Bukan Masjid Tiban Turen, Tapi Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah
“Berhubung rumah Romo Kiai agak lumayan besar dan waktu itu hanya belasan santri yang mengaji, dibuatkan kamar-kamar untuk santri dari luar kota yang bermalam disana,” imbuhnya.
Pada akhir tahun 1988 mulai pembangunan tahap pertama Pondok Pesantren dengan ditandai peletakan batu pertama hingga tahun 1992 dan sempat terhenti sementara karena kendala kepengurusan dan perijinan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).
“Salah satu syarat pendirian kan memang harus ada IMB, sedangkan kami tidak memiliki master plan, blueprint, rencana atau rancangan mau dibuat apa model Pondok nya. Jadi bisa dikatakan pembangunan Pondok Pesantren melalui isyaroh yang didapat Romo Kiai,” tandas Purwanto yang masuk Pesantren ini pada tahun 2004.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


