PPIH Arab Saudi dan Syarikah Gelar Rakor Persiapan Pergerakan Jamaah Saat Puncak Haji
3. Pergerakan jemaah dari Arafah lalu Mabit Muzdalifah dan menuju Mina (Taraddudi);
4) Pergerakan jemaah yang mengikuti program Tanazul (dari tenda Mina ke hotel di Syisyah dan Raudlah, serta pergerakan ke Jamarat pada hari-hari Tasyriq); dan
5. Pergerakan jemaah yang mengambik Nafar Awal dan Nafar Tsani.
Identifikasi Tantangan
Muchlis menegaskan, “setiap Syarikah sudah mempresentasikan konsepnya. Secara umum, ada persamaan antara satu dengan lain. Setelah ini kita akan dalami sambil mengindentifikasi setiap tantangan yang perlu diantisipasi, lalu kita rumuskan model pergerakan untuk bisa menjadi perhatian bersama.”
Selanjutnya, Muchlis menerangkan, ada sejumlah hal baru dalam pergerakan jamaah pada fase puncak haji.
Pertama, “Pergerakan transportasi Armuzna tidak lagi dikelola oleh Kementerian Haji, tetapi langsung dibawah kendali Hay’ah Malakiyyah li Madinat Makkah wa Masyair al- Muqaddasah (Royal Commission),” jelas Muchlis.
“Kedua, pergerakan di setiap tahapan puncak haji, sejak dari Makkah, dilakukan berbasis Syarikah, buka kloter,” imbuhnya.”
Ketiga, kita tahun ini dilayani oleh delapan Syarikah. Ini yang menjadi tantangan tersendiri dan diharapkan semua pihak bisa melakukan yang terbaik dalam memberikan layanan kepada jemaah haji,” tandas Muchlis.
“Kita akan segera rumuskan hasil kajian atas skema yang disiapkan Syarikah untuk dilaporkan kepada pimpinan. Fokus kita adalah bagaimana jemaah haji Indonesia bisa menjalankan proses puncak haji dengan aman dan nyaman. Semoga jemaah mendapat haji mabrur,” pungkas Muchlis.
Penulis : Thamrin Humris
Editor : Toto Budiman
Sumber : PHU Kemenag
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


