Muslim Pro Luncurkan Ask AiDeen Mudahkan Pengguna Hafal Al-Qur’an dan Memahami Islam

Jakarta — 1miliarsantri.net : Saat ini terdapat aplikasi gaya hidup Muslim yang berkantor pusat di Singapura. Namanya Muslim Pro, meluncurkan fitur terbarunya. Fitur tersebut yaitu “Ask AiDeen”, chatbot Islami yang didukung AI (artificial intelligence). Selain itu Muslim Pro juga melakukam pembaruan pada fitur Al-Qur’an. Chief Strategy Officer, Muslim Pro, Fara Abdullah mengatakan fitur tersebut memiliki fungsional untuk mendalami, menghafalkan, dan mempelajari Al-Quran. Adapun penyempurnaan fitur dirancang untuk menumbuhkan pemahaman dan hubungan yang lebih dalam dengan Islam. “Selain itu, fitur-fitur ini juga akan memberikan pengalaman yang lebih baik dan bermanfaat di bulan Ramadan,” urai Fara Abdullah, dalam keterangannya, dikutip Ahad (3/3/2024). Al-Quran merupakan elemen inti dalam Muslim Pro dan salah satu fitur yang paling banyak digunakan sepanjang tahun, terutama di kalangan pengguna Indonesia. Fara menyebutkan bahwa Indonesia duduk di peringkat teratas dan menjadi pasar utama Muslim Pro. “Muslim Pro mendesain ulang fitur-fiturnya untuk mendukung hafalan dan pemahaman Al-Qur’an melalui mode mendengarkan yang mudah digunakan, kuis interaktif, dan beragam alat pembelajaran,” bebernya. Peningkatan ini dirancang dengan cermat untuk memenuhi beragam kebutuhan komunitas Muslim, memastikan pengalaman Ramadan yang lebih baik dan bermanfaat. Fara mengaku memahami bahwa membaca dan menghafal Al-Quran adalah bagian penting dari Ramadan bagi masyarakat Indonesia. “Adanya alat hafalan modern yang mewakili perpaduan antara teknologi dan metode belajar Al-Quran tradisional, menciptakan sebuah terobosan baru yang menjadi standar untuk aplikasi pendidikan Islam.” sambungnya. Muslim Pro adalah salah satu aplikasi pertama yang menawarkan pelajaran Al-Quran digital yang berfokus pada surah-surah penting dengan tambahan komponen kuis. Sedangkan fitur ‘Memorise’ merupakan hal unik karena inklusivitasnya yang dapat melayani berbagai jenis tipe belajar, termasuk cara belajar secara visual dan auditori. Fitur terbaru, chabot AiDeen, dikatan Fara dibangun dan dilatih untuk menjawab pertanyaan seputar Islam berdasarkan sumber otentik termasuk Al-Quran dan hadis. Ask AiDeen mengatasi tantangan dalam menemukan informasi yang terverifikasi dan dapat dipercaya tentang Islam dengan mudah dan praktis. “Ask AiDeen lebih dari sekedar inovasi teknologi; ini adalah pendamping yang siap mendukung pengguna kami dalam pencarian pengetahuan agama kapan saja, di mana saja,” lanjut Fara. Kedua fungsi Al-Quran yang baru ditingkatkan dan fitur Ask AiDeen akan dapat diakses dalam aplikasi Muslim Pro dan diluncurkan pada semua perangkat iOS pada 5 Maret 2024, serta pada perangkat Android pada 8 Maret 2024. Untuk memastikan pengalaman yang optimal selama bulan suci ini, pengguna sangat dianjurkan untuk memperbarui aplikasi mereka segera setelah versi terbaru tersedia. Melalui upaya ini, Muslim Pro menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan spiritual umat Islam di Indonesia dan di seluruh dunia, dengan cara memadukan teknologi dan keimanan demi menghadirkan pengalaman bermakna yang selaras dengan komunitas selama Ramadhan. (Iin) Baca juga :

Read More

PBNU Minta Pengasuh Pesantren Buatkan Perjanjian Perlindungan Cegah Kekerasan Santri

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) KH Hodri Arief meminta para pengasuh pondok pesantren memberikan janji perlindungan yang tegas untuk mencegah tindak kekerasan santri di lembaga pendidikan pesantren. Ia menilai, pengasuh pesantren perlu menyatakan secara eksplisit kepada santri bahwa tindak persekusi dan perundungan tidak dibenarkan. Siapa pun yang merasa diintimidasi, wajib melaporkan kepada pengasuh. “Harus dinyatakan secara eksplisit oleh pengasuh bahwa siapa pun yang merasa dianiaya, diintimidasi, harus melaporkan kepada pengasuh dan harus ada janji perlindungan,” tegasnya kepada 1miliarsantri.net. Sabtu (2/3/2024). Kiai Hodri menekankan pentingnya memberikan perlindungan kepada semua santri. Menurutnya, pengalaman di beberapa pesantren menunjukkan bahwa perlindungan yang efektif mampu mencegah perundungan dalam berbagai bentuk. “Dalam hal ini, pengasuh dan pengurus seharusnya memberi perlindungan kepada semua santri. Pengalaman di beberapa pesantren, perlindungan sangat efektif mencegah perundungan dalam berbagai bentuknya,” sambung Kiai Hodri. Di samping itu, pesantren harus memberikan fasilitas pengembangan potensi santri di segala bidang. Hal ini menjadi penting lantaran fokus santri akan tertuju pada pengembangan diri dan bukan kepada hal-hal negatif. “Penting ada kegiatan yang bisa menyalurkan potensi para santri, baik dalam bidang olahraga/fisik maupun lainnya, seperti seni, misalnya. Di samping itu, pengawasan perilaku santri harus dilakukan dengan sungguh-sungguh agar mampu melakukan identifikasi dini,” tambahnya. Kiai Hodri juga menyatakan keprihatinannya terhadap kekerasan yang terjadi di dunia pendidikan, khususnya di pesantren. Menurutnya, ciri khas pesantren yang menekankan pendidikan karakter dan akhlak mulia seharusnya menjadi landasan yang menghindarkan dari perilaku kekerasan. “Kekerasan yang terjadi di dunia pendidikan, khususnya pesantren, memang sangat memprihatinkan. Ciri khas pesantren yang menekankan pendidikan karakter, akhlak mulia, menjadi paradoks dan warning bagi para dunia pesantren, dan ini harus menjadi warning untuk introspeksi dalam semua aspek proses pendidikan di pesantren. Baik terhadap para praktisi pendidikan maupun para pengasuh sendiri,” jabarnya. Sebelumnya, seorang santri Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Al Hanifiyyah di Mojo, Kediri, Jawa Timur, Bintang Balqis Maulana (14), dikabarkan meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan yang diduga dilakukan oleh empat seniornya di dalam pondok. Santri asal Afdeling Kampunganyar, Kendenglembu, Karangharjo, Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur itu dipulangkan dari pondok pesantrennya dengan kondisi tubuh penuh lebam dan luka robek. Pihak Polres Kediri Kota, Jawa Timur menduga penganiayaan kepada korban dilakukan berulang-ulang. Diduga, terjadi kesalahpahaman di antara anak-anak tersebut sehingga menyebabkan kejadian penganiayaan berulang. Kini, pihak kepolisian telah memroses empat terduga pelaku penganiayaan maut tersebut, yakni MN (18) asal Sidoarjo, MA (18) asal Kabupaten Nganjuk, AF (16) asal Denpasar Bali, dan AK (17) asal Surabaya. (wink) Baca juga :

Read More

Masjid Djamaa El-Djazair Menjadi Masjid Terbesar Ketiga Setelah Makkah Madinah

Aljir — 1miliarsantri.net : Aljazair (Algeria) telah meresmikan masjid terbesar ketiga di dunia dan terbesar di Afrika menjelang bulan suci Ramadhan 2024.. Pembangunan masjid ini sempat tertunda selama bertahun-tahun karena perubahan politik. Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune pada hari Senin (26/2/2024) secara resmi meresmikan Masjid Agung Aljazair di garis pantai Mediterania negara Afrika Utara. Secara lokal, masjid ini dikenal dengan nama Djamaa El-Djazair. Masjid ini memiliki menara tertinggi di dunia setinggi 265 meter (869 kaki), dapat menampung 120.000 orang, dan merupakan masjid terbesar di dunia setelah situs paling suci umat Islam di Mekah dan Madinah Arab Saudi. Dibangun selama tujuh tahun dalam bentuk struktur modernis yang membentang seluas 27,75 hektar (hampir 70 hektar), didekorasi dengan kayu dan marmer serta berisi hiasan Arab dan Afrika Utara. Dilaporkan memiliki landasan pendaratan helikopter dan perpustakaan yang mampu menampung hingga satu juta buku. Pada saat pembukaan resmi, masjih ini mampu menampung banyak jamaah, khususnya pada saat bulan Ramadhan yang diproyeksikan pada 10 Maret 2024. Namun, karena masjid ini telah dibuka untuk wisatawan internasional dan pengunjung negara Aljazair selama sekitar lima tahun, peresmiannya sebagian besar bersifat seremonial. Pertama kali dibuka untuk salat pada bulan Oktober 2020, tetapi tanpa Tebboune karena ia menderita COVID-19 pada saat itu. Sebagai informasi, masjid besar ini dilaporkan menelan biaya pembangunan hampir US$900 juta dan dibangun oleh sebuah perusahaan Tiongkok. Aljazair kini memiliki masjid terbesar di luar situs paling suci umat Islam, namun proyek tersebut sempat mengalami penundaan selama bertahun-tahun dan pembengkakan biaya. Bangunan ini juga dikritik karena diduga dibangun di daerah yang berisiko gempa, namun pemerintah membantahnya. Kritikus juga mengklaim bahwa masjid tersebut pada dasarnya adalah proyek sia-sia mantan Presiden Abdelaziz Bouteflika, yang terpaksa mengundurkan diri pada tahun 2019 setelah 20 tahun berkuasa. Bouteflika, yang harus mundur setelah protes rakyat dan akhirnya intervensi militer Aljazair, telah menamai masjid tersebut dengan namanya sendiri dan berencana meresmikannya pada Februari 2019 namun tidak pernah berhasil. (kris) Baca juga :

Read More

Jelang Ramadhan Aksi Boikot Kurma Israel Diserukan ke Seluruh Negara Islam

Gaza — 1miliarsantri.net : Industri riil Israel mulai ketar-ketir karena aksi boikot menjelang Ramadhan di tengah konflik Gaza. Ramadhan menjadi momentum baru untuk melakukan boikot terhadap produk-produk Israel yang mayoritas diproduksi di wilayah penjajahan. Aksi boikot tersebut dapat mengancam sekitar sepertiga produksi kurma Israel yang melakukan ekspor selama Ramadhan. Seruan boikot di bulan Ramadhan ini tidak hanya dimulai di Indonesia, tapi juga seluruh dunia, khususnya terhadap produk kurma. Berdasarkan pemberitaan Haaretz seperti dikutip dari Iran Front Page, Kamis (29/2/2024), kampanye iklan senilai 550 ribu untuk mempromosikan kurma Medjool Israel dihentikan sebagai tanggapan atas ketakutan boikot tersebut. Pengawasan terhadap produk-produk Israel di kalangan komunitas Muslim juga meningkat setelah pertumpahan darah di Gaza. “Siapa pun yang mendekati rak tersebut dan melihat tulisan Buatan Israel dan akan berpikir dua kali,” ujar seorang pengusaha yang memiliki hubungan dengan industri kurma kepada Haaretz. Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat peningkatan kampanye Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) untuk memberikan tekanan ekonomi pada perusahaan-perusahaan Israel. Mengingat pentingnya buah tersebut selama Ramadhan, banyak umat Muslim mencoba memastikan kurma yang dikonsumsi tidak berasal dari Israel. Israel merupakan salah satu produsen kurma terbesar di dunia, khususnya kurma Medjool yang populer. Kelompok pendukung BDS telah melakukan upaya bersama untuk memastikan bahwa konsumen dapat membuat pilihan yang tepat dan menghindari membeli kurma Israel. “Ada organisasi yang memasuki supermarket di Eropa yang menjual kurma dengan merek kami dan menempelkan stiker di supermarket tersebut yang menyatakan bahwa pembelinya ‘berkontribusi terhadap genosida,” kata salah satu produsen kurma Israel kepada Haaretz. Kampanye Solidaritas Palestina mengatakan sebagian besar kurma Medjool Israel ditanam di pemukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki oleh pemukim Israel. Para pegiat yang memerangi pendudukan Israel secara teratur memperingatkan masyarakat bahwa mereka harus memeriksa label asal kurma sebelum membeli. Dampak ekonomi terhadap Israel bisa jadi cukup signifikan. Pangsa pasar Medjool yang dimiliki Israel sebesar 50 persen menjadikannya salah satu yang terbesar berdasarkan volume di dunia. Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian Israel, nilai ekspor kurma saja dari Israel mencapai 338 juta dolar AS pada 2022 dibandingkan dengan ekspor buah-buahan lainnya senilai 432 juta dolar AS. Dalam upaya untuk melawan kampanye boikot, produsen Israel bekerja sama dengan beberapa pembeli untuk mengubah label pada produk mereka dalam upaya untuk mengaburkan asal muasal kurma tersebut. Ekspor kurma ke Turki juga tercatat anjlok 50 persen pada Oktober 2023. Padahal pasar tersebut menyumbang sekitar 10 persen dari seluruh ekspor kurma dari Israel. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Indonesia Kembali Torehkan Prestasi Peringkat III MTQ Internasional di Iran

Jakarta — 1miliarsantri.net : Indonesia kembali menorehkan prestasi di dunia Tilawah Qur’an Internasional. Nuriah Jurian Arga, asal Kalimantan Selatan, meraih peringkat ketiga di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional ke-40 pada 15 – 21 Februari 2024 di Teheran, Iran. Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an dan Al-Hadits, Rijal Ahmad Rangkuty bersyukur atas torehan prestasi Nuriah Jurian Arga. Apalagi, MTQ Internasional ke-40 di Teheran merupakan gelaran yang sangat bergengsi. “Direktorat Penerangan Agama Islam menyambut dengan bahagia, bangga atas prestasi yang diraih anak kita, Nuriah pada MTQ Internasional ke-40 di Iran. Ini adalah kabar yang menggembirakan bagi kita, karena kita tahu MTQ Internasional di Iran adalah gelaran yang sangat kompetitif dan sudah berjalan cukup lama,” terang Rijal kepada 1miliarsantri.net di Jakarta, Rabu (28/2/2024). Rijal mengatakan, untuk sampai ke negeri para mullah, Nuriah harus melalui sejumlah tahapan, mulai babak penyisihan secara daring pada September dan Desember 2023, hingga fase final yang digelar secara luring di Teheran. Rijal mengungkapkan, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Nasional memiliki penilaian dengan melihat siapa kompetitor dan kecenderungan penilaian. Menurutnya, Nuriah memiliki kriteria dan standardisasi tersebut. Selain itu, Nuriah juga pernah menjuarai ajang MTQ Nasional 2022. “Nuriah ini memiliki dua hal. Dia juara MTQ Nasional di Kalsel, juga memiliki kriteria dengan standardisasi yang tinggi,” sambung Rijal. Rijal berharap, prestasi Nuriah dapat memacu anak bangsa lainnya untuk meraih prestasi di bidang Tilawatil Qur’an. Ia juga berharap, prestasi tersebut dapat dipertahankan, bahkan bisa ditingkatkan dengan mencetak para hafiz hafizah lainnya di kancah internasional. “Kita berharap, ke depan, anak-anak bangsa ini bisa termotivasi menggapai prestasi yang lebih dari saat ini. Kita berharap akan hadir juara-juara baru yang berasal dari penyelenggaran MTQ di Indonesia,” tutur Rijal. Dalam perhelatan MTQ Internasional ke-40 di Teheran Iran, Indonesia juga mengirimkan perwakilan untuk cabang tilawah putra, Khadar Raswadi Rasyid, utusan LPTQ DKI Jakarta. (wink) Baca juga :

Read More

Kemenag Siapkan Bantuan 2.000 Program Masjid Ramah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag akan menggencarkan kampanye rintisan Masjid Ramah di tahun 2024. Salah satu instrumen yang disiapkan adalah program bantuan. Masjid Ramah adalah masjid (termasuk musala) yang kondisinya memenuhi kriteria dalam lima kategori ramah, baik dilihat dari sisi pola pikir (mindset), keterampilan (skillset), segenap ekosistemnya, maupun ketersediaan sarana prasarananya (toolset). Lima kategori ramah tersebut adalah Ramah Perempuan dan Anak, Ramah Difabel dan Lansia, Ramah Lingkungan, Ramah Keragaman, serta Ramah Duafa dan Musafir. Direktur Urais Binsyar Adib menargetkan program 2.000 bantuan operasional masjid/ musala untuk tahun anggaran 2024. “Kami juga sudah memberi bantuan operasional rintisan Masjid Ramah 2024 tahap pertama pada Januari lalu. Bantuan ini hanya untuk dukungan pada sisi toolset (sarana prasarana) saja. Selain tidak besar, sarana-prasarana lebih mudah dilihat sebagai evidence pengukurannya,” terang Adib kepada 1miliarsantri.net, Selasa (27/2/2024). Adib berharap, dana bantuan operasional tersebut nantinya dapat digunakan secara optimal untuk mendorong terbentuknya ekosistem masjid, dan meningkatkan derajat keberlanjutan keberagaman masjid. “Melalui program ini kita berharap revitalisasi peran masjid semakin profesional pengelolaannya, kian moderat cara pandang paham keagamaannya, ramah seluruh ekosistemnya, juga kian berdaya dan memberdayakan jemaahnya,” sambung Adib. Selain Masjid Ramah, program Urais Binsyar pada 2024, antara lain: Sekolah Penyuluh /Penghulu Agen Resolusi Konflik (SPARK), International Symposium on Innovative Masjid 2024, Digitalisasi 5.000 judul buku keagamaan Islam, serta ISLAMIFEST (Festival Keagamaan Islam yang mengenalkan keindahan Islam kepada generasi muda). “Rencana aksi pencapaian Pakta Integritas bidang Urais Binsyar tahun 2024, pertama penguatan digitalisasi buku keagamaan. Strategi yang dilakukan dengan penguatan regulasi PMA Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pengesahan Standar Mutu Buku Umum Keagamaan, kemudian standardisasi sistem layanan,” paparnya. Adib mengatakan, Pakta Integritas kedua ialah percepatan revitalisasi Badan Kesejahteraan Masjid (BKM), dan ketiga penyusunan juklak-juknis deteksi dini konflik keagamaan dan integrasi sistem pelaporan deteksi dini konflik. “Selain itu, kami juga memetakan penguatan layanan urusan agama Islam di KUA agar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat seperti pengukuran arah kiblat, konsultasi syariah, pendaftaran id masjid, rekomendasi bantuan, agen resolusi konflik, serta sistem cegah dini,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Bagaimana Mencegah dan Mencari Solusi Perundungan ya g Terjadi di Pesantren

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kasus bullying atau perundungan bisa terjadi di mana saja dan pada kalangan mana pun. Termasuk di lingkungan pesantren, rawan terjadi perundungan. Pencegahan perundungan di kawasan pesantren, tentu menjadi salah satu fokus para pengurus pesantren. Berbagai cara dilakukan oleh pesantren dalam mencegah terjadinya kasus bullying. Salah satunya, dilakukan sosialisasi kepada santri mengenai bahaya bullying. “Salah satu upaya pesantren untuk mencegah bullying, dengan mengadakan sosialisasi atau seminar kepada santri mengenai bahaya bullying,” terang salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al-Muchtari Bogor, Asep Muhidin Nawawi kepada 1miliarsantri.net, Senin (26/2/2024). Selain mengadakan sosialisasi dan seminar, pesantren juga berupaya memberikan edukasi secara personal melalui bagian pengasuhan. Tidak hanya bagian pengasuhan, wali kamar dan wali kelas pun diikutsertakan dalam pencegahan perundungan. “Memberikan edukasi dan pendekatan personal, melalui pengasuhan juga membantu mencegah bullying di kalangan santri. Wali kamar dan wali kelas juga diikutsertakan peran aktifnya dalam menghalau bullying,” tambahnya. Muhammad Bagus Wicaksono, pengurus Pondok Pesantren Modern Al-Muqoddas Cirebon, Jawa Barat mengatakan, cara pencegah perundungan yang dilakukan di pesantrennya adalah dengan membentuk kedisiplinan santri serta konsekuensi terhadap pelaku perundungan. Kemudian dibantu pemberian pengetahuan untuk mengisi nurani santri. “Pencegahan perundungan yang dilakukan oleh pondok pesantren diawali dengan pembentukan disiplin dan konsekuensi terhadap pelaku perundungan. Selanjutnya adalah mengisi nurani anak-anak santri, dengan cahaya-cahaya ilmu supaya menjadi pribadi-pribadi pemuji bukan pembuli,” tuturnya. Menurut Muhammad Bagus Wicaksono, perundungan di pesantren terjadi dikarenakan perbedaan latar pendidikan santri. Dia tidak memungkiri bahwa kebiasaan yang berbeda masih melekat pada tiap-tiap santri. “Sejauh ini, ada beberapa kasus perundungan yang terjadi di pondok. Hal ini terjadi karena latar belakang pendidikan yang berbeda-beda, dari setiap santri di pondok, sehingga kebiasaan tersebut masih melekat di beberapa anak,” jelasnya. Terjadinya perundungan di pesantren bukan menjadi penghalang bagi para pengurus untuk selalu mencegah dan meminimalisir terjadinya kasus-kasus lain. Pengurus pesantren menjamin bahwa proses belajar dan kedisiplinan yang dilakukan di pesantren dapat mencegah anak-anak menjadi pelaku bullying. “Proses pembelajaran dan disiplin yang terdapat di pondok, menjadi penjamin bagi anak-anak untuk terbebas dari bullying, karena salah satu faktor terjadinya bullying adalah kendornya disiplin dan lingkungan pergaulan. Ketika anak berada di pondok pesantren maka insyaallah mereka akan terjaga dari aspek lingkungan dan disiplin,” pungkasnya. (Iin) Baca juga :

Read More

Indonesia dan Inggris Bahas Kerjasama Saling Pengakuan Sertifikasi Halal

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pemerintah Indonesia yang diwakili Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) Muhammad Aqil Irham bertemu dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey di Kantor BPJPH, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama saling pengakuan sertifikasi halal. Kerjasama ini dilakukan untuk memenuhi target Indonesia menjadi produsen nomor satu industri halal dunia. Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham mengungkapkan komitmen BPJPH dalam penguatan kerja sama internasional JPH. Aqil juga mengatakan bahwa selama ini BPJPH terus berupaya melakukan percepatan agar kerja sama internasional JPH memberikan implikasi positif bagi sektor industri dan perdagangan produk halal. Dalam pertemuan tersebut, Aqil Irham mengapresiasi pemerintah maupun komunitas halal asal Inggris yang telah memiliki kepedulian terhadap regulasi jaminan produk halal di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan adanya tujuh Lembaga Halal Luar Negeri (LHLN) asal Inggris yang telah mengajukan akreditasike ke BPJPH. “Saat ini berdasarkan data Sistem Informasi Halal (SIHALAL) ada tujuh LHLN asal Inggris yang telah mengajukan akreditasi. Statusnya dari mulai yang baru mendaftar hingga terverifikasi dan siap dilakukan asessment. BPJPH berencana akan melakukan proses audit on site dalam waktu dekat terhadap tujuh LHLN tersebut,” terang Aqil. Aqil berharap, proses ini dapat berlangsung lancar sehingga dapat dapat segera menghasilkan Mutual Recognition Agreement (MRA) atau saling pengakuan sertifikat halal antara BPJPH dan LHLN asal Inggris. Senada dengan Aqil, Dubes Inggris Dominic Jermey juga berharap kerja sama jaminan produk halal antara kedua negara dapat segera dirajut. “Ini pertemuan pertama saya dengan BPJPH, maka kami ingin mencari tahu apa saja yang dapat kami bantu untuk mempercepat proses kerja sama ekonomi, khususnya regulasi yang mengatur mengenai halal, serta peluang apa saja yang akan terjadi ke depan,” ucap Dominic. (wink) Baca juga :

Read More

BPJPH Ajak Industri Besar Sosialisasikan Sertifikasi Halal 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) RI mengajak industri besar untuk berkolaborasi melaksanakan sosialisasi dan edukasi kewajiban sertifikasi halal yang akan diberlakukan mulai 18 Oktober 2024 mendatang. Sosialisasi kewajiban sertifikasi halal itu akan menyasar seluruh pelaku usaha dari mikro, kecil, menengah, hingga besar, serta stakeholder dan masyarakat luas. “Kami mengajak perusahaan-perusahaan besar juga ikut berpartisipasi secara kolaboratif untuk memberikan dukungan sosialisasi, publikasi, edukasi, literasi kewajiban sertifikasi halal yang akan diberlakukan mulai Oktober 2024 nanti bagi produk makanan dan minuman, jasa penyembelihan dan hasil sembelihan, serta bahan baku, bahan tambahan pangan, dan bahan penolong untuk produk makanan dan minuman,” terang Aqil kepada media, Jumat (23/2/2024). Aqil berharap, dengan pelibatan kalangan industri, maka edukasi terkait pentingnya sertifikasi halal dapat tersebar secara masif kepada masyarakat. Merespon ajakan tersebut, para pimpinan perusahaan menyambut baik dan mengaku siap memberikan dukungan bagi penyelenggaraan sosialisasi dan publikasi kewajiban sertifikasi halal secara bersama-sama. “Kami sebagai pelaku industri ingin terus comply (taat) terhadap segala regulasi yang diterapkan oleh pemerintah. Dalam hal ini sertifikasi halal juga sudah jadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses bisnis kami sedari awal. Tentunya kami akan bantu menyebarluaskan informasi ini,” jelas perwakilan PT Heinz ABC Indonesia, Jessen Tjoleng. Tidak hanya dalam hal sosialisasi dan publikasi, pelaku usaha juga siap memberikan bantuan fasilitasi bagi pelaku usaha khususnya pelaku UMK dalam melaksanakan kewajiban sertifikasi halal. “Agenda kami tahun ini kebetulan juga sama, yakni melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha kecil di sekitar lokasi outlet kami. Kami harapkan ke depan sosialisasi ini dapat dilakukan bersama dengan BPJPH utamanya bagaimana cara mereka mendaftarkan (sertifikasi halal) produknya,” ucap perwakilan PT Rekso Nasional Food McDonald’s, Fauziah. Sebelumnya, pada 12 Februari lalu BPJPH juga berkoordinasi dengan lima belas perusahaan yang masuk dalam Top 30 OIC Halal Products Companies 2023. Pada pertemuan tersebut, para perwakilan perusahaan juga menyatakan komitmen mereka dalam mendukung upaya pemerintah dalam rangka melaksanakan pemberlakuan wajib sertifikasi halal mulai Oktober 2024. Kolaborasi dengan berbagai perusahaan tersebut, menurut Aqil, tidak hanya bermanfaat dalam pelaksanaan sosialisasi dan edukasi wajib halal. Namun, hal itu sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama untuk terus memperkuat ekosistem Jaminan Produk Halal di Indonesia. “Sebab, kita bersama mempunyai tujuan yang sama, mewujudkan cita-cita bersama sebagaimana telah dinyatakan oleh Bapak Presiden Joko WIdodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produsen produk halal terbesar di dunia,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Berikan Kompensasi Untuk Haji Lokal Bila Terjadi Pelanggaran Akomodasi

Jeddah — 1miliarsantri.net : Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Saudi mengatakan bahwa jamaah dalam negeri berhak mendapatkan kompensasi jika perusahaan dan lembaga penyedia layanan haji tidak dapat menyediakan akomodasi yang layak di Makkah dan Tempat Suci pada musim haji 2024 mendatang. Kementrian Haji dan Umrah tersebut menyatakan jika jamaah haji terlambat lebih dari dua jam untuk mendapatkan akomodasi setelah tiba lokasi yang ditentukan di Makkah dan Tempat Suci, mereka akan diberi kompensasi sebesar 10% dari nilai paket mereka. Dalam kasus seperti itu, jamaah dapat mengajukan pengaduan kepada pihak berwenang yang relevan. Persentase ganti rugi akan ditingkatkan maksimal 15% dari nilai paket apabila terpantau kasus tersebut terulang kembali oleh instansi terkait untuk kedua kalinya. Apabila terjadi kegagalan dalam pemberian pelayanan, maka penyediaan tempat tinggal akan berada di bawah pengawasan kementerian dan berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Fasilitas Jemaah Dalam Negeri dengan biaya berapa pun dan biaya tersebut ditanggung oleh penyelenggara pelayanan haji yang bersangkutan. Adapun dalam hal penyediaan akomodasi yang bertentangan dengan ketentuan kontrak, penyedia layanan harus memperbaikinya dalam waktu dua jam dan jamaah akan diberi kompensasi berdasarkan keterlambatan dalam memberikan layanan, dan diberikan kompensasi hingga 5% dari nilai paket. Santunan tersebut juga mencakup keterlambatan penyediaan layanan tenda di Tempat Suci. Setiap jamaah yang mengajukan keluhan menunggu lebih dari dua jam akan mendapat kompensasi sebesar nilai paket. Jika jamaah haji tidak diberikan tempat tinggal ketika tiba di fasilitas tenda, ia akan diberi kompensasi sebesar 2% dari nilai paket, yang tidak kurang dari SR300. Jika penyedia layanan gagal menyediakan akomodasi, maka jamaah akan diberikan tempat tinggal di bawah pengawasan kementerian, dan itu berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Fasilitas Jamaah Dalam Negeri dengan biaya berapa pun, dan penyedia layanan haji akan menanggung biayanya. Jika jamaah haji diberikan akomodasi yang bertentangan dengan syarat dan ketentuan kontrak, ia dapat mengajukan pengaduan kepada pihak berwenang. Jika pengaduan tersebut terbukti benar, jamaah akan diberi kompensasi sebesar 10% dari nilai paket, dan jumlah tersebut tidak kurang dari SR1.500. Kementerian juga menekankan bahwa waktu maksimal untuk memperbaiki pelanggaran tersebut tidak boleh lebih dari dua jam. (dul) Baca juga :

Read More