Fatwa MUI Pengaruhi Kesadaran Masyarakat Tak Membeli Produk Terafiliasi Israel

Jakarta — 1miliarsantri.net : Gerbang Kebangkitan Produk Nasional (Pronas) dan Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) menanggapi hasil survei Halal Watch yang menyebut Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 mempengaruhi kesadaran konsumen untuk membeli produk lokal yang tidak terafiliasi Israel. Sejalan dengan hal tersebut, baru-baru ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menegaskan penolakannya terhadap kapal perdagangan Israel yang akan berlabuh di Indonesia. “Beberapa waktu yang lalu muncul isu juga mengenai kapal Israel. Saya ingin menegaskan bahwa pelabuhan-pelabuhan Indonesia tidak akan digunakan untuk melayani kepentingan Israel. Tegas itu,” ungkap Jokowi dalam keterangan pers yang diunggah di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (26/1/2024). Ketua Gerbang Pronas, Fuad Adnan mengungkapkan, Penegasan dari Presiden Jokowi terkait penolakan pelabuhan Indonesia terhadap kepentingan Israel dan Hasil survei Halal Watch tersebut semakin memperjelas bahwa aksi boikot dan upaya menggunakan produk lokal terjadi pada masyarakat dan konsumen. Ini juga membuktikan segala bentuk kampanye anti produk Israel yang dilakukan oleh banyak pihak, sangat efektif dan berhasil. Gerbang Pronas juga mengklaim hasil survei tersebut juga disebabkan oleh manuver kampanye yang dilakukan banyak masyarakat sipil. Aksi mereka dalam menjelaskan keterkaitan produk-produk terafiliasi Israel, membuat masyarakat peduli dan sadar untuk menggunakan produk-produk lokal-nasional yang lebih tegas bersikap dalam mengutuk tindakan kejahatan Israel di Palestina. “Dan, tentu saja, hasil survei Halal Watch tersebut adalah efek dari kampanye yang dilakukan oleh organisasi Islam dan masyarakat sipil. Mereka mampu menjelaskan secara utuh produk-produk mana yang terafiliasi dengan Israel dan mendukung genosida zionis Israel atas Palestina,” jelas Fuad. Sependapat, Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) juga menganggap konsumen muslim di Indonesia mulai berani mengambil tindakan tegas untuk berkontribusi menghentikan aksi biadab Israel. Mereka tidak hanya memahami bahwa produk-produk ini memberikan dukungan kepada Israel, tetapi berupaya untuk menghentikan kejahatan Israel dengan memboikot dan menggunakan produk-produk lain sebagai alternatif. “YKMI percaya konsumen muslim di Indonesia mulai sadar dan mengambil kontribusi dalam upaya untuk menghentikan pembantaian zionis Israel di Palestina. Satu-satunya cara yang mungkin bisa dikerjakan hari ini adalah ikut melakukan pemboikotan dan menggunakan produk lokal yang tidak terafiliasi dengan Israel,” ujar aktivis YKMI, Megel Jekson. Bagi YKMI, secara spontan, aksi ini tidak akan bisa dihentikan sampai tindakan kejahatan Israel di Palestina juga tidak berhenti. Konsumen muslim Indonesia akan terus mengambil langkah pemboikotan dan mengalihkan penggunaannya kepada produk lokal sebagai alternatif pengganti. “Percayalah, aksi ini tidak akan berhenti bahkan terus membesar dan meluas. Tetapi sekali lagi, supaya produktif, momentum ini harus jadi upaya untuk membesarkan produk lokal dan nasional milik orang Indonesia. Caranya dengan mengganti dan mengalihkan produk terafiliasi Israel dengan produk lokal dan nasional,” kata Megel. Gerbang Pronas dan YKMI pun mendukung aksi walkout yang dilakukan Menlu Retno di Dewan Keamanan (DK) PBB. Menurut keduanya, aksi walkout tersebut menegaskan posisi Bangsa Indonesia yang menolak dan melawan kejahatan biadab Israel atas Palestina. Seperti diketahui Menlu Retno sengaja melakukan aksi walkout dari forum DK PBB. Menlu Retno beralasan melakukan hal tersebut karena Israel secara terbuka menyatakan upayanya untuk menghalangi berdirinya negara Palestina di sana. (Iin) Baca juga :

Read More

Siti Aminah Cendrakasih, Artis Senior yang Jadi Google Doodle

Jakarta — 1miliarsantri.net : Mendiang almarhummah Hj Siti Aminah Cendrakasih tiba-tiba menjadi ilustrasi Google Doodle, Senin (29/1/2024). Pemasangan karikatur sosok yang lekat dengan sebutan “Mak Nyak” disebut Google sebagai perayaan hari ulang tahun ke-86 artis senior Indonesia tersebut. Dalam Google Doodle hari ini, Aminah Cendrakasih mengenakan kerudung krem, seperti dalam kesehariannya dulu. Ilustrasi Aminah Cendrakasih tersebut diposisikan dalam frame televisi sebagai simbol puncak kariernya di dunia hiburan. Sementara tulisan Google dalam ilustrasi tersebut dihiasi dengan bunga dan corak batik di bagian latarnya. Lalu siapa Aminah Cendrakasih? Laman Google Doodle menyebutkan Aminah Cendrakasih sebagai salah satu entertainer terproduktif dan populer di Asia Tenggara pada masanya. Lahir di Magelang, 29 Januari 1938, Aminah lahir dari ayah yang seorang komedian dan sang ibu seorang aktris. Di masa remajanya, dia mengikuti jejak orang tuanya untuk berkarir di dunia hiburan. Kemudian pada tahun 1955, Aminah memulai debutnya di dunia hiburan lewat “Oh, Ibuku”. Di tahun yang sama, ia berakting bersama ibunya sendiri di Gambang dari Semarang dan mendapatkan peran utama pertamanya dalam “Ibu dan Putri”. Aminah lalu dipercaya untuk berperan di film tari populer “Serampang 12”. Penampilannya di film yang mengangkat kisah cinta dewasa, dinilai karismatik dan memikat penonton di seluruh Indonesia. Dari sini, nama Aminah Cendrakasih mulai menaiki tangga popularitas. Selama beberapa dekade berikutnya, Cendrakasih mendapatkan lebih dari 100 peran dalam acara dan film terkenal seperti Taman Harapan (Taman Harapan) dan Si Doel Anak Sekolahan (Doel Anak Sekolah). Lewat perannya sebagai Lela di serial Si Doel Anak Sekolahan, panggilan Mak Nyak mulai melekat pada dirinya. Ia pun langsung dikenal oleh semua generasi dan kalangan di Indonesia. Sepanjang kariernya di dunia perfilman, Aminah berhasil meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Lifetime Achievement Awards dari Festival Film Bandung dan Penghargaan Film Indonesia. (Iin) Baca juga :

Read More

Wujudkan Eco-Pesantren, Adaro Lakukan Program Konservasi Bambu di Kalimantan Selatan

Tabalong — 1miliarsantri.net : Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) bersama Self Learning Institute melakukan program konservasi bambu di Pondok Pesantren Teknologi Pertanian Al Islam Desa Kambitin Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Program tersebut merupakan bagian dari komitmen wujudkan Eco-pesantren. Perwakilan Ponpes Al Islam, Ustadz Hakim, mengatakan, pesantren siap dan berkomitmen untuk dapat menjalankan kegiatan eco-edu-tourism ini, mengingat dapat berdampak besar pada kesejahteraan dan image baik ponpes. “Program konservasi bambu ini sebagai program unggulan dalam rangka mewujudkan Ponpes Al-Islam sebagai eco-pesantren,” terang Ustadz Halim di Tabalong melalui keterangan pers, dikutip Selasa (29/1/2024). Dia menyampaikan rasa syukur karena program ini berlanjut. Hal tu mengingat sebelumnya para santri di Ponpes Al Islam mendapat pelatihan pengolahan bambu oleh Yayasan Bambu Indonesia. “Alhamdulillah setelah mendengar paparan konsep dan arah pengembangannya, kami mendapat angin segar dan harapan baru untuk pesantren, khususnya untuk program bambu ke depannya,” tambahnya. Program bambu yang diinisiasi Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) sendiri merupakan bagian dari Program Adaro Santri Sejahtera (PASS) di Ponpes Al Islam Kambitin. Dengan fokus kegiatan untuk dapat memetakan kompleksitas yang dihadapi, baik oleh ponpes maupun YABN ketika memulai dan menjalankan program bambu itu serta membentuk dan memperkuat kelembagaan dalam menjalankan budidaya bambu. Selain penguatan kelembagaan juga diberikan berbagai praktik pertanian alami bagi kalangan ponpes dengan harapan ilmu yang diterima bermanfaat untuk pengembangan budidaya bambu dan tanaman lain. Sementara, Perwakilan Self Learning Institute, Mochammad Irvan Efrizal, menjelaskan, budidaya bambu di Ponpes Al Islam sangat mendukung untuk mewujudkan Eco-Pesantren. Budidaya bambu yang terintegrasi dengan pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam di sekitarnya bagian dari pembelajaran bagi santri. “Santri dapat menjadi agen perawat dan pelestari lingkungan sebagai langkah konkrit dalam menjawab tantangan krisis ekologi saat ini,” jelas Irvan. Penanaman bambu sendiri adalah upaya untuk menjawab tantangan krisis ekologi yang terjadi saat ini dan juga sebagai upaya perbaikan kualitas lingkungan. Mengingat bambu salah satu tanaman yang menghasilkan 62 ton oksigen per hektare dan dapat menyerap 88 ton karbondioksida dalam setahun. Selain itu, bambu adalah tanaman yang dapat mengkonservasi air dan dalam satu rumpunnya dapat menyimpan hingga 5.000 liter air. Irvan menyebutkan, adanya kawasan konservasi bambu di Ponpes Al Islam maka kualitas udara dan cadangan air untuk kebutuhan pondok pesantren dan masyarakat sekitar akan menjadi lebih baik. (gun) Baca juga :

Read More

Menag Resmikan Gedung ITC UIN Malang Yang Mampu Menampung 5000 Mahasiswa

Malang — 1miliarsantri.net : Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meresmikan gedung Ma’had dan Islamic Tutorial Center (ITC) di Kampus III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Gedung Ma’had atau Asrama ini didesain mampu menampung 5 000 mahasiswa baru. “Peresmian gedung ditandai dengan pemotongan pita, dan kita semua sama-sama bisa menyaksikan peresmian gedung Ma’had dan ITC UIN Malang. Semoga kita semua diberikan nikmat sehat dan kelancaran,” terang Menag kepada 1miliarsantri.net, Ahad (28/1/2024). Ma’had yang dibangun UIN Malang ini merupakan satu-satunya asrama yang mampu menampung seluruh mahasiswa tingkat pertama. Menag mengingatkan, dengan pembangunan gedung megah ini, ada beban berat yang diemban, “Dengan beban berat ini, tentu tantangannya tidak mudah. Nah hal itulah yang perlu bersama kita cari solusinya. Terutama terkait keberlanjutan pemanfaatan gedung tersebut,” ungkap Menag. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan aset yang dimiliki Perguruan Tinggi. Menurutnya, banyak aset yang bisa dimanfaatkan dengan baik dalam upaya menyokong keberlanjutan operasional kampus. “Karena membangun dinilai lebih lebih mudah, dibanding mempertahankan kelayakan fungsi dari gedung tersebut. Jadi harus ada kreatifitas dalam mengelola keuangan kampus. Agar berkelanjutan dalam pengelolaan operasional gedungnya,” lanjutnya. Selain itu, upaya lain yang bisa dilakukan adalah terkait tata laksana pengelolaan asrama. Menurut Gus Men, hingga saat ini, belum ada kejelasan struktur organisasi yang membuat pengelolaan lebih profesional. “Kemudian terkait status struktur di Ma’had, jangan dibiarkan tidak jelas. Ini perlu diperbaiki. Harus menjadi hal yang bergengsi, agar lebih baik,” imbuhnya. Ia pun berharap gedung megah ini dapat memberikan manfaat yang besar, baik kepada mahasiswa maupun pengembangan keilmuan. Terakhir, Menag merasa senang dengan proses pembangunan yang begitu cepat. Bahkan, masih menyisakan 100 hari lebih dari target yang ditetapkan. “Karena tergolong cepat pengerjaannya, semoga ini dicontoh oleh yang lain,” harapnya. Rektor UIN Malang, M Zainudin menjelaskan bahwa gedung Ma’had dan ITC dibangun di area Kampus III UIN Malang dengan desain lafadz basmalah (Bismillahirrahmanirrahim). “Tahap pertama yang dibangun sekarang ini adalah lafadz Ar-Rahim, dengan biaya dari SFD dan dana pendamping proyek dari Pemerintah Indonesia dengan total 63, 9 juta USD atau Rp960 Miliar yang dibangun di atas lahan 12 ha dari total tanah 100 ha,” jelasnya. “Tahun ini, UIN Malang berencana menerima 5.500 mahasiswa S1, sesuai dengan kapasitas ma’had. Karena di kampus ini seluruh mahasiswa baru wajib tinggal di ma’had selama minimal satu tahun untuk pengembangan wawasan keislaman khas pesantren dan penguatan karakter,” bebernya. Ke depan, lanjut Rektor, setelah selesainya pembangunan gedung Ar-Rahim ini diharapkan dapat menerima mahasiswa baru hingga 7-10 ribu untuk memenuhi Angka Partisipasi Kasar (APK) dalam rangka Perluasan Akses Pendidikan. Terakhir, Zainudin mwngucapkan terima kasih atas dukungan Menteri Agama dalam pembangunan ini, Ia pun berharap pembangunan bisa segera rampung. “Semoga proses pembangunan kampus III ini lancar sesuai target, dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tutupnya. (fin) Baca juga :

Read More

Hotel Jabal Omar Memiliki Musholla Gantung Yang Menjadi Ruang Shalat Tertinggi di Dunia

Mekkah — 1miliarsantri.net : Landmark Mekkah yang terkenal, The Address Prayer Hall, mencatat sejarah sebagai ruang shalat tertinggi di dunia dan mendapatkan pengakuan dari Guinness World of Book Record. The Address Prayer Hall merupakan ruang shalat gantung, bagian dari Hotel Jabal Omar sebuah hotel mewah, yang terletak di Kota Suci, Mekkah. Jabal Omar Hotel adalah salah satu hotel terbesar dengan beberapa kamar dan suite bersama dengan restoran, kafe, spa, dan pusat kebugaran. Hotel ini terletak di dekat masjid suci yang meningkatkan nilainya. The Address Prayer Hall terletak 165 meter di atas tanah. Area ini menawarkan pemandangan Masjidil Haram dan Kakbah yang menakjubkan. Menurut Guinness Book of World Records, posisi ruang shalat ini berada di jembatan gantung yang menghubungkan dua menara hotel terkenal tersebut. Memiliki desain arsitektur yang megah, The Address Prayer Hall menawarkan pengalaman spiritual dan membuka keindahan Makkah. Mushola gantung ini memberikan sensasi yang luar biasa dan menjadi tempat di mana orang dapat ikut berdoa dengan pemandangan Ka’bah, yang membuatnya makin terasa lebih dekat dengan Allah. Hotel ini dimiliki oleh sektor real estate terkemuka, Jabal Omar Development Company yang bertujuan untuk mengembangkan kawasan di sekitar masjid suci untuk memfasilitasi jamaah dari seluruh dunia dan memberikan layanan berkualitas tinggi kepada pengunjung. Selain hotel ternama, perusahaan ini juga sedang mengerjakan beberapa proyek lain untuk menambah keindahan Mekkah Dengan Address Hall yang mendapat predikat sebagai ruang shalat tertinggi, Mekkah seperti memiliki keajaiban baru selain tempat suci tersebut. Inovasi dan tradisi bekerja sama untuk mengembangkan wilayah Mekkah. (dul) Baca juga :

Read More

Sekitar 1,1 Juta UMKM Nahdliyin Kesulitan Akses Pasar

Surabaya — 1miliarsantri.net : Salah satu kendala pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah akses pasar dan permodalan. Hal ini pula yang dialami oleh sekitar 1,1 juta anggota UMKM Nahdliyin yang tergabung dalam Perkumpulan Andalan Nahdliyin UMKM Indonesia (PERAN UMKM Indonesia). Keluhan itu yang mereka sampaikan saat bertemu Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, di Graha Kadin Jawa Timur, Kamis (25/1/2024) lalu. Ketua Umum PERAN UMKM Indonesia, KH M Endy Setyo Lesmana menjelaskan, sejak Juli 2023 jumlah anggota lembaganya berjumlah 1,1 juta. Namun, akses pasar dan permodalan selalu saja menjadi kendala yang dihadapi oleh anggotanya. “Kami bersyukur anggota kami memiliki produk yang cukup berkualitas. Namun, saat kami ingin memperluas pasar, kendala yang kami hadapi adalah akses pasar, utamanya pasar modern dan kendala permodalan,” ungkap Gus Endy, sapaan karib KH Endy Setyo Lesmana. Padahal, kata Gus Endy, minat masyarakat terhadap usaha UMKM cukup tinggi. Pun halnya selama ini UMKM menjadi penopang perekonomian nasional, karena pelakunya adalah masyarakat di tingkat akar rumput. “UMKM yang bergabung di kami sangat besar. Tahun ini kemungkinan jumlahnya akan bertambah menjadi 1,8 juta UMKM. Secara nasional, UMKM yang tergabung di lembaga kami sebanyak 6,8 juta dengan berbagai klasifikasi,” jelas Gus Endy. Gus Endy meminta saran kepada Ketua DPD RI agar untuk dapat mengurai persoalan yang mereka hadapi. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD RI langsung mengkoneksikan PERAN UMKM Indonesia kepada Kadin Jatim untuk berkolaborasi meningkatkan kualitas produk mereka, agar mendapat akses pasar yang lebih luas. “Di Kadin Jatim ini, kebetulan saya yang menginisiasi melalui Kadin Institute, itu memang dibangun untuk membantu UMKM. Nanti ada pendidikan vokasinya, ada kurasinya, sehingga produk UMKM kita sesuai dengan standar pasar modern dan standar ekspor,” kata LaNyalla. Jika sudah mengikuti pendidikan vokasi, kurasi dan lain sebagainya di Kadin Jatim, Senator asal Jawa Timur itu menilai akses permodalan bisa difasilitasi oleh Kadin Jatim. “Tentu menjadi anggota Kadin Jatim terlebih dahulu. Atau solusi lainnya, buat koperasi. Nanti dikawal oleh Kadin Jatim,” tutur LaNyalla. Di sisi lain, LaNyalla menilai, negara perlu memberdayakan dan berpihak kepada pelaku ekonomi golongan bawah yaitu UMKM, yang jumlahnya lebih dari 60 juta unit usaha, tersebar di lebih dari 500 kabupaten/kota di Indonesia. LaNyalla juga menekankan bahwa DPD RI mengadvokasi Demokrasi Ekonomi yang inklusif agar tercipta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. LaNyalla menyebut, fakta yang terjadi saat ini semakin kuat dan kaya seseorang, maka mereka semakin melupakan masyarakat di bagian bawah piramida ekonomi, sehingga disparitas ekonomi dan sosial semakin melebar. Hal ini diperparah dengan semakin kuatnya cengkraman oligarki ekonomi yang dipelihara oleh oligarki politik. Maka, menurut LaNyalla, solusinya adalah kembali ke UUD 1945 naskah asli. Dengan begitu, LaNyalla yakin UMKM akan semakin maju karena rakyat memiliki kedaulatan ekonomi. “Dengan sistem Ekonomi Pancasila, UMKM akan hidup. Karena sudah sangat jelas dalam sistem ini negara harus berkuasa penuh atas bumi, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya. Termasuk, menguasai cabang-cabang produksi yang penting bagi hajat hidup orang banyak,” ujar LaNyalla. Di mana, lanjutnya, ekonomi Indonesia dijalankan dengan tiga pilar utama, yakni koperasi atau usaha rakyat, perusahaan negara dan swasta, baik nasional maupun asing. Dengan ketiga pilar itu, terdapat garis demarkasi tegas antara wilayah public goods dan commercial goods, serta irisan di antara keduanya. Sehingga terjadi public, private, people partnership. “Jika kita membaca konsep ekonomi usaha bersama yang dirumuskan para pendiri bangsa kita, maka keterlibatan rakyat itu mutlak dan wajib,” pungkasnya. (har) Baca juga :

Read More

Survey Menunjukkan 50 Persen Gen-Z Aktif Boikot Produk Pro Israel

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sebuah studi baru-baru ini di Turki mengungkap bahwa Generasi Z atau Gen Z paling tinggi berpartisipasi dalam memboikot merek-merek yang mendukung Israel. Persentasenya adalah sebanyak 50 persen. Studi komprehensif itu dilakukan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Istanbul, Departemen Pemasaran yang dipimpin oleh Pofesor Süphan Nasir dan asisten peneliti Merve Kır. Menurut laporan tersebut, dari 1.384 tanggapan valid dari total 1.545 peserta, 50 persen Generasi Z secara aktif atau sebagian memboikot merek yang ditargetkan. “Sementara Generasi Y menunjukkan tingkat partisipasi sebesar 40 persen. Sebaliknya, partisipasi Generasi X dan Baby Boomers hanya berkisar 20 persen,” ungka Nasir seperti dikutip dari Daily Sabah, Kamis (25/1/2024). (Iin) Baca juga :

Read More

LaNyalla : Mubaligh Wajib Sampaikan ke Umat, Cinta Tanah Air Bagian dari Iman

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memaparkan peran penting Mubaligh terhadap umat. Mubaligh merupakan orang yang menyampaikan ajaran Islam, baik secara lisan maupun tulisan. Oleh karenanya, Mubaligh menjadi ujung tombak bagi umat dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Termasuk, pesan-pesan keagamaan terkait bagaimana kita sebagai umat Islam ikut andil membangun bangsa dan negara. Sebab, kata LaNyalla, mencintai Tanah Air juga merupakan bagian dari iman. LaNyalla mengutip Kiai Baha’udin Nursalim atau akrab dipanggil Gus Baha yang mengatakan bahwa terdapat Hadist Nabi yang menyatakan bahwa memikirkan kemaslahatan umat, bangsa dan negara, itu nilainya setara dengan ibadah selama 60 tahun. “Oleh karenanya, saya sampaikan terima kasih kepada Ikatan Mubaligh Indonesia (IMI) Kota Surabaya yang masih memikirkan tentang penguatan sistem bernegara Indonesia, khususnya sebagaimana dirumuskan para pendiri bangsa kita,” ungkap LaNyalla kepada 1miliarsantri.net, Selasa (23/1/2024). Menurut LaNyalla, peran yang diambil oleh para Mubaligh dalam membangun bangsa dan negara dari perspektif teologis merupakan hal yang lumrah. Sebab, Allah SWT telah memerintahkan kepada kita untuk menjaga bumi dari kerusakan. Sebab pada hakikatnya, Senator asal Jawa Timur itu menyebut kita tidak punya hak memiliki bumi ini. “Maka, kita wajib menjaga dari kerusakan dan tindakan yang melampaui batas. Oleh karena itu, membahas dan membicarakan tentang sistem bernegara atau aturan main dalam menjalankan negara menjadi sangat penting,” tutur LaNyalla. Berbicara aturan main, LaNyalla menyebut tentu saja kita akan membahas konstitusi atau Undang-Undang Dasar yang merupakan payung hukum tertinggi di semua negara, termasuk Indonesia. Hal ini menurutnya merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk menjaga bumi dari kerusakan. “Karena sejatinya, nilai-nilai spiritualisme tidak boleh dikalahkan oleh nilai-nilai materialisme,” tegas LaNyalla. Pada kesempatan itu, LaNyalla menegaskan bahwa ia tak memiliki agenda politik untuk terlibat dalam pemenangan salah satu calon presiden dalam kontestasi Pemilu Langsung yang tengah berjalan. Satu-satunya agenda yang diusung LaNyalla adalah mengalahkan mazhab individualisme, pragmatisme dan materialisme yang telah menyusup ke dalam sistem bernegara di Indonesia, sejak Undang-Undang Dasar 1945 diubah atau diamandemen pada tahun 1999 hingga 2002 yang lalu.Ini penting untuk didengarkan dan dipahami,” kata LaNyalla menjabarkan. LaNyalla melanjutkan, sebagai sebuah bangsa, Indonesia telah memiliki sistem bernegara tersendiri. Sistem yang paling sesuai dengan watak asli bangsa Indonesia yang super majemuk. “Sistem yang telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa. Sistem tersebut bukanlah nilai-nilai barat yang liberal dan individualistik serta kapitalistik. Tetapi sayangnya, sistem itu kita buang dan kita ganti pada saat Reformasi, hanya karena penyimpangan yang dilakukan Orde Baru,” papar LaNyalla. Padahal seharusnya, yang dilakukan pada saat Reformasi adalah membenahi penyimpangan yang terjadi di era Orde Baru. Bukan sebaliknya, mengganti sistem bernegara. Sebab, kata dia, para pendiri bangsa kita telah melakukan uji tuntas atas semua sistem bernegara, baik ala Barat maupun Timur. “Sistem ala Barat maupun Timur tak ada yang cocok diterapkan di Indonesia. Maka, para pendiri bangsa kita telah merumuskan sistem sendiri yang berlandaskan Pancasila yakni Demokrasi dan Ekonomi Pancasila. Sistem asli yang lahir dari pemikiran para pendiri bangsa,” tegas LaNyalla. Yang terjadi kemudian, sejak Era Reformasi bergulir, kita merasakan betul bagaimana degradasi moral dan semakin marak terjadi. Oligarki ekonomi dan politik pun semakin menggurita. Pun halnya masyarakat, terjadi polarisasi dan pembelahan yang begitu terasa hingga ke akar rumput. Kemiskinan struktural dan ketidakadilan terjadi di mana-mana. Juga semakin banyak paradoksal yang kita lihat dan rasakan. Sekali lagi perlu saya sampaikan bahwa bangsa ini sebenarnya sudah punya sistem asli yang tak lagi kita terapkan. “Inilah yang saya katakan bahwa saya berniat dan berjuang untuk mengembalikan kemenangan mazhab bernegara yang sesuai dengan rumusan para pendiri bangsa, yaitu negara yang berfalsafah kepada asas Pancasila, dengan sistem bernegara asli Indonesia, yaitu sistem Syuro, yang sesuai dengan nilai-nilai yang diperjuangkan Islam,” urai LaNyalla. LaNyalla berharap para Mubaligh yang tergabung di dalam Ikatan Mubaligh Indonesia memiliki kesadaran kolektif, untuk kita mengajak umat Islam khususnya, dan seluruh bangsa Indonesia untuk bertaubat dari penerapan sistem liberal Barat yang dipaksakan diterapkan di Indonesia. “Yang ternyata memiliki daya rusak yang luar biasa terhadap nilai-nilai luhur bangsa dan negara ini. Mari kita hentikan kontestasi politik yang semata-mata ingin sukses meraih kekuasaan dengan cara Liberal. Karena telah menjadikan kehidupan bangsa kita kehilangan kehormatan, etika, rasa dan jiwa nasionalisme-patriotisme. Karena hanya menghasilkan buzzer-buzzer dimedia sosial yang memproduksi narasi-narasi jahat dan saling hujat,” ajak LaNyalla. Pada kesempatan itu, Ketua DPD RI didampingi Staf Khusus Sefdin Syaifudin, Pengamat Ekonomi-Politik Ichsanuddin Noorsy, Pegiat Konstitusi dr Zulkifli S Ekomei, Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto beserta jajaran dan Ketua Kadin Kota Surabaya HM Ali Affandi LNM beserta jajaran. Hadir pula ratusan anggota IMI Kota Surabaya di bawah kepemimpinan Ainur Rofiq. (har) Baca juga :

Read More

Sertifikat Halal Diterbitkan BPJPH Untuk 252.490 Pelaku Usaha Jatim

Surabaya — 1miliarsantri.net : Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) per 3 Januari 2024 telah menerbitkan 252.490 sertifikat halal untuk pelaku usaha di Jawa Timur (Jatim). Sekitar 98,52 persen di antaranya Industri Kecil dan Menengah (IKM). Menurut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, sertifikasi ini sangat penting bagi pelaku usaha untuk masuk ke dalam industri halal. Mengingat potensi pasar halal global terus tumbuh seiring dengan peningkatan permintaan produk halal di sektor makanan, fesyen, farmasi, kosmetik, pariwisata, media, rekreasi, serta keuangan syariah. Khofifah juga terus mendorong percepatan pelaksanaan sertifikasi halal. Baik oleh BPJPH maupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta lembaga lainnya. “Jika proses sertifikasi halal dioptimalkan, maka produk-produk halal dari Jatim akan bisa memberikan support lebih signifikan bagi pemenuhan kebutuhan unggas tidak hanya pada saat musim haji tapi juga Umrah saat Ramadan,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Selasa (23/1/2024). Sertifikasi halal adalah salah satu upaya untuk membawa Jatim menjadi pusat industri halal di Indonesia. Ia bahkan optimistis Jatim akan menjadi pusat Halal Value Chain (HVC) pada masa mendatang. “Kami berupaya mendorong pembentukan pusat-pusat halal (Halal Center) yang berfungsi sebagai lembaga pendampingan halal bagi industri. Khususnya IKM dan lembaga yang menghasilkan rekomendasi teknologi dalam pengembangan industri halal,” imbuhnya. Terkait hal itu, beberapa infrastruktur halal yang telah dikembangkan antara lain 12 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), 47 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H), 42 Rumah Potong Hewan (RPH) Ruminansia bersertifikat halal. Kemudian 44 Rumah Potong Hewan (RPH) Unggas bersertifikat halal, 305 orang Juru Sembelih Halal (Juleha) yang bersertifikat BNSP, Zona KHAS di Kantin ITS Surabaya dan sejumlah Kabupaten/Kota di Jawa Timur dan 47 Halal Center. (har) Baca juga :

Read More

Bupati Sambas Harapkan Pembangunan Masjid Harus Sejalan dengan Pembangunan Keumatan

Sambas — 1miliarsantri.net : Bupati Sambas, Kalimantan Barat Satono menjelaskan bahwa dengan terus hadir dan berdirinya masjid di sejumlah daerah juga harus sejalan dengan pembangunan keumatan. “Harapan saya masjid yang dibangun bukan untuk bermegahan. Tapi yang terpenting masjid yang dibangun nanti bisa betul-betul bermanfaat bagi pembangunan umat dan peningkatan SDM, ” ujarnya kepada 1miliarsantri.net, Senin (22/1/2024). Ia juga mengajak kepada seluruh warga untuk dapat memakmurkan masjid baik itu shalat maupun kegiatan keagamaan yang lain sehingga ke depan akan melahirkan generasi yang alim, berakhlak karimah, taat serta berbakti kepada orang tua bangsa dan negara. “Pesan saya kepada seluruh masyarakat untuk dapat memakmurkan masjid bukan hanya dengan shalat tapi dengan kegiatan lain seperti Taman Pendidikan Alquran (TPQ). saya yakin dengan mengajarkan ilmu agama kepada usia dini Insyaallah akan lahir generasi yang alim, berakhlak karimah , yang taat serta berbakti kepada orang tua, bangsa dan negara,” imbuhnya. Sebelumnya Bupati Sambas Satono meletakkan batu pertama Pembangunan Masjid Jami’ Baiturrahman di Desa Pancur, Kecamatan Tangaran. Dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang terkait atas terlaksananya peletakan batu pertama pembangunan Mesjid dan Pemerintah Kabupaten Sambas menyambut baik serta turut mendukung pembangunan masjid tersebut. “Saya menyambut baik dengan masyarakat pancur ini yang bersedia mewakafkan tanahnya untuk pembangunan Masjid Jami Baiturrahman. Tentu ini sejalan dengan visi misi Sambas berkemajuan poin pertamanya adalah beriman,” pungkasnya. (luk) Baca juga :

Read More