Berbagai Macam Tradisi Unik Umat Islam di Dunia Saat Ramadhan

Dengarkan Artikel Ini

Di akhir Ramadhan, perempuan-perempuan di Pakistan mendatangi pasar setempat untuk membeli gelang warna warni. Selain itu mereka juga mengecat tangan dan kaki dengan desain henna yang rumit.

Sehubungan dengan tradisi ini, para pemilik toko mendekorasi kios mereka dan tetap buka hingga dini hari.

Para perempuan setempat mendirikan toko henna darurat di dekat toko perhiasan, sehingga mereka dapat menarik pelanggan untuk berbelanja dan langsung mengaplikasikan henna di tempat.

Suasana pasar yang ramai di Chaand Raat menjadi salah satu perayaan rakyat Pakistan dalam menyambut Idul Fitri keesokan harinya.

  1. Pengamat hilal di Afrika Selatan

Berakhirnya bulan Ramadhan ditandai dengan terlihatnya hilal pertama. Meskipun hal ini dipraktikkan di seluruh dunia, keunikan tradisi ini di Afrika Selatan diilustrasikan oleh maan kykers (bahasa Afrika untuk ‘pengamat bulan’).

Umat Muslim dari seluruh Afrika Selatan menghadiri acara di Cape Town untuk melihat bulan baru. Namun hanya maan kykers, yang ditunjuk oleh Dewan Peradilan Muslim Afrika Selatan, yang dapat mengumumkan penampakan resmi tersebut.

Para maan kykers berdiri di sepanjang pantai di Sea Point Promenade, di Three Anchor Bay atau bahkan di puncak Signal Hill, untuk mengamati hilal.

Bulan harus terlihat dengan mata telanjang, dan pada malam yang cerah di Cape Town, tidak ada pemandangan yang lebih indah.

  1. Penabuh genderang saat sahur di Turki

Tradisi ini berlangsung sejak masa Kesultanan Utsmaniyah, di mana penabuh genderang berkeliling di jalan-jalan untuk mengingatkan waktu sahur.

Para penabuh genderang mengenakan kostum tradisional Ottoman, termasuk fez dan rompi yang keduanya dihiasi motif tradisional. Saat mereka berkeliling dengan davul (gendang berkepala dua Turki), para penabuh genderang Ramadhan mengandalkan kemurahan hati warga untuk memberi tip atau bahkan mengundang mereka untuk berbagi makanan sahur.

Kegiatan ini biasanya dikumpulkan dua kali di bulan suci, dan banyak pemberi yang percaya bahwa mereka akan menerima keberuntungan sebagai balasan atas kebaikan yang diberikan.

  1. Bermain mheibes di Irak

Pada dini hari, setelah berbuka puasa, para pria dari berbagai generai berkumpul untuk bermain permainan tradisional mheibes. Permainan ini melibatkan dua kelompok yang terdiri dari sekitar 40 hingga 250 pemain, yang semuanya bergiliran menyembunyikan mihbes, atau cincin.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca