Kedahsyatan Ayat Seribu Dinar, Benarkah Ampuh Memperlancar Rezeki buat yang Mengamalkan?
1. Penafsiran Quraish Shihab
Quraish Shihab menuturkan bahwa jangan ada kesalahpahaman mengenai pernyataan bahwa banyak orang bertakwa yang kehidupan materialnya terbatas. Namun, yang perlu diingat bahwa ayat seribu dinar tidak menyatakan ‘akan menjadikannya kaya raya’.
Sehingga perlu diingat bahwa, rezeki itu tidak hanya dalam bentuk materi, namun juga dalam bentuk kepuasan dan ketenangan hati. Artinya, Quraish Shihab menegaskan bahwa rezeki yang dimaksud tidak selalu bersifat material, namun juga bersifat spiritual.
Hal ini juga tertuang dalam sabda Rasulullah: ‘Tidak ada yang menampik takdir kecuali doa, tidak ada yang menambah umur kecuali Kebajikan yang luas, dan sesungguhnya seseorang dihindarkan dari rezeki akibat dosa yang dilakukannya’ (HR.Ibn Majah, Ibn Hibban, dan Al-Hakim melalui Tsauban).
2. Penafsiran Ibnu Katsir
Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut dalam artian barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya, maka Allah akan membuatkan jalan keluar baginya serta memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Ibnu Katsir juga mengutip Riwayat Imam Ahmad dari ‘Abdullah bin ‘Abbas, bahwa suatu hari Rasulullah pernah bersabda:
“Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapatkan-Nya di hadapanmu. Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Dan jika engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, jika ummat ini bersatu untuk memberikan manfaat (kebaikan) kepadamu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan memberikan manfaat kepadamu melainkan dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah bagimu.
Dan jika mereka bersatu untuk mencelakakanmu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan bisa mencelakakanmu melainkan dengan apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Pena telah diangkat dan telah kering pula (tinta) lembaran-lembaran ini.”
Maka dari itu, tidak ada dalil pasti yang menyebutkan bahwa pengamalan QS. At-Thalaq : 2-3 sebagai suatu ikhtiar memperlancar rezeki. Namun, kedua mufassir tersebut hanya memberikan pemahaman bahwa ayat tersebut adalah bentuk seruan agar umat muslim senantiasa bertakwa dan bertawakal kepada Allah. (**)
Sumber:
Susanti, F, I. (2025). The Living Qur’an (Fenomena Amalan Ayat Seribu Dinar di Tiktok). Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir. 7(1), 69-84
Huda, N. (2019). Epistemologi Penafsiran Ayat ‘Seribu Dinar’ (at-Thalaq(65);2-3): Studi Komparasi Abdurra’uf as-Singkili dan M.Quraish Shihab. Jurnal Studi Islam. 15(1), 39-57
Penulis: Gita Rianti D Pratiwi
Foto Ilustrasi AI
Editor : Toto Budiman dan Iffah Faridatul Hasanah
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


