3 Hari Mempererat Ukhuwah: Catatan Santri DH dari Muqoyyamah Kubro Jaisyul Qur’an 2025

Dengarkan Artikel Ini

Usai sarapan, rangkaian kegiatan terus berlanjut. Pagi hingga sore diisi dengan tadabbur alam, jelajah pantai, lomba yel-yel, dan lomba estafet. Riuh suara yel-yel dan derai tawa membuat suasana semakin hidup.

Malam harinya, di bawah cahaya api unggun yang hangat, kami menampilkan beragam bakat dan kreativitas dalam sesi pentas seni. Aksi seni bela diri seperti karate, silat, dan taekwondo tampil memukau, diiringi lantunan nasyid bertema jihad yang menggugah semangat perjuangan.

Hari Ketiga – Ilmu, Ketangkasan, dan Penutupan

Rabu, 25 Juni, kami kembali bangun saat shalat subuh. Kali ini, Ustadz Wafi Ibrahim mengisi dzikir dan tausiyah pagi, lalu dilanjutkan lomba Master Chef, Tahfidz dan Cerdas Cermat, serta lomba ketangkasan.
Pukul 10.30, acara resmi ditutup oleh Ustadz Ihya’ Ulumuddin, S.Sos. Dalam sambutannya, beliau menegaskan kembali arah dan cita-cita besar Darul Hijrah:

“Muqoyyamah ini bagian dari visi kita: mencetak generasi rabbani—yang kuat jasadnya, tajam akalnya, dan lembut hatinya.”

Kami Pulang Membawa Cerita, Bukan Hanya Baju Kotor

Muqoyyamah ini bukan sekadar momen tahunan atau reuni antar-ma’had. Ini adalah sebagai pengingat, bahwa kami—santri Darul Hijrah—bukan pejuang sendirian. Kami satu barisan, satu pasukan, satu misi: menjadi Jaisyul Qur’an yang bukan hanya hafal qur’an, tapi juga siap berjuang untuk Islam.

Kontributor : Zufar Rauf Budiman

Editor  : Toto Budiman


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca