Kecintaan Rasulullah SAW Terhadap Anak, Patut Kita Tauladani

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Anak merupakan anugerah besar dari Allah. Dengan hati mereka yang lembut, anak-anak dapat dibentuk menjadi orang yang saleh, tentunya dengan pendekatan yang positif dan lembut. Islam memandang anak sebagai amanah yang dititipkan kepada keluarga. Oleh karena itu, menjadi fardu kifayah bagi keluarga untuk mendidik anak dengan cara yang benar. Seseorang tidak boleh mengistimewakan satu anak di atas anak yang lain. Dalam Islam, baik anak laki-laki maupun perempuan harus diperlakukan sama dan harus dicintai dan disayangi. Anak-anak memiliki hak-hak tertentu atas orang tua mereka; adalah kewajiban keluarga untuk melindungi, memberi makan, pakaian, mendidik, mendukung, mengasuh, dan mengasihi mereka. Dukungan Finansial Bukan SegalanyaDi dunia saat ini, banyak orang tua yang begitu tenggelam dalam kehidupan duniawi, sehingga lupa untuk memperhatikan anak-anaknya. Banyak orang tua yang berpikir, memberikan dukungan finansial kepada anak sudah cukup. Faktanya, dukungan finansial saja tidak memenuhi tugas orang tua terhadap anak. Seseorang hanya dapat memenangkan hati seorang anak melalui cinta dan sikap yang lembut. Hak anak untuk dicintai dan disayangi. Amtullah Abdullah, seorang dai dan penulis di About Islam mengungkapkan, hanya ketika seseorang mengungkapkan cinta kepada seorang anak, anak tersebut akan merasa lebih percaya diri dan lebih kuat. Anak-anak memiliki kemampuan untuk dengan mudah membedakan ketika ada perbedaan dalam sikap orang dewasa. “Apakah orang dewasa menunjukkan atau tidak menunjukkan cinta akan memiliki dampak yang signifikan pada anak,” ujarnya. Oleh karena itu, orang dewasa harus sadar dengan perilakunya di hadapan anak dan selalu waspada dengan emosi yang diproyeksikan kepada anak. Belajarlah Kebaikan dari RasulullahNabi Muhammad SAW adalah teladan bagi seluruh umat manusia. Sikap beliau terhadap anak-anak selalu penuh kasih sayang dan belas kasih. Lantaran menyukai anak-anak, Nabi Muhammad SAW menunjukkan ketertarikan yang besar untuk bermain dengan mereka. Keterlibatan beliau dalam permainan anak-anak menunjukkan kepada kita betapa pentingnya bermain dengan anak-anak kita. Beliau akan bersenang-senang dengan anak-anak yang kembali dari Abyssinia dan mencoba berbicara dalam bahasa Abyssinia dengan mereka. Merupakan kebiasaan beliau untuk memberikan tumpangan di atas untanya kepada anak-anak ketika beliau kembali dari perjalanan. “Nabi Muhammad tidak pernah menahan rasa cintanya kepada anak-anak dan selalu mengungkapkan rasa sayangnya kepada mereka,” ujar Amatullah. Dalam sebuah hadis, Abu Hurairah ra meriwayatkan, “Aku pernah pergi bersama Rasulullah SAW pada suatu waktu di siang hari, namun beliau tidak berbicara kepadaku dan aku pun tidak berbicara kepadanya hingga beliau sampai di pasar Bani Qainuqa`. Beliau kembali ke kemah Fatimah dan berkata, “Apakah anak kecil itu (maksudnya Al-Hasan) ada di sana?” Kami mendapat kesan bahwa ibunya telah menahannya untuk memandikan dan memakaikan pakaian serta mengalungkan kalung yang manis kepadanya. Tidak lama kemudian ia (Al-Hasan) datang berlari hingga keduanya saling berpelukan, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, aku mencintainya, cintailah dia dan cintailah orang yang mencintainya.” (H.R. Muslim) (H.R. Muslim) Anas bin Malik, pelayan Nabi pernah mengatakan, “Saya tidak pernah melihat orang yang lebih penyayang terhadap anak-anak daripada Rasulullah saw. Putra beliau, Ibrahim, berada dalam asuhan seorang suster di perbukitan di sekitar Madinah. Beliau pergi ke sana, dan kami pun pergi bersamanya, lalu beliau masuk ke rumah, menjemput anaknya dan menciumnya, kemudian kembali lagi.” (HR. Muslim) Kasih Sayang untuk Semua AnakKasih sayang Rasulullah kepada anak-anak tidak terbatas pada anak dan cucunya saja. Cakupan rahmat dan kasih sayang beliau meliputi semua anak, dan beliau menunjukkan perhatian dan kelembutan yang sama kepada anak-anak sahabatnya. Hadis yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid ra. berikut ini menunjukkan aspek kemanusiaan dari kepribadian Rasulullah: “Rasulullah biasa mendudukkan aku di atas (salah satu) pahanya dan mendudukkan Al-Hasan bin `Ali di atas pahanya yang lain, lalu memeluk kami dan berkata, “Ya Allah! Kasihanilah mereka, sebagaimana aku juga menyayangi mereka.” (HR. Bukhari) Ungkapkanlah CintaRasulullah mencium Al-Hasan bin Ali ketika Al-Aqra bin Habis At-Tamimi duduk bersamanya. Al-Aqra` berkata, “Aku memiliki sepuluh orang anak dan belum pernah mencium salah satu dari mereka.” Nabi memandangnya dan berkata, “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih kepada orang lain, maka ia tidak akan diperlakukan dengan penuh belas kasih.” (Al-Bukhari) Nabi selalu memperhatikan pikiran dan perasaan setiap orang. Hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berikut ini membuktikan sifat beliau yang penuh perhatian: Nabi bersabda, “(Kebetulan) saya memulai shalat dengan niat untuk memanjangkannya, tetapi ketika mendengar tangisan seorang anak, saya memendekkan shalat karena saya tahu bahwa tangisan anak itu akan membangkitkan gairah ibunya.” (HR. Bukhari) Nabi selalu sabar dan penuh perhatian terhadap anak-anak dan sangat berhati-hati untuk tidak menyakiti perasaan mereka yang lembut. Diriwayatkan dari Abu Qatadah: “Rasulullah datang kepada kami sambil menggendong Umamah, putri Abi Al-`Ash (cucu perempuan Nabi) di atas bahunya. Beliau salat, dan ketika hendak rukuk, beliau meletakkannya. Ketika beliau berdiri, beliau mengangkatnya.” (HR. Bukhari) Dalam hadis lain, diriwayatkan dari Ummu Khalid, “Aku pergi menemui Rasulullah bersama ayahku dan aku mengenakan baju kuning. Rasulullah berkata, “Sanah, Sanah!” (`Abdullah, sang perawi, mengatakan bahwa sanah berarti “baik” dalam bahasa Etiopia). Saya kemudian mulai bermain-main dengan meterai kenabian (di antara pundak Nabi). Ayah saya menegur saya dengan keras karena hal itu. Rasulullah berkata, “Tinggalkan dia.” Nabi kemudian memohon kepada Allah agar memanjangkan umurnya sebanyak tiga kali. (HR. Bukhari). Dalam riwayat lain, kita melihat toleransi Nabi terhadap anak-anak. Diriwayatkan dari Aisyah, “Nabi memangku seorang anak di pangkuannya… lalu anak itu mengencinginya, maka beliau meminta air dan menyiramkannya ke tempat kencingnya.” (HR. Bukhari) Terakhir, hadis berikut ini menekankan bahwa umat Islam harus sadar untuk memperlakukan anak laki-laki dan perempuan mereka dengan adil, “Bertakwalah kepada Allah dan perlakukanlah anak-anak kalian [yang masih kecil maupun yang sudah besar] secara adil.” (Al-Bukhari dan Muslim) (yus)

Read More

Kemenag Meningkatkan Kualitas Pelayanan KUA di Kabupaten Bolaang Mongondouw Selatan

Manado — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) meningkatkan kualitas pelayanan Kantor Urusan Agama (KUA), di Kabupaten Bolaang Mongondouw Selatan, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Utara H Sarbin Sehe, di Tomini, Selasa, melihat langsung kondisi kantor dan dinamika pelayanan yang dilakukan KUA Pembantu Kecamatan Tomini kepada masyarakat, sekaligus mendengarkan langsung kerinduan masyarakat setempat. Kakanwil selama ini masyarakat di dua kecamatan, Posigadan dan Tomini yang terdiri dari 23 desa mendapat pelayanan di KUA Kecamatan Posigadan. Sementara, jarak antara kedua kecamatan lumayan jauh. Karena itu Camat Tomini bersama perangkatnya berkenan memberikan gedung sementara sebagai KUA Pembantu Kecamatan Tomini karena jarak dari Tomini ke KUA Posigadan lumayan jauh. Jarak yang jauh ini menyebabkan ada kendala soal pencatatan nikah dan pelayanan lain kepada umat dan masyarakat di Kecamatan Tomini. Kakanwil berterima kasih dan memberi apresiasi kepada kepada Ibu Camat Tomini Siska Saripi, dan seluruh perangkatnya karena sudah memberikan dan menyediakan gedung dan fasilitas yang layak untuk melayani masyarakat. Gedung KUA Tomini dipinjamkan oleh Camat, karena KUA Tomini masih dalam proses persiapan pembangunan dan strukturnya. “Kita berharap strukturnya tidak terlalu lama dan gedung baru segera dibangun demi pelayanan yang maksimal dan berkualitas kepada masyarakat di Kecamatan Tomini”, katanya. Pembangunan KUA Kecamatan Tomini dipandang penting untuk dilakukan karena selama ini masyarakat di Tomini mendapat pelayanan di KUA Posigadan. Hal ini tentunya berpengaruh pada pelayanan pencatatan nikah dan pelayanan lainnya yang dibutuhkan masyarakat, sehingga Camat Tomini dan Kemenag Bolsel mengambil langkah inisiatif meminjamkan gedung untuk memudahkan pelayanan. (hen) Baca juga :

Read More

Perkumpulan Bumi Alumni Bandung Gelar Nikah Bersama Pasangan Muda-Mudi

Bandung — 1miliarsantri.net : Perkumpulan Bumi Alumni (PBA) kembali menyelenggarakan Nikah Bersama untuk pasangan muda-mudi di Kota Bandung dan sekitarnya yang sudah siap mengarungi mahligai rumah tangga, Sabtu (23/09/2023). Kegiatan Nikah Bersama tahun ini berlangsung di D’Botanica Mall Bandung berkolaborasi dengan Koperasi UMKM Alumni Indonesia (Kuali) yang juga menggelar Baazar dan Ekshibisi UMKM. Kegiatan PBA ini dihadiri oleh Kepala Bidang Udaha Kecil Dinas Koperasi Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Ucup Yusup, Lurah Padjadjaran, Paridin dan menghadirkan ustaz AA Hadi dan Cheche Kirani yang memberikan tausiyah singkat kepada 10 pasangan yang mengikuti acara nikah bersama. Ketua Umum Perkumpulan Bumi Alumni (PBA), Ary Zulfikar mengatakan, kegiatan Nikah Bersama ini merupakan bagian dari komitmen PBA untuk membantu warga yang ingin menikah namun terganjal dari sisi ekonomi. “Nikah Bersama diikuti 10 pasangan mempelai dengan berbagai macam latar belakang. Alhamdulilah kegiatannya berjalan lancar. Selamat kepada para mempelai pengantin semoga sakinah mawadah warahmah,” terang Kang Azoo, sapaan Ary Zulfikar. Kang Azoo menambahkan, kegiatan Nikah Bersama ini selain bagian dari rangkaian milad Ke-3 PBA pada 26 September 2023, juga berkolaborasi mendorong perkembangan pelaku UMKM seperti fashion dan tata rias (make up), wedding organizer, pelaku ekonomi kreatif, kuliner dan craft. “Terima kasih kepada para pelaku usaha yang sudah mendukung dan ikut memeriahkan event ini. dan tak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada jajaran pemerintah daerah, Kelurahan Kecamatan, Pemkot Bandung, KUA, Provinsi Jabar, Dinas UMKM. Semoga kolaborasi ini bisa terus berkesinambungan dan dilakukan di event selanjutnya,” jelasnya. Sementara itu, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo atau Bamsoet yang juga Ketua Dewan Pembina PBA mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara rutin tahunan nikah bersama, bazaar dan ekshibisi UMKM, sebagai rangkaian peringatan HUT Ke-3 Perkumpulan Bumi Alumni (PBA). “Semoga PBA terus bersama pelaku UMKM Indonesia untuk maju dan berkembang menjadi poros perekonomian nasional dan meningkatkan finansial anggotanya,” tutur Bamsoet. Bamsoet juga mengucapkan selamat kepada para mempelai pengantin, semoga langgeng serta diberi keberkahan dalam mengarungi kehidupan baru dalam berumah tangga. “Untuk para mempelai selamat menikah, semoga diberi keberkahan, kebahagiaan selalu diberi kesehatan,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, sebagai penggagas kegiatan nikah bersama, Dewi Tenty Septi Artianty menuturkan, dari tahun ke tahun antusiasmenya semakin meningkat. Misalnya, ketika tahun pertama digelar sewaktu pandemi Covid-19 hanya enam pasangan yang mengikuti kegiatan ini, lalu tahun berikutnya 12 pasangan, dan tahun ini diikuti 10 pasangan pengantin. “Sebetulnya tahun ini ada 12 pasangan, namun dua pasangan pengantin mundur, mungkin ada dokumen yang belum selesai. Tapi secara keseluruhan alhamdulillah berjalan lancar,” imbuhnya. Dewi juga menambahkan, kegiatan Nikah Bersama tahun ini lebih menarik dan semarak karena diikuti pameran atau Baazar UMKM, fashion dan tata rias (make up), Wedding Organizer serta pelaku ekonomi kreatif lainnya. “Pelaku UMKM juga senang ikut kegiatan ini, selain bisa berkarya juga dari sisi sosiaslnya merasa terpanggil,” imbuhnya. Ketua Panitia, Yayan Abdul Wahid menjelaskan, kegiatan Nikah Bersama ini dilakukan secara gratis bagi para pasangan pengantin. Bahkan, para pasangan ini mendapat fasilitas berupa perlengkapan hantaran pernikahan (Alquran dan perlengkapan alat shalat). “Kami berharap pengantin ini mendapat keberkahan dan juga para pelaku UMKM mendapat feedback dari kegiatan ini serta usahanya terus berkembang,” jelas Yayan. Kegiatan Nikah bersama juga diramaikan oleh 29 pelaku UMKM yang menawarkan aneka makanan dan minuman serta produk fashion dan craft dalam bazar dan ekshibisi UMKM 2023. (den) Baca juga :

Read More

Mahfud MD : Jejak Perjuangan Mbah Hamid Pasuruan, Wajib Kita Ikuti dan Dipertahankan

Pasuruan — 1miliarsantri.net : Budaya pesantren saat ini sudah tumbuh secara egaliter di Indonesia. Umat Islam maju dan berkembang, tidak ada gejala Islamophobia, dan ini adalah salah satu hasil perjuangan Al-Arif Billah Al-Magfurlah KH. Abdul Hamid dari Pasuruan, Jawa Timur. Demikian uraian yanfg disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, saat menghadiri dan memberikan sambutan acara Haul ke-42 Al-Magfurlah KH. Abdul Hamid Bin Abdullah bin Umar di Pondok Pesantren Salafiyah, Pasuruan, Jawa Timur, Senin (25/09/2023). Ratusan ribu jamaah dari berbagai daerah di seluruh wilayah Indonesia hadir di haul KH Abdul Hamid. Tampak hadir juga Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU yang juga Walikota Pasuruan, Saifullah Yusuf, Menteri BUMN Erick Thohir, serta para Kyai dan Ulama Pondok Pesantren Salafiyah. Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, dalam sambutannya menyebut penting untuk diingat ketika kita menghormati haul KH Andul Hamid yang merupakan seorang wali, adalah Nahdlatul Ulama. Jamiyah NU adalah karunia luar biasa, belum pernah dalam sejarah ada ulama mengorganisir diri secara independen seperti NU, sepanjang sejarah peradapan umat manusia ini belum pernah terjadi. Menurut Yahya, NU adalaah organisasi ulama yang berpikir tentang peradaban. Kemuliaannya pasti luar biasa karena disitu dikumpulkan ulama solihin di kalangan ahlus sunnah wal jamaah. Jangan sampai lepas dari NU. Sedangkan Menko Polhukam Mahfud MD, memandang Indonesia merdeka, kaum muslim maju, orang Islam hidup seperti saat ini, semua karena Indonesia merdeka yang ikut melahirkan adalah para ulama, termasuk santri-santri dari Kyai Hamid. “Kyai Hamid adalah salah seorang ulama besar, tokoh besar pesantren yang telah melahirkan puluhan ribu santri yang mengisi dan memajukan Republik Indonesia ini,” terang alumnus Pesantren Al-Mardiyah, Waru, Pamekasan, Jawa Timur ini. Mahfud menambahkan, saat ini di Indonesia sudah tumbuh budaya pesantren. Jaman dulu menurutnya, Panglima TNI tidak ada sholat secara terbuka, dulu sembunyi-sembunyi karena malu dan takut. Sekarang di markas-markas TNI dan Polri, dan di rumah pimpinan Polri dan TNI, diadakan pengajian-pengajian. Budaya pesantren seperti ini sudah tumbuh secara alamiah dan egaliter. Ini menandakan tidak ada Islamophobia di Indonesia. “UU Pesantren, Universitas Islam Negeri, semua dikasih oleh pemerintah, pesantren sudah megah, ini juga salah satu perjuangan KH Abdul Hamid. Umat merasakan hidup di Indonesia, karena sesuai ajaran Kyai Hamid, yaitu apa? menjunjung persatuan, menghargai manusia, hidup sederhana, jangan jumawa, tegakkan kehidupan bernegara yang baik,” pungkasnya. (dit) Baca juga :

Read More

Bisnis Karpet Yang Ditekuni Mulai Dari Nol, Sekarang Beromzet Miliaran Rupiah

Bekasi — 1miliarsantri.net : Ibarat pepatah mengatakan, jika sudah rejeki, tak akan lari kemana. Usaha dan kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Ungkapan tersebut sepertinya tepat disematkan pada pengusaha muda, Heru Purnomo pemilik HJ Karpet. Heru mengawali bisnis karpetnya sejak tahun 2011. Ia memulainya dari nol hingga kini memiliki omzet miliaran rupiah. Sebelum memulai usahanya, Heru sempat menjadi karyawan di salah satu perusahaan di Jakarta selama 13 tahun. Namun, keinginannya untuk menjadi seorang pengusaha, mendorong Heru untuk mulai merintis bisnis. “Saya mulai usaha dari apa yang kita punya dan kita bisa. Saya mulai dari menjual sprei, payung, daster. Bahkan saya pernah mengawali dengan kacang goreng,” ungkap Heru kepada 1miliarsantri.net, Minggu (24/09/2023). Pria yang berdomisili di Bekasi ini mengungkapkan dulu dirinya pernah ikut multi level marketing (MLM) sebelum masuk dunia bisnis seutuhnya. Dalam prosesnya tersebut, Heru mulai mengenal karpet. Kemudian, ia mencoba memadukan sistem MLM dengan karpet dan memasarkannya lewat katalog. “Kami mulai memasarkan karpet melalui katalog. Kenapa? Karena saat itu saya benar-benar nggak punya modal,” terang Heru. Ia pun mencoba menjual karpet ke beberapa lingkaran pertemanan lewat katalog. Respons positif tak kunjung didapat Heru. Namun, kondisi tersebut tak mematahkan semangatnya. “Dalam bisnis itu kita harus mencoba. Kalau ini gagal, kita coba lagi. Ternyata kita gagal karena tidak fokus,” lanjutnya. Hingga akhirnya Heru mendapat pesanan pertama sebanyak empat karpet dengan nilai Rp1,6 juta dibayar dengan kredit. Kemudian, permasalahan baru timbul karena Heru tak memiliki modal untuk membeli karpet. Ia pun lantas mencoba sistem bagi hasil. “Dari hasil keuntungan karpet itu, sekitar Rp700.000, saya bagi menjadi 20 persen untuk jasa jual, 40 persen untuk pengelola, dan 40 persen untuk pemodal,” jelas Heru. Ia pun menawarkan sistem tersebut pada pembeli pertama. Di mana sang pembeli ditawarkan keuntungan 60 persen untuk jasa jual dan pemodal sementara Heru mendapat 40 persen. Inilah cikal bakal bisnis Heru yang diawali tanpa modal sama sekali. Usaha Heru makin dikenal orang saat dirinya mulai berjualan lewat internet. Bahkan, nama HJ Karpet langsung muncul saat orang mengetik kata “karpet” di mesin pencarian. Pesanan mulai banyak berdatangan, mulai dari Aceh hingga Papua. Heru akhirnya memberlakukan sistem keagenan agar bisnisnya makin menyebar. Seiring itu, Heru berani mengakuisisi pabrik karpet. Saat ini pria yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Nahdliyin ini memiliki beberapa cabang di Indonesia dengan 150 karyawan. “Saya yakin semua orang, semua pebisnis pemula, itu pasti di awal bicara masalah modal. Padahal setelah kita jalani, modal bukanlah utama. Yang utama adalah keberanian mengubah mental. Dari mental miskin menjadi mental kaya. Mental menerima jadi mental memberi,” pungkasnya. (fat) Baca juga :

Read More

Mahasiswa Unesa Merubah Pelepah Pisang Menjadi Kerajinan Tangan Bernilai Jual Tinggi

Surabaya — 1miliarsantri.net : Tim Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) merubah pelepah pisang yang dianggap sampah, dapat ditemukan di berbagai tempat dan berakhir sebagai limbah menjadi produk kerajinan tangan yang memiliki nilai jual tinggi. Tim PKM-K yang terdiri dari 5 mahasiswa tersebut antara lain Fatmah Lailatul Zahroh (Pend. Teknik Mesin), Rizdana Galih Pambudi (Pend.Teknik Mesin), Edwin Fitkirana (Pend. Teknik Mesin), Mochammad Hildad Ajiban (Pend. Teknik Mesin), dan Wulan Mel Sandy (Pend. Akuntansi). Mereka dibimbing oleh Dr. Yunus, M.Pd. Di tangan mereka, pelepah pisang berubah menjadi vas bunga, kotak pensil, kotak tisu hingga tas jinjing dan lain-lain. Produk tersebut bisa menjadi hiasan di rumah pun bisa menjadi bingkisan atau cinderamata bagi yang berkunjung ke Surabaya atau Jawa Timur pada umumnya. Ketua tim, Fatmah Lailatul Zahroh mengatakan, selain misi lingkungan, di balik produk yang mereka lahirkan itu juga mengandung misi pengenalan budaya. Dengan kata lain, produk tersebut dilengkapi dengan atribut (gambar) tradisi-budaya Jatim seperti Tari Reog Ponorogo, Remo, Karapan Sapi Madura, Tari Gandrung dan Tari Tiban. “Pengguna produk ini sekaligus bisa memperluas pengetahuan tentang budaya,” ucapnya. Dia menambahkan, gambar ikon budaya Jatim yang ada di produk tersebut berbasis augmented reality (AR) yang dikombinasikan dengan aplikasi ‘Gedebog IDN: Pengenalan Budaya’ yang juga mereka rancang. Aplikasi yang sudah tersedia di Play Store itu terdiri dari sejumlah fitur seperti kamera scan yang jika diarahkan kepada gambar yang ada di permukaan produk, secara otomatis aplikasi akan menampilkan informasi visual 3D terkait budaya tersebut. Misalnya yang scan gambar Reog Ponorogo, maka visual 3D Reog akan muncul dengan gerakan tarian dan musik khas Reog. Dosen pembimbing, Yunus, menambahkan, aplikasi itu juga memuat penjelasan yang mendalam tentang asal-usul, makna, dan sejarah budaya tersebut. Dengan cara ini, customer atau wisatawan bisa belajar, memahami dan menghargai warisan budaya Jawa Timur. Dia mengapresiasi dan mendukung penuh ide mahasiswa bimbingannya itu. Sebab, dapat mengenalkan budaya unggulan masyarakat Jatim kepada masyarakat luas, utamanya pelancong dari berbagai negara lain. Inovasi ini juga dapat mengatasi persoalan limbah pelepah pisang yang banyak dikeluhkan. “Ini bagian dari konsep dan solusi pengelolaan limbah untuk lingkungan berkelanjutan,” ungkapnya. Dia melanjutkan, limbah pelepah pisang banyak di Indonesia. Terlebih di berbagai perkebunan, banyak dan sampai menumpuk. Selama ini, memang banyak yang berusaha mengolah limbah pelepah pisang, seperti menjadi campuran pupuk organik, pakan ternak alami hingga keripik. “Itu belum cukup sebagai solusi untuk mengatasi persoalan limbah pisang ini. Dibutuhkan inovasi lain agar limbah ini bisa bermanfaat dan berdaya jual. Para mahasiswa kami cari solusi, riset dan akhirnya memutuskan membuat kerajinan tangan yang berdaya jual dengan misi kebudayaan,” pungkasnya. (har)

Read More

Kemenag Mencatat Setiap Tahun nya Angka Perceraian Semakin Meningkat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Prof Dr Kamaruddin Amin mengungkapkan, setiap tahun nya angka perceraian di Indonesia berjumlah 516 ribu pasangan. Dia mengatakan, kini angka perceraian mengalami peningkatan dan angka pernikahan menurun. “Ada kenaikan angka perceraian di Indonesia, menjadi 516 ribu setiap tahun. Sementara angka pernikahan semakin menurun, dari 2 juta menjadi 1,8 juta peristiwa nikah setiap tahun,” terangnya dalam agenda Rakornas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) 2023, di Jakarta, Kamis (21/09/2023). Kamaruddin mengatakan, jumlah itu tergolong fantastis sehingga untuk menanganinya membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk Baznas. “Kita bisa bayangkan, kalau ada 516 ribu pasang yang bercerai setiap tahun, itu artinya kita melahirkan jutaan anak-anak yatim setiap tahun,” tuturnya. Kamaruddin menambahkan, hal tersebut juga berarti bahwa ada 516 ribu duda dan janda setiap tahun di Indonesia. “Duda-duda 516 ribu setiap tahun, dan juga janda-janda setiap tahun cukup banyak di Indonesia,” tuturnya. Dia mengungkapkan, ini fakta yang akan menimbulkan masalah sistemik sehingga dibutuhkan bimbingan atau konsultasi keluarga yang dilaksanakan oleh para penghulu di seluruh wilayah Indonesia dan juga penyuluh-penyuluh agama. Kamaruddin melanjutkan, Ditjen Bimas Islam Kemenag memiliki program Bimbingan Perkawinan Pra Nikah bagi Calon Pengantin (Bimwincatin). Ini adalah program yang sangat penting untuk memberikan edukasi kepada mereka yang hendak menikah. “Karena mereka yang ingin menikah ini ternyata tidak semuanya siap, belum paham tentang kelaruga, belum siap menjadi suami atau istri dan belum paham tentang manajemen keuangan, kesehatan reproduksi. Sehingga berpotensi melahirkan generasi stunting, yang sangat berpotensi untuk bercerai,” katanya. Kamaruddin juga menuturkan, pernikahan dini, angka stunting, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), itu sangat berpotensi terjadi jika mereka tidak memiliki wawasan tentang keluarga. Karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi antara Baznas dan juga LAZ, untuk bisa mengatasi sejumlah persoalan makro keluarga Indonesia yang berkorelasi dengan ketahanan nasional. “Ini demi meningkatkan kualitas keluarga-keluarga di Indonesia. Saya kira teman-teman BAZNAS juga bisa mengambil porsi untuk berkontribusi memitigasi atau mengurangi sejumlah masalah-masalah keluarga yang terjadi di Indonesia,” pungkasnya. (rid)

Read More

Keberadaan Santri Kalong di Tasikmalaya Sudah Mulai Terkikis

Tasikmalaya — 1miliarsantri.net : Keberadaan santri kalong di berbagai pondok pesantren wilayah Tasikmalaya mulai memudar. Namun, bukan berarti keberadaan santri kalong, terutama di wilayah Tasikmalaya sudah benar-benar menghilang. Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Tasikmalaya KH Anwar Nashori mengatakan santri kalong itu merupakan anak-anak di sekitar lingkungan pesantren yang mengikuti kegiatan mengaji. Namun, tak seperti santri mukim yang mondok di pesantren, santri kalong biasanya makan dan tidur di rumahnya masing-masing setelah kegiatan mengaji selesai. Menurut dia, keberadaan santri kalong di pondok pesantren wilayah Kabupaten Tasikmalaya masih cukup banyak. Hanya saja, pola para santri kalong itu untuk mengikuti kegiatan mengaji mulai berubah. “Kalau dulu, santri kalong itu mengaji setiap waktu, tapi makan dan tidur di rumah. Seperti itu mungkin sudah jarang. Karena sekarang ada sekolah, jadi memang tergerus karena sistem pendidikan. Namun, masih tetap ada secara presentase, jadi ngajinya setelah sekolah, paling maghrib-isya,” kata dia saat dihubungi 1miliarsantri.net, Rabu (20/09/2023). Kiai Anwar mencontohkan, di pondok pesantren yang dipimpinnya di wilayah Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, keberadaan santri kalong masih ada. Para santri kalong itu biasanya akan ikut mengaji di lingkungan pondok pesantren setelah sholat magrib hingga isya bersama santri mukim lainnya. Ia menilai, keberadaan santri kalong itu juga masih banyak ditemui di pondok pesantren salafiyah dan pesantren kombinasi. Hanya saja, pihak pesantren tidak terlalu mengurus secara intens para santri kalong. “Jadi hanya mengaji saja. Santri kalong itu masuknya pendidikan nonformal. Tidak ada ijazahnya. Jadi seperti madrasah sepulang sekolah,” sambungnya. Menurut Kiai Anwar, keberadaan santri kalong itu juga bisa menjadi parameter keterkaitan masyarakat dengan pondok pesantren. Ia menilai, ketika di pesantren itu masih banyak santri kalong, artinya ikatan pesantren dengan masyarakat cukup kuat. Namun, apabila keberadaan santri kalong mulai tergerus, kemungkinan ada jarak antara pesantren dengan lingkungan masyarakat di sekitarnya. “Bukan berarti bermusuhan, tapi seperti ada jarak. Sebab, kekuatan pesantren itu awalnya dari masyarakat. Berbaur. Santri kalong itu salah satu parameternya,” kata dia. Perwakilan Hubungan Masyarakat (Humas) Pesantren Idrisiyyah, Sandra Yusuf, di pesantrennya keberadaan santri kalong sudah mulai tergerus sejak 10 tahun terakhir. Saat ini, khusus untuk tingkatan SMP ke atas, seluruh santri di Pesantren Idrisiyyah diharuskan untuk mondok. “Sebelumnya masih ada yang ngalong. Datang ke pesantren hanya saat jadwal mengaji. Kalau sekarang masih ada, tapi hanya di tingkat SD,” terangnya kepada 1miliarsantri.net. Menurut dia, santri kalong itu biasanya akan belajar mengaji di lingkungan pesantren setelah pulang sekolah di luar pesantren. Para santri kalong itu akan mengaji bersama santri mukim lainnya. Pengajian untuk santri kalong juga biasa dilakukan pada setelah magrib. Sandra menjelaskan, santri kalong di pesantrennya itu hanya ada untuk tingkatan SD atau diniyah. Jumlahnya disebut bisa mencapai 150 orang. “Untuk tingkatan SMP ke atas, semua sudah full mondok atau 24 jam di pesantren,” ujar dia. Ia mengatakan, ada beberapa pertimbangan pesantrennya tidak menerima santri kalong untuk tingkatan SMP ke atas. Salah satunya, keberadaan santri kalong disebut bisa menjadi pengaruh santri mukim. “Ketika kita sudah bentuk karakter santri mondok, sementara anak-anak santri kalong membawa kebiasaan dari luar yang bisa tak terkontrol,” kata dia. Kendati demikian, Sandra menjelaskan tetap memfasilitasi anak-anak yang tinggal di sekitar lingkungan pesantren untuk mengaji. Salah satunya dengan membuat program magrib mengaji bersama DKM sekitar. “Kalau SMP, kami kerja sama dengan DKM sekitar. Kita punya program magrib mengaji bersama DKM setempat. Yang mengajar itu, santri tingkat akhir,” kata dia. Karena itu, ia menyebut, keberadaan santri kalong sebenarnya tidak menghilang. Hanya saja, saat ini santri kalong mengaji di masjid terdekat sekitar Pesantren Idrisiyyah, di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. “Sebenarnya santri kalong itu masih ada, tapi tidak di pondok langsung. Jadi santri kami yang keluar untuk mengajar ke masjid sekitar sebagai pengamalan,” kata dia. Di Pesantren Mahad Ihya As Sunnah, Kota Tasikmalaya, santri kalong tidak dikenal sejak awal pendiriannya. Ada beberapa pertimbangan Pesantren Mahad Ihya As Sunnah tidak menggunakan istilah santri kalong. “Kalau di kita tidak ada istilah santri kalong. Jadi yang namanya boarding school itu full 24 jam di pesantren,” kata Pimpinan Pesantren Mahad Ihya As Sunnah, ustaz Maman Suratman, kepada Republika. Ia menjelaskan, pembelajaran terhadap santri kalong dinilai kurang efektif. Lantaran para santri kalong itu tidak 24 jam ada di lingkungan pesantren. “Jadi kami dari awal fokus untuk santri yang mondok, agar pendidikan yang diberikan merata kepada semua santri,” pungkasnya. (lik) Baca juga :

Read More

Pentingnya Memahami Fase Takbiratul Ihram Agar Sempurna Dalam Sholat

Surabaya — 1miliarsantri.net : Salah satu rukun dalam sholat adalah takbiratul Ihram. Karenanya penting bagi kita sebagai orang Muslim untuk memperhatikan fase takbiratul ihram agar sempurna dan menjadikan khusyuk dalam sholat. Berikut ini sejumlah hal yang penting dalam takbiratul ihram agar mendukung keabsahan dan kesempurnaan sholat sebagaimana disebutkan Imam Al Ghazali dalam kitab Bidayat al-Hidayah: فإذا حضر قلبك ، فلا تترك الإقامة وإن كنت وحدك. وإن انتظرت حضور جماعة ، فأذن ثم أقم. Artinya: Maka bila telah hadir hatimu (untuk menunaikan sholat) maka jangan engkau tinggalkan mengumandangkan iqamat kendatipun engaku sendiri, bila engkau menunggu hadirnya jamaah maka adzanlah dulu kemudian iqamat. (Lihat kitab Bidayat al-Hidayah halaman 136 cetakan Darul Minhaj Lebanon Beirut). Teknisnya seseorang yang akan sholat mengangkat kedua tangannya sambil lisan membaca takbir dan dalam hati berniat menjanjikan sholat. Posisi tangan diangkat dengan jempol selurus daun telinga (bagian terbawah/lobule) sedang jari lainnya lurus sehingga ujungnya berada di atas daun telinga dan posisi bagian tangan atas lurus dengan kedua pundak. فإذا أقمت ، فانو بقلبك أداء فرض الظهر لله تعالى ، وليكن ذلك حاضرا في قلبك عند تكبيرة الإحرام ، ولا يعزب ذلك عنك قبل الفراغ من التكبير ، وارفع يديك عند التكبير بعد إرسالهما أولا إلى منكبيك وهما مبسوطتان ، وأصابعهما منشورة ، ولا تتكلف ضمهما ولا تفريجهما ، وارفع بحيث يحاذي إبهامك شحمة أذنك ورؤوس أصابعك أعالي أذنيك ، وتحاذي بكفيك منكبيك Artinya: “Bila engkau telah iqamat, maka niatlah dalam hatimu saya niat melaksanakan sholat fardhu Zuhur karena Allah Ta’ala. Dan hendaklah niat sholat itu hadir di dalam hatimu ketika membaca takbiratul ihram. Dan jangan hilangkan niat darimu sebelum selesai takbir. Dan angkatlah kedua tanganmu ketika takbir setelah melepas kedua tangan ke selurus pundakmu sedangkan kedua tangan di bentangkan, dan jari-jari tangan renggangkan, dan jangan engkau memaksa mengumpulkan tangan dan jangan memaksa di renggangkan jari-jari. Dan angkatlah tangan kedua tanganmu sekiranya lurus jempolnya tangan ke daun telinga. Ujung jarimu lurus bagian atas telingamu, dan lurus dua tangan kedua pundakmu.” (Lihat kitab Bidayat al-Hidayah halaman 137). فإذا استقرتا في مقرهما ، فكبر. ثم أرسلهما برفق ولا تدفع يديك عند الرفع والإرسال إلى قدام دفعا ، ولا إلى خلف ، ولا تنفضهما يمينا وشمالا. فإذا أرسلتهما ، فاستأنف رفعهما إلى صدرك. “Dan jika dua-duanya telah mapan di tempatnya, maka takbirlah dan lepas kedua tangan itu perlahan-lahan. Dan jangan mendorong kedua tanganmu ke arah depan ketika mengangkat tangan dan jangan mendorong ke belakang dan jangan mengkinaskan kedua tangan ke arah kanan dan kiri,bila telah melepas kedua tangan itu maka angkatlah kedua tangan itu ke arah dadamu.” (Lihat kitab Bidayat al-Hidayah halaman 137). وأكرم اليمين بوضعها على الشمال ، وانشر أصابع اليمنى في طول ذراعك اليسرى ، واقبض بها على كوعها ، Artinya: Dan muliakan tangan kanan dengan meletakannya di atas tangan kiri. Dan sebarkan jari tangan kanan ke tangan kiri. Dan genggam pergelanganmu. وقل بعد التكبير: الله أكبر كبيرا ، والحمد لله كثيرا ، وسبحان الله بكرة وأصيلا. ثم اقرأ : وجهت وجهي للذي فطر السماوات والأرض حنيفا مسلما وما أنا من المشركين ، إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين لا شريك له ، وبذلك أمرت وأنا من المسلمين. Dan ucapkanlah setelah takbir: Allahu Akbar Kabirow wal hamdulillahi Katsiraw wa subhanallahi bukrataw wa ashilah. Kemudian membaca: Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatoro samawati wal Ardhi’ Hanifah muslima wama ana minal musyrikin. Inna sholaty wanusuki wa mahyaya wamamati lillahi rabbil Al-Amin lasyarikalahu wabidzalika umirtu wana minal muslimin. (Lihat kitab Bidayat al-Hidayah halaman 138). (yat) Baca juga:

Read More

Qonita Aini Menjadi Wisudawan Termuda ITS

Surabaya — 1miliarsantri.net : Qonita Qurratu Aini dinobatkan menjadi wisudawan termuda pada helatan Wisuda ke-128 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Sabtu (16/09/2023). Tahun ini Qonita berusia 20 tahun 4 bulan. Dia lulus sebagai sarjana di usia yang cukup muda dan nyatanya tak menghalangi mahasiswi Departemen Matematika ITS ini untuk meraih impian nya. Qonita mengatakan, mulai mengenyam pendidikan di bangku sekolah sejak berusia dua tahun sebagai murid Kelompok Bermain (KB). Kemudian, Qonita melanjutkan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan waktu pendidikan yang sama seperti siswa lainnya. “Aku sendiri baru ikut program akselerasi ketika di SMA, jadi hanya dua tahun,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (16/09/2023). Alumnus Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Malang ini mengungkapkan, berusia lebih muda dari teman-teman satu angkatan tak pernah menjadi penghalang yang berarti baginya. Ia mengaku selalu mendapatkan dukungan dari orang-orang tercinta, termasuk ketika memutuskan lanjut memilih program studi Matematika di ITS. “Sejauh ini tidak ada kesulitan yang berarti, karena lingkungannya yang selalu suportif,” aku putri dari pasangan Dr Windarto MSi dan Widayati Setyorini SE tersebut. Putri sulung dari dua bersaudara ini mengungkapkan, matematika telah menjadi pelajaran favoritnya sejak di bangku SD dulu. Menariknya, ia juga selalu mendapatkan nilai Ujian Nasional (UN) sempurna di mata pelajaran tersebut. “Hingga atas izin Allah saya diterima (masuk ITS) lewat jalur SBMPTN,” tutur peraih juara pertama pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ITS cabang 10 Juz tahun 2020 ini. Pada mulanya Qonita berpikir, keilmuan matematika yang dipelajarinya di bangku kuliah akan mirip dengan apa yang ia pelajari saat sekolah dulu. Ternyata lebih dari itu, peminatan dari jurusan matematika sangat luas dan beragam. Qonita sendiri memilih berfokus pada penerapan matematika di bidang ilmu komputer yang juga ia terapkan pada penulisan tugas akhirnya. Lebih lanjut, Qonita juga pernah mengikuti program Bangkit dari Google dengan fokusan machine learning. Melalui program ini, ia dan timnya pun berhasil menciptakan aplikasi CariHerb, aplikasi pendeteksi tanaman herbal yang dijalankan melalui kamera ponsel. Tak tanggung-tanggung, melalui karyanya ini mereka berhasil memperoleh pendanaan dari Google serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Tak hanya aktif di dunia akademik, Qonita juga terlibat di berbagai organisasi internal serta eksternal jurusannya. Dirinya yang memiliki ketertarikan di bidang desain dan publikasi, aktif berkecimpung di Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMATIKA) dan Lembaga Kajian Kerohanian Islam (LKKI) Departemen Matematika ITS sebagai staf Departemen Media dan Informasi. Terlepas dari berbagai kegiatan yang diikutinya, mahasiswi asal Surabaya ini tentu tak lepas dari berbagai kendala. Kerap kali Qonita terkendala dalam membagi waktu di berbagai tanggung jawab yang dimiliki, apalagi ia juga mengambil program fast track jenjang Magister Program Studi Matematika saat sedang menempuh semester akhir sarjana. Namun ternyata rintangan tersebut justru membuat sosok kelahiran 29 Mei 2003 ini terus bersemangat. Dalam mengatur kesibukannya, ia selalu mengutamakan hal yang menjadi prioritas. “Sebenarnya sesimpel mengatur prioritas mana yang perlu dikerjakan lebih dulu, tentukan pekerjaan yang jika dilakukan duluan bisa memudahkan pekerjaan lainnya,” sarannya. Ke depannya, Qonita berencana untuk menyelesaikan kuliah magisternya lebih dulu sebelum berkecimpung di dunia praktisi. Ia juga berpesan kepada para mahasiswa ITS untuk terus semangat dan memaksimalkan kesempatan belajar selama menjadi mahasiswa. “Jangan sia-siakan kesempatan untuk berkarya di bidang yang kita minati, bisa jadi kemudahan itu muncul dari berbagai amanah yang kita emban saat menjadi mahasiswa,” pungkasnya. (har) Baca juga :

Read More