Berbagai Macam Tradisi Unik Umat Islam di Dunia Saat Ramadhan

Dengarkan Artikel Ini

Praktik ini diyakini disebarkan oleh Wali Songo. Bertahun-tahun yang lalu, merupakan praktik umum bagi para tetua dan pemuka agama setempat untuk memilih dan menetapkan mata air suci untuk padusan. Saat ini, banyak yang hanya pergi ke danau dan kolam renang terdekat, atau menyucikan diri di rumah sendiri.

  1. Nafar di Maroko

Maroko juga memiliki tradisi selama Ramadhan yang disebut “nafar” atau pembawa pesan kota.

Nafar yang mengenakan pakaian tradisional gandora, sandal dan topi dengan meniup terompet membangukan warga untuk sahur. Seorang nafar dipilih oleh warga karena kejujuran dan empatinya.

Tradisi yang tersebar di Timur Tengah hingga Maroko ini dimulai pada abad ketujuh, ketika seorang sahabat Nabi Muhammad berkeliaran di jalanan saat fajar sambil menyanyikan sholawat merdu.

Ketika musik nafar terdengar di seluruh kota, hal itu disambut dengan rasa syukur dan terima kasih, dan dia secara resmi diberi kompensasi oleh masyarakat pada malam terakhir Ramadhan.

  1. Midfa al Iftar di Lebanon

Di banyak negara di Timur Tengah, meriam ditembakkan setiap hari selama bulan Ramadhan sebagai tanda berakhirnya puasa pada hari itu.
Tradisi yang dikenal dengan sebutan midfa al iftar ini konon dimulai di Mesir lebih dari 200 tahun yang lalu, di bawah kekuasaan Ottoman Khosh Qadam.

Praktik ini menyebar ke banyak negara di Timur Tengah termasuk Lebanon, di mana meriam digunakan oleh Ottoman untuk menandai buka puasa di seluruh negeri.

Tradisi ini sempat hilang pada tahun 1983 usai invasi yang menyebabkan penyitaan beberapa meriam. Namun setelah perang, tradisi ini kembali dilanjutkan oleh tentara Lebanon.

Bagi generasi tua, tradisi penembakan meriam menjadi pembangkit nostalgia mengingat Ramadhan di masa kecil mereka.

  1. Haq al Laila di Uni Emirat Arab

Tradisi haq al laila berlangsung pada tanggal 15 Sya’ban, sebulan sebelum Ramadhan. Pada hari itu, banyak anak-anak mengenakan pakaian warna cerah dan mengumpulkan permen atau manisan sambil menyanyikan lagu-lagu tradisional daerah setempat.

Nyanyian Aatona Allah Yutikom, Bait Makkah Yudikum, yang diterjemahkan dari bahasa Arab menjadi ‘Berikan kepada kami dan Allah akan membalas Anda dan membantu Anda mengunjungi Rumah Allah di Mekah’, bergema di jalan-jalan saat anak-anak dengan penuh semangat mengumpulkan hadiah mereka.

  1. Chaand Raat di Pakistan

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca