Bagaimana Mencegah dan Mencari Solusi Perundungan ya g Terjadi di Pesantren

Dengarkan Artikel Ini

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kasus bullying atau perundungan bisa terjadi di mana saja dan pada kalangan mana pun. Termasuk di lingkungan pesantren, rawan terjadi perundungan. Pencegahan perundungan di kawasan pesantren, tentu menjadi salah satu fokus para pengurus pesantren.

Berbagai cara dilakukan oleh pesantren dalam mencegah terjadinya kasus bullying. Salah satunya, dilakukan sosialisasi kepada santri mengenai bahaya bullying.

“Salah satu upaya pesantren untuk mencegah bullying, dengan mengadakan sosialisasi atau seminar kepada santri mengenai bahaya bullying,” terang salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al-Muchtari Bogor, Asep Muhidin Nawawi kepada 1miliarsantri.net, Senin (26/2/2024).

Selain mengadakan sosialisasi dan seminar, pesantren juga berupaya memberikan edukasi secara personal melalui bagian pengasuhan. Tidak hanya bagian pengasuhan, wali kamar dan wali kelas pun diikutsertakan dalam pencegahan perundungan.

“Memberikan edukasi dan pendekatan personal, melalui pengasuhan juga membantu mencegah bullying di kalangan santri. Wali kamar dan wali kelas juga diikutsertakan peran aktifnya dalam menghalau bullying,” tambahnya.

Muhammad Bagus Wicaksono, pengurus Pondok Pesantren Modern Al-Muqoddas Cirebon, Jawa Barat mengatakan, cara pencegah perundungan yang dilakukan di pesantrennya adalah dengan membentuk kedisiplinan santri serta konsekuensi terhadap pelaku perundungan. Kemudian dibantu pemberian pengetahuan untuk mengisi nurani santri.

“Pencegahan perundungan yang dilakukan oleh pondok pesantren diawali dengan pembentukan disiplin dan konsekuensi terhadap pelaku perundungan. Selanjutnya adalah mengisi nurani anak-anak santri, dengan cahaya-cahaya ilmu supaya menjadi pribadi-pribadi pemuji bukan pembuli,” tuturnya.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca