Ghibah Itu Membahayakan: Ancaman Hilangnya Pahala Ibadah karena Lisan
“Tahukah kalian apa itu ghibah?”
Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”
Beliau bersabda, “Engkau menyebut tentang saudaramu sesuatu yang ia tidak sukai.”
Ditanyakan, “Bagaimana jika yang aku katakan itu benar ada pada dirinya?”
Beliau menjawab, “Jika benar ada padanya, maka itulah ghibah. Jika tidak ada padanya, maka engkau telah berdusta (fitnah).”
Hadits ini menegaskan bahwa mengatakan sesuatu yang benar tentang kekurangan seseorang tetap termasuk ghibah apabila ia tidak menyukainya.
Gambaran di Hari Kiamat
Konon, pada hari kiamat kelak seorang hamba diberi catatan amalnya. Ketika dilihatnya, ternyata di dalam catatan itu tidak terdapat sedikit pun catatan amal kebaikannya. Maka hamba itu bertanya kepada Allah:
“Ya Rabb, mana pahala sholatku, mana pahala puasaku, dan mana pahala-pahala ketaatanku lainnya?”
Lalu dikatakan kepadanya:
“Semua amalmu lenyap dikarenakan oleh perbuatan ghibahmu ketika di dunia.”
Di pihak lain, ada orang yang menerima catatan amalnya dengan tangan kanan. Ketika dibuka dan dilihatnya, terdapat banyak kebaikan yang tidak pernah dilakukannya di dunia. Lalu dikatakan kepadanya:
“Ini adalah kebaikan yang diberikan dan dikirimkan oleh orang yang menghibahmu ketika di dunia.”
Hal ini sejalan dengan hadits tentang orang yang bangkrut (muflis), di mana Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa orang yang bangkrut adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan pahala shalat, puasa, dan zakat, namun ia pernah mencaci, menuduh, memakan harta orang lain, dan menumpahkan darah. Maka pahala-pahalanya diberikan kepada orang-orang yang dizaliminya hingga habis, lalu dosa mereka dipikulkan kepadanya.
Renungan: Menjaga Lisan, Menjaga Pahala
Ghibah sering dianggap ringan karena hanya berupa ucapan. Padahal, dampaknya sangat berat. Ia bukan hanya melukai kehormatan sesama, tetapi juga dapat memindahkan pahala kebaikan kita kepada orang yang kita gunjing.
Lisan yang tidak dijaga bisa menjadi sebab bangkrutnya amal di akhirat. Karena itu, menjaga ucapan adalah bagian dari menjaga ibadah.
Semoga Allah menjaga lisan kita dari perkataan yang sia-sia, dari ghibah yang membinasakan pahala, serta menjadikan kita hamba-hamba yang selamat dunia dan akhirat. Aamiin.**
Pondok Aren
Kamis, 19 Februari 2026
01 Ramadhan 1447 H
Sumber : WAG Manajemen Masjid Umat Sejahtera (Pemosting : Abdul Syukur)
Foto : Gambar ilustrasi
Editor : Thamrin Humris
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


