Penceramah Ulung itu Bernama Ibnu Sam’un
Ibnu Sam’un menentang niatan itu. Ia pun terus menggemakan ceramahnya yang menarik perhatian banyak orang. Akibatnya, ia dipanggil ke istana. Ia tak gentar dan memenuhi panggilan tersebut dan malah meluluhkan hati sang khalifah dengan nasihat-nasihat yang menyentuh hatinya.
Menurut Ibnu Sam’un pesan-pesan agama harus tetap disampaikan kepada masyarakat meski harus berhadapan dengan kekuasaan. Dalam buku Kisah Orang-orang Zalim, Muhammad Abduh mengatakan bahwa Ibnu Sam’un adalah seorang laki-laki yang tidak dapat diam untuk terus mengatakan kebenaran.
Termasuk ketika dia dibawa ke istana karena dianggap melanggar perintah Khalifah Adud al-Dawlah. Khalifah mengutus Syukur al-Adhudi untuk mencari dan membawa Ibnu Sam’un. Saat bertemu ulama tersebut, Syukur mendapati bahwa Ibnu Sam’un sangatlah berwibawa dan saleh. Syukur merasakan kesucian Ibnu Sam’un.
Sesampai di hadapan Ibnu Sam’un, Syukur menyampaikan instruksi khalifah dan disanggupi oleh Ibnu Sam’un. Tokoh ini, dipertemukan dengan khalifah di dalam ruang pribadinya. Khalifah sedang duduk seorang diri. Dan tanpa sungkan, Ibnu Sam’un segera membacakan Alquran yaitu surat Hud ayat 102 dan Yunus ayat 14.
Lalu, mengalirlah serangkaian nasihat Ibnu Sam’un kepada khalifah. “Nasihatnya sangat menyentuh, sehingga air mata khalifah jatuh bercucuran,” papar Abduh dalam bukunya. Tak lama setelah Ibnu Sam’un keluar, khalifah pun memerintahkan Syukur untuk memberikan hadiah kepada Ibnu Sam’un.
Ibnu Sam’un mendapatkan hadiah berupa uang sebesar 3.000 dirham dan sepuluh helai pakaian baru. Khalifah dikisahkan pula sempat menawarkan salah seorang budak perempuannya kepada Ibnu Sam’un untuk dijadikan istri. Semua kalangan juga menaruh hormat pada Ibnu Sam’un.
Dalam ceramahnya, Ibnu Sam’un selalu mendorong umat untuk terus mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW. Ada sejumlah penekanan yang sering ia tekankan saat berceramah, yaitu menghindari perselisihan antarumat Islam, berlaku adil, menghindari kesalahan, dan tidak mencela orang lain yang melakukan kesalahan.
Ibnu Sam’un berpandangan agar setiap orang untuk selalu memperbaiki kesalahan yang pernah dibuatnya, menurunkan ego pribadi, mempererat ukhuwah, dan menjauhi permusuhan. (had)
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


