Bolehkah Umroh Bersama Sang Pacar

Jakarta — 1miliarsantri.net : Belakangan ini di media sosial X (sebelumnya Twitter) beredar tangkapan layar (screenshot) Instagram Story seseorang yang tampaknya pergi ibadah umroh bersama pacarnya. Lalu ada yang bertanya bolehkah hal tersebut dilakukan? Seseorang ini menjawab “Udah nanya sama Ustad, Boleh kok yang penting niatnya ya ibadah. Aplg mumpung di tanah suci. Doa yang kenceng kalo jodoh dilancarin kalo ga ya nangis sih tp pasrah ikhlas. Aamiin,” tulisnya di Story. Pimpinan Ma’had Aly Zawiyah Jakarta, Ustadzah Badrah Uyuni mengatakan menegaskan beribadah ke Tanah Suci seharusnya dilakukan dengan mahram. “Tapi pertanyaannya kalau misalnya boleh enggak umroh sama pacar? Umroh itu harusnya berangkat sama mahram ya, bukan sama pacar,” terang Ustadzah Badrah kepada 1miliarsantri.net, Selasa (24/10/2023). Namun, Ustadzah Badrah melanjutkan, kemudian ada perdebatan ulama dalam hal itu khilafiyah tentang sebenarnya bersama siapa perempuan keluar. Ada pendapat, misalnya rombongan perempuan atau kita percayakan dengan ada ustaznya tetapi ada perempuan yang lainnya, maka itu diperbolehkan. Dia mengungkapkan suami-istri umrah dan umroh dengan orang tua adalah hal biasa. Namun, kalau umrah dengan pacar, dia mempertanyakan tujuan ibadah itu. “Suami istri umroh, biasa, dengan orang tua, biasa, tapi kalau dengan pacar dia niatnya ibadah atau mau apa? Gitu,” ungkapnya. Umroh bersama kawan-kawan kantor itu juga biasa, tetapi tujuannya untuk ibadah agar kita ada teman bersama. Menurut Ustadzah Badrah, dia juga mendengar kisah-kisah, seperti umroh bersama pacar, umroh bersama selingkuhan. Mereka berjanji bertemunya malah di tempat umroh. “Kalau misalnya kita lihat juga fenomena dan hadits-hadits Nabi bahwa di akhir zaman nantinya orang datang buat umroh itu bukan untuk ibadah, melainkan buat jalan-jalan saja, untuk ziarah biasa saja. Itu memang terjadi pada saat ini, karena mereka sibuk selfie, sibuk dengan bukan yang niatnya ibadah tapi jalan-jalan menghabiskan uang walaupun istilahnya lagi ngecharge,” lanjut Ustadzah Badrah.

Read More

Pesantren Cendekia Amanah Selenggarakan Pelatihan Bisnis Sayur Hidroponik

Jakarta — 1miliarsantri.net : Memperingati Hari Santri 2023, Pesantren Cendekia Amanah (PCA) menyelenggarakan pelatihan bisnis sayur hydroponik. Pelatihan ini diikuti 17 pesantren se-Jabodetabek untuk menciptakan ketahanan pangan dan penguatan ekonomi pesantren. Pengasuh PCA KH Cholil Nafis mengatakan, pesantren harus memaksimalkan fungsinya. selain sebagai tempat pendidikan dan dakwah juga sebagai pengembangan ekonomi keumatan. “Pesantren harus menjadi sentra ekonomi dan pasar pemberdayaan umat. Pesantren yang lekat dengan masyarakat dapat dijadikan basis pemberdayaan ekonomi umat,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Minggu (22/10/2023). Dia mengatakan, pesantren adalah pasar dan konsumen yang pasti. Selain para santri, alumni dan keluarga santri juga dapat merekatkan jaringan pasar antar pesantren dan jaringan bisnis dengan masyarakat umum. “Sementara ini, pesantren lebih banyak sebagai konsumen. Kini Sudah waktunya pesantren bisa menjadi produsen dan mengembangkan usaha yang bersekala besar hingga ekspor dan impor,” tambahnya..

Read More

Dua Santri Jawa Timur Terpilih Menjadi Duta Santri 2023

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dua santri dari Jawa Timur terpilih sebagai Duta Santri 2023. Mereka adalah Nasikhul Huda dari Pondok Pesantren Al Jihad, Surabaya dan Duta Santri putri terpilih atas nama Norma Hasanatul dari Pondok Pesantren Luhur Malang. Kompetisi Duta Santri ini diselenggarakan di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Ketua Umum Duta Santri Nasional, Syifa’ Nurda Mu’affa mengatakan, kompetisi ini untuk menumbuhkan bakat yang dimiliki para santri dalam berbagai bidang sekaligus memberikan dampak positif pada kemajuan bangsa. “Kompetisi ini kami adakan setiap dua tahun sekali sebagai wujud komitmen dalam membangun negeri dan mendorong para santri menjadi agen perubahan yang positif, kami percaya bahwa santri memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan perdamaian dunia,” ujarnya kepada 1miliarsantri.net, Minggu (22/10/2023). Selain itu, yang menarik pada Duta Santri Nasional 2023 yakni mengapresiasi para desainer muda dalam menampilkan desain busananya untuk dikenakan oleh 48 finalis yang tengah berkompetensi. Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng. menyampaikan, program inisiatif ajang Duta Santri Nasional ini menjadi salah satu langkah positif dalam mempersiapkan para santri menjadi pemimpin masa depan. “Kami bersyukur atas kepercayaan yang diberikan serta meyakini acara ini akan menjadi wadah bagi para santri muda untuk menunjukkan potensi terbaik mereka, dan mengekspresikan pemikiran mereka dalam memajukan peradaban global,” terangnya. Jazidie mengungkapkan, jihad di zaman yang sangat kompleks saat ini, tidak lagi merujuk pada pertempuran melainkan perjuangan intelektual. Ada empat hal yang menjadi tantangan dalam jihad santri kedepannya, yakni memperjuangkan keadilan, meningkatkan pendidikan, mengupayakan kesehatan, dan menghapus kemiskinan.

Read More

Polri Beri Peluang Hafiz dan Hafizah Untuk Menjadi Anggota Kepolisian

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan merekrut para hafiz dan hafizah berprestasi untuk menjadi anggota polisi. Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Ahmad Zayadi mengatakan, para hafiz bisa diberdayakan di kepolisian untuk mengisi ruang-ruang keagamaan di masyarakat. “Apabila sudah memiliki otoritas, penerimaan masyarakat akan semakin baik. Apalagi diperoleh dari polisi yang hafiz dan ahli tafsir dengan paham keagamaan moderat,” ungkap Zayadi kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (21/10/2023). Zayadi menyampaikan, rencana perekrutan tersebut menjadi keputusan yang dihasilkan dari pertemuan antara Direktorat Penerangan Agama Islam Kementerian Agama bersama Biro SDM Mabes Polri, di Jakarta belum lama ini. Ia menjelaskan, dalam perekrutan tersebut, teknis persyaratan standar diserahkan ke instansi kepolisian. Nantinya, Kantor Wilayah Kementerian Agama dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) di daerah memegang data para hafiz per tiga tahun. “Kita menghargai kecakapan minimal yang menjadi standar di kepolisian. Mudah-mudahan formasinya akan banyak dan akan disebarkan ke Polda-polda,” tambah Zayadi. Ia berharap, perekrutan tersebut menjadi pionir yang dapat memantik kementerian atau instansi lainnya dalam memberdayakan para hafiz berprestasi. “Saya bayangkan mereka ada di setiap masjid kementerian, masjidnya dimakmurkan oleh alumni juara MTQ ataupun STQH yang moderat,” imbuhnya.

Read More

Kemenag Terus Lakukan Bimbingan Mencegah Pernikahan Dini

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Upaya pencegahan pernikahan dini terus dilakukan Kementerian Agama (Kemenag). Salah satunya menambah jumlah fasilitator Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin (Bimwin Catin) dan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) pada 2023. Menurut Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, Agus Suryo Suripto, tahun ini Kemenag telah berhasil mencetak 3.200 fasilitator BIMWIN dan BRUS. “Ini merupakan peningkatan yang signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, di mana pertahun kita hanya mencetak sekitar 400 fasilitator,” kata Suryo kepada 1miliarsantri.net, Jumat (20/10/2023). Keberhasilan ini merupakan hasil dari perubahan strategi bimbingan teknik (bimtek) fasilitator. Semula, bimtek hanya dilakukan terpusat di Jakarta, menjadi tersebar ke seluruh kantor wilayah. Dengan strategi ini, bimtek fasilitator dapat menjangkau lebih banyak calon fasilitator di seluruh Indonesia. “Bimtek fasilitator yang tersebar ke seluruh kantor wilayah ini merupakan upaya kami untuk meningkatkan kualitas Bimwin Catin dan BRUS di Indonesia,” ungkapnya.

Read More

Kemenag Mendorong Dana Wakaf Bisa Dimanfaatkan Untuk Membangun Fasilitas Kesehatan

Bandung — 1miliarsantri.net : Dana wakaf diharapkan bisa dimanfaatkan untuk membangun fasilitas kesehatan. Harapan ini disampaikan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama Waryono Abdul Ghafur saat Silaturahim dan Pembinaan Nazhir di Ruang Rapat RS Salman Islam, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. “Selain untuk pengembangan ekonomi dan pendidikan, kita perlu mendorong pemanfaatan dana wakaf untuk penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat,” ungkap Waryono. Waryono mengungkapkan, pihaknya akan membangun roadmap bersama LAZ dan Nazir untuk pembangunan tersebut. Roadmap tersebut akan menjadi proyek mercusuar bagi filantropi Islam. “Saat ini terdapat sekitar 653 BAZNAS-LAZ dan 375 Lembaga Nazir di Indonesia. Jika dianalogikan masing-masing mencari dana dan menginvestasi Rp1 miliar, maka konsep rumah sakit akan terbangun, apalagi kebutuhan dana RS Salman Islam hanya sebanyak Rp210 miliar,” ungkapnya. Sementara itu, Nazir Wakaf RS Salman Islam, Hadi menyampaikan, saat ini di RS Salman baru terbangun masjid dan klinik healthcare untuk tahap awal. Tahap ini banyak melibatkan alumni ITB dalam hal operasional.

Read More

Nabila Gelar Pameran Lukisan Owah Gingsir dan Dibuka Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim

Surabaya — 1miliarsantri.net : Pelukis Nabila Dewi Gayatri menggelar pameran tunggal 39 lukisan drawing karyanya di Surabaya, 18-23 Oktober 2023. Pameran yang akan berlangsung di Gedung DKS dan Galeri Merah Putih, Balai Pemuda Surabaya itu diberi judul ‘Owah Gingsir’. Rencananya pameran dibuka Wakil Rois Syuriyah PWNU Jawa Timur, Prof. KH Ali Maschan Moesa, Rabu (18/10/2023) pukul 16.00 WIB di Galeri Merah Putih, Balai Pemuda Jalan Gubernur Suryo Surabaya itu. Nabila menamai tema pamerannya ‘Owah Gingsir’ sebagai sebuah perenungan jiwa seni yang bergerak dari garis dan arsir menggambar zaman. Baginya, karya goresan yang dipamerkan ini adalah perenungan yang mendalam tentang situasi dan keadaan diri pribadi maupun lingkungan sekeliling, berupa endapan rasa, atau pun keintiman private tentang perjalanan dunia spiritual. Dari permenungan itulah, lanjutnya, setiap berkarya dalam suasana hening saya, banyak menemu gambaran yang berlintas, tak berbatas dalam imaji. “Situasi ini kemudian saya olah sesuai dengan kebutuhan berkarya yang tidak bisa tergesa-gesa,” tegasnya. Nabila lantas merangkainya satu persatu, mengalir dan beriak bersama nglangut hati yang sahaja, hingga lahirlah karya autokritik tentang keyakinan yang salah arah, ada juga bicara tentang socioculture dengan perubahan yang demikian cepatnya. Untuk merangkum semua itu. Dia memilih judul pameran drawing kali ini ‘Owah Gingsir’ yang kurang lebihnya berarti perubahan.

Read More

Perlunya Pembelajaran Gerakan Moderat Sejak Dini

Bogor — 1miliarsantri.net : Gerakan moderat sejak dini tidak hanya bergulir di kalangan siswa menengah saja, namun harus ditanamkan sejak Taman Kanak-Kanak (TK) dan madrasah. Gerakan moderat sejak dini juga bergulir di kalangan pesantren. Hal ini antara lain dilakukan Pesantren Tahfidz Al Kaukab, di Gunung Putri, Bogor. Pesantren ini diasuh oleh KH Khoirul Huda Basyir. Penguatan moderat sejak dini ini dikemas dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Hadir ratusan santri yang juga siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Sebagai narasumber, Pokja Moderasi Beragama Lukman Hakim Saifuddin mengenalkan kepada para santri tentang ajaran pokok (ushul) dan cabang (furu’) dalam agama. Perspektif tentang ushul dan furu’ penting, kata pria yang akrab disapa LHS ini, agar para santri bisa memahami dan menyikapi keragaman pemahaman dan pandangan secara baik dan moderat, tidak ekstrem atau berlebihan. LHS lalu menjelaskan sejumlah nilai pokok ajaran agama. Pertama, memanusiakan manusia. “Islam hadir agar harkat martabat manusia terjaga. Manusia punya tugas penting sebagai pengelola alam semesta,” tegas LHS di Bogor, Sabtu (14/10/2023) Nilai kedua, menegakkan keadilan danpersamaan di depan hukum. Menurut LHS, orang yang benar harus diapresiasi, sementara yang salah dihukum. “Tidak ada orang setuju praktik pembedaan perlakuan kepada seseorang berdasarkan perbedaan latar belakang (suku, agama, status sosial, dan lainnya). Ini tidak dikenal dalam agama,” sebut LHS. Nilai pokok agama yang lain adalah membangun kemaslahatan bersama. Karenanya, perilaku merusak harus dihindari. Sebab, inti Islam adalah membangun kemaslahatan bersama. “Kemaslahatan adalah kebaikan yang mengandung manfaat yang bisa dirasakan banyak orang. Banyak nilai pokok agama lainnya, antara lain mewujudkan perdamaian, melestarikan lingkungan, jangan menipu, jangan berbohong, jangan membunuh, dan lainnya,” lanjut LHS. Selain ajaran pokok, dalam agama juga ada nilai cabang (furu’). Pada tataran cabang, ditemukan banyak keragaman pandangan, tidak hanya antar agama bahkan dalam satu agama.

Read More

Ketua MUI Beri Pembekalan Pengembangan Pesantren

Bekasi — 1miliarsantri.net : Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustaz Jeje Zaenudin menyampaikan tiga pilar yang menjadi fokus pengembangan pesantren. Pertama, pendidikan; kedua dakwah; dan ketiga, pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pernyataan ini disampaikan Ustaz Jeje di hadapan para asatidz pengasuh Pesantren An-Nahla Al-Islamiy di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/10/2023) lalu. “Dalam konteks pendidikan, kami terus mendukung para guru dan asatidz untuk terus meng-upgrade keilmuannya. Termasuk bagaimana menyelenggarakan program khas pesantren yang berbeda dengan madrasah pemerintah,” terang Ustaz Jeje. Hal ini untuk melestarikan tradisi pesantren yang fokus pada kitab-kitab turats dan ilmu-ilmu syariah secara mendalam. Sehingga diharapkan kualitas alumni pesantren jauh berbeda dengan lulusan madrasah umum. Sementara pada bidang dakwah dan sosial, Ustaz Jeje mendorong para guru dan asatidz untuk aktif menyelenggarakan pelatihan singkat untuk masyarakat sekitar. Di antaranya program pelatihan imam dan khatib, pemulasaran jenazah, tahsin Al-Qur’an, pengolahan air minum, dan pembuatan makanan siap saji. “Saya berharap masyarakat sekitar dapat merasakan kemanfaatan yang luas dari pesantren dengan program-program pemberdayaan. Jika masyarakat merasakan manfaat positif, tentu akan menambah trust mereka kepada pesantren,” tuturnya. Ustaz Jeje juga mengungkapkan bahwa kemajuan dan kemunduran suatu institusi pendidikan bukan hanya terletak pada aspek legal formal, tetapi aspek pengelolaan.

Read More

Panji Gumilang : Tuhan Bosen Dengarkan Qunutmu

Gresik — 1miliarsantri.net : Sosok Pengasuh Pesantren Al Zaytun Indramayu Jawa Barat, Syekh Panji Gumilang yang saat ini tengah mendekam di penjara atas kasus penistaan agama, ternyata memang sudah terkenal nyeleneh sejak belajar agama di di Pondok Pesantren Moden Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahmah Jakarta, KH Syukron Makmun, menuturkan bagaimana sosok Panji Gumilang selama sama-sama nyantri di Pesantren tersebut. Bahkan, Kiai Syukron pernah menampar sook bernama lengkap Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang. Kisah ini diceritakan Kiai Syukron kepada pengusaha Muslim, Muhammad Lutfi saat silaturahim ke Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Suci, Manyar, Gresik, Jumat (13/10/2023) pagi. Kedatangan Kiai Syukron dan Lutfi diterima langsung oleh Pengasuh Pesantren Mambaus Sholihin, KH Masbuhin Faqih. Sebagai informasi, kedatangan Lutfi ke Pesantren Mambaus Sholihin merupakan rangkaian safarinya ke sejumlah pesantren di Jawa Timur. Lutfi bersama rombongannya tiba di pesantren ini sekitar pukul 06.24 WIB. Pada saat yang sama, Kiai Syukron pun datang ke pesantren ini untuk menemui Kiai Masbuhin. Dalam pertemuan itu, Kiai Syukron menceritakan bahwa ketika di Gontor Panji Gumilang masih lebih dikenal dengan nama Abdussalam. Suatu waktu, Kiai Syukron agak terlambat untuk mengimami sholat Subuh, sehingga digantikan Panji Gumilang. “Biasanya kan saya. Karena agak terlambat, Abdussalam jadi imam Subuh, tapi tidak baca qunut, begitu selesai langsung saya tarik lehernya, saya tempeleng,” ucap Kiai Syukron saat berbincang dengan Lutfi dan Kiai Masbuhin di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin. Setelah itu, Gontor pun menjadi ribut dan Kiai Syukron dilaporkan kepada Pendiri Pondok Pesantren Gontor, almarhum KH Imam Zarkasyi. “Saya dilaporkan kepada Kiai Zarkasyi kalau Pak Syukron itu menempeleng karena tidak membaca qunut, dianggap salah saya,” kenang Kiai Syukron.

Read More