Israel Siapkan Serangan Balasan ke Iran

Ramallah — 1miliarsantri.net : Sehari setelah drone Hizbullah menembus pertahanan udara Israel dan meledak di dekat rumah pribadi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, ia mengadakan serangkaian pertemuan dengan penasihat keamanan utama untuk membahas serangan balasan ke Iran. Perencanaan serangan ini telah berlangsung selama tiga minggu sejak Iran menembakkan sekitar 200 rudal balistik ke Israel setelah pembunuhan pemimpin milisi yang disponsori Iran oleh Israel. Serangan drone yang tepat sasaran ke rumah Netanyahu di pesisir utara Tel Aviv pada hari Sabtu mengejutkan banyak warga Israel. Meskipun Netanyahu dan istrinya tidak berada di rumah dan tidak ada yang terluka, dia dan para menterinya mengatakan ini menjadi alasan lain pembalasan diperlukan. “Tidak diragukan lagi bahwa garis merah telah dilanggar di sini. Kita harus mengalahkan kemampuan Iran untuk menimbulkan ancaman,” kata Menteri Luar Negeri Israel Katz. Sementara Iran menunggu serangan Israel dan bersumpah akan membalas lebih keras, mereka menegaskan tidak terlibat dalam serangan drone Sabtu ke rumah Netanyahu di kota Caesarea. Pembalasan telah memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan banyak orang, mungkin karena koordinasi antara AS dan Israel. Washington mendesak Israel untuk menghindari menyerang instalasi energi atau nuklir dan telah mengirimkan senjata pertahanan rudal anti-balistik canggih ke Israel untuk mengantisipasi serangan balik Iran. Dokumen Pentagon yang bocor akhir pekan ini merinci beberapa persiapan Israel untuk serangan semacam itu. Kebocoran tersebut, yang keasliannya belum diverifikasi, muncul di akun Telegram kelompok pro-Iran bernama Middle East Spectator. Pada hari Minggu, kantor Netanyahu mengatakan bahwa meskipun mempertimbangkan saran AS, Israel membuat keputusannya sendiri. Belum jelas kapan keputusan akan diambil atau kapan pembalasan akan terjadi. Menteri Energi Eli Cohen mengatakan kepada Channel 14, “Tidak ada fasilitas, baik militer maupun sipil, atau orang di Iran yang kebal. Tidak ada dari mereka yang tidur nyenyak di malam hari,” lanjutnya. Donald Trump, mantan presiden AS yang mencalonkan diri dalam pemilihan bulan depan, mengatakan kepada rapat kampanye bahwa Netanyahu telah meneleponnya dan mengatakan bahwa setelah pembunuhan pemimpin milisi baru-baru ini oleh Israel, termasuk pembunuhan pemimpin Hamas Yahya Sinwar pada hari Kamis, Israel berada dalam posisi yang jauh lebih baik untuk melawan Iran dan sekutunya. Perencanaan Netanyahu pada hari Minggu untuk menyerang Iran, pertama dengan penasihat dekat dan kemudian dengan kabinet keamanannya, terjadi di akhir hari lain dengan aktivitas militer intens baik di Lebanon maupun di Gaza. Hizbullah menembakkan puluhan proyektil ke utara Israel.

Read More

PP Muhammadiyah Turut Berduka Atas Tewasnya Yahya Sinwar

Jakarta — 1miliarsantri.net : PP Muhammadiyah menyampaikan rasa duka cita yang dalam atas tewasnya Yahya Sinwar tokoh hamas dan tokoh rakyat palestina yang dibunuh oleh Israel secara biadab. “Kita berharap dengan kematian yahya Sinwar ini semangat rakyat palestina tidak akan pernah kendor sedikitpun,” ujar Ketua PP Muhammadiyah, Dr.KH Anwar Abbas, dalam rilisnya kepada media, Senin (21/10/2024). Kiai Abbas berharap dengan kepergian tokoh Palestina yang gagah berani ini, semangat juang rakyat palestina untuk merebut kemerdekaannya semakin menyala-nyala dan terus bergelora. “Kemerdekaan yang ingin mereka rebut itu jelas merupakan sesuatu yg luhur dan mulia. Mudah-mudahan insya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama rakyat palestina akan bisa mendapatkan apa yang mereka dambakan sehingga mereka dapat mendirikan dan membangun sebuah negara palestina yang merdeka dan berdaulat,” pungkas Kiai Abbas yang juga Wakil Ketua MUI. (rid)

Read More

Pagar Nusa Mesir Kukuhkan Warga Baru

Kairo — 1miliarsantri.net : PCI (Pengurus Cabang Istimewa) Pagar Nusa Mesir secara resmi mengesahkan warga baru angkatan ketiga dalam sebuah acara yang berlangsung di Aula KAHHA PCINU Mesir, Sabtu (19/10/2024). Pengesahan dihadiri secara virtual dua tokoh penting, KH Ainurrofiq Al Amin dari Jombang dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Gus Nabil Haroen. KH Ainurrofiq Al Amin hadir secara virtual untuk memberikan ijazah wirid dan pembinaan ruhani bagi para anggota baru. Pembinaan ini untuk memperkuat landasan spiritual para anggota, yang tak hanya harus kuat secara fisik, tetapi juga memegang teguh nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Setelah sesi pembinaan ruhani, Gus Nabil Haroen turut hadir secara virtual untuk membaiat langsung warga baru PCI Pagar Nusa Mesir. Dalam proses pembaiatan yang khidmat, Gus Nabil mengajak para anggota baru untuk meresapi nilai-nilai luhur Pagar Nusa yang telah diwariskan oleh Nahdlatul Ulama. “Kalian adalah generasi penerus yang berani menapaki jejak para pejuang pendahulu, yang tidak hanya menguasai jurus-jurus pencak silat, tetapi juga menyerap kekuatan spiritual yang telah diwariskan oleh para wali dan ulama,” tegas Gus Nabil. Gus Nabil juga memberikan pesan khusus tentang pentingnya peran diaspora Indonesia di luar negeri, khususnya bagi anggota Pagar Nusa Mesir. “Menjadi anggota Pagar Nusa di luar negeri, khususnya di Mesir, bukanlah tugas yang mudah. Kalian berada di garis depan, jauh dari tanah air, di negeri dengan tantangan yang berlipat ganda,” kata Gus Nabil. Ia menekankan bahwa para anggota baru harus bisa menjadi duta besar bangsa dan Pagar Nusa, tidak hanya sebagai pelajar unggul di Al Azhar, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai luhur kebangsaan dan keislaman di kancah internasional.

Read More

Kunci Bahagia Rumah Tangga ala Buya Yahya

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam era di mana media sosial kerap memicu perbandingan gaya hidup, termasuk dalam rumah tangga, seorang ulama terkemuka angkat bicara. Buya Yahya, pengasuh Pondok Pesantren LPD Al Bahjah di Cirebon, menyoroti pentingnya menjaga ucapan terkait rezeki dalam kehidupan berumah tangga. Melalui ceramah yang diunggah di kanal YouTube Al Bahjah, Buya Yahya menyentuh isu sensitif yang sering menjadi akar perselisihan pasangan: persepsi tentang rezeki. Dengan tegas, beliau mengingatkan bahaya menganggap pasangan sebagai penghalang rezeki. “Menuduh pasangan menghalangi rezeki bukan hanya menyakiti hati, tapi juga mencerminkan ketidakpahaman tentang hakikat rezeki dari Allah,” ungkap Buya Yahya dalam ceramahnya. Fenomena membandingkan kondisi ekonomi antara pernikahan pertama dan kedua juga tak luput dari perhatian Buya Yahya. Beliau menekankan bahwa praktik ini dapat meracuni hubungan dan menciptakan ketegangan yang tidak perlu. Tak hanya menyasar pasangan, Buya Yahya juga mengingatkan peran penting keluarga besar, terutama mertua, dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Beliau mengkritik kebiasaan menyalahkan menantu atas kesulitan finansial yang dialami anak. Sebagai solusi, Buya Yahya menawarkan perspektif yang lebih positif. Beliau mengajak pasangan untuk saling mendukung dan melihat satu sama lain sebagai pembuka pintu rezeki, bukan penghalangnya. “Ucapkanlah kata-kata yang membangun. Lihatlah pasanganmu sebagai pembawa berkah dalam hidupmu,” anjur Buya Yahya. Lebih dari sekadar nasihat, ceramah Buya Yahya ini menyentuh aspek spiritual dalam memandang rezeki. Beliau menegaskan bahwa cara kita berbicara tentang rezeki mencerminkan pemahaman kita tentang takdir dan kepercayaan kepada Allah.

Read More

Kaum Pertama yang Menyembah Berhala usai Banjir Nabi Nuh

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kaum Nabi Hud Alaihissalam adalah bangsa Arab yang mendiami bukit-bukit pasir yang terletak di Yaman, mulai dari Aman sampai Hadramaut. Suatu wilayah yang dekat dengan laut yang disebut Asy-Syahr. Mereka tinggal di tenda-tenda bertiang besar. Mereka adalah kaum Aad yang pertama. Kaum Aad tinggal di kota yang disebut Iram. Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam bukunya Al-Bidayah Wan-Nihayah yang diringkas Ahmad Al Khani menjelaskan, ada pendapat yang mengatakan bahwa Kota Iram adalah kota yang berpindah-pindah di muka bumi, terkadang ada di Syam, Yaman, Hijaz, dan terkadang di tempat lain. Pendapat tersebut adalah sesuatu yang jauh dari kebenaran dan perkataan yang tidak diperkuat dengan dalil. Di dalam sebuah hadis yang panjang di dalam kitab Shahih karya Ibnu Hibban, diriwayatkan dari Abu Dzarr tentang para Nabi dan para Rasul, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Di antara mereka empat orang dari Arab yaitu Hud, Shaleh, Syuaib, dan Nabi kamu wahai Abu Dzarr. Kaum Aad adalah kaum yang pertama menyembah berhala setelah banjir di zaman Nabi Nuh Alaihissalam. Allah kemudian mengutus saudara mereka, Nabi Hud untuk menyeru kaum Aad agar menyembah Allah. Mereka adalah orang-orang Arab yang masih kafir dan menyembah berhala serta suka keras kepala, Nabi Hud diutus kepada mereka, akan tetapi mereka mendustakannya. Akhirnya Allah sebagai Dzat Yang Maha Perkasa dan Maha Kuasa, menyiksa mereka. Azab yang pertama diberikan kepada kaum Aad adalah tanah mereka dijadikan sangat tandus. Mereka lalu minta diturunkan hujan. Mereka menyaksikan sesuatu yang muncul di langit yang dikira air, sebagai rahmat, tetapi ternyata itu adalah siraman azab yang datang dalam bentuk badai, laksana lidah api.

Read More

Iran tak Takut: Kami Identifikasi Semua Target di Israel

Teheran — 1miliarsantri.net : Beredar bocoran dokumen tentang rencana Israel untuk menyerang Iran. Menurut Axios, dokumen tersebut merinci tindakan yang diambil dalam beberapa hari terakhir di beberapa pangkalan udara Israel, termasuk transfer amunisi canggih sebagai persiapan untuk serangan Iran yang akan datang. Dokumen tersebut juga berisi laporan tentang persiapan terperinci oleh unit pesawat nirawak Israel untuk serangan tersebut. Namun Iran tak gentar dengan kabar rencana Israel itu. Teheran bahkan mengaku telah memetakan semua wilayah Israel. “Kami telah mengidentifikasi semua target di Israel, dan Israel akan menerima respons yang sepadan terhadap setiap serangan terhadap Iran,” ujar Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam sebuah wawancara dengan Saluran TV Turki NTV, yang dipublikasikan pada Sabtu (19/10/2024). Araghchi, yang berada di Turki pada Jumat dan Sabtu untuk menghadiri pertemuan tingkat menteri mengenai kerja sama regional di Kaukasus, juga mengatakan kepada jaringan televisi tersebut bahwa setiap serangan Israel terhadap Iran dianggap sebagai garis merah bagi Republik Islam tersebut. “Bagi kami, setiap serangan terhadap Iran berarti melewati garis merah. Kami tidak akan membiarkan serangan semacam itu tidak terjawab. Respons yang diperlukan akan diberikan terhadap setiap serangan terhadap fasilitas nuklir Iran atau serangan serupa lainnya,” kata diplomat tinggi tersebut. Ia juga mengatakan bahwa Iran menganggap AS sebagai sekutu Israel karena rezim tersebut melakukan kejahatannya di Gaza dan Lebanon dengan menggunakan senjata yang dipasok Amerika. “Bagi kami, AS bersekutu dengan Zionis dan jika perang skala besar terjadi di kawasan tersebut, AS juga akan terseret ke dalamnya, dan kami sama sekali tidak menginginkan ini,” lanjut Araghchi.

Read More

Deretan Kasus Pencabulan Nodai Pesantren

Jakarta — 1miliarsantri.net : Momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2024 diiringi dengan perpindahan jabatan menteri agama RI yang dilantik pada 21 Oktober 2024. Menteri agama yang baru akan menghadapi pekerjaan rumah yang tidak sedikit terlebih mengenai dunia pesantren. Belakangan ini, publik kerap disuguhi kasus pencabulan, kekerasan seksual hingga perundungan di pesantren. Ketua RMI NU DKI Jakarta KH. Rakhmad Zaelani Kiki, pun berharap menteri agama yang baru bisa berlaku tegas dan menyeluruh untuk menjaga martabat pesantren sebagai lembaga pendidikan agama dan benteng moral bangsa. Kiai Kiki mengatakan, menag baru harus berani memberikan sanksi yang tegas, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan tindakan amoral seperti pencabulan. “Menteri Agama yang baru harus tegas dalam memberikan sanksi administratif dengan mencabut izin operasional bagi pesantren yang memiliki kasus pencabulan terhadap santri yang dilakukan oleh pemimpin atau pengasuh pesantren,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Ahad (20/10/2024). Kiai Kiki yang juga merupakan pembina pesantren ramah anak menambahkan, pesantren dengan pengasuh yang terlibat dalam tindakan amoral seperti pencabulan tidak layak lagi disebut pesantren. “Inti dari pesantren adalah kiai yang merupakan pendiri atau pengasuh pesantren itu sendiri. Jika mereka yang seharusnya menjadi panutan moral justru melakukan tindakan tak bermoral seperti pencabulan, maka hancurlah pesantren tersebut,” tegas dia. Dalam pandangannya, apabila pendiri atau pengasuh pesantren terbukti melakukan pencabulan terhadap santri, pesantren tersebut harus ditutup secara permanen. Hanya saja, dia memberi catatan apabila pelakunya hanya sebatas guru alias musyrif atau musyrifah, maka pesantren tersebut tidak perlu ditutup, melainkan pelaku harus diberikan sanksi tegas. Dia juga menekankan pentingnya peran Kementerian Agama dalam memberikan pendampingan kepada korban. Menteri Agama, melalui bidang terkait kepesantrenan, diharapkan turut aktif dalam mendampingi santri yang menjadi korban pencabulan. “Santri yang menjadi korban pencabulan harus dipulihkan baik kesehatan mentalnya maupun hak-haknya,” ujarnya.

Read More

Enam Jenis Produk Ini Tak Dapat Disertifikasi Halal MUI

Jakarta — 1miliarsantri.net : Penetapan kehalalan produk harus mengacu kepada standar halal yang telah ditetapkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam fatwa MUI, ada sejumlah ketentuan yang membuat produk tersebut tidak bisa memperoleh sertifikasi halal. Hal itu tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 44 Tahun 2020 tentang Penggunaan Nama, Bentuk dan Kemasan Produk yang Tidak Dapat Disertifikasi Halal. Fatwa tersebut ditandatangani oleh KH Hasanudin Abdul Fattah dan Prof KH Asrorun Niam Sholeh, yang pada saat itu menjabat sebagai sebagai Ketua dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI. Dalam fatwa tersebut memuat ketentuan bahwa di antara produk yang tidak dapat disertifikasi halal. Pertama, produk yang menggunakan nama dan/atau simbol-simbol kekufuran, kemaksiatan, dan/atau berkonotasi negatif. Kedua, produk yang menggunakan nama benda/hewan yang diharamkan. “Kecuali, yang telah mentradisi (‘urf) yang dipastikan tidak mengandung bahan yang diharamkan,” tulis fatwa tersebut. Selain itu, menurut pandangan umum tidak ada kekhawatiran adanya penafsiran kebolehan mengkonsumsi hewan yang diharamkan tersebut. Yang mempunyai makna lain yang relevan dan secara empirik telah digunakan secara umum.

Read More

Sejarah Sultan Selim I Meneguhkan Kedaulatan Turki

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kemenangan dalam Perang Reydaniyya pada 1517 membuka jalan bagi Sultan Selim I untuk meneguhkan kedaulatan Turki Utsmaniyah di dunia Islam. Sebab, Dinasti Mamluk yang berhasil dikalahkannya mau tak mau mesti menyerahkan kepadanya kendali pemerintahan atas dua kota suci, Makkah dan Madinah. Berdasarkan catatan sejarah, Selim I tidak meneruskan titel yang biasa digunakan para penguasa Mamluk, yakni “Penguasa Dua Kota Suci” (Hakimu’l Haramain). Alih-alih demikian, sultan kesembilan Dinasti Utsmaniyah itu memilih gelar yang lebih bernada rendah hati: “Sang Pelayan Dua Kota Suci.” Dengan menguasai Haramain, Turki Utsmaniyah pun layak mengenakan julukan khilafah. Transisi kekhilafahan dari Dinasti Mamluk ke Turki ditandai dengan upacara simbolis di Konstantinopel (Istanbul) pada 1517. Mamluk diwakili al-Mutawakkil III, khalifah terakhir Dinasti Abbasiyah yang berlindung di Kairo setelah bangsa Mongol membumihanguskan Baghdad pada 1258—sehingga dirinya hanya menjadi “boneka” Dinasti Mamluk belaka sejak saat itu. Dalam perjalanannya ke ibu kota Turki, al-Mutawakkil III didampingi keluarganya. Selim I memperlakukan rombongan ini dengan penghormatan yang semestinya diberikan kepada kalangan ningrat. Menurut catatan sejarah tradisional Turki, upacara tersebut diiringi penyerahan beberapa lambang kekhilafahan Islam, seperti pedang dan mantel yang diyakini sebagai milik Nabi Muhammad SAW, dari khalifah lama kepada penguasa baru. Namun, narasi tentang prosesi tersebut sesungguhnya baru muncul di berbagai manuskrip pada 1780-an atau sesudah Perjanjian Kucuk Kaynarca yang mengakhiri perang antara Turki Utsmaniyah dan Rusia pada 1774. Cerita itu juga sering kali dikaitkan sebagai klaim yurisdiksi atas wilayah Muslim di luar Imperium Turki Utsmaniyah. Apa pun fakta sejarahnya, yang jelas jantung dunia Islam, yakni Makkah dan Madinah, sudah berhasil dikuasai Turki Utsmaniyah selama berabad-abad sejak kesuksesan Sultan Selim I dalam menaklukkan Mamluk.

Read More

Anak India Dijuluki Anak Asia Paling Berbakat, Selesai Sekolah 9 Tahun Gelar Doktor 21 Tahun, Profesor Usia 22 Tahun

Bangalore — 1miliarsantri.net : Tathagat Avatar Tulsi yang dulunya dianggap sebagai ahli fisika jenius, kini menemukan dirinya di persimpangan jalan. Yang tak terduga, saat ini tanpa pekerjaan. Perjalanan hidupnya luar biasa sejak kecil. Tetapi baru-baru ini, perjalanannya berubah drastis dan tak terduga. Lahir pada 9 September 1987 di Bihar, kecemerlangan Tulsi mulai menjadi berita utama di usia yang sangat muda. Ia menyelesaikan pendidikan sekolahnya pada usia 9 tahun. Berikut kisah luar biasa Tathagat Avatar Tulsi. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Tathagat Avatar Tulsi telah meraih gelar B.Sc. dari Patna Science College pada usia 11 tahun. Pada saat ia berusia 12 tahun, ia telah menyelesaikan gelar M.Sc. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya untuk meraih gelar PhD dari Institut Sains India (IISc) yang bergengsi di Bangalore, yang ia selesaikan pada usia 21 tahun. Penelitian PhD-nya difokuskan pada “Generalisasi Algoritma Pencarian Kuantum.” Ia juga ikut menulis makalah penelitian dengan ilmuwan terkenal Lov Grover, meskipun makalah tersebut tidak pernah diterbitkan.Di tengah pengakuan nasional atas prestasi akademisnya, Tathagat diangkat sebagai profesor kontrak di IIT Bombay pada tahun 2010. Namun, kehidupan berubah menjadi sulit pada tahun 2011 ketika kesehatannya mulai menurun. Ia mengalami demam tinggi, yang kemudian didiagnosis sebagai alergi. Penyakitnya menandai awal perjuangannya. Pada tahun 2013, karena masalah kesehatan, Tathagat mengambil cuti selama empat tahun di Patna. Sayangnya, setelah absennya dia dalam waktu yang lama, IIT Bombay menghentikan pengabdiannya pada tahun 2019, yang secara efektif mengakhiri karier akademisnya di lembaga tersebut.

Read More