Mengenal Perbedaan Bercanda, Kekerasan dan Bullying di Lingkungan Sekolah
“Di sini pentingnya membedakan mana yang bercanda dan mana yang sifatnya sudah mengarah pada kekerasan,” imbuh Jenab.
Ia menambahkan, terdapat karakteristik utama perundungan yang membedakan dengan bercanda ataupun jenis kekerasan lainnya yakni:
- Dilakukan secara sengaja. Tindakan agresif apabila dilakukan secara sengaja untuk memojokkan dan menimbulkan rasa tidak berdaya sehingga korban merasa dirinya bukan siapa-siapa.
- Ketidakseimbangan kekuasaan atau kekuatan. Pelaku menggunakan kekuatan atau kekuasaan mereka misalnya fisik dan popularitas untuk merendahkan, mengontrol, menyakiti, atau mengucilkan orang lain.
- Pengulangan aksi yang dilakukan. Aksi yang dilakukan pelaku terjadi lebih dari sekali atau memiliki kecenderungan untuk diulangi oleh orang-orang yang sama.
“Ingat, yang namanya bercanda itu harus dua belah pihak tertawa, bukan salah satu saja. Baik yang bicara juga lawan bicara,” tegasnya.
Begitu besar dampak perundungan ini baik yang terlihat maupun tidak terlihat secara langsung. Bagi korban akan merasakan dampak yang luar biasa secara mental, emosional, fisik dan prestasi baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
Lalu dampak bagi pelaku sendiri juga ada yaitu mudah marah, agresif, kurang empati, tidak disukai orang lain.
Tak ketinggalan juga dampak bagi saksi ataupun orang yang melihat aksi perundungan itu sendiri. Setelah menyaksikan, saksi bisa berpotensi mengikuti aksi tercela itu atau bergabung dengan pelaku melakukan perundungan.
Lebih lanjut, khusus untuk sekolah Jenab mengingatkan seharusnya setiap satuan pendidikan memiliki mekanisme tentang penanganan perundungan.
Ia juga menyarankan untuk para murid jangan sungkan untuk melaporkan segala bentuk perundungan kepada pihak sekolah.
“Untuk laporan perundungan sebenarnya tidak perlu bukti tapi bila ada bukti itu lebih baik. Tetap melaporkan apapun bentuk kekerasan kepada pihak sekolah, atau kalau dirasa kurang didengar bisa minta bantuan kakak kelas yang bisa dipercaya untuk bantu bicara. Harus terus dilakukan ya,” pungkasnya. (Iin)
Baca juga :
- Gempa Bumi M5.2 Kembali Mengguncang Pulau Flores dan Sekitarnya
- Peluang Emas! Pendaftaran Beasiswa Santri BAZNAS 2026 Resmi Dibuka, Kuota 2.500 Orang
- RESPALDA Al Huda Rawasapi Bawa Pulang Dua Prestasi dari LKBB PION XV SMAN 5 Bekasi
- Update Gempa Susulan Flores M7,7: Tembus 10.232 Kejadian, Pola Mulai Menurun
- Banjarnegara Diguncang Gempa Darat M2.5, Tidak Berpotensi Taunami
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


