JPPI: Perkuat Sistem Sekolah Ramah Anak dan Komunikasi Keluarga
Jakarta — 1miliarsantri.net : Media sosial X alias Twitter tengah ramai dengan cerita kasus bullying atau perundungan siswa SMA di kawasan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten yang belakangan menjadi viral. Kabar tersebut diungkap oleh akun menfes @tanyarlfes yang mengunggah sejumlah foto dan cerita tentang bullying melibatkan anak-anak sebuah SMA di kawasan Serpong.
Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji menegaskan bahwa mata rantai bully dan kekerasan harus diputus. Caranya dengan memperkuat sistem dan ekosistem yang ramah anak di sekolah dan komunikasi di dalam keluarga.
“Pertama, sekolah harus menciptakan sistem dan ekosistem yang ramah anak, melibatkan semua aktor. Kemudian, orang tua harus bisa memperkuat komunikasi dengan anaknya,” ungkap Ubaid kepada 1miliarsantri.net, Rabu (21/2/2024).
Sistem dan ekosistem yang dimaksud Ubaid, contohnya sistem deteksi dini, perlindungan saksi dan korban, serta penegakan hukum yang diciptakan oleh pihak sekolah.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


