Bukan Masjid Tiban Turen, Tapi Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah

Dengarkan Artikel Ini

Pada akhir tahun 1988 mulai pembangunan tahap pertama Pondok Pesantren dengan ditandai peletakan batu pertama hingga tahun 1992 dan sempat terhenti sementara karena kendala kepengurusan dan perijinan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Salah satu syarat pendirian kan memang harus ada IMB, sedangkan kami tidak memiliki master plan, blueprint, rencana atau rancangan mau dibuat apa model Pondok nya. Jadi bisa dikatakan pembangunan Pondok Pesantren melalui isyaroh yang didapat Romo Kiai,” tandas Purwanto yang masuk Pesantren ini pada tahun 2004.

Pembangunan Pesantren kembali dilanjutkan hingga saat ini berdiri di lahan seluas 8 hektar dan status masih sama yakni Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah.

“Jadi kalau ada yang menyebut tempat ini Masjid Tiban itu salah dan masing-masing masyarakat memiliki persepsi yang berbeda mengenai Pesantren kami, bahkan ada yang mengatakan dibangunan oleh bangsa jin, itu salah besar,” tegas Purwanto.

Ponpes Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah Turen Malang, saat ini menampung sekitar 319 orang santri dari 78 Kepala Keluarga yang bermukim dan menentap didalam Pondok.

“Jadi sekali lagi disini ini bukan Masjid Tiban atau Masjid yang dibangun bangsa jin, melainkan Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah yang ada proses pembangunan nya dan dikerjakan oleh warga sekitar juga para santri yang kebanyakan dari luar kota Malang,” pungkas Purwanto. (fq)


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca