Manfaat Menghirup Air ke Hidung saat Wudhu

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dr Ade Hashman dalam bukunya yang berjudul Rahasia Kesehatan Rasulullah menjelaskan, istinsyaq berarti menghirup air ke dalam hidung lalu dibuang kembali. Ini mungkin bukanlah rutinitas yang akrab bagi seluruh orang, seperti halnya mandi menjadi kebiasaan yang dikenal di manapun berada. Namun, orang Islam dari manapun berasal pasti akrab dengan wudhu. Ade mengatakan, istinsyaq pun bisa dilakukan saat berwudhu. Mengutip pernyataan ahli bedah tumor, Dr Bahar Azwar, SP.B.Onk, istinsyaq sangat bermanfaat dilihat dari perspektif medis. Jika terdapat tumor yang tersembunyi di dalam hidung, aliran air di dalam organ tersebut yang menyapu area nasofaring. Dengan demikian, istinsyaq dapat menjadi deteksi dini bagi penderita tumor di daerah nasofaring. Struktur jalan nafas melalui hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan. Ini juga merupakan wilayah yang terbuka secara langsung dengan dunia luar. Di samping saluran pencernaan, saluran pernapasan merupakan pintu masuk yang sangat mudah bagi banyak penyakit infeksi. Rongga hidung pun sesungguhnya dihuni banyak kuman, seperti streptoccus, pneumonia, neisseria, dan hermophilus sp. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dipastikan menempati 10 besar penyakit yang paling sering menyerang masyarakat. Terlebih lagi, bila mereka sering terpapar polusi dan radikal bebas di lingkungan tempat tinggalnya. “Dengan istinsyaq, maka ada upaya membersihkan selaput dari lendir hidung yang mungkin terkontaminasi oleh udara kotor serta kuman,” kata dr Hashman, menyimpulkan. Fardhu wudhu Pertama, niat saat membasuh wajah. Posisi niat adanya di dalam hati namun harus ditegaskan dengan diiringi rukun yang pertama dari wudhu itu sendiri. Sunnahnya niat itu Aku niat : نويت رفع الحدث ) dilafazkan seperti ucapan mengangkat hadats\”. Kedua, membasuh wajah. Membasuh adalah mengalirkan air ke permukaan kulit dan meratakannya. Ketiga, membasuh kedua tangan sampai siku. Maksudnya sikunya ikut dibasuh juga Keempat, mengusap sebagian kepala. Mengusap berbeda dengan membasuh. Mengusap itu adalah mengusapkan telapak tangan yang basah dengan air ke bagian yang diusap. Minimal ada bagian dari kepala yang basah kena air, walaupun hanya sebagain dari rambut. Tapi bila hanya mengusap pada kerudung saja, wudhu’nya belum sah. Kelima, membasuh kedua kaki sampai mata kaki. Terakhir, fardhu-fardhu tersebut itu dilakukan secara tertib. Jadi, semisal orang membasuh kaki terlebih dahulu sebelum mengusap kepala, maka membasuh kakinya itu belum sah dan harus diulangi. (yan) Baca juga :

Read More

Hamas Hujani Tel Aviv dengan Roket

Gaza — 1miliarsantri.net : Kelompok perjuangan Palestina, Hamas, belum menyerah. Perlawanan terus dilakukan meskipun Israel tak henti-henti menyerang Jalur Gaza. Kelompok Brigade Qassam, menyatakan telah menembakkan rentetan roket Maqadmeh M-90 ke arah Tel Aviv, Israel tengah. Tentara Israel mengonfirmasi serangan tersebut. Mereka menyatakan bahwa lima roket ditembakkan dari Khan Younis di Gaza. Dua orang dilaporkan terluka dalam serangan roket tersebut. Suara sirine sempat terdengar di Tel Aviv menyusul serangan Hamas yang digelar satu tahun sejak perang dimulai. Sementara itu, pihak militer Israel telah mengumumkan kematian seorang tentara dalam pertempuran di perbatasan Lebanon. Ini adalah kematian tentara kedua yang diumumkan hari ini. Sebelumnya bahwa seorang tentara cadangan berusia 25 tahun telah terbunuh dalam pertempuran di perbatasan, sementara dua orang lainnya terluka parah. Angkatan Darat Israel, menyatakan telah mengerahkan satu divisi baru untuk operasi darat di Lebanon selatan yaitu Divisi Galilee ke-91, yang meliputi Brigade Cadangan ke-3 dan ke-8 dan Brigade Nahal Utara 228. Sejak pecah perang, Divisi ke-91 telah melancarkan sejumlah operasi ofensif dan defensif untuk melemahkan Hizbullah dan infrastrukturnya di Lebanon selatan, melalui serangan darat dan udara, kata pernyataan militer Israel. Baru-baru ini, militer Israel menyatakan telah mengerahkan divisi ke-98 dan ke-36 di Lebanon selatan untuk memperluas serangan. Israel telah melancarkan serangan udara bertubi-tubi di sepanjang wilayah Lebanon sejak 23 September dengan dalih menyasar target Hizbullah. Serangan brutal militer Zionis itu menewaskan 1.200 orang dan melukai lebih dari 3.400 lainnya. Setelah itu, pada 1 Oktober, Tel Aviv mulai melancarkan serangan darat di Lebanon selatan. Serangan militer tersebut merupakan eskalasi atas konflik yang telah berlangsung selama setahun antara Israel dan Hizbullah sejak dimulainya serangan brutal Tel Aviv di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023. Karena serangan Israel di Lebanon, setidaknya 2.036 orang telah tewas, lebih dari 9.500 orang terluka, dan 1,2 juta lainnya mengungsi, kata otoritas Lebanon. (zul) Baca juga :

Read More

Kemenag Dorong Perpustakaan Digital Masjid Jadi Pusat Literasi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) mengembangkan perpustakaan masjid sebagai pusat literasi dan edukasi bagi masyarakat. Menurut Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, sekitar 845 perpustakaan masjid telah terdata di Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam (ELIPSKI). Hal itu disampaikan Kamaruddin saat memberi sambutan dalam acara Bimtek Pengelolaan Perpustakaan Masjid di Jakarta. “Itu berarti, masih sedikit masjid yang memiliki perpustakaan, sementara jumlah masjid yang terdata di Kemenag saat ini adalah 307 ribu masjid dan 375 ribu musala. Karenanya, kita perlu terus mengupayakan agar masjid-masjid di Indonesia memiliki perpustakaan. Kita perlu mendata, sudah berapa persen masjid kita yang memiliki perpustakaan, dan sudah dikunjungi berapa orang,” ungkap Kamaruddin. Dikatakannya, saat ini sudah tersedia 4.000 judul buku di perpustakaan masjid digital yang bisa diakses melalui ELIPSKI. Meski demikian, masih diperlukan identifikasi terkait buku-buku yang dibutuhkan masyarakat sebagai sumber rujukan berkualitas. Kamaruddin mengatakan, program ini juga ditargetkan untuk menjangkau masjid di pelosok Indonesia, yang sering kali menghadapi kendala dalam menyediakan bahan bacaan bermutu. “Kemenag berharap perpustakaan masjid dapat menjadi pusat pengetahuan yang inklusif dan berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk terus memperluas dan memperkaya koleksi perpustakaan masjid di seluruh Indonesia, baik melalui pengadaan buku fisik maupun digital yang berkualitas,” paparnya. Terkait itu, ia meminta para peserta yang terdiri dari perwakilan Kantor Wilayah Kemenag dan pengelola perpustakaan masjid seluruh Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, perpustakaan daerah, penerbit buku, hingga komunitas literasi. “Mari kita satukan visi. Perpustakaan masjid ini merupakan salah satu ikhtiar untuk meningkatkan budaya literasi di kalangan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang minim akses terhadap perpustakaan umum,” imbuhnya. Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Kepustakaan Islam Kemenag, Nur Rahmawati mengatakan, Bimtek Pengelolaan Perpustakaan Masjid Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari Jumat -Minggu, (4-6/10/24) di Jakarta. Kegiatan itu menghadirkan narasumber dari Perpustakaan Nasional, Akademisi, dan konsultan tim IT (Information and Technology). “Kami juga akan menyosialisasikan Kepustakaan Islam Award 2024 yang dibuka secara daring melalui portal resmi Kemenag yang telah disediakan,” ungkap Nur. Menurutnya, Kepustakaan Islam Award digelar untuk mendorong pertumbuhan ekosistem literasi, terutama bagi penulis, aktivis literasi, serta penerbit buku keagamaan. Selain itu, pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Management of Social Transformation Programme (Most UNESCO), dan Maxima untuk memperkuat literasi kebencanaan masyarakat di Sumatra Barat melalui perpustakaan masjid. “Upaya ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan pengetahuan masyarakat tentang bencana untuk mengurangi potensi korban saat bencana terjadi. Kami juga menekankan peran strategis perpustakaan masjid dalam menyebarkan informasi dan edukasi terkait kebencanaan,” pungkas Nur. (wink) Baca juga :

Read More

Manfaat Senam Kegel Bagi Ibu Hamil dan Nifas

Surabaya — 1miliarsantri.net : Demi proses persalinan lancar, ibu hamil dianjurkan melakukan persiapan dengan baik. Salah satunya senam kegel yang bermanfaat menguatkan otot dasar panggul. “Otot panggul ini tak hanya berfungsi untuk bercinta saja, melainkan untuk manfaat pasca melahirkan. Otot.panggul ini akan tetap strong setelah melahirkan,” ujar Guru Besar Uriginekologi FK Unair, Prof Eighty Mardiana, SpOG(K) saat kegiatan pengabdian masyarakat di Puskesmas Pucangsewu Surabaya, Sabtu (5/10/2024)lalu. Kegiatan ini memberi edukasi dan pelatihan senam kegel pada ibu-ibu hamil dan nifas. Tujuannya memberi kualitas hidup perempuan, khususnya ibu pasca melahirkan. Menurut Eighty, senam kegel ini bisa mencegah kerusakan otot dasar panggul. Karena kerusakan otot dasar panggul bisa berakibat luas. Misalnya sering beser, kentut tak bisa dikendalikan dan risiko rahim turun. “Semua risiko tersebut di atas bisa diantisipasi dengan senam kegel,” terang Eighty. Sementara Dokter Riska Wahyuningtyas, SpOG, menambahkan, senam kegel ini boleh dilakukan pada ibu hamil di trimester satu sampai tiga. Dalam satu hari bisa dikerjakan tiga kali. Seminggu boleh latihan 2 sampai 3 kali. Durasi setiap latihan adalah 10 kontraksi. Riska menjalankan, latihan di trimester 1 dan 2 boleh dilakukan dengan berdiri dan duduk. Namun pada trimester ketiga tidak boleh berdiri dan duduk. “Pada fase ini ibu hamil hanya boleh senam kegel dengan posisi nungging. Ini bertujuan untuk memperlancar proses persalinan,” ujarnya. (Iiin) Baca juga :

Read More

Yahudi dan Nasrani akan Masuk Islam saat Nabi Isa Turun ke Bumi?

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menjelang hari kiamat, Allah menurunkan Nabi Isa ‘alaihis salam dari langit ke bumi. Pada saat itu, tiap orang dari kalangan Ahli Kitab akan beriman bahwa putra Maryam itu adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Dalam Alquran, Allah berfirman. وَاِنۡ مِّنۡ اَهۡلِ الۡكِتٰبِ اِلَّا لَيُـؤۡمِنَنَّ بِهٖ قَبۡلَ مَوۡتِهٖ‌ ۚ وَيَوۡمَ الۡقِيٰمَةِ يَكُوۡنُ عَلَيۡهِمۡ شَهِيۡدًا “Tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. Dan pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi mereka” (QS an-Nisa: 159). Ibnu Jarir ath-Thabari dalam tafsirnya menjelaskan, lafaz qabla mautih (قَبۡلَ مَوۡتِهٖ‌) berarti ‘sebelum kematiannya Nabi Isa.’ Maksudnya, sebelum putra Maryam diwafatkan Allah SWT di bumi menjelang hari kiamat, pada saat itulah tidak ada ahli kitab yang tidak beriman kepada beliau. Adapun saat ini, Nabi Isa masih berada di “atas”, yakni sesudah Allah menyelamatkannya dari orang-orang yang hendak menyalibnya. Kelak, ketika telah diturunkan kembali ke bumi, orang-orang Ahli Kitab akan beriman. Mereka akan mengakui bahwa Nabi Isa bukanlah Tuhan, melainkan hamba Allah. Beliau bukanlah “anak Tuhan”, melainkan putra Maryam. “Demi Allah, Nabi Isa sekarang hidup di sisi Allah. Akan tetapi, ketika kelak Nabi Isa turun ke bumi, orang-orang Ahli Kitab semuanya beriman kepada Nabi Isa,” demikian ath-Thabari. Adapun Imam Nawawi menjelaskan, sebagaimana menukil keterangan Abu Hurairah, bahwa lafaz qabla mautih (قَبۡلَ مَوۡتِهٖ‌) itu kembali atau menunjuk pada Nabi Isa ‘alaihis salam. Maknanya, semua orang golongan Ahli Kitab pada zaman ketika Nabi Isa diturunkan kembali ke bumi akan beriman kepada Nabi Isa. Mereka mengetahui bahwa Isa adalah hamba Allah SWT dan putra Maryam. Ini merupakan pendapat sebagian ahli tafsir Alquran. Sementara itu dalam tafsir Tahlili Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ), ada dua makna. Pertama, ayat itu bermaksud bahwa semua seorang dari Ahli Kitab, baik Yahudi maupun Nasrani, akan beriman kepada Nabi Isa dengan iman yang sebenarnya, yakni sebelum mereka itu mati. Orang-orang Yahudi akan beriman bahwa Nabi Isa itu adalah utusan Allah SWT dan roh yang ditiupkan Allah kepada Maryam. Putra Maryam itu adalah makhluk ciptaan Allah. Orang-orang Nasrani pun akan beriman bahwa Nabi Isa adalah hamba Allah dan kalimat-Nya, bukan Allah, dan bukan pula “anak Allah.” Namun, keimanan mereka yang sedemikian itu tidak berguna lagi. Sebab, ia dinyatakan setelah nyawa mereka sampai di tenggorokan, setelah mereka melihat tanda-tanda di alam akhirat. Sebagaimana firman Allah SWT. يَوْمَ يَأْتِيْ بَعْضُ اٰيٰتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا اِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ اٰمَنَتْ مِنْ قَبْلُ “Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu” (QS al-Anam: 158). Kedua, ada pula sebagian ulama yang menafsirkan bahwa an-Nisa ayat ke-159 bermakna, semua orang Ahli Kitab akan beriman kepada Nabi Isa, dengan iman yang sebenarnya sebelum Nabi Isa wafat. Turunnya Nabi Isa ketika Dajjal membuat kerusakan di muka bumi. Berdasar sejumlah hadis sahih Rasulullah SAW, putra Maryam itu akan membunuh Dajjal. Selain itu, Isa AS juga memecahkan salib lambang umat Nasrani, memusnahkan babi, dan memberantas segala kekejian. Setelah itu, dunia akan mengalami kesuburan, keamanan, serta kesejahteraan yang adil dan merata. Turunnya Nabi Isa ke dunia ini tak berarti membuat hukum baru. Yang tetap berlaku adalah syariat yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW pun tetap menjadi saksi atas keimanan atau kekafiran Ahli Kitab, seperti dijelaskan dalam firman Allah SWT. فَكَيْفَ اِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ اُمَّةٍۢ بِشَهِيْدٍ وَّجِئْنَا بِكَ عَلٰى هٰٓؤُلَاۤءِ شَهِيْدًا “Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka” (QS an-Nisa: 41). (yan) Baca juga :

Read More

Mengenal Suku Kajang yang Jadi Benteng Hutan Sulawesi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sinar matahari pagi menerobos kanopi hutan hujan, menerangi pondok bambu yang terletak di celah antara pepohonan. Seorang pria tua dengan wajah keriput duduk bersila, matanya tertutup, dan dia berbisik mengucapkan doa-doa kepada bumi. Setelah sang pemimpin spiritual, Ammatoa terdiam, sekelompok pria yang mengenakan sarung indigo gelap berdiri dan menuju ke hutan dengan membawa persembahan berupa keranjang rotan berisi nasi, pisang, dan lilin yang menyala. “Bumi marah kepada kita,” kata Budi, seorang anak laki-laki tanpa alas kaki yang duduk di tepi pondok, seperti dikutip dari artikel Washington Post yang dipublikasikan pada 2023. “Itulah mengapa cuaca semakin buruk. Hujan semakin sering dan banjir terjadi lebih sering. Udara juga semakin panas. Ini karena kita telah berdosa.” Ritual ini dikenal sebagai Andingingi, yang diadakan setahun sekali oleh Suku Kajang, suku di Kabupaten Bulukamba, Pulau Sulawesi, Indonesia. Seperti banyak bagian dunia lainnya, tanah mereka juga mengalami perubahan iklim yang menyebabkan cuaca semakin ekstrem. Namun, citra satelit menunjukkan hutan primer Kajang yang lebat bebas dari jalan dan pembangunan, sehingga mampu menyerap hujan deras yang menghancurkan wilayah lain di pulau itu. Di tengah maraknya deforestasi global, pemberdayaan masyarakat adat seperti Kajang muncul sebagai salah satu cara utama untuk melindungi hutan hujan dunia. Beberapa penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa ketika masyarakat adat diberi hak atas tanah, mereka terbukti menjadi penjaga yang sangat efektif dalam menjaga kelestarian hutan. Komunitas-komunitas ini mengelola sekitar setengah dari tanah dunia dan 80 persen keanekaragaman hayati. Di sisi lain, keraguan telah muncul mengenai efektivitas program-program seperti carbon offset dan inisiatif lain yang bertujuan untuk mengurangi deforestasi meskipun miliaran dolar telah dialokasikan untuk program tersebut. Kajian landmark dari PBB pada 2021, yang mengkaji lebih dari 300 penelitian, menyimpulkan bahwa budaya-budaya adat telah berkontribusi dalam mengurangi perusakan hutan dengan berbagai cara. Kajang memberikan contoh tentang bagaimana kelompok adat menjaga hutan mereka. Komunitas ini hidup berdasarkan “Pasang Ri Kajang”, hukum leluhur yang diwariskan secara lisan melalui legenda dan cerita. Menurut mereka, manusia pertama jatuh dari langit ke hutan mereka, yang membuatnya menjadi tempat paling sakral di Bumi. Dalam praktiknya, hal ini berarti bahwa hutan adalah pusat kehidupan. Kajang bergantung pada pertanian subsisten, tanpa adanya industri atau perdagangan. Menebang pohon, berburu hewan, bahkan mencabut rumput dilarang di sebagian besar wilayah mereka. Teknologi modern seperti mobil dan ponsel tidak diizinkan dalam wilayah adat. “Pohon itu seperti tubuh manusia,” kata Mail, seorang anggota suku Kajang berusia 28 tahun. “Jika kita melestarikan hutan, kita juga melestarikan diri kita sendiri. Tapi jika hutan hancur, tidak akan ada lagi kehidupan.” Meskipun begitu, hingga saat ini, suku-suku adat belum mendapatkan dukungan hukum, finansial, atau institusional yang memadai. Sebuah laporan dari Rainforest Foundation Norway pada 2021 mengungkapkan bahwa dalam satu dekade terakhir, masyarakat adat hanya menerima kurang dari 1 persen pendanaan donor untuk memerangi deforestasi. Namun, kebijakan mulai berubah dengan pengakuan peran penting masyarakat adat dalam menjaga lingkungan. Sebuah studi global yang diterbitkan di jurnal Nature Sustainability pada 2021 menemukan di wilayah tropis, lahan yang dikelola oleh masyarakat adat memiliki tingkat deforestasi 20 persen lebih rendah dibandingkan area yang tidak dilindungi. Pada Konferensi Perubahan Iklim PBB tahun 2021 atau COP26, para pemimpin dunia berjanji akan memberikan pendanaan sebesar 1,7 miliar dolar AS untuk komunitas-komunitas adat, menyebut mereka sebagai “penjaga hutan.” Indonesia, yang memiliki ribuan kelompok etnis dan wilayah hutan tropis seluas lebih dari 350.000 mil persegi, dapat memberikan pelajaran penting tentang bagaimana mendukung masyarakat adat. Pada Desember 2016, Pemerintah Indonesia secara resmi mengakui lebih dari 50 mil persegi hutan hujan sebagai milik sembilan suku adat di negara ini, termasuk Kajang, setelah putusan penting oleh Mahkamah Konstitusi. “Kita semua tahu sejak lama, masyarakat adat mampu mengelola hutan secara berkelanjutan berdasarkan kearifan lokal,” kata Presiden Joko Widodo saat itu. Sejak 2016, hutan adat yang diakui di Indonesia telah berkembang menjadi lebih dari 580 mil persegi, mencakup lebih dari 100 suku. Pengakuan tersebut membantu menurunkan laju kehilangan hutan primer di Indonesia setiap tahunnya. Data terbaru menunjukkan bahwa laju kehilangan hutan saat ini berada pada tingkat terendah sejak 2002. Hutan Kajang adalah contoh keberhasilan eksperimen ini. Selama bertahun-tahun, penjaga hutan lokal telah melindungi satwa liar asli, termasuk rusa, monyet, babi hutan, dan burung tropis. Dari atas, rumah-rumah Kajang terlihat seperti titik-titik kecil di tengah hamparan hijau hutan tropis yang luas. “Kajang memiliki salah satu dari sedikit hutan hujan yang masih tersisa di wilayah tersebut. Itu berkat hukum adat mereka,” kata ahli tenurial tanah Willem van der Muur. Wilayah Kajang dibagi menjadi 15 desa luar, serta lingkaran dalam yang terdiri dari empat desa yang membentuk wilayah sakral suku tersebut. Falsafah hidup “Kamase Mase”, yang berarti hidup sederhana dan mengambil secukupnya untuk subsisten, adalah landasan gaya hidup mereka. “Selama kita hidup, hutan akan tetap ada,” kata Jaja Tika, seorang penenun yang berusia sekitar 70 tahun. Sebagian besar hutan Kajang tidak dapat digunakan, kecuali untuk keperluan tertentu seperti ritual dan pengambilan kayu untuk membangun rumah. Pemimpin mereka, Ammatoa, memastikan aturan ini ditegakkan, dan pelanggar akan menghadapi denda atau bahkan diusir dari komunitas. Ancaman terhadap hutan Kajang tidak hanya datang dari dalam, tetapi juga dari perusahaan luar. Salah satu konflik paling serius terjadi pada 2003 ketika PT London Sumatra (LONSUM), perusahaan perkebunan karet, mencoba mengambil alih tanah mereka. Polisi menembaki para demonstran, menewaskan empat orang dan melukai sedikitnya 20 lainnya. Namun, ancaman lainnya adalah modernisasi. Generasi muda mulai pergi ke kota untuk belajar, menggunakan ponsel, dan mengenakan pakaian yang diproduksi secara massal. Namun, beberapa masih bertekad untuk mempertahankan tradisi mereka. Ramlah, putri Ammatoa, yang berusia 38 tahun, memilih untuk kembali ke desanya setelah lulus kuliah dan membantu memimpin koperasi tenun perempuan yang menjual sarung buatan tangan di pasar lokal. Meskipun modernitas mulai merambah komunitas mereka, Ramlah dan banyak anggota suku lainnya percaya bahwa keseimbangan antara hukum adat dan nasional dapat menguatkan masyarakat mereka. “Yang paling penting dalam hidup adalah hutan,” katanya. (jeha) Baca juga :

Read More

Tandai Satu Tahun Serangan 7 Oktober, Roket-Roket Hamas Hantam Tel Aviv

Gaza — 1miliarsantri.net : Militan Hamas di Gaza pada hari ini mengirim roket-roket ke Israel menandai satu tahun serangan 7 Oktober. Militer Israel seperti dikutip Associated Press, mengeklalim berhasil mengintersep tiga roket kirim Hamas, sementara satu roket lainnya berhasil menghantam area terbuka di Tel Aviv. Militer Israel menyebut tidak ada korban jiwa atau kerusakan akibat hantaman roket Hamas. Namun, berdasarkan video-video yang beredar di media sosial X, roket yang gagal di intersep Iron Dome berhasil mengakibatkan kerusakan dan kebakaran sebuah gedung di daerah Kfar Habad. Dua warga Israel dilaporkan mengalami luka-luka. “Brigade Al-Qassam membombardir kota Tel Aviv dengan serangkaian roket Maqadma M90 sebagai bagian dari perang dan respons atas pembantaian oleh zionis terhadap warga sipil dan upaya pengusiran terhadap rakyat kami (Palestina),” demikian keterangan resmi Brigade Al-Qassam dikutip media lokal. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Indeks Kerukunan Umat Beragama 2024 Lebih Baik dari Tahun Lalu

Jakarta — 1miliarsantri.net : Indeks Kerukunan Umat Beragama (Indeks KUB) 2024 sebesar 76,47. Indeks ini naik 0,45 point dibandingkan 2023. Indeks ini diketahui karena Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama secara rutin melakukan survei. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Basuki mengungkapkan, dalam tiga tahun terakhir, Indeks IKUB di Indonesia menunjukkan tren positif. Indeks KUB 2022 sebesar, 73,09. Sementara dua tahun berikutnya, indeks KUB sebesar 76,02 pada 2023, dan 76,47 pada 2024. “Tren ini menggambarkan bahwa sikap toleransi antarumat beragama di Indonesia cenderung membaik. Salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan ini adalah berbagai upaya Kementerian Agama dalam menyosialisasikan dan menginternalisasikan penguatan moderasi beragama melalui berbagai program dan kegiatan,” ujar Wamenag, Ahad (6/10/2024). Menurut Wamenag, meski indeks menunjukan tren positif, namun tantangan dalam menjaga kerukunan beragama masih ada. “Beberapa kasus intoleransi dan sikap umat beragama yang belum menunjukkan sikap moderat masih terjadi di berbagai wilayah,” sebutnya. Sejalan dengan itu, Presiden telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Penguatan Moderasi Beragama yang mengamanatkan pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber). Pembentukan Sekber ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi penyelenggaraan penguatan moderasi beragama di tingkat kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Wamenag menjelaskan bahwa program penguatan moderasi beragama mencakup beberapa lingkup, di antaranya penguatan cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang moderat bagi aparatur negara, perlindungan hak beragama dalam program dan layanan publik sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing kementerian/lembaga. “Ada juga pengelolaan rumah ibadah yang berperspektif moderasi beragama, serta pemanfaatan perayaan keagamaan dan budaya juga untuk memperkuat toleransi,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Sertifikasi Halal Wajib 2024, Label No Pork No Lard Tidak Cukup

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menjelang tenggat sertifikasi halal Oktober 2024, LPPOM MUI memperingatkan bahwa label “No Pork No Lard” di restoran mal tidak cukup memenuhi standar kehalalan. Lembaga ini menekankan pentingnya sertifikat halal resmi bagi seluruh pelaku usaha kuliner. “Penggunaan label No Pork No Lard saja tidak bisa dijadikan jaminan bahwa produk tersebut telah memiliki sertifikat halal resmi,” terang Direktur Utama LPPOM MUI Muti Arintawati di Jakarta, dikutip Ahad (6/10/2024). Muti menjelaskan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 tentang Jaminan Produk Halal, seluruh pelaku usaha makanan dan minuman wajib memiliki sertifikat halal paling lambat 17 Oktober 2024. “Sertifikasi halal bukan hanya tentang bahan baku seperti daging. Ini mencakup seluruh ekosistem, mulai dari distribusi, penyimpanan, pengolahan, hingga alat-alat penunjang produksi,” lanjutnya. Meski label “No Pork No Lard” telah lama digunakan, Muti menegaskan bahwa standar kehalalan kini lebih komprehensif. Setelah tenggat waktu Oktober 2024, restoran tanpa sertifikasi akan mendapat teguran, sementara UMKM diberi kelonggaran hingga dua tahun. LPPOM MUI mendorong pelaku usaha untuk segera mengurus sertifikasi halal resmi mengingat label “No Pork No Lard” tidak lagi memadai dalam menjamin kehalalan produk secara menyeluruh. “Ini akan menjadi tugas berat bagi BPJPH dalam melakukan pengawasan. Nantinya akan ada proses peneguran, dan mungkin penindakan bagi pelaku usaha yang belum memiliki sertifikat halal,” tutupnya. (rid) Baca juga :

Read More

Rahasia Khasiat Penting Air Kelapa

Jakarta — 1miliarsantri.net : Air kelapa muda tak hanya menghilangkan dahaga namun juga memiliki khasiat yang sangat bagus untuk kesehatan. Meminum air kelapa murni tanpa campuran gula atau pemanis apapun memiliki kandungan antioksidan dan elektrolit yang membantu mengatasi dehidrasi. Lantas apa saja khasiat air kelapa untuk kesehatan? Yuk simak berikut yang dilansir dari BBCgoodfood.com Konsumsi air kelapa yang kaya akan kalium juga bermanfaat dalam merelaksasi pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah menjadi lebih terkontrol. Baca juga :

Read More