Tips Mendengarkan Khutbah Arafah di Radio

Mekah — 1miliarsantri.net : Jamaah haji yang berada di Padang Arafah dan ingin mendengarkan Khutbah Arafah tidak perlu khawatir tidak mengerti. Jamaah bisa mendengarkan Khutbah Arafah dalam bahasa Indonesia. Jamaah haji sekarang bisa membuka channel radio FM 96.200 MHz. Selain itu jamaah juga bisa mendengarkan khutbah Masjidil Arafah melalui link https://manaratalharamain.gov.sa/arafa/ Tips mendengarkan terjemahan khutbah Arafah: Konsultan Ibadah PPIH Arab Saudi Mahbub Maafi Ramadhan menyebutkan kegiatan jemaah haji saat di Arafah mengikuti kegiatan Rasulullah SAW ketika berhaji. Saat Rasulullah melakukan wukuf haji wada’, Rasul menyampaikan khutbah ketika waktu zawal tiba. Setelahnya, Rasul menjamak Sholat Dzuhur dan Ashar.

Read More

Sebanyak 27 Ribu Bus Disiapkan Untuk Transportasi Jamaah Haji

Mekah — 1miliarsantri.net : Kementerian Transportasi dan Logistik Arab Saudi menyiapkan sebanyak 27 ribu bus sebagai salah satu sarana angkutan darat bagi seluruh jamaah haji selama puncak Musim Haji 1445 Hijriah. “Kami punya transportasi darat dengan bus. Lebih dari 27.000 bus disiapkan untuk mengangkut jamaah ke Masjidil Haram,” terang Menteri Transportasi dan Logistik Arab Saudi Saleh bin Nasser Al-Jasser, di Makkah, Arab Saudi, Sabtu (15/6/2024). Dia memperkirakan, dalam satu waktu, puluhan ribu bus tersebut mampu mengangkut sekitar 1,2 juta jamaah sekaligus. “Jika seluruh armada ini dibariskan, maka (panjangnya) bisa dari Jeddah dan Makkah, itu berarti armada yang sangat besar,” lanjutnya. Selain bus, menurut Saleh Al-Jasser, kereta cepat Haramain yang menghubungkan kota suci Makkah dan Madinah melalui Jeddah juga siap mengangkut sekitar 3.000 penumpang sekali jalan dengan kecepatan 300 km per jam. Pemerintah Arab Saudi, kata Al-Jasser, telah menyiapkan berbagai moda transportasi dan layanan logistik mulai dari angkutan udara, laut, hingga kereta api dengan melibatkan lebih dari 47 ribu pekerja. “Transportasi udara memiliki persentase terbesar dalam pengangkutan jamaah haji luar negeri. Lebih dari 90 persen datang melalui udara dari berbagai negara di dunia,” sambungnya.

Read More

Seluruh Jamaah Haji Sudah Diberangkatkan ke Arafah

Mekah — 1miliarsantri.net : Jamaah haji Indonesia mulai diberangkat secara bertahap ke Arafah untuk melaksanakan puncak haji, Jumat (14/6/2024). Jamaah dari sejumlah kloter sudah sampai di Arafah dan mulai memenuhi tenda-tenda sejak Jumat siang. PPIH Arab Saudi membuat skema perjalanan jamaah selama puncak haji pada 8 Zulhijah 1445 H/14 Juni 2024 hingga 13 Zulhijah/19 Juni 2024. Kepala Satuan Operasional Armuzna, Harun Ar-Rasyid mengatakan, ada tiga gelombang keberangkatan jamaah haji Indonesia dari Makkah ke Arafah pada 8 Zulhijah 1445 H atau 14 Juni 2024. “Skema dan skenario ini khusus untuk jamaah haji reguler yang tidak ikut dalam skema murur di Muzdalifah maupun safari wukuf. Trip pertama yakni pada pukul 07.00 – 11.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Lalu trip kedua pada pukul 11.30-16.00 WAS. Dan trip ketiga pada pukul 16.30 – 21.30 WAS,” terang Harun di Makkah, Sabtu (15/6/2024). Harun menjelaskan, saat jamaah akan naik ke bus akan ada petugas yang memindai smart card setiap jamaah. Setelah semua naik akan dihitung dan dipastikan jamaahnya sesuai dengan manifest. Baru kemudian pintu bus disegel dengan stiker dan diberangkatkan ke Arafah. Setibanya di Arafah, telah disiapkan tenda-tenda yang dibagi ke dalam 73 maktab. Segel di pintu bus baru dibuka di depan maktab. Jamaah menempati tenda-tenda yang telah disediakan sesuai dengan kloter dan rombongannya. Selanjutnya, jamaah akan menginap satu malam di Arafah. Pada 9 Zulhijah 1445 atau 15 Juni 2024, jamaah akan mengikuti wukuf. “Waktu wukuf di Arafah dimulai saat tergelincirnya matahari atau saat duhur hingga terbit fajar. Satuan Operasional Armuzna akan membimbing jemaah untuk bergerak ke Muzdalifah secara bertahap mulai 9 Zulhijah, setelah Magrib. Pergerakan jamaah dari Arafah ke Muzdalifah sudah diatur dimulai pukul 19.00 Waktu Arab Saudi,” lanjut Harun Jamaah akan menjalani mabit hingga melewati tengah malam di Muzdalifah. Pergerakan jamaah dari Muzdalifah ke Mina sudah dimulai pada pukul 23.30 WAS atau menjelang pergantian hari ke tanggal 10 Zulhijah 1445 H atau 15 Juni 2024.

Read More

Mahasiswa Indonesia yang Jadi Penerjemah Khutbah Jumat di Masjid Nabawi

Madinah — 1miliarsantri.net : Empat Warga Negara Indonesia (WNI) dipercaya Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menjadi penerjemah khutbah Sholat Jumat di Masjid Nabawi, Madinah. Dzakwan Aisy Fajar Azhari salah seorang di antaranya yang sudah tiga tahun menjadi penerjemah di Masjid Nabawi. Ditemui di sela-sela aktivitasnya di Masjid Nabawi, pria beristri tersebut menuturkan, jamaah haji dan umroh dari Indonesia tidak perlu khawatir tidak mengerti arti dari khutbah Jumat di Masjid Nabawi atau Masjidil Haram. Sebab, jamaah bisa mendengarkan khutbah tersebut dalam bahasa Indonesia secara live melalui melalui radio, aplikasi, dan website. Jamaah bisa mendengarkan khutbah Jumat di Masjid Nabawi lewat radio di frekuensi 99.0 FM dan di Masjidil Haram di frekuensi 90.50. Sementara untuk aplikasi ada Mixir dan website di alamat https://manaratalharamain.gov.sa. Mahasiswa asal Indonesia di Universitas Islam Madinah (UIM) ini mengungkapkan, tiga rekannya yang juga menjadi penerjemah di Masjid Nabawi adalah Haris Hermawan (mahasiswa S3 Jurusan Manajemen Pendidikan), Hanif Husin Achmad (mahasiswa S2 Jurusan Usul Fikih), dan Hirzi Sasmaya (mahasiswa S2 Jurusan Fikih). “Yang di Makkah ada 1 orang yang non mahasiswa,” ujar Dzakwan kepada 1miliarsantri.net, Jumat (14/6/2024). Program translator khutbah Jumat ini sudah berlangsung selama 10 tahunan, tetapi untuk untuk Bahasa Indonesia dimulai 7 tahun lalu. Mahasiswa S2 Jurusan Ilmu Hadis ini bercerita, awalnya khutbah tersebut menjadi satu bagian dengan pengisi kajian berbahasa Indonesia. Ustadz Firanda Andirja juga merupakan salah seorang yang pernah menjadi pengisi kajian berbahasa Indonesia sekaligus penerjemah khutbah Jumat. Saat menerjemahkan khutbah, Dzakwan berada di salah satu ruangan di dekat pintu 9 Masjid Nabawi yang dipakai sebagai ruang translator. Ruangan lantai pertama untuk Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Hausa, Bahasa Mandarin, dan Bahasa Persia. Sedangkan ruangan di lantai dua untuk Bahasa Urdu, Bahasa Prancis, Bahasa Turki, Bahasa Bangali, dan Bahasa Rusia. “Setiap ruangan berukuran 15×15 meter. Di dalam ruangan itu dibuat kubikel seperti ruangan kerja redaksi di sebuah media massa,” papar pria asal Karanganyar, Jawa Tengah ini. Masing-masing penerjemah mendapat satu bagian kubikel. Biasanya, kata dia, para penerjemah sudah mendapat naskah khutbah satu hari sebelumnya atau pada Kamis. Mereka lalu membuat naskah versi terjemahan. Namun sering pula mereka mendapatkan salinan revisi khutbah Jumat beberapa jam sebelum Sholat Jumat berlangsung. Di Masjid Nabawi ada 10 khatib tetap yang sekaligus menjadi imam sholat fardhu. Khatib Jumat di Masjid Nabawi memang selalu membawa teks, tetapi disebut Dzakwan, terkadang ada improvisasi dari khatib. “Jadi yang disampaikan tidak ada di naskah. Ada yang puitis juga,” sambungnya. Saat bertugas, Dzakwan menggunakan laptop dan mikrofon serta memakai headset. Laptop, kata mahasiswa yang sudah 7 tahun tinggal di Madinah itu, dipakai untuk mencari ayat yang kadang-kadang tidak ada dalam teks tapi dibaca oleh khatib.

Read More

Perbedaan Hari Raya Idul Adha Indonesia dan Saudi

Madinah — 1miliarsantri.net : Hari Raya Idul Adha 1445 H tinggal menghitung hari. Berbeda dengan Indonesia, hari Raya Idul Adha di Arab Saudi jatuh pada tanggal 16 Juni 2024. Pemerintah RI melalui Kementarian Agama (Kemenag) telah menetapkan 1 Dzulhijjah 1445 H pada Sabtu 8 Juni 2024. Maka, dengan ditetapkannya awal Dzulhijjah 1445 H itu, Hari Raya Idul Adha 1445 H di Tanah Air terjadi pada Senin 17 Juni 2024. Dengan demikian, Da’iratul Ahillah Makamah Tinggi Arab Saudi menyatakan, wukuf jamaah haji jatuh pada 9 Zulhijjah 1445 di Arafah atau bertepatan dengan hari Sabtu 15 Juni 2024. Sementara, Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1445 H di Arab Saudi bertepatan dengan hari Ahad, 16 Juni 2024. Wukuf di Arafah hari Sabtu 9 Dzulhijjah 1445 H sesuai kalender Ummul Qura yang bertepatan dengan 15 Juni ‘Haziran’. Idul Adha yang terberkati jatuh pada Ahad setelahnya,” kata keputusan Badan Hilal Mahkamah Tinggi KSA terkait awal Dzulhijjah 1445 H. Dengan demikian, perayaan Hari Raya Idul Adha antara Arab Saudi dengan Indonesia berbeda 1 hari. Sebab, Idul Adha di Indonesia jatuh pada Senin 17 Juni 2024. Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki mengatakan, berdasarkan hisab posisi hilal wilayah Indonesia yang sudah masuk kriteria MABIMS, serta adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Zulhijjah tahun 1445 H jatuh pada hari Sabtu, 8 Juni 2024.

Read More

Pemerintah Saudi Tetapkan Wukuf dan Idul Adha

Mekah — 1miliarsantri.net : Badan Hisab (Da’iratul Ahillah) dan Rukyat Mahkamah Tinggi Kerajaan Arab Saudi (KSA) menyatakan, puncak haji yakni wukuf di Arofaj, jatuh pada 9 Dzulhijjah 1445 H atau bertepatan dengan hari Sabtu, 15 Juni 2024. Sementara Idul Adha 10 Dzulhijjah 1445 H jatuh bertepatan dengan hari Ahad, 16 Juni 2024. Penetapan puncak haji 9 Dzulhijjah 1445 H dan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1445 H didasarkan pada kalender Ummul Qura, penanggalan resmi KSA untuk menentukan pergantian bulan qamariyah/hijriyah. Penetapan puncak haji 9 Dzulhijjah 1445 H dan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1445 H tidak dapat dilepaskan dari penetapan awal bulan Dzulhijjah 1445 H Badan Hisab dan Rukyat Mahkamah Tinggi KSA itu sendiri. Badan Hisab dan Rukyat Mahkamah Tinggi KSA menetapkan 1 Dzulhijjah 1445 H jatuh bertepatan dengan hari Jumat, 7 Juni 2024. Penetapan 1 Dzulhijjah 1445 H didasarkan pada kalender Ummul Qura. Badan Hisab dan Rukyat Mahkamah Tinggi KSA mengumumkan awal bulan Dzulhijjah 1445 H setelah melakukan sidang itsbat pada Kamis 29 Dzulqa’dah 1445 H (6/6/2024) sore waktu Arab Saudi (WAS). “Hari Jumat, 1 Dzulhijjah 1445 H sesuai kalender Ummul Qura yang bertepatan dengan 7 Juni ‘Haziran’ 2024 M, yaitu awal bulan Dzulhijjah. Wukuf di Arafah hari Sabtu, 9 Dzulhijjah 1445 H sesuai kalender Ummul Qura yang bertepatan dengan 15 Juni ‘Haziran’. Idul Adha yang diberkati jatuh pada Ahad setelahnya,” tulis putusan Badan Hisab dan Rukyat Mahkamah Tinggi KSA terkait awal Dzulhijjah 1445 H. Mahkamah Tinggi KSA menetapkan awal Dzulhijjah berdasarkan aktivitas rukyatul hilal dan ketetapan badan Hisab dan Rukyat Mahkamah Tinggi KSA terkait awal bulan Dzulqa’dah 1445 H yang jatuh bertepatan dengan Kamis, 9 Mei 2024 sesuai dengan hasil aktivitas rukyatul hilal ketika itu.

Read More

Jelang Puncak Haji, Jamaah Sudah Wajib Berihram dan Niat Haji

Mekah — 1miliarsantri.net : Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan memberangkatkan jamaah haji ke Arafah untuk memulai rangkaian puncak haji pada 14 Juni 2024 atau 8 Zulhijjah 1445 H, dimulai pukul 07.00 WAS. Sebelum berangkat ke Arafah setiap jamaah harus memastikan dirinya sudah berihram dan niat haji di hotel masing-masing. Merujuk Tuntunan Manasik Haji bagi Lansia yang diterbitkan Kementerian Agama, Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda menyampaikan, pelaksanaan niat ihram haji setelah jemaah bersuci, disunahkan membersihkan badan dengan mandi dan berwudhu, memotong kuku, memakai wangi-wangian. “Lalu berpakaian ihram, dilanjutkan dengan melaksanakan salat sunat ihram dan berniat haji. Khusus bagi jamaah haji lansia, yang lemah atau sakit maka dianjurkan untuk melakukan niat ihram haji disertai Isytirat (ihram bersyarat) untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi halangan yang menyulitkan terlaksananya ibadah haji,” terang Widi dalam keterangan resmi Kemenag di Jakarta, Selasa (11/6/2024). Setelah mengucapkan niat ihram haji, Widi melanjutkan, jemaah dianjurkan berdzikir, dengan membaca talbiyah selama perjalanan dari Makkah ke Arafah, serta bershalawat. Untuk pakaian ihram lansia, kata Widi, khususnya bagi jamaah laki laki perlu melatih diri dengan bimbingan pembimbing ibadah kloter bagaimana memakai pakaian ihram yang nyaman dan sah menurut fikih, seperti menggunakan ikat pinggang atau sabuk di atas pusar, lalu digulung kain ihram hingga sabuk tidak terlihat dan menggunakan kain ihram yang nyaman serta tidak mengekang gerakan kaki dan tangan. Dijelaskan Widi, mengingat jamaah haji lansia mudah melupakan hal-hal yang diharamkan saat memakai baju ihram, seperti mengganti baju ihram dengan baju biasa. Dalam konteks ini, ujar dia, jika lansia lupa sedang berihram atau tidak mengetahui hal-hal yang diharamkan saat berihram, maka tidak wajib membayar fidyah. “Ini pendapat mazhab Syafi’i dan Hambali,” ucapnya.

Read More

Ijazah Kyai Gontor Kepada Santrinya

Jakarta — 1miliarsantri.net : Suatu ketika seorang santri berstatus guru cukup senior sowan ke Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH. Hasan Abdullah Sahal mohon ijin sekaligus minta doa melanjutkan kuliah S2 ke Pakistan. Kiai Hasan langsung merestui sembari berkata, pergilah ke Pakistan dengan membawa sepatu bolamu. Santri terkejut mendengar pesan Kiai Hasan. “Tapi Ustadz, saya pergi ke Pakistan untuk menuntut ilmu,” kata santri. Kiai Hasan kembali menjawab “Wes to, gowoen sepatu bolamu (sudahlah bawa sepatu bolamu),” kata Kiai Hasan. Datang lagi santri kedua di waktu berbeda sowan ke Kiai Hasan untuk ijin pulang melanjutkan kuliah ke IAIN Bandung setelah menyelesaikan masa pengabdian di Gontor. Santri ini pun mendapat pesan yang sama dari Sang Kiai. “Lanjutkan main bola di Jawa Barat,” kata Kiai Hasan. Selang beberapa tahun dua orang santri ini kembali ke Gontor setelah menyelesaikan pendidikan. Santri pertama sukses raih gelar S2 di Pakistan dan bercerita sering diajak orang keliling Pakistan karena kehebatannya main bola. Sementara santri kedua mengaku mendapat banyak kemudahan selama di Bandung karena keahliannya main bola. “Dengan sepakbola, sekat-sekat yang sulit ditembus akan terbuka dengan mudah. Santri yang punya keahlian sepakbola harus tetap main bola. Begitu cara Gontor mendidik,” kata Kiai Hasan. Kisah ini terungkap ketia Kiai Hasan menyampaikan sambutan dalam acara opening DGS Annual Match yang dihadiri Foruma Olahragawan Darussalam (FORDA) di lapangan utama PMDG, Jumat (7/6/2024).

Read More

Din Syamsudin : Pemberian Konsensi Tambang, Jebakan Pemerintah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin, menyuarakan keberatannya terhadap rencana pemberian konsesi izin tambang untuk ormas Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Dalam pernyataannya, Din menyebut tawaran tersebut sebagai jebakan. “Sistem Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan kontrak karya adalah sistem kolonial Belanda yang dilanggengkan melalui UU Pertambangan terbaru, dan berpotensi disalahgunakan untuk korupsi,” tegas Din yang dikutip Senin (10/6/2024). Din berpendapat bahwa sistem IUP tidak sesuai dengan konstitusi, dan pemberian konsesi tambang kepada NU dan Muhammadiyah tidak seimbang dengan jasa kedua ormas tersebut kepada bangsa dan negara. Sebagai warga Muhammadiyah, Din mengusulkan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menolak tawaran pemberian konsesi tambang dari Pemerintah. Menurutnya, langkah ini perlu diambil untuk menghindari kemungkinan pelanggaran hukum dan penyalahgunaan wewenang. Polemik ini muncul dalam konteks rencana Pemerintah untuk memberikan konsesi tambang kepada NU dan Muhammadiyah sebagai bentuk apresiasi terhadap peran kedua ormas tersebut dalam pembangunan nasional. Namun, kebijakan ini menuai kontroversi dan mendapat kritik dari berbagai kalangan, termasuk Din Syamsuddin. Sebelumnya, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyatakan, bahwa pengelolaan tambang untuk ormas keagamaan merupakan wewenang pemerintah. “Kemungkinan Ormas Keagamaan mengelola tambang tidak otomatis karena harus memenuhi persyaratan,” jelas Mu’ti pada Ahad (2/6/2024) lalu.

Read More

Seribu Petugas Siap Layani Puncak Ibadah Haji

Mekah — 1miliarsantri.net : Jumlah jamaah haji Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci tahun 2024 ini berjumlah 141 ribu jamaah. Sebanyak 75 persen jamaah kini sudsh tiba di Makkah dan menunggu untuk mengikuti rangkaian ibadah pada puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kepala Satuan Operasional (Kasatop) Armuzna, Harun Arrasyid mengatakan, untuk memaksimalkan pelayanan jamaah pada puncak haji, pihaknya akan mengerahkan seribu lebih petugas haji ke Armuzna. “Lebih dari seribu petugas akan ditempatkan di Armuzna untuk melayani jamaah. Petugas harus sigap, mulai sekarang sudah dipupuk kesiapan mentalnya,” ujar Harun saat diwawancara di Kantor Daker Makkah, Sabtu (8/6/2024). Menurutnya, seribu lebih petugas ini nantinya kan ditempatkan di lokasi-lokasi yang akan dipadati jamaah haji ketika Wukuf di Arafah, mabit di Muzadalifah dan Mina. Kasie Perlindungan Jamaah (Linjam) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi ini menuturkan, skenario saat puncak haji nanti menekankan pelayanan dan perlindungan maksimal untuk jamaah haji. Petugas di antaranya akan ditempatkan di Pos Mina, pos rute, jalur jamarat dan tenda-tenda maah. Sebagian petugas juga akan menempati pos Mobile Crisis Rescue (MCR) yang harus sigap menangani jamaah yang kelelahan atau ada yang sakit saat puncak musim haji itu. Dia pun mengungkapkan tantangan pelayanan di Armuzna tahun ini. Menurut dia, tantangannya di antaranya adalah jarak antara tenda dengan jamarat yang cukup jauh, yang mana dapat memunculkan potensi jamaah kelelahan. Namun, Harun berharap agar semua skenario yang disiapkannya bisa berjalan baik. Puncak Haji akan dimulai sejak 9 Dzulhijjah yang diperkirakan jatuh pada 15 Juni mendatang. Kepala Daerah Kerja (Kadaker Makkah), Khalilulrahman mengatakan, saat ini persiapan layanan di Armuzna sudah maksimal.

Read More