bahwa roket tersebut menyebabkan kebakaran di kawasan hutan dan kerusakan material pada stasiun kereta api utama di dekat kota Modiin. Channel 12 Israel melaporkan bahwa pertahanan udara gagal mencegat rudal dari Yaman yang jatuh di daerah tak berpenghuni dekat bandara di Israel tengah. Tentara Israel mengatakan bahwa angkatan udara sedang menyelidiki alasan keterlambatan dalam mendeteksi dan mencegat rudal yang diluncurkan dari Yaman. Wakil kepala otoritas media Houthi mengatakan bahwa pertahanan udara Israel gagal dan rudal Yaman telah tiba, dan mencatat bahwa “kedalaman musuh telah sepenuhnya terekspos oleh angkatan bersenjata Yaman.” Tentara Israel sebelumnya mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara Arrow 3 mencegat rudal permukaan-ke-permukaan yang diluncurkan dari Yaman menuju Eilat, dengan mengatakan bahwa rudal tersebut tidak memasuki wilayah udara Israel. Juli lalu, seorang Israel tewas dan 10 lainnya terluka ketika sebuah drone jatuh di pusat Tel Aviv, ratusan meter dari kedutaan AS, dan kelompok Houthi Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dalam “solidaritas dengan Gaza”, yang telah menghadapi perang Israel yang menghancurkan sejak 7 Oktober 2023, Houthi menargetkan kapal kargo Israel atau yang terkait dengan Israel di Laut Merah dan Laut Arab dengan rudal dan drone. (zul) Baca juga :

Read More

Bantuan Pangan 1.000 Ton Ubi Jalar, Bukti Indonesia Tak Pernah Lelah Bantu Palestina

Jakarta — 1miliarsantri.net : Bangsa Indonesia tak akan pernah lelah membela dan mendukung kemerdekaan Palestina untuk menjadi bangsa yang berdaulat. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat akan meminta pemerintah, baik melalui Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk mengawal bantuan pangan 1.000 Ton Ubi Jalar ke Palestina menggunakan Kapal Kemanusiaan Indonesia-Palestina. Penegasan ini disampaikan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI Pusat, Prof Dr KH Sudarnoto Abdul Hakim, MA. Hal itu juga disampaikan Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Dr H Amirsyah Tambunan, MAg, pada Senin 9 September 2024. Hal ini disampaikan keduanya, saat menghadiri “Upacara Bendera Dukung Kemerdekaan Penuh Palestina” yang digelar di Pondok Pesantren Nuu Waar-Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN), di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Dalam upacara yang dipimpin inspektur upacara Presiden AFKN, KH MZ Fadzlan Rabbany Garamatan itu, dilakukan Pengibaran Bendera Palestina dengan iringan Lagu Kebangsaan Palestina oleh Pasukan Pengibar Bendera dan Paduan Suara Ponpes Nuu Waar itu. Upacara berlangsung khidmat dan haru, hingga diiringi isak tangis dari inspektur upacara saat mengumumkan program bantuan pangan 1.000 Ton Ubi Jalar dengan menggunakan Kapal Kemanusiaan Indonesia-Palestina. Tampak hadir mengikuti upacara “langka” yang baru pertama kali dilakukan di lingkungan lembaga pendidikan pesantren itu, antara lain Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda (MIUMI) KH Bachtiar Nasir, Lc, MM, Ketua Majelis Dzikir KH Muhammad Syukur, Ketua Pengurus Pusat BKM Dewan Masjid Indonesia Dr Nurdiati Akmal, Dirut Global Muslim Charity (GMC) Dr H Ahyudin, serta perwakilan Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia Syeikh Ibrahim Ali Hasan. Menurut KH Sudarnoto, upacara pengibaran bendera Palestina ini, merupakan momen yang membuatnya kagum dan terharu. “Ini acara yang luar biasa sekali. Karena sangat konkrit sekali apa yang akan dilakukan terhadap Palestina,” terangnya. Diantaranya, jelas KH Sudarnoto, telah dideklarasikan Pengibaran sekaligus Penyerahan Bendera Kebangsaan Palestina dari Indonesia. Deklarasi Petani Relawan Pangan Indonesia-Palestina. Deklarasi Bantuan Pangan Ubi sebanyak 1.000 Ton, Deklarasi Relawan Thibbun Nabawi Indonesia Palestina. serta Peluncuran Kapal Kemanusiaan Indonesia-Palestina. “Ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tak akan pernah lelah untuk membantu, mendukung, bahkan membela bangsa Palestina,” tegasnya. Melalui acara di pesantren Nuu Waar ini, tambah KH Sudarnoto, mudah-mudahan akan diikuti pesantren-pesantren lain serta lembaga-lembaga keagamaan dan kemanusiaan lainnya. “Yang punya komitmen yang sama untuk membela Palestina. Allahuakbar…!” ucapnya. Sementara itu dalam sambutannya, Sekjen MUI Pusat, Dr H Amirsyah Tambunan, MAg, menjanjikan akan berkordinasi langsung dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) dan Panglima TNI, agar mau melakukan pengawalan terhadap keberangkatan Kapal Kemanusian Indonesia-Palestina, saat melakukan pelayaran untuk mengirimkan bantuan pangan 1.000 Ton Ubi Jalar tersebut. KH Bachtiar Nasir menambahkan, bantuan pangan yang akan dikirimkan bukan hanya dalam bentuk buah Ubi Jalar, tetapi juga dalam bentuk Tepung Ubi. “Hal ini perlu dilakukan, agar bahan pangan yang dikrim bisa bertahan lama dan sesuai dengan selera lidah orang Palestina,” tutur Pimpinan AQL Islamic Center ini. KH Fadzlan Rabbany Garamatan membenarkan tentang rencana itu. ”Nanti bantuan bahan pangan yang akan kita klirim juga dalam bentuk tepung, setelah hasil panen Ubi itu kita olah menjadi tepung,” ungkapnya. Dengan adanya program bantuan pangan ini, jelas KH Fadzlan Garamatan, membuat para petani desa yang tergabung dalam Relawan Pangan Indonesia-Palestina ini, dapat bertahan hidup di tengah kesulitan yang dirasakan belakangan ini. Seperti yang telah dilakukan Petani Relawan Pangan di Desa Cintabodas, Tasikmalaya, Jawa Barat, yang sudah bekerja secara simultan dalam membuka lahan pertanian seluas 50 Hektar untuk penanaman Ubi Jalar secara massal. “Dari target pertama pengiriman Ubi sebanyak 1.000 Ton, jumlah petani yang terlibat sekitar 100 Petani Relawan Pangan. Dan akan kita kembangkan menjadi 300 Petani,” jelasnya. Hal tersebut harus dilakukan, tambahnya, untuk mengejar target pengiriman tahap pertama yang akan dilakukan pada bulan Februari 2025, sebelum masuknya bulan suci Ramadhan 1446 H yang jatuh pada 1 Maret 2025. Dalam upacara bendera bertajuk “Dukung Kemerdekaan Penuh Kemerdekaan Palestina” itu, KH Fadzlan Rabbany Garamatan memberi mandat khusus kepada KH Bachtiar Nasir, untuk mengantarkan sebuah “Bedug Berlapis Emas” berdimensi 5 x 7 meter –yang sedang dalam tahap pengerjaan–, yang nantinya akan dikirim ke Masjidil Aqsa di Yerussalem, Palestina. “Bedug berlapis emas itu, akan menjadi simbol kedekatan hubungan rakyat Indonesia dan rakyat Palestina. Yang akan diletakkan di salah satu sudut di masjid yang pernah menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Kualitas Madrasah harus Terus Ditingkatkan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pengendalian Internal Komite Madrasah, jangan hanya terfokus kepada pendanaan, tetapi lebih dari itu pada peningkatan kualitas Madrasah, agar siswa nyaman belajar dan menumbuhkan harapan. Pernyataan itu disampaikan Koordinator Staf Khusus Menteri Agama Adung Abdul Rochman, saat memberikan sambutan pada kegiatan Fokus Group Discussion (FGD) “Strategi Peningkatan Pengendalian Internal Komite Madrasah (SpeedKOM)”, pada Selasa (10/09/2024) lalu. Strategi Peningkatan Pengendalian Internal Komite Madrasah merupakan Proyek Perubahan Inspektur Wilayah II, Itjen Kemenag sebagai salah satu mata latih Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tk. II Angkatan XXVII yang diselenggarakan Kemenag-Lembaga Administrasi Negara. Adung sangat mendukung dan mengapresiasi proyek perubahan yang di gagas oleh Pak Ruchman Basori. “Semoga menjadi nilai tambah pada tata kelola Komite Madrasah dan meningkatkan mutu dan daya saing Madrasah”, katanya. “Madrasah itu tempat belajar anak-anak kita, agar anak-anak memiliki harapan di masa depan, maka harus dipastikan Madrasah sebagai lembaga Pendidikan yang baik, menjadi tempat belajar yang nyaman dan kondusif,” ungkap Alumni UIN Jakarta ini. Adung memandang topik pengendalian internal Komite Madrasah sangat penting dan strategis, untuk membantu Madrasah mengoptimalkan kualitas kurikulum, guru dan tendik, sarana prasarana pendidikan, sekaligus ikhtiar pendanannya. Inspektur Wilayah II Itjen Kemenag, Ruchman Basori mengatakan proyek perubahan yang diberi nama SpeedKOM ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi tata kelola Komite Madrasah, agar sesuai harapan Masyarakat. Ruchman telah menetapkan tujuan jangka pendek, menengah dan jangka panjang yang disertai dengan tahapan (melstone) pencapaiannya. “Salah satu tujuan jangka pendek dari Proper ini adalah terbitnya Surat Keputusan Irjen tentang Pengendalian Internal Komite Madrasah”, kata Doktor Manajemen Kependidikan UNNES ini. Proper SpeedKOM dengan Projeck Leader Ruchman Basori dimentori oleh Irjen Kemenag RI Faisal Ali Hasyim, Coach Dr. Wahyu Suprapti, MM dan Evaluator saat Seminar Rancanagn Perubahan Prof. Dr. M. Ishom Yusqi, M.A Kapus pada Balitbang dan Diklat Kemenag. Untuk mensukseskan Proper Komite Madrasah ini, Ruchman menggandeng semua elemen pada Itjen dan menjadikannya sebagai Tim Efektif Proyek Perubahan, pegawai dan auditor tidak hanya dari Itwil II tetapi semua komponen pada Inspektorat Jenderal. Ruchman Basori optimis, Proper ini akan tercapai dengan baik, karena di dukung oleh stake holders dari mulai Inspektur Jenderal, para Irwil, Auditor hingga pegawai. (Iin) Baca juga :

Read More

Kesederhanaan Rasulullah SAW Patut Dicontoh

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kesederhanaan hidup Rasulullah Muhammad SAW merupakan salah satu ciri yang paling mencolok dari kepribadian beliau. Misinya di dunia ini sama sekali tidak didorong oleh kepentingan pribadi atau ambisi duniawi. Ini sangat kontras dengan banyak pemimpin agama palsu dan figur berpengaruh dalam sejarah, yang sering kali memanfaatkan posisi mereka untuk menikmati kemewahan. Pada akhir hayatnya, Rasulullah Muhammad SAW telah berhasil menyatukan seluruh Jazirah Arab di bawah kepemimpinannya. Namun, meskipun memegang kekuasaan yang begitu besar, beliau tetap hidup dalam kesederhanaan yang luar biasa. Di Madinah, beliau memiliki ribuan pengikut yang sangat setia dan juga sangat mencintainya. Pengikut-pengikut ini bersedia melakukan apa pun demi beliau. Namun, hal itu tidak membuat Nabi Saw tergoda untuk menjalani hidup dalam kemewahan. Berbeda dengan raja-raja atau penguasa pada umumnya yang menikmati kemegahan istana dan kekayaan berlimpah, Nabi Saw memilih hidup dalam sebuah rumah yang sederhana, bahkan sangat sempit. Ketika Rasulullah SAW ingin melaksanakan salat di dalam rumah, beliau harus mengetuk kaki istrinya, ‘Aisyah, untuk membuat ruang yang cukup bagi beliau agar bisa bersujud. Kehidupan Rasulullah SAW diisi dengan aktivitas sehari-hari yang sederhana. Untuk minum dan mandi, beliau menggunakan kantung air kulit kecil yang tergantung di rumahnya. Selama berbulan-bulan, tidak ada api yang dinyalakan di rumah beliau untuk memasak, dan keluarganya bertahan dengan makan kurma dan minum air, kecuali jika ada yang memberi mereka hadiah berupa susu. Kesederhanaan Rasulullah SAW ini berpengaruh bagi para sahabatnya. Suatu ketika, Umar bin Khattab berkunjung ke rumah Rasulullah SAW dan mendapati beliau berbaring di atas tikar kasar yang meninggalkan bekas di tubuhnya. Umar melihat sekeliling dan memperhatikan bahwa persediaan makanan Rasulullah SAW hanya sedikit gandum dan beberapa daun. Pemandangan ini membuat Umar menangis. Ketika Rasulullah SAW bertanya mengapa dia menangis, Umar menjawab bahwa ia tidak dapat menahan tangisannya setelah melihat betapa sedikitnya barang yang dimiliki Rasulullah SAW, sementara penguasa seperti Caesar dan Khosrau hidup dalam kemewahan yang berlimpah. Dalam jawabannya yang tenang, Nabi Saw berkata kepada Umar, “Apakah tidak membuatmu bahagia bahwa mereka diberi kemewahan di dunia ini, sementara kita akan diberi nikmat yang lebih besar di akhirat?” Jawaban Rasulullah SAW ini tidak hanya menjadi penghibur bagi Umar, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua tentang nilai kesederhanaan dan kehidupan akhirat. Rasulullah SAW tidak pernah tergoda oleh gemerlap dunia, meskipun kekuasaan berada di tangannya. Kesederhanaan ini datang secara alami bagi beliau, bukan sesuatu yang dipaksakan atau dilakukan demi mendapatkan pujian dari orang lain. Sikap hidup sederhana Rasulullah Muhammad SAW juga telah diakui oleh banyak sejarawan non-Muslim. Edward Gibbon, seorang sejarawan Inggris terkenal, menulis bahwa Rasulullah Muhammad SAW tidak pernah terpengaruh oleh kemewahan atau keinginan untuk hidup dalam kekuasaan yang gemerlap. Beliau Saw menjalankan tugas-tugas rumah tangga sendiri seperti menyalakan api, menyapu lantai, memerah susu kambing, bahkan memperbaiki sepatu dan pakaiannya sendiri (Edward Gibbon, 2001: 252). Washington Irving, seorang biografer Amerika, mencatat bahwa Rasulullah Muhammad SAW tetap mempertahankan sikap sederhana ini bahkan setelah beliau mencapai kekuasaan terbesar. Kemenangan-kemenangan militer dan politik yang diraihnya tidak pernah membuat beliau menjadi sombong atau terjebak dalam kebanggaan pribadi. Bahkan, jika para sahabatnya ingin memberikan penghormatan lebih ketika bertemu dengannya, beliau Saw akan menolak dengan halus (Washington Irving and Bertram R. Davis, 1850: 186-187). Kesederhanaan dan kerendahan hati Rasulullah SAW menjadi pelajaran penting bagi umat manusia, baik Muslim maupun non-Muslim. Hingga hari ini, khutbah-khutbah Jumat dan literatur etika Islam dipenuhi dengan contoh-contoh bagaimana Rasulullah Muhammad SAW adalah teladan utama dalam hal kerendahan hati. Rasulullah Muhammad SAW adalah seorang pendidik yang tidak pernah malu untuk mengakui jika tidak tahu sesuatu, seorang jenderal yang berbagi hewan tunggangannya dengan orang lain, dan seorang pemimpin yang selalu memperhatikan kebutuhan orang-orang paling lemah di masyarakatnya. Selain memberikan contoh dalam hal kepemimpinan, Rasulullah Muhammad SAW juga teladan dalam kehidupan keluarga. Sebagai suami yang penuh perhatian, beliau peka terhadap perasaan istrinya dan selalu berusaha menjaga keharmonisan rumah tangganya. Sikap rendah hati ini juga terlihat dalam cara beliau menekankan kepada umatnya untuk tidak memujanya secara berlebihan. Rasulullah SAW memperingatkan umatnya agar tidak memujinya seperti umat Kristen memuji Isa Al-Masih. Rasulullah Muhammad SAW selalu menegaskan bahwa dirinya hanyalah seorang hamba Allah dan utusan-Nya. Kesederhanaan, kerendahan hati, dan keteguhan iman Rasulullah Muhammad SAW adalah warisan abadi yang terus menjadi teladan bagi umat manusia. Kesederhanaan hidup beliau merupakan cerminan dari misi luhur yang diembannya. Di dunia yang semakin terobsesi dengan kekayaan dan status sosial, teladan hidup Rasulullah Muhammad SAW mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kerendahan hati, fokus pada akhirat, dan menjalani kehidupan yang bermanfaat bagi orang lain. (yat) Baca juga :

Read More