Makna Rukun Umroh : Mengasah Mental Pejuang  Tangguh, Siap Hadapi Ujian Kehidupan

Dengarkan Artikel Ini

Padahal mau berjalan sejauh manapun, hidup kita akan kembali dihadapan  Sang Maha Pencipta. Jika langkah demi langkah kita menuju Allah, rasanya jiwa ini lebih ikhlas, hidup lebih bermakna dan bersemangat menggali amal kebaikan.

Sa’i: Menuju Tujuan Tak Lepas Dari Ujian

Rukun umroh yang sangat melelahkan bahkan kepikiran untuk berhenti di putaran ke 4. Meskipun 3 bulan sebelum umroh rajin jalan kaki. Bolak-balik 7 kali dari Shafa dan Marwah sepanjang 3 km dalam waktu 2 jam. Langkah kaki terasa berat, napas memburu, badan goyah.

Namun penulis terus berjalan karena teringat bagaimana perjuangan luar biasa Ibunda Hajar. Bayangan Ibunda Hajar harus berjuang seorang diri demi menyelamatkan bayi Ismail dari kehausan parah di tengah lembah gersang, panas, tandus yang tak berpenghuni.

Tapi tekadnya sangat kuat untuk mendaki bukit terjal Shafa dan Marwah untuk mencari setetes air demi sang anak. Percobaan pertama hanya melihat hamparan pasir dan bebatuan. Namun Ibunda Hajar terus mendaki bolak-balik sebanyak 7 kali. 

Hingga akhirnya Allah memberi pertolongannya dengan munculnya Zamzam dari hentakan kaki Ismail. Mata air yang terus mengalir sepanjang zaman.

Dari kisah Ibunda Hajar diingatkan kembali bahwa kalau punya tujuan tak akan lepas dari ujian. “Dan sesungguhnya Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”  (Al-Baqarah:155).

Sa’i juga bukti betapa Allah Sang Maha Kaya dan Pengasih. Ketika umatnya meminta setetes air malah diberikan sumber mata air. Dan ketika umatnya seorang diri mengalami penderitaan, Allah akan memberikan pertolongan langsung.

Tahalul: Transformasi Menuju Perubahan

Tahalul tak sekedar ritual potong rambut, ada pesan tersirat di dalamnya. Dari memotong rambut diajarkan untuk ikhlas melepas. Melepaskan bukan berarti berkurang, tapi justru bertumbuh.

Dari Tahalul juga menjadi titik balik perubahan  dengan memulai membuka lembaran baru menjadi manusia seutuhnya. Yang mana bisa memaksimalkan intelektualitas, emosional, spiritualitas dan sosial untuk menghadapi tantangan hidup selanjutnya dengan hati yang suci, sabar, ikhlas dan cinta kepada Allah.

Perjalanan umroh teramat jauh dan menjalani rukun umroh begitu melelahkan. Setiap doa dan tangisan yang membawa memori buruk, menyakitkan, dendam semua melebur yang tersisa hanyalah lapang dada, pikiran terbuka dan setiap langkah terasa mudah.

Sepulang umroh menjadi manusia yang tegar. Apapun badai ujiannya yang terpenting terus bergerak, berjalan, dan berdoa. Semoga kita semua segera bisa diundang Allah ke Baitullah. Amin ya rabbal alamin.

Kontributor : Iftitah

Editor  : Toto Budiman


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca