Perlunya Pembelajaran Gerakan Moderat Sejak Dini
Dalam Islam misalnya, ada ajaran tentang membaca qunut, memelihara jenggot, menentukan awal bulan dengan hisab atau rukyat, bilangan taraweh, ini semua bagian dari nilai cabang dalam Islam. Sehingga wajar, jika ada keragaman pandangan.
“Jadi Islam satu, tapi cara orang memahami ajaran Islam bisa beragam. Itulah kenapa faham, madzhab bisa beragam. Sehingga amaliyah ubudiyahnya juga beragam. Perbedaan di level cabang itu sesuatu yang biasa saja, keniscayaan, tidak terhindarkan,” sambungnya.
LHS lalu memberi penekanan tentang orang yang masuk kategori memiliki pemahaman yang melampaui batas. Misalnya, atas nama agama, di rumah ibadah justru mencaci maki dan menghujat orang lain. Hal itu menurut LHS adalah tindakan berlebihan.
“Kita boleh tidak setuju atau mengoreksi kekeliruan sesama, tapi tidak boleh mencaci maki atau menghujat. Sebab itu merendahkan harkat manusia, tidak sejalan dengan inti pokok agama yang memuliakan harkat manusia,” pesan LHS.
Contoh lainnya, kata LHS, perilaku orang yang atas nama agama justru melalukan perusakan. Misal, tindakan membakar rumah ibadah karena beda mazhab. Contoh lainnya adalah perilaku bully.
“Kita boleh beragam dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam yang sifatnya cabang. Kita saling menghargai perbedaan di wilayah ini. Tapi terhadap ajaran yang inti, tidak boleh diingkari atas alasan apapun juga. Atas nama agama sekalipun. Jika ada orang yang melakukan sesuatu yang mengingkari keadilan, persamaan di depan hukum, itu berlebihan. Ini perlu dimoderasi,” pungkasnya. (yan)
Baca juga :
- RTO/RTQ Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani: ‘Selamat Atas Diselenggarakannya SPU LPPTKA BKPRMI’
- LPPTKA BKPRMI Kabupaten Bekasi Gelar Silaturahmi Pembinaan Unit (SPU)
- Gaido Group dan Yayasan Masjid Pantai Nusantara Sepakati Kolaborasi Ekonomi Syariah, Dorong Lahirnya 1 Juta Pengusaha
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


