Wanita Hamil di Luar Nikah Lebih Mudah Melahirkan

Semarang — 1miliarsantri.net : Seorang selebgram asal Semarang Zhafira Devi Liestiatmaja (ZDL) membuat heboh publik karena tega membunuh dan membuang bayinya di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Kini, perempuan berusia 28 tahun itu ditangkap polisi. Bayi yang dilahirkannya itu merupakan hasil dari perbuatan zina. ZDL bahkan mengaku tidak tahu siapa ayah dari bayi yang baru dilahirkannya tersebut. Namun, terlepas dari kasus tersebut, mengapa orang yang hamil di luar nikah bisa lebih mudah melahirkan? Dalam beberapa kasus bahkan mereka tidak merasa sakit saat melahirkan dan bisa melahirkan tanpa bantuan orang lain. Merespons pertanyaan tersebut, Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU Nyai Ala’i Najib mengatakan hamil di luar nikah dilarang keras di dalam mazhab apapun di dalam agama Islam. Namun, dalam beberapa kasus orang yang hamil di luar nikah memang lebih mudah melahirkan. Menurut dia, wanita yang hamil di luar nikah lebih mudah melahirkan karena masalah biologis reproduksi dan masalah psikologis. “Itu persoalan biologis repreduksi, tapi ada juga faktor psikologisnya,” ujar Nyai Ala’i kepada 1miliarsantri.net, Selasa (01/11/2023). Dia menuturkan, hamil duluan itu merupakan aib bagi wanita maupun prianya. Karena itu, psikologi wanita yang hamil di luar nikah menjadi terpengaruh. “Karena itu adalah aib, itu mungkin tidak dirasa, sudah delapan, sembilan bulan dan tiba-tiba melahirkan. Ada saya dulu melihat kasus di kota lain seperti itu, tiba-tiba di sekolah misalnya, dia melahirkan. Jadi, perasaan bersalahnya, perasaan malunya, itu lebih besar sehingga mengalahkan rasa sakitnya,” terang Nyai Ala’i. Dalam kasus dulu itu, menurut dia, wanita yang hamil di luar nikah hanya merasakan mulas. Setelah ke kamar mandi tiba-tiba melahirkan. “Nah, perasaan saya sebagai perempuan, memang jalan menuju kelahiran itu kan buang pipis terus, gitu-gitu, dan mungkin dia belum tahu ya kalau itu pertama kali bahwa itu tanda-tanda melahirkan,” imbuh Nyai Ala’i. Dalam kasus lain, menurut dia, bahkan wanita yang hamil di luar nikah kadang tidak mengetahui dia sedang mengandung. Bisa jadi, menurut dia, hal itu juga dipengaruhi oleh faktor biologis. “Jadi mungkin perasaan-perasaan psikologis itu yang mengalahkan dia untuk memerangi rasa sakitnya. Karena dua orang itu mungkin malu karena melanggar agama sehingga tidak menghiraukan rasa-rasa seperti orang normal, rasa sakit, dan proses-proses mau lahir,” kata Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini. Saat ditanya apakah wanita yang hamil di luar nikah itu telah dicabut nikmat kewanitaannya oleh Allah SWT, Nyai Ala’i tidak dapat memastikannya. “Ya gak lah, saya belum tahu kalau soal itu, tapi itu tadi, itu persoalan biologis reproduksi,” pungkas Nyai Ala’i. (hud) Baca juga :

Read More

Masjid Al Muhajirin Berdiri di Wilayah Kompleks Pemukiman Katholik

Boven Digoel — 1miliarsantri.net : Masjid Al-Muhajirin di Desa Mindiptana, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, Papua menjadi potret kerukunan antar umat beragama di sana. Sekilas melihat masjid dengan cat dominan berwarna hijau ini sama dengan rumah ibadah umat Islam pada umumnya. Bentuk bangunan bernuansa kubah dilengkapi dengan sejumlah tiang penyangga. Ada juga sudut bangunan yang dimanfaatkan sebagai Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Namun, Masjid Al-Muhajirin ini terbilang istimewa. Sebab, rumah ibadah umat Islam ini justru berdiri di dalam kompleks misi (agama Katolik) di Mindiptana. Sontak keberadaannya menjadi sepenggal potret kerukunan dan toleransi warga Mindiptana. Tak heran jika kawasan ini menjadi salah satu Desa Sadar Kerukunan dalam program yang digulirkan oleh Kementerian Agama. Selama ini, kita mengenal Kabupaten Boven Digoel sebagai tempat pengasingan Wakil Presiden Indonesia yang pertama, Bung Hatta. Mayoritas penduduk di wilayah ini beragama Katolik. Mereka hidup rukun bersama pemeluk agama lainnya, Kristen dan Islam. Fakta ini juga yang menjadi alasan Mindiptana terpilih sebagai Desa Sadar Kerukunan. Sebuah Kawasan dapat dicanangkan sebagai Desa Sadar Kerukunan, jika memenuhi minimal tiga syarat. Pertama, di desa tersebut minimal ada pemeluk tiga agama yang berbeda. Kedua, desa ini memiliki tiga tempat ibadah dari tiga agama yang berbeda. Ketiga, di desa ini tidak pernah terjadi konflik bernuansa agama yang mengganggu kerukunan antar umat beragama. “Mindiptana ini adalah bumi yang rukun, toleran, serta banyak melahirkan orang-orang pintar. Tantangan bagi penerusnya yaitu bagaimana meneruskan hal itu,” terang Pastur Paroki saat menerima kunjungan tim Itjen Kementerian Agama di Mindiptana, Kamis (26/10/2023). Kunjungan Itjen ke wilayah ini untuk memantau pemanfaatan dana bantuan Desa Sadar Kerukunan. Kehadiran mereka disambut Kepala Kemenag Kab. Boven Digoel, Kepala Distrik Boven Digoel, Kapolres, Babinsa, Pastur, serta Ketua Kelompok Desa Sadar Kerukunan. Hal senada disampaikan Kepala Kemenag Kab. Boven Digoel Yosepha Tambonop. Mindiptana merupakan distrik yang rukun. Beberapa bantuan diberikan agar dapat mempertahankan kerukunan yang ada, karena mempertahankan lebih sulit daripada memulai. Bumi cendrawasih telah memperlihatkan potret kerukunan yang alami, indah, dan damai. Papua memberi contoh kerukunan antar umat beragama. Bahkan, masjid juga bisa dibangun di Tanah Misi Katolik, sehingga dapat berdiri berdampingan dengan gereja. Masyarakat pun dapat hidup dan beribadah dengan damai. Nikmatul Atiyah selaku pengendali teknis tim pemantau dari Itjen Kemenag berharap kerukunan di Mindiptana dapat dilestarikan dan menjadi contoh bagi daerah lainnya. Ini seperti Motto Kabupaten Boven Digoel: Nup Bagen Gup Bagenep, Gup Bagenep Nup Bagen. Saya ada karena kamu ada, kamu ada karena saya ada. (lum) Baca juga :

Read More

Beberapa Perkara Dianggap Haram, Tapi Sebenarnya Tidak

Jakarta — 1miliarsantri.net : Hukum Islam telah mengatur hal yang diharamkan dan dihalalkan bagi Muslim demi kebaikan diri. Namun, ada beberapa hal yang kerap dianggap haram oleh Muslim, padahal sebenarnya tidak. Hal-hal yang diharamkan dalam Islam tak hanya terbatas pada makanan atau minuman saja. Secara umum, semua yang diharamkan dalam Islam merupakan hal-hal yang dianggap dapat membahayakan atau memberikan pengaruh buruk bagi tubuh, pikiran, jiwa, dan masyarakat. Akan tetapi, ada beberapa hal yang kerap dianggap haram oleh Muslim meski sebenarnya tidak. Berikut ini adalah tujuh hal di antaranya: Sebagian orang menganggap bahwa haram bagi Muslim untuk Sholat Ashar di waktu yang terlalu sore. Namun menurut hadits riwayat Muslim, disebutkan bahwa waktu untuk sholat Ashar berakhir ketika matahari berubah kekuningan. Berdasarkan hal ini, sholat Ashar masih diperbolehkan selama matahari belum menguning. Meski begitu, Muslim tidak diperkenankan untuk sengaja menunda-nunda sholat Ashar sampai matahari berubah kekuningan tanpa ada sebab, seperti dilansir IslamWeb. Ada kalanya seorang Muslim diburu waktu sehingga harus melakukan ibadah sholat dengan cepat. Melakukan sholat dengan cepat hanya diperbolehkan bila bacaan sholat tetap terartikulasikan dengan baik dan maknanya tidak berubah. “Membaca doa sholat dengan cepat sampai beberapa kata dan ayatnya tidak terucapkan dengan benar, tidak diperbolehkan,” ujar Syekh Abd Al Azeez ibn Baaz, seperti dilansir IslamQA. Hal senada juga diungkapkan oleh Leroy Kenton dari kanal Youtube FTD Facts. Sholat dengan cepat boleh saja dilakukan selama doa yang dibaca terucapkan dengan baik dan maknanya tidak berubah. Akan tetapi, sholat dengan cepat-cepat dapat membuat Muslim kehilangan pahala yang mungkin bisa mereka dapatkan bila menjalani sholat dengan lebih khusyuk. Mengumpat merupakan hal yang sangat tidak disukai dalam Islam. Dalam berbagai hadits, Rasulullah SAW juga mengingatkan para Muslim untuk tidak berbicara kasar atau mengumpat. Seperti dilansir HaramOrHalal, mengumpat karena dipicu oleh rasa frustrasi atau situasi tertentu bukanlah hal yang haram, tetapi makruh. Akan tetapi, Muslim dilarang untuk melontarkan umpatan dalam setiap percakapan dan menjadikannya sebuah kebiasaan. Muslim sangat disunahkan untuk menggunakan tangan kanan saat makan, minum, atau melakukan hal kebaikan. Akan tetapi, makan atau minum dengan tangan kiri bukanlah hal yang diharamkan, melainkan makruh. Akan tetapi, ada kalanya seorang Muslim merasa kesulitan atau tidak bisa menggunakan tangan kanan saat makan dan minum. Sebagai contoh, karena mengalami cedera, lumpuh, atau memiliki kondisi kidal. Dalam hal ini, hukum makruh menggunakan tangan kiri menjadi gugur. Banyak Muslim meyakini bahwa bicara saat wudhu merupakan hal yang haram dan dapat membatalkan wudhu. Padahal, bicara saat wudhu merupakan hal yang diperbolehkan. “Tidak ada indikasi bahwa hal tersebut dilarang menurut syariah,” dikutip dari IslamQA. Meski tidak diharamkan, sebagian ulama meyakini bahwa bicara saat wudhu merupakan hal yang makruh dan sebaiknya dihindari. Terlebih, bila tidak ada hal atau alasan mendesak yang mendasarinya. Menutup aurat merupakan sebuah kewajiban bagi Muslimah. Akan tetapi, Muslimah tidak diwajibkan untuk menggunakan hijab saat membaca Alquran di rumah. Menurut IslamQA, tidak ada bukti yang mengindikasikan bahwa menggunakan hijab saat membaca Alquran itu diwajibkan. Yang dilarang bagi Muslimah membaca Alquran dalam kondisi menstruasi. Selain itu, Muslimah dianjurkan untuk wudhu terlebih dahulu sebelum membaca Alquran. Seorang Muslim diperbolehkan untuk menikahi sepupu mereka. Menurut Dr Muzammil H Siddiqi, hal ini tertuang dalam surat Al Ahzab ayat 50. Dalam ayat tersebut, Allah mengungkapkan bahwa seorang Muslim boleh menikahi anak perempuan dari paman dan bibinya, baik paman dan bibi dari keluarga ayah maupun ibu. (mif) Baca juga :

Read More

Yatim Gemilang Peduli Tuk Negeri, Sekaligus Peringati Sumpah Pemuda

Sidoarjo – 1miliarsantri.net : Momentum hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada hari Sabtu (28/10/2023) diperingati Yatim Gemilang dengan melaksanakan acara Donor Darah & Cek Kesehatan gratis. Yatim Gemilang merupakan lembaga Amil Zakat, yang berfokus menghimpun Ziswaf (Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf) yang halal dan legal baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Bertempat di Masjid Mujahidin, Taman, Kabupaten Sidoarjo, Yatim Gemilang mengadakan kegiatan acara dimulai sejak pukul 08.00 wib dan diikuti ratusan peserta yang antusias hadir. Kegiatan baksos ini dilaksanakan berbarengan dengan milad Yatim Gemilang yang ke 2 (dua) tahun sejak berdiri tanggal 17 Oktober 2021. Yatim Gemilang mendapatkan izin badan hukum yang diterbitkan Kementrian Hukum dan HAM Nomor AHU-0024760.AH.01.04 Tahun 2021. Latar belakang berdirinya Yatim Gemilang yaitu, melihat fakta masih banyaknya masyarakat Indonesia yang ‘berselimut’ dengan kemiskinan, kebodohan dan indeks pembangunan manusia yang rendah dan belum menikmati hasil pembangunan sepenuhnya. Saat ini binaan Yatim Gemilang telah mencapai 1.255 anak yatim dan dhuafa. Baik dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah hingga ke perguruan tinggi. Ditemui di sela-sela acara, Manajer Yatim Gemilang, Fitratama Putra Kusuma, SH atau yang akrab disapa Pak Putra menjelaskan, target keseluruhan yang ingin dicapai dari acara DonorDarah & Cek Kesehatan gratis ini adalah melayani kesehatan 200 (dua ratus) peserta. “Semoga kedepan banyak daerah, wilayah, dan setiap jengkal tanah NKRI mendapat manfaat dan dampak positif dari kontribusi terbaik Yatim Gemilang untuk memandirikan anak-anak Yatim dhuafa di Indonesia,” ungkapnya kepada 1miliarsantri.net. Dia berharap, kegiatan ini sekaligus memberikan kesadaran dan edukasi kepada masyarakat umum, terutama lansia tentang beragam manfaat dari donor darah. Disamping cek kesehatan gratis yang meliputi tensi darah, gula darah, asam urat dan kolestrol yang hasilnya langsung bisa diketahui. Beberapa peserta bahkan mengaku baru pertama kali melakukan donor darah dan memeriksakan kesehatannya. “Antusias peserta nampak terlihat, apalagi panitia menyiapkan cinderamata baik berupa vitamin, snack dan sembako bagi yang melakukan donor darah,” urainya. Kegiatan Donor Darah dan Cek Kesehatan gratis ini dapat berjalan lancar, dengan dukungan berbagai mitra kebaikan. Beberapa sponsorship yang mendukung diantaranya Dinas Kesehatan Sidoarjo, PMI Sidoarjo, Laboratorium Klinik Prima Medika yang mengirimkan volunteer tenaga kesehatan mulai dari dokter, perawat dan analis medis. “Selain itu ada sponsor dari BMM (Baitul Maal Muamalat), Mandiri Amal Insani, Ayam Goreng Nelongso, Ayam Bakar Pak “D” dan juga 1miliarsantri.net sebagai media partner,” tambahnya. Kolaborasi dari berbagai mitra kebaikan ini, membuat event yang ditargetkan memenuhi harapan banyak pihak, termasuk ta’mir masjid Mujahidin yang menjadi lokasi dilaksanakan nya kegiatan baksos. “Masyarakat penerima manfaatpun terlihat senang dan berharap event serupa akan diadakan kembali di waktu yang akan datang,” imbuhnya. M. Iqbal Nurfaturrizki selaku ketua panitia ketika dikonfirmasi menyampaikan hal senada. Yatim Gemilang akan memfasilitasi kegiatan Donor Darah dan Cek Kesehatan dengan lokasi yang berbeda, bukan hanya di masjid saja. Tetapi juga misalnya di lingkungan pendidikan. “Mengenal Yatim Gemilang Sebagai lembaga filantropi yang masih belia, keberadaan Yatim Gemilang Foundation kiprahnya tidak bisa dianggap sebelah mata,” terangnya. Beragam unit pendukung program dilahirkan, mulai dari Rumah Sehat Syafakallah, Hibah Gemilang dan Wakaf Gemilang. Semata-mata agar fokus program yang dicanangkan dapat dikelola dengan baik dan well organize dengan akad yang jelas dengan para wakif atau orang yang mewakafkan hartanya. “Rumah Sehat Syafakallah misalnya yang mengusung tagline “Treat Better for TheFuture”, menyediakan berbagai aneka layanan kesehatan, mulai dari bekam sunnah denganterapis tersertifikasi PBI, alat terjamin steril dan menerima layanan home visit. Hingga konseling menyusui dengan konselor tersertifikasi PERINASIA,” jelasnya. Serta layanan Ruqyah Syariah pun bisa diakses oleh masyarakat yang membutuhkan dengan menghubungi nomor hotline service : 0858.5997.6774 di jam kantor untuk konsultasi dan pelayanan. Atau bisa datang langsung ke kantor Yatim Gemilang Foundation di Jl. Simowau Indah Blk. G No. 32 B, Sepanjang, Kec. Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. (TO/DM)

Read More

GusDurian dan UNESCO Latih Tokoh Agama Menyampaikan Kampanye Damai di Sosial Media

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Jaringan Gusdurian bekerja sama dengan UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB melatih para tokoh agama untuk mampu menyampaikan kampanye tentang pemilu damai di media sosial. Pelatihan dengan tema Meneguhkan Peran Tokoh Agama dalam Melakukan Kampanye Narasi #PemiluDamai itu digelar di Yogyakarta, pada Jumat-Ahad, 20-22 Oktober 2023. Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian Jay Akhmad mengungkapkan, media sosial memiliki andil yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Terlebih pada tahun politik ini potensi ujaran kebencian dan informasi palsu digunakan oleh aktor politik sangat besar. “Oleh karenanya kami mengundang para tokoh agama untuk mengikuti pelatihan ini agar menjadi agen perdamaian yang bisa menyebar narasi positif di media sosial dan lingkungan masing-masing,” ungkap Jay Akhmad dikutip dari NU Online, Kamis (26/10/2023). Selain membekali tokoh agama dengan berbagai pengetahuan dan kemampuan memilah informasi, lanjut Jay, pelatihan ini menjadi ruang pertemuan bagi para tokoh agama untuk berbagi pengalaman. “Diharapkan para tokoh agama bisa saling berkolaborasi dan memperluas pengaruhnya dalam dunia digital,” lanjutnya. Kepala Unit Komunikasi dan Informasi UNESCO Jakarta Ana Lomtadze mengatakan bahwa sangat penting untuk membekali para tokoh agama dengan berbagai literasi di dunia maya. Ia menegaskan, ujaran kebencian dan informasi palsu merupakan gejala global yang perlu disikapi secara serius. Pada titik ini, tokoh agama memiliki peran penting untuk memastikan pemilu berjalan damai. Menurut Ana, menyelenggarakan pemilu di era digital membutuhkan keterampilan, pemahaman alat, dan keterlibatan semua aktor termasuk sumber daya yang dimiliki. “Karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat membekali pengetahuaan dan keterampilan yang dibutuhkan serta efektif mengatasi disinformasi dan ujaran kebencian, sekaligus melindungi kebebasan berekspresi di komunitas dan ruang yang lebih luas,” katanya. Suaib, salah seorang peserta dari Makassar mengaku sangat antusias mengikuti agenda ini. Sebab baginya, media sosial telah menjadi ruang yang sangat efektif untuk menyebarkan pesan-pesan damai menuju pemilu 2024. “Bagi saya kegiatan ini sangat penting. Selain menunjang aktivitas saya selaku pegiat sosial, media sosial menjadi ruang strategis untuk menyampaikan pesan-pesan damai, apalagi jelang tahun politik 2024,” ungkap Koordinator Wilayah Gusdurian Sulawesi, Maluku, dan Papua itu. Hal senada diungkapkan Indah Trianingsih darii Lembaga Naluri Budaya Leluhur menyampaikan ketertarikannya mengapa ia mengikuti agenda pelatihan yang digelar Gusdurian dan UNESCO ini. Salah satunya, karena ia ingin lebih memahami seluk beluk dunia digital. “Setelah mengikuti kegiatan ini saya ingin membagikan pengalaman dan materi yang saya dapatkan ke komunitas penghayat di daerah saya pada khususnya dan seluruh Indonesia pada umumnya,” ujarnya. Selanjutnya, Indah berkomitmen agar warga komunitas aliran penghayat bisa mendukung kampanye pemilu damai. Pelatihan ini diikuti oleh 20 tokoh lintas agama atau keyakinan dari berbagai wilayah di Indonesia. (yus) Baca juga :

Read More

Melihat Paradigma Nepotisme Dalam Pandangan Islam

Jakarta — 1miliarsantri.net : Bagaimana nepotisme dalam pandangan Islam? Lalu apakah kisah-kisah nabi yang mengangkat keluarganya dalam tampuk kepemimpinan dapat menjadi dalil bolehnya nepotisme? Nabi-nabi terdahulu mengangkat keluarganya untuk membantunya dalam memimpin umat. Misalnya saja Nabi Musa yang mengangkat Nabi Harun untuk membantunya dalam memimpin umat. Sebagaimana dalam surat Taha ayat 29-32: وَاجْعَلْ لِي وَزِيرًا مِنْ أَهْلِي . هَارُونَ أَخِي . اشْدُدْ بِهِ أَزْرِي . وَأَشْرِكْهُ فِي أَمْرِي . Artinya: “Dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku. (yaitu) Harun, saudaraku. teguhkanlah dengan dia kekuatanku. dan jadikankanlah dia sekutu dalam urusanku.” (QS Taha ayat 29-32). Pakar tafsir Alquran yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Pasca Tahfiz Bayt Alquran, KH Syahrullah Iskandar mengatakan bahwa yang disebut dengan nepotisme sejatinya adalah kesukaan dan kecenderungan yang berlebihan kepada orang dekat sehingga memprioritaskannya dalam menduduki sebuah jabatan. Menurutnya perilaku ini termasuk perilaku tercela dalam Islam karena mengabaikan prinsip keadilan. Sebab pertimbangan utamanya adalah hanya relasi kekeluargaan dan faktor kekerabatan tanpa memperhatikan kapabilitas, profesionalitas, dan sikap amanah. Kiai Syahrullah menjelaskan bahwa sebuah jabatan adalah amanah. Sehingga butuh kesiapan dan kemampuan bagi orang yang mengembannya. Kiai Syahrullah mengatakan bahwa sahabat Abu Dzar radiyallahu anhu pernah meminta kepada Rasulullah SAW agar dirinya dapat menduduki sebuah jabatan publik. Meski Abu Dzar dikenal sebagai sahabat yang saleh dan dekat dengan Rasulullah SAW, tapi Rasulullah menilai Abu Dzar belum pantas menduduki jabatan tersebut karena besarnya amanah yang akan ditanggungnya. “Meski faktor kedekatan dan kesalehan individu Abu Dzar tidak diragukan, tetapi menduduki sebuah jabatan publik mensyaratkan lebih dari itu. Sebuah jabatan di akhirat kelak berubah menjadi sebuah siksa dan penyesalan jika diabaikan,” terang Kiai Syahrullah kepada 1miliarsantri.net, Kamis (26/10/2023). Lebih lanjut Kiai Syahrullah mengatakan, Rasulullah SAW menekankan dua hal yang harus terpenuhi ketika menduduki sebuah jabatan, yaitu kepantasan dalam mengembannya dan memperolehnya dengan cara yang baik serta menunaikannya secara baik juga. “Ini bukan berarti kerabat atau orang dekat tidak boleh menduduki sebuah jabatan. Yang diperlukan adalah kapasitas individu, integritas, dan kemampuan mengemban amanah dengan baik yang lebih diprioritaskan menjadi dasar pertimbangannya, bukan faktor kekeluargaan atau kekerabatan,” lanjut Kiai Syahrullah. Sebagaimana kisah Nabi Musa yang mengangkat Nabi Harun untuk membantunya memimpin Bani Israil adalah karena Nabi Musa melihat kapasitas dan integritas Nabi Harun yang dianggap mampu membantunya. Begitupun kisah Nabi Yusuf pun mengandalkan kapasitas pribadinya ketika untuk menjabat sebagai bendahara di Kerajaan Mesir. “Nabi Yusuf ketika meminta untuk menduduki posisi bendahara di Kerajaan Mesir, yang dia andalkan adalah kapasitas pribadinya, yaitu hafizh dan amin. Kata hafizh yang berarti “pemelihara” didahulukan penyebutannya dari kata alim yang berarti “sangat mengetahui” sebagai tanda bahwa memelihara amanah jauh lebih diprioritaskan dari sekadar penguasaan ilmu. Keduanya menjadi prasyarat menduduki sebuah jabatan,” pungkas Kiai Syahrullah. (yan) Baca juga :

Read More

Bolehkah Umroh Bersama Sang Pacar

Jakarta — 1miliarsantri.net : Belakangan ini di media sosial X (sebelumnya Twitter) beredar tangkapan layar (screenshot) Instagram Story seseorang yang tampaknya pergi ibadah umroh bersama pacarnya. Lalu ada yang bertanya bolehkah hal tersebut dilakukan? Seseorang ini menjawab “Udah nanya sama Ustad, Boleh kok yang penting niatnya ya ibadah. Aplg mumpung di tanah suci. Doa yang kenceng kalo jodoh dilancarin kalo ga ya nangis sih tp pasrah ikhlas. Aamiin,” tulisnya di Story. Pimpinan Ma’had Aly Zawiyah Jakarta, Ustadzah Badrah Uyuni mengatakan menegaskan beribadah ke Tanah Suci seharusnya dilakukan dengan mahram. “Tapi pertanyaannya kalau misalnya boleh enggak umroh sama pacar? Umroh itu harusnya berangkat sama mahram ya, bukan sama pacar,” terang Ustadzah Badrah kepada 1miliarsantri.net, Selasa (24/10/2023). Namun, Ustadzah Badrah melanjutkan, kemudian ada perdebatan ulama dalam hal itu khilafiyah tentang sebenarnya bersama siapa perempuan keluar. Ada pendapat, misalnya rombongan perempuan atau kita percayakan dengan ada ustaznya tetapi ada perempuan yang lainnya, maka itu diperbolehkan. Dia mengungkapkan suami-istri umrah dan umroh dengan orang tua adalah hal biasa. Namun, kalau umrah dengan pacar, dia mempertanyakan tujuan ibadah itu. “Suami istri umroh, biasa, dengan orang tua, biasa, tapi kalau dengan pacar dia niatnya ibadah atau mau apa? Gitu,” ungkapnya. Umroh bersama kawan-kawan kantor itu juga biasa, tetapi tujuannya untuk ibadah agar kita ada teman bersama. Menurut Ustadzah Badrah, dia juga mendengar kisah-kisah, seperti umroh bersama pacar, umroh bersama selingkuhan. Mereka berjanji bertemunya malah di tempat umroh. “Kalau misalnya kita lihat juga fenomena dan hadits-hadits Nabi bahwa di akhir zaman nantinya orang datang buat umroh itu bukan untuk ibadah, melainkan buat jalan-jalan saja, untuk ziarah biasa saja. Itu memang terjadi pada saat ini, karena mereka sibuk selfie, sibuk dengan bukan yang niatnya ibadah tapi jalan-jalan menghabiskan uang walaupun istilahnya lagi ngecharge,” lanjut Ustadzah Badrah. Ia melanjutkan, dari kesemuanta ternyata bahwa itu semuanya berlaku karena kondisi keimanan mereka sendiri-sendiri. Ada yang memang benar-benar pure ibadah, tapi sisanya gimana? “Karena kan hakikatnya ibadah umroh itu kan paling sejam, dua jam, tiga jam ya, dari ambil miqat, lalu dia tawaf, lalu dia sa’i, habis itu tahalul, itu kan enggak terlalu lama sebenarnya. Sisanya apa yang akan dia lakukan, sedangkan itu di Tanah Suci,” ujarnya. Maka secara hukum umroh bersama siapa pun harusnya boleh, Ustazah Badrah menuturkan, tapi kalau misalnya diisi dengan kemaksiatan itu menjadi haram. “Nah kalau misalnya sengaja dengan pacar gimana? Pacar belum tentu jadi lho, itu kadang-kadang kita tuh malah jagain jodoh orang, mau ngapain?” imbuhnya. Saat ditanya sebaiknya bersama siapa kita umroh, Ustazah Badrah menjawab bersama mahram. Yaitu, orang tua, suami bagi yang sudah bersuami, anak, dan keluarga. “Boleh dengan teman-teman, maksudnya untuk saling menasihati dalam kebaikan dan menyemangati dalam beribadah,” pungkasnya. (Iin) Baca juga :

Read More

Pesantren Cendekia Amanah Selenggarakan Pelatihan Bisnis Sayur Hidroponik

Jakarta — 1miliarsantri.net : Memperingati Hari Santri 2023, Pesantren Cendekia Amanah (PCA) menyelenggarakan pelatihan bisnis sayur hydroponik. Pelatihan ini diikuti 17 pesantren se-Jabodetabek untuk menciptakan ketahanan pangan dan penguatan ekonomi pesantren. Pengasuh PCA KH Cholil Nafis mengatakan, pesantren harus memaksimalkan fungsinya. selain sebagai tempat pendidikan dan dakwah juga sebagai pengembangan ekonomi keumatan. “Pesantren harus menjadi sentra ekonomi dan pasar pemberdayaan umat. Pesantren yang lekat dengan masyarakat dapat dijadikan basis pemberdayaan ekonomi umat,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Minggu (22/10/2023). Dia mengatakan, pesantren adalah pasar dan konsumen yang pasti. Selain para santri, alumni dan keluarga santri juga dapat merekatkan jaringan pasar antar pesantren dan jaringan bisnis dengan masyarakat umum. “Sementara ini, pesantren lebih banyak sebagai konsumen. Kini Sudah waktunya pesantren bisa menjadi produsen dan mengembangkan usaha yang bersekala besar hingga ekspor dan impor,” tambahnya.. Pelatihan ini utk menguatkan ikatan pesantren sekaligus fungsi pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren. (rid) Baca juga :

Read More

Dua Santri Jawa Timur Terpilih Menjadi Duta Santri 2023

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dua santri dari Jawa Timur terpilih sebagai Duta Santri 2023. Mereka adalah Nasikhul Huda dari Pondok Pesantren Al Jihad, Surabaya dan Duta Santri putri terpilih atas nama Norma Hasanatul dari Pondok Pesantren Luhur Malang. Kompetisi Duta Santri ini diselenggarakan di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Ketua Umum Duta Santri Nasional, Syifa’ Nurda Mu’affa mengatakan, kompetisi ini untuk menumbuhkan bakat yang dimiliki para santri dalam berbagai bidang sekaligus memberikan dampak positif pada kemajuan bangsa. “Kompetisi ini kami adakan setiap dua tahun sekali sebagai wujud komitmen dalam membangun negeri dan mendorong para santri menjadi agen perubahan yang positif, kami percaya bahwa santri memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan perdamaian dunia,” ujarnya kepada 1miliarsantri.net, Minggu (22/10/2023). Selain itu, yang menarik pada Duta Santri Nasional 2023 yakni mengapresiasi para desainer muda dalam menampilkan desain busananya untuk dikenakan oleh 48 finalis yang tengah berkompetensi. Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng. menyampaikan, program inisiatif ajang Duta Santri Nasional ini menjadi salah satu langkah positif dalam mempersiapkan para santri menjadi pemimpin masa depan. “Kami bersyukur atas kepercayaan yang diberikan serta meyakini acara ini akan menjadi wadah bagi para santri muda untuk menunjukkan potensi terbaik mereka, dan mengekspresikan pemikiran mereka dalam memajukan peradaban global,” terangnya. Jazidie mengungkapkan, jihad di zaman yang sangat kompleks saat ini, tidak lagi merujuk pada pertempuran melainkan perjuangan intelektual. Ada empat hal yang menjadi tantangan dalam jihad santri kedepannya, yakni memperjuangkan keadilan, meningkatkan pendidikan, mengupayakan kesehatan, dan menghapus kemiskinan. “Meyakini jihad santri ke depan, Unusa sebagai lembaga pendidikan, melakukan upaya kontribusi salah satunya dengan membentuk research center dan research group di masing-masing fakultas. Dan bentuk implementasi tersebut adalah terwujudnya pusat penelitian Center of Environmental Health for Pesantren (CEHP),” tandasnya. Dia berharap para santri sebagai pejuang ilmu, terus semangat melakukan jihad intelektual dalam mengembangkan pengetahuan dan mengikuti transformasi teknologi digital. Unusa menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung inisiatif-inisiatif yang menjadi peran santri dalam mendedikasikan baktinya dan menjalankan misi-misi yang diemban oleh Nahdlatul Ulama sekaligus senantiasa memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara. Duta Santri Nasional telah menjadi bagian penting sejak 2016 dalam perayaan Hari Santri Nasional. Kompetisi ini diikuti oleh 6.431 santri yang tersebar di 37 provinsi di Indonesia, hingga akhirnya terpilih 48 finalis yg lolos dalam babak grand final di Auditorium Unusa, Jumat (19/10/2023). (kik) Baca juga :

Read More

Polri Beri Peluang Hafiz dan Hafizah Untuk Menjadi Anggota Kepolisian

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan merekrut para hafiz dan hafizah berprestasi untuk menjadi anggota polisi. Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Ahmad Zayadi mengatakan, para hafiz bisa diberdayakan di kepolisian untuk mengisi ruang-ruang keagamaan di masyarakat. “Apabila sudah memiliki otoritas, penerimaan masyarakat akan semakin baik. Apalagi diperoleh dari polisi yang hafiz dan ahli tafsir dengan paham keagamaan moderat,” ungkap Zayadi kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (21/10/2023). Zayadi menyampaikan, rencana perekrutan tersebut menjadi keputusan yang dihasilkan dari pertemuan antara Direktorat Penerangan Agama Islam Kementerian Agama bersama Biro SDM Mabes Polri, di Jakarta belum lama ini. Ia menjelaskan, dalam perekrutan tersebut, teknis persyaratan standar diserahkan ke instansi kepolisian. Nantinya, Kantor Wilayah Kementerian Agama dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) di daerah memegang data para hafiz per tiga tahun. “Kita menghargai kecakapan minimal yang menjadi standar di kepolisian. Mudah-mudahan formasinya akan banyak dan akan disebarkan ke Polda-polda,” tambah Zayadi. Ia berharap, perekrutan tersebut menjadi pionir yang dapat memantik kementerian atau instansi lainnya dalam memberdayakan para hafiz berprestasi. “Saya bayangkan mereka ada di setiap masjid kementerian, masjidnya dimakmurkan oleh alumni juara MTQ ataupun STQH yang moderat,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala Biro Dalpers SSDM Polri, Brigjen Pol Nurworo Danang diwakili Kabagdiapers Biro Dalpers SSDM Polri, Kombes Pol Fadly Samad mengatakan, Polri sejak tahun 2019 telah melakukan rekrutmen proaktif melalui jalur afirmatif, penghargaan, dan prestasi. Hal itu tertuang dalam Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2019 Tentang Rekrutmen Proaktif Calon Anggota Polri. “Tahapan rekrutmen itu sudah ada ketentuannya, hanya standarnya kita agak turunkan untuk rekrutmen proaktif, karena tidak mungkin disamakan. Standar ini nantinya diterapkan di masing-masing daerah dengan persyaratan yang disesuaikan,” tutur Fadly saat ditemui 1miliarsantri.net di Kantor Mabes Polri. Fadly mengatakan, para hafiz dan hafizah di kepolisian dapat melakukan kegiatan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) melalui pendekatan agama. Ia menginformasikan, perekrutan ini akan dibuka pada bulan November hingga Desember dengan formasi sebanyak 700 anggota melalui rekrutmen proaktif. (wink) Baca juga :

Read More