Kompetisi Sains Madrasah, Diikuti Siswa Siswi Non Muslim Juga
Bagi Bryn dan Felicia, tantangan terbesar adalah beradaptasi dengan konteks Islam dalam soal matematika dan IPA. Meskipun demikian, mereka tetap berusaha keras dengan memanfaatkan buku-buku pelajaran dan melakukan latihan di perpustakaan untuk mempersiapkan diri.
“Untuk menghadapi soal sains, kami menggunakan buku-buku kami sendiri dan berlatih di perpustakaan. Kami belajar dan beradaptasi dengan konteks yang mungkin belum familiar bagi kami,” ujar mereka.
Dukungan Penjurian dan Harapan Masa Depan
Peserta KSM 2024 mengapresiasi dukungan dan keterbukaan penjurian, yang memfasilitasi komunikasi dan memberikan bimbingan selama kompetisi. Mereka berharap agar KSM di masa depan terus mendukung keberagaman dan membuka kesempatan bagi semua sekolah.
“Kompetisi ini adalah tantangan yang menyenangkan dan memotivasi kami untuk belajar lebih banyak. Kami berharap KSM akan terus memberikan kesempatan yang adil dan mendukung keberagaman,” tambah salah satu peserta.(ion)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


