Motivasi Bangkit Dari Depresi ala Amira dalam Novel Assalamualaikum Baitullah

Dengarkan Artikel Ini

“…Mbak Amira harus melatih diri untuk melupakan orang yang menyakiti mbak. Bukan orangnya tapi perbuatannya…Artinya sampai kita berdamai dengan apa yang menimpa kita.

Ikhlas menerimanya sebagai ujian dari Allah hingga kita tidak lagi benci atau dendam pada orang yang pernah menyakiti kita. Sebab benci dan dendam itu justru menyakiti diri kita sendiri sebenarnya.

Healing Sejati, Umrah yang Menyembuhkan Luka

Amira memutuskan untuk umrah, berharap bisa berdamai dengan masa lalunya. Di sana, ia satu rombongan dengan Bara, pria misterius yang menyelamatkannya dulu. Bara pecinta sejarah Islam, dan dalam satu sesi, ia membahas soal bunuh diri massal yang pernah terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Al Mahdi. Ia pun menyisipkan pesan mendalam yang menyindir halus Amira.

“Aku tahu hidup bisa sangat berat dan ujian seringkali terlihat terlalu besar untuk ditanggung pundak kita yang sempit. Tapi pikiran bunuh diri menunjukkan seseorang tidak mempercayai kalimat Allah bahwa Allah Maha Penyayang. Bahwa Allah berjanji tidak akan memberikan cobaan pada seorang hamba kecuali sesuatu yang dia pasti sanggup melaluinya.

Amira pun menelaah pesan Barra dengan mengingat mengenai ujian terberat siti Hajar yang ditinggal suaminya (Ibrahim) sendirian bersama Ismail yang masih dalam gendongan di tengah padang pasir tak berpenghuni.

Hajar tidak mengeluh/memberontak ke suaminya, melainkan menerima perintah itu karena ia percaya bahwa Allah-lah yang akan melindunginya.

Disaat Hajar bolak balik 7 kali dari bukit Shafa dan Marwah, hanya untuk mencari setetes air. Ia enggak pernah berhenti berjalan, terus berdoa. Hingga akhirnya Allah Maha Penyayang mendengar rintihan doanya dengan memberikan zamzam tepat di bawah telapak kaki Ismail.

Zamzam adalah simbol kasih sayang Allah bagi hambanya yang bersabar, berjuang dan percaya.

Sepulang dari umroh Amira sudah mulai mengikhlaskan kejadian pahit masa lalunya.

Amira sudah healing sepenuhnya sejak perjalanan ke tanah suci. Tidak lagi takut ditinggalkan, tidak lagi resah disakiti. Sebab ia yakin, Allah selalu ada, hadir, dekat, bersamanya. Allah akan mengurus segala, seperti keyakinan Siti Hajar RA saat ditinggal sendirian di lembah tanpa kehidupan bersama bayi yang masih tergantung padanya. Allah akan mengurus segala.”

Novel Assalamualaikum Baitullah adalah cermin dari banyak hati yang rapuh dan mencari jalan pulang. Lewat perjalanan Amira, kita belajar luka bisa sembuh jika kita kembali pada Allah. Dan umrah adalah salah satu jalan terindah untuk pulang.

Karena memang, di Baitullah, tak ada doa yang tak didengar. Tak ada luka yang tak mungkin sembuh. (**)

Penulis : Iftitah Rahmawati

Foto Ilustrasi AI

Editor : Toto Budiman dan Iffah Faridatul Hasanah


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca