Berapakah Gaji Merawat Orang Tua yang Sakit di Mata Allah?
Surabaya – 1miliarsantri.net: Berbakti kepada orang tua dalam kondisi sehat mungkin lebih mudah dibandingkan berbakti kepada orang tua yang sedang sakit, apalagi penyakitnya terbilang susah untuk disembuhkan.
Jadi teringat kalimat renungan ini, “Satu orang tua mampu merawat 10 anak, tapi 10 anak belum tentu mampu merawat 1 orang tua”. Walaupun mereka mau merawatnya, namun terkadang ada kepentingan transaksional seperti mengharapkan warisan orang tua.
Padahal seorang ibu dan bapak membesarkan anak-anaknya dari bayi sampai dewasa dengan pengeluaran yang tak terbatas bahkan rela tahan ‘banting tulang’ demi kesejahteraan, kesuksesan dan kebahagiaan sang anak. Merawat di benak orang tua adalah sebuah harapan penuh kasih.
Sedangkan seorang anak dititipkan orang tua yang sakit mulai perhitungan terhadap pengeluaran yang membengkak untuk pengobatan, merasa stres menghadapi mood swing orang tua dan ingin terlepas dari beban penderitaan itu dengan mengirim orang tua ke panti jompo.
Merawat di benak anak kadang kala menjadi sebuah beban dan penderitaan.
Penulis pun pernah melewati lika-liku merawat bapak stroke selama 5 tahun lamanya. Awal perjalanan begitu berat, selain harus kerja keras mencari uang demi pengobatan juga ekstra sabar merawat bapak.
Ketika berangkat kerja harus memandikan dan menyuapi. Ketika pulang kerja dihadapkan sama bapak yang ngompol dan berak. Belum lagi kontrol ke rumah sakit.
Rasanya capek banget. Kalau kerja, walau capek masih digaji. Kalau merawat orang tua sakit, dimana mereka tidak lagi aktif bekerja dan warisan pun tak ada. Lalu berharap kepada siapa?.

Berharaplah kepada Sang Pemilik Langit dan Bumi. Allah telah menyediakan bayaran setimpal kepada seorang anak yang setulus hati merawat orang tuanya. Maka berlomba-lombalah dalam berbuat baik kepada orang tua, selagi mereka masih ada walau dalam kondisi sakit tak berdaya.
1. Tiket Menuju Surga
Surga adalah tempat tinggal terbaik manusia. Disana manusia akan kekal, selalu bahagia dan apapun keinginan akan dikabulkan. Hampir semua manusia pasti menginginkan surga.
Tanpa disadari terkadang manusia mencari tiketsurga sampai ke ujung dunia, padahal surga itu dekat yaitu orang tua kita sendiri.
اﻟْوَاﻟِدُ أَوْﺳَطُ أَﺑْوَابِ اﻟْﺟَ ﱠﻧﺔِ ﻓَﺈِنْ ﺷِﺋْتَ ﻓَﺄَﺿِﻊْ ذَﻟِكَ اﻟْﺑَﺎبَ أَوِ اﺣْﻔَظْﮫُ
Artinya: “Orang tua adalah pintu surga yang paling baik. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Tirmidzi)
MasyaAllah sebegitu besaran gaji yang kita dapatkan ketika berbakti kepada orang tua. Dan pada hakikatnya birrul walidain itu merupakan ibadah wajib, yang tercantum dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 36 yang berbunyi;
وَاﻋْﺑُدُوا َّٰﷲ وَﻻَ ﺗُﺷْرِﻛُوْا ﺑِﮫٖ ﺷَﯾْـًٔﺎ ﱠوﺑِﺎﻟْوَاﻟِدَﯾْنِ اِﺣْﺳَﺎﻧًﺎ
“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua.”
Dalam surat An-Nisa telah dijelaskan bahwa perintah menyembah Allah dibarengi dengan perintah berbakti kepada orang tua. Itu artinya serajin apapun ibadah yang kita lakukan kalau tidak berbakti kepada orang tua, maka ada yang kurang sempurna dalam ibadah kita.
Birrul walidain sebuah kewajiban ketika melakukannya mendapat pahala dan ketika melanggarnya mendapat ganjaran.
2. Pintu Rezeki Terbuka Lebar
Bagi para pejuang merawat orang tua sakit/caregiver, mungkin akan merasa khawatir kalau rezeki akan berkurang karena harus membaginya untuk pengobatan atau perawatan orang tua. Belum lagi terpaksa resign untuk menjaga orang tua yang sudah kehilangan kemandirian dalam beraktivitas.

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


