Daerah Pemasok Buah dan Sayuran di Saudi

Riyadh — 1miliarsantri.net : Perkebunan Qatif Oasis memainkan peran penting dalam memasok pasar buah dan sayuran di seluruh Provinsi Timur Arab Saudi. Dari Al-Khafji di utara hingga Al-Ahsa di selatan, mereka menyediakan berbagai macam produk musiman termasuk sayuran, buah-buahan, dan kurma segar. Terbentang sekitar 800 km persegi dari Safwa hingga Dammam, Kegubernuran Qatif adalah rumah bagi lebih dari 3.700 pertanian, 2.454 di antaranya secara aktif memproduksi berbagai tanaman. Wilayah ini memiliki lebih dari 540.000 pohon palem yang menghasilkan buah, mewakili 30 jenis kurma berbeda. Setiap tahunnya, perkebunan ini menyumbangkan 29,5 ton kurma ke pasar lokal. Fahd Al-Hamzi, direktur Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian cabang Provinsi Timur, menyoroti upaya kementerian untuk mendukung dan mengembangkan sektor pertanian di provinsi tersebut. Inisiatif yang dilakukan meliputi peningkatan pengelolaan sumber daya, promosi tanaman strategis, produksi tanaman yang berkontribusi terhadap peningkatan daya saing ekonomi, dan mendorong pertanian organik. Kementerian juga menyediakan program pelatihan dan dukungan keuangan, membantu petani menemukan outlet baru untuk produk mereka. Al-Hamzi mengatakan cabang tersebut mendukung program melalui platform Saudi Reef dan memasarkan produk pertanian melalui acara dan festival di kota-kota dan provinsi di kawasan tersebut. Dia menambahkan kementerian berupaya mendidik petani tentang proses produksi dan panen. Hal ini juga meningkatkan kesadaran tentang pentingnya memanfaatkan platform Kurma Saudi, yang diluncurkan oleh National Center for Palms and Dates, untuk meningkatkan penjualan dengan membuka gerai baru. Sektor pertanian juga mendapat perhatian besar dari pemerintah Saudi, yang telah menerapkan undang-undang untuk melindungi pohon palem dan meningkatkan efisiensi produksi kurma. Hasilnya, Kerajaan Arab Saudi telah menjadi salah satu produsen kurma dan produk terkait lainnya yang terkemuka di dunia. Rencana masa depan untuk pertanian regional termasuk memperkenalkan teknologi modern, meningkatkan sistem irigasi, meningkatkan infrastruktur, mengembangkan penelitian ilmiah dan teknis, dan mendirikan pabrik pengolahan. Kementerian juga berupaya menciptakan platform elektronik untuk menyederhanakan layanan pertanian dan mendorong petani untuk mendapatkan sertifikasi Praktik Pertanian Baik organik atau Saudi. Petani lokal Mohammed Al-Thawab menekankan tradisi pertanian yang sudah lama ada di Qatif, memuji tanah subur dan sumber air yang melimpah di wilayah tersebut. “Faktor-faktor ini berkontribusi pada produksi beragam buah-buahan, sayur-sayuran, dan kurma segar, yang memasok pasar produk-produk lokal dengan aliran barang-barang lokal berkualitas tinggi,” katanya. Ia memuji program dan inisiatif kementerian pertanian yang telah membantu mendidik petani tentang praktik pertanian modern dan waktu penyiapan lahan, sterilisasi, dan penaburan benih. Al-Thawab juga menyoroti dampak signifikan dari acara pertanian regional seperti Festival Daun Hijau dan Kurma, yang terbukti berperan penting dalam mempromosikan produk pertanian dan memperkuat dukungan bagi komunitas pertanian di gubernuran tersebut. Dampak dari upaya ini terlihat jelas di pasar lokal. Penjual buah dan sayur Abdullah Khuraydah mengatakan pasar di Qatif dan Dammam menerima beragam produk musiman sepanjang tahun. Ini termasuk buah ara lokal, lemon Qatif, delima, beri dan almond, selain berbagai jenis kurma. Yang paling menonjol adalah kurma Al-Maji dan Al-Gharra. “Musim kurma adalah periode kritis bagi pedagang lokal,” tutur Khuraydah, seraya mencatat lonjakan permintaan konsumen terhadap buah kaya nutrisi ini. Dia menekankan keunggulan pertanian Qatif yang unik, dengan menyebutkan tanahnya yang subur dan banyak air dari mata air dan akuifer alami. “Aset alam ini adalah kunci bagi reputasi kawasan kami dalam menghasilkan hasil panen yang melimpah dan berkualitas tinggi,” pungkasnya. (dul) Baca juga :

Read More

Program Beasiswa Santri Berprestasi 2024 Diikuti 8.000 Pelajar

Jakarta — 1miliarsantri.net : Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) 2024 banjir peminat. Total ada 8.000 santri ikut mendaftar selama periode 3 – 13 Juli 2024. Mereka berasal dari berbagai pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia. Pada tahap awal, panitia melakukan seleksi administrasi. Berkas pendaftaran yang diunggah para santri melalui website diverifikasi. Proses ini untuk memastikan seluruh berkas yang dikirimkan memenuhi syarat dan valid. Plt Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghafur mengatakan, seleksi administrasi ini sangat penting untuk menjamin para peserta yang melanjutkan ke tahap berikutnya benar-benar memiliki dokumen yang lengkap dan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. “Hasil seleksi administrasi diumumkan pada 17 Juli 2024 melalui akun masing-masing santri. Para santri yang dinyatakan lolos tahap administrasi, mereka diundang untuk mengikuti sosialisasi dan bimbingan teknis sebagai persiapan untuk tes tahap kedua, yaitu Tes Berbasis Elektronik (TBE),” terang Waryono. Waryono menambahkan, sosialisasi telah dilaksanakan pada 18 Juli 2024, di mana para peserta diberikan informasi detail mengenai pelaksanaan TBE. Tes Berbasis Elektronik digelar pada 20 Juli 2024. Hasilnya diumumkan pada 24 Juli 2024. Peserta yang lolos, berhak ikut tahap tes wawancara yang diadakan secara online pada 28-31 Juli 2024. “Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan kitab kuning, wawasan kebangsaan, kemampuan akademik, dan hafalan yang meliputi Qur’an, Alfiyah, dan hadis Arbain,” sebut Waryono. Proses seleksi dilakukan secara ketat, kata Waryono, dengan tujuan untuk memastikan bahwa para penerima beasiswa adalah santri-santri berkualitas dan layak menerima beasiswa. PBSB ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren dan memberikan kesempatan kepada para santri untuk mengembangkan potensi akademik mereka. “Hasil akhir seleksi santri penerima beasiswa ini akan diumumkan pada 7 Agustus 2024. Dengan program ini, kami berharap para santri penerima beasiswa dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi santri lainnya di seluruh Indonesia, serta berkontribusi dalam memajukan pendidikan di tanah air,” pungkas Waryono. (Iin) Baca juga :

Read More

Tembus Gaza Utara, Relawan Mer-C Tiba di RS Indonesia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Relawan Indonesia masih terus berjuang di Gaza untuk membantu korban di wilayah konflik tersebut. Relawan Liaison Officer Emergency Medical Team (EMT) Mer-C Indonesia, Marissa Noriti, bersama konvoi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (24/7/2024) pekan lalu, telah mencapai Lokasi Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Ini adalah untuk pertama kalinya tim Mer-C dapat mencapai Gaza Utara Kembali sejak evakuasi paksa yang dilakukan militer Israel terhadap seluruh penghuni Rumah Sakit Indonesia termasuk tiga relawan Mer-C saat itu pada November 2023 lalu. “Saat ini kami berada di Rumah Sakit Indonesia dengan konvoi PBB dan staf NGO internasional lainnya. Kami akan berkoordinasi dengan Direktur RS Indonesia, dr. Marwan Al-Sultan,” terang Marissa saat tiba di RS Indonesia. Kedatangan konvoi PBB disambut oleh Direktur RS Indonesia, dr Marwan Al-Sultan. Dalam kesempatan kunjungan ini, Mer-C mewakili rakyat Indonesia sebagai pihak yang membangun Rumah Sakit Indonesia melakukan assessment awal kondisi rumah sakit dan berkoordinasi dengan Direktur RS Indonesia untuk penugasan Tim EMT Mer-C serta penyaluran bantuan medis lainnya untuk RS Indonesia. Mer-C juga menyampaikan komitmennya untuk membangun kembali Rumah Sakit Indonesia jika situasi sudah memungkinkan. Konvoi PBB ke Gaza Utara pada Rabu kemarin terdiri dari 10 kendaraan, termasuk dua truk yang mengangkut bantuan bahan bakar untuk operasional beberapa rumah sakit di Gaza Utara, termasuk Rumah Sakit Indonesia. Sepanjang perjalanan menuju Gaza Utara yang terlihat adalah kehancuran dan puing-puing reruntuhan bangunan. Memasuki Bayt Lahiya, bangunan Rumah Sakit Indonesia mulai terlihat dan tampak masih berdiri kokoh meski mengalami banyak kerusakan akibat penyerangan dan pembakaran. Pelayanan medis di RS Indonesia juga masih terus berjalan meski masih sangat minimal dan mengalami kesulitan bahan bakar. Misinya masuk ke Jalur Gaza kali ini adalah untuk menindaklanjuti pembangunan Primary Health Care (PHC) di area kompleks RS Nasser di Gaza Selatan dan persiapan rencana pengiriman bantuan serta tim medis ke RS Indonesia di Gaza Utara. “Ini merupakan misi kedua saya, misi pertama saat itu pada 18 Maret. Kita sedang mempersiapkan pembangunan Primary Health Care di area Nasser Hospital dan ada rencana deployment tim juga ke RS Indonesia di Gaza Utara. Mohon doanya mudah-mudahan berjalan lancar dan makin banyak hal lagi yang bisa kita lakukan untuk saudara kita di Palestina,” ungkap Marissa. Ia menambahkan, situasi perjalanan kali ini dibandingkan konvoi sebelumnya terbilang cukup lancar. Semua tim konvoi juga mematuhi peraturan sehingga tidak ada permasalahan saat di perbatasan. Dengan kedatangan Marissa Noriti, saat ini relawan Mer-C yang berada di Jalur Gaza berjumlah enam orang, lima relawan asal Indonesia dan satu relawan lokal. (Iin) Baca juga :

Read More

Kurma Park Pasuruan Menjadi Daya Tarik Wisata Ramah Muslim

Pasuruan — 1miliarsantri.net : Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi kehadiran “Kurma Park” di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sebagai daya tarik wisata ramah Muslim. Hadir mendampingi Menparekraf, Staf Khusus Menparekraf Bidang Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu-isu Strategis, Ario Prawiseso; dan Plt. Direktur Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran (MICE), Itok Parikesit. Kurma Park ini dapat mendukung pengembangan wisata halal di Indonesia sehingga berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Sandiaga mengungkapkan tanaman kurma yang tumbuh subur di tanah Pasuruan menjadi destinasi wisata edukasi agrowisata dengan sentuhan kearifan lokal. Hal ini diharapkan bisa menarik lebih banyak wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. “Ini bisa kita kembangkan dengan produk olahan yang nanti bisa ditawarkan sebagai destinasi wisata halal,” terang Sandiaga. Menurut Sandiaga, pengembangan wisata halal atau ramah Muslim di Indonesia mempunyai peluang yang cukup besar. Potensi ini dapat dilihat dari besarnya pasar Muslim di Indonesia. Berdasarkan data BPS saat ini ada lebih dari 207 juta Muslim di Indonesia atau sekitar 87,2 persen. Indonesia sendiri telah menempati posisi pertama sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia menurut Global Muslim Travel Index (GMTI) dalam dua tahun berturut-turut. “Ini sudah kita pertahankan dua tahun. Tapi kita harus lengkapi terus (salah satunya dengan kehadiran Kurma Park),” ungkap Sandiaga. Menurut Sandiaga, wisata halal bukanlah zonasi (yang hanya diperuntukkan bagi wisatawan Muslim) melainkan merupakan tambahan layanan yang dapat dinikmati oleh wisatawan dari berbagai kalangan. Sebab definisi halal itu sendiri terletak pada fasilitas pelayanan yang diberikan, mulai dari penyedian makanan halal, ibadah, toilet ramah wisatawan Muslim, hingga rekreasi keluarga ramah Muslim. “Zona ini adalah zona yang inklusif dan terbuka bagi semua, bukan hanya yang wisatawan Muslim tapi wisatawan secara keseluruhan boleh menikmati pariwisata halal,” lanjut Sandiaga. Pada tahun 2024, pariwisata ramah Muslim di Indonesia memprioritaskan peningkatan beberapa program melalui Kemenparekraf seperti sertifikasi halal produk dan layanan di Desa Wisata, Santri Digitalpreneur Indonesia, E – katalog Wonderful Mosque of Indonesia, mendukung industri fesyen Muslim, menjalin kolaborasi bilateral dengan Pemerintah Saudi Arabia, hingga pelaksanaan event seperti WIES (World Islamic Entrepreneurship Summit). Sekda Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, mengungkapkan geliat potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Pasuruan luar biasa meningkat. Apabila dilihat pada semester I, kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pasuruan telah mencapai sekitar 1,2 juta wisatawan. “Geliat wisatawan ini tidak lepas dari kolaborasi antar pemerintah dengan dunia usaha. Dan salah satunya kebun kurma di Kurma Park yang dapat tumbuh subur di Pasuruan. Ini menunjukkan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi yang akhirnya menghadirkan wisata edukasi,” papar Yudha. Pemilik dan Pengelola Daya Tarik Agrowisata Kurma Park, Hj. Rusti Widayati, menceritakan awalnya ia melihat daerah Pasuruan belum memiliki nilai atau produk unggulan secara ekonomi. Kemudian setelah melakukan penelitian panjang akhirnya Rusti mengembangkan sebuah usaha kebun kurma yang dikemas secara menarik sehingga pengunjung yang datang dapat merasakan nuansa seperti di Madinah, Saudi Arabia. “Kami akan terus melakukan inovasi agar ini berkembang dan nantinya menjadi wisata halal di Pasuruan,” urai Rusti. (del) Baca juga :

Read More

Kemenag, BWI dan REI Banten Jajaki Sinergi Pemanfaatan Tanah Wakaf

Jakarta — 1miliarsantri.net : Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama menerima kunjungan Real Estate Indonesia (REI) Banten, Kamis (25/7/2024). Kunjungan tersebut bertujuan menjajaki peluang kerja sama pemanfaatan tanah wakaf di Indonesia. Hadir pula Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerjasama Zakat dan Wakaf, Muhibuddin; Kasubdit Pengamanan Aset Wakaf, Jaja Zarkasi; dan Anggota Divisi Pengembangan dan Transportasi Digital Badan Wakaf Indonesia, Shalahuddin Ahmad. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono menjelaskan, pertemuan membahas peluang REI Banten untuk melakukan investasi di bidang properti di atas tanah wakaf. Ia menekankan, sebelum aset-aset wakaf diolah, Kemenag dan BWI harus memastikan bahwa tanah wakaf sudah jelas nazirnya, serta memiliki sertifikat yang clean and clear???????. “Jangan sampai menjadi masalah di kemudian hari,” tegasnya. Menurut Waryono, Kemenag memiliki data tanah wakaf yang dapat diproduktifkan. Kerja sama ini nantinya melibatkan Kemenag, BWI, nazir, dan REI Banten. “Pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan MoU, serta pengawasan dan pembinaan oleh Kemenag dan BWI,” ujarnya. Waryono mengapresiasi niat REI Banten dalam kerja sama pemanfaatan tanah wakaf. “Luas tanah wakaf di Indonesia melebihi negara Singapura. Jika dimanfaatkan dengan baik, maksimal, dan akuntabel, manfaatnya bisa dirasakan oleh umat,” katanya. Perwakilan BWI, Shalahuddin, menambahkan, BWI adalah lembaga independen yang bertugas mengembangkan wakaf di Indonesia. “REI dapat melakukan koordinasi dengan BWI dalam kerja sama pemanfaatan tanah wakaf nantinya,” jelasnya. Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerjasama Zakat dan Wakaf Muhibuddin memaparkan program strategis Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, seperti Kampung Zakat, KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat, Inkubasi Wakaf Produktif, dan Program Kota Wakaf. “Program-program ini memanfaatkan zakat dan wakaf yang diharapkan dapat meningkatkan ekonomi umat di Indonesia,” ungkapnya. Ketua REI Banten, Roni mengatakan, audiensi itu bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait tanah tanah wakaf yang dapat dikolaborasikan. “Kita memiliki tujuan yang sama. Tanah wakaf, selain untuk pemanfaatan komersil, juga ada tujuan sosial didalamnya. Kami ingin mengetahui secara mendalam terkait potensi kerjasama pemanfaatan tanah wakaf di Indonesia,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Nama Belakang Istri Tidak Diperbolehkan Mencantumkan Nama Suami

Jakarta — 1miliarsantri.net : Tradisi masyarakat Arab selalu memberi nama anak-anaknya dengan satu suku kata saja. Misalkan, Muhammad, Ibrahim, Fatimah, Aisyah, dan sebagainya. Jika ada nama yang murakkab (dua kata) atau lebih, kata kedua adalah nama orang tuanya. Sedangkan, kata yang ketiga adalah nama kakeknya. Misalkan, Muhammad Husein Ya’qub. Berarti namanya adalah Muhammad, sedangkan Hasan adalah nama bapaknya dan Ya’qub adalah kakeknya. Tradisi seperti ini menjadi rancu jika dibawakan pada pola penamaan di Indonesia. Biasanya, nama-nama orang Indonesia terdiri dari dua, tiga, bahkan empat suku kata. Misalkan, Syahrul Gunawan, Oki Setiana Dewi, dan sebagainya. Syahrul Gunawan adalah satu orang. Gunawan bukanlah nama bapak dari si pemilik nama. Tradisi penamaan bangsa Arab tak hanya sebatas nama, tapi juga erat sekali kaitannya dengan nasab. Dalam nama orang Arab, nama ayah dan kakek langsung melekat pada nama anak. Tradisi ini berdasar dari syariat Islam yang sangat serius memperhatikan persoalan nasab. Termasuk dalam dosa besar jika mengklaim seseorang yang bukan dari garis keturunannya diakui sebagai nasabnya. Alasan ini juga yang menjadikan Islam membenci perzinaan karena akan mengaburkan nasab. Sebagaimana hadis Nabi SAW menyebutkan, “Barang siapa yang mengaku sebagai anak kepada selain bapaknya atau menisbahkan dirinya kepada yang bukan walinya, maka baginya laknat Allah SWT, malaikat, dan segenap manusia. Pada hari kiamat nanti, Allah tidak akan menerima darinya ibadah yang wajib ataupun yang sunah.” (HR Muslim dan Tirmidzi). Jadi, tidak boleh tidak, kata kedua dalam nama orang Arab harus nama ayahnya. Mencantumkan nama selain nama ayah pada kata kedua dari nama tersebut dianggap tabu. Mereka menyimpulkan, berarti si pemilik nama tidak jelas nasabnya atau tak tahu siapa ayahnya. Kesimpulan ini juga bermuara pada ketegasan syariat dalam urusan nasab. Masuknya budaya Barat soal penamaan yang banyak diadopsi masyarakat Tanah Air menampik tradisi Arab yang bersumber dari syariat ini. Di Barat, nama belakang istri diambil dari nama suami, seperti Michelle Obama, Hillary Clinton, dan sebagainya. Inilah yang ditiru masyarakat Indoensia. Jelas model penamaan gaya Barat menjadi sangat tabu bagi tradisi Arab. Apalagi jika dikaitkan dengan urusan nasab. Bagaimanakah syariat menyelesaikan hal ini? Ulama-ulama Timur Tengah dan mayoritas ulama kontemporer lainnya jelas mengharamkan model penamaan ala Barat tersebut. Seorang istri tetap harus memakai nama belakang ayahnya, bukan nama suaminya. Mereka berdalil dengan ayat Alquran, “Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka…” (QS al-Ahzab [33]: 5). Dalam asbabun nuzul dari ayat tersebut karena Nabi SAW memungut seorang anak angkat. Karena sayangnya Beliau SAW kepada Zaid, sang anak angkat, sampai-sampai Zaid dipanggil Zaid Muhammad atau Zaid bin Muhammad. Maka turunlah ayat ini yang melarang penyebutan nama demikian. Akhirnya Zaid dipanggil dengan Zaid bin Haritsah karena bapak kandungnya bernama Haritsah. Ayat ini menegaskan urusan penamaan seseorang tidaklah main-main dalam Islam. Jika anak angkat saja dilarang memakaikan nama ayah angkatnya sebagai nama belakangnya, apalagi seorang istri yang memakai nama belakang dari nama suaminya. Jelas hal ini diharamkan secara mutlak. Markaz al-Fatwa Arab Saudi dalam keluaran fatwanya Nomor 17398 menyebutkan, mencantumkan nama belakang istri dengan nama suaminya tidak diperbolehkan. Demikian juga nama-nama orang lain selain dari ayah kandungnya sendiri. Jika anak tersebut lahir di luar nikah (hasil perzinaan), cukup dipakaikan nama belakang dari nama ibunya. Tradisi penamaan orang Arab sebenarnya bersumber dari Alquran sendiri. Firman Allah SWT, “Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka. Itulah yang lebih adil pada sisi Allah. Dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu.” (QS al-Ahzab [33]: 5). Tradisi ini telah ada, tumbuh, dan berkembang bersama bangsa Arab bahkan sebelum adanya ajaran Islam yang dibawa Rasulullah SAW. Bangsa Arab sangat bangga jika mereka hafal ranji atau silsilah nasab mereka. Artinya, mereka adalah keturunan yang terpelihara. Dalam Alquran, Allah SWT juga menyebut nama-nama dengan mengikutsertakan nama belakang dari bapaknya. Misalnya dalam ayat, “Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya,” (QS al-Ahzab [33]: 12). Demikian juga Nabi Isa AS yang lahir tanpa ayah. Ia juga disebut kaumnya dengan nama belakang ibunya, sebagaimana dalam ayat Alquran, “Dan karena ucapan mereka, sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih Isa bin Maryam, Rasulullah.” (QS an-Nisa [4]: 156). Para istri yang suaminya adalah orang terpandang juga ingin ikut terkenal. Caranya dengan mencantumkan nama suami di belakang namanya. Namun, hal seperti ini ternyata tak diakomodasi dalam syariat Islam. Berbeda dengan anak, yang memang seyogianya memakai nama sang ayah di belakang namanya. Para istri Rasulullah SAW tak pernah memakai nama Muhammad di belakang nama mereka, walau agung dan tingginya kedudukan sang suami. Mereka tetap dipanggil Aisyah binti Abu Bakar, Hafshah binti Umar, Zainab binti Jahsy, dan seterusnya. Jika terpaksa menyebut nama suami, sebutlah si Fulanah istrinya si Fulan. Sebagaimana dicontohkan dalam ayat Alquran, “Allah membuat istri Nuh dan istri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir.” (QS at-Tahrim [66]: 10). Sekalipun khalayak mengetahui secara pasti, nama belakang si istri adalah suaminya, hal ini tetap tidaklah diperbolehkan. Misalkan, penyebutan nama istri presiden yang diikuti dengan nama suaminya sebagai seorang presiden. Tetap saja hal ini keliru dalam pandangan syariat. Pandangan inilah yang sudah mentradisi di kalangan Arab dari dahulu hingga saat ini. Dikhawatirkan pula, ada semacam penyelewengan nasab hanya gara-gara abai soal penyebutan nama. Hal ini punya konsekuensi serius dalam syariat. Sebagaimana hadis Nabi SAW menegaskan, “Siapa yang bernasab kepada selain ayahnya dan ia mengetahui bahwa ia bukan ayahnya, maka surga haram baginya.” (HR Bukhari). (Iin) Baca juga :

Read More

Orang yang Kelak Bisa Sukses Biasanya Kesehariannya Amalkan 9 Kebiasaan Ini

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kita sering mendengar cerita tentang anak-anak muda yang berbakat dan sukses dalam semalam. Namun kenyataannya banyak orang mencapai prestasi paling signifikan ternyata di kemudian hari. Orang-orang ini, yang dikenal sebagai orang yang terlambat berkembang, tetapi membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengejar impian dan mencapai kesuksesan. Meskipun perjalanan mereka mungkin berbeda, orang-orang yang sukses terlambat berkembang sering kali memiliki kebiasaan sehari-hari yang berkontribusi pada kemenangan mereka pada akhirnya. Berikut kita akan mengeksplorasi sembilan kebiasaan dan bagaimana kebiasaan tersebut dapat membantu membuka potensi Anda, tanpa memandang usia atau latar belakang. Kebiasaan 1: Merangkul Pola Pikir Pertumbuhan Salah satu kebiasaan paling signifikan yang diadopsi oleh orang-orang yang terlambat berkembang adalah menerapkan pola pikir berkembang. Konsep yang dipopulerkan oleh psikolog Carol Dweck ini mengacu pada keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan kita dapat dikembangkan melalui dedikasi dan kerja keras. Orang yang terlambat berkembang melihat tantangan sebagai peluang untuk berkembang, bukan sebagai hambatan yang tidak dapat diatasi. Mereka memahami bahwa kemunduran adalah bagian alami dari proses pembelajaran dan menggunakannya sebagai batu loncatan untuk meningkatkan dan memperluas keterampilan mereka. Kebiasaan 2: Menetapkan Tujuan dan Prioritas yang Jelas Orang yang terlambat berkembang sering kali ahli dalam menetapkan tujuan dan prioritas yang jelas. Mereka memahami pentingnya memiliki target yang spesifik, terukur, dan dapat dicapai untuk dicapai. Dengan mendefinisikan tujuan-tujuan mereka dan memecahnya menjadi langkah-langkah yang dapat dikelola, mereka dapat memfokuskan energi mereka pada hal-hal yang paling penting dan menghindari teralihkan oleh tugas-tugas yang kurang penting. Kebiasaan 3: Pembelajaran Berkelanjutan dan Pengembangan Keterampilan Kebiasaan penting lainnya dari orang yang terlambat berkembang adalah komitmen mereka terhadap pembelajaran berkelanjutan dan pengembangan keterampilan. Mereka menyadari bahwa untuk mencapai tujuan mereka, mereka harus terus-menerus memperluas pengetahuan dan kemampuan mereka. Kebiasaan ini penting bagi mereka yang mengejar karier atau minat baru di kemudian hari, karena mereka mungkin perlu memperoleh keterampilan baru atau memperbarui keterampilan yang sudah ada agar tetap kompetitif. Kebiasaan 4: Menumbuhkan Ketahanan dan Ketekunan Jalan menuju kesuksesan jarang sekali mulus, dan orang yang terlambat berkembang sering kali menghadapi tantangan unik saat mengejar tujuan mereka di kemudian hari. Di sinilah kebiasaan memupuk ketahanan dan ketekunan berperan. Orang yang sukses terlambat berkembang dapat bangkit kembali dari kemunduran dan mempertahankan motivasi mereka dalam menghadapi kesulitan. Untuk membangun ketahanan, fokuslah pada pengembangan pandangan positif dan kelilingi diri Anda dengan individu-individu suportif yang percaya pada tujuan Anda. Saat menghadapi kemunduran, cobalah untuk mengubahnya sebagai pengalaman pembelajaran dan peluang untuk berkembang. Ingatlah bahwa kemajuan jarang sekali bersifat linier, dan tidak apa-apa untuk beristirahat saat diperlukan untuk mengisi ulang tenaga dan memfokuskan kembali. Kebiasaan 5: Berjejaring dan Membangun Hubungan Orang yang terlambat berkembang dan sukses memahami nilai jaringan dan membangun hubungan dalam bidang pilihan mereka. Mereka secara aktif mencari koneksi dengan orang lain yang memiliki minat yang sama dan dapat menawarkan bimbingan, dukungan, dan potensi kolaborasi. Dengan memupuk jaringan yang kuat, orang yang terlambat berkembang dapat membuka pintu terhadap peluang baru dan belajar dari pengalaman orang lain yang telah menempuh jalur serupa. Kebiasaan 6: Merangkul Kegagalan Sebagai Pengalaman Pembelajaran Salah satu kebiasaan paling penting yang diadopsi oleh orang-orang yang terlambat berkembang adalah kemampuan untuk menerima kegagalan sebagai pengalaman belajar. Mereka memahami bahwa kegagalan bukanlah keadaan permanen, melainkan bagian alami dari pertumbuhan. Dengan membingkai ulang kemunduran sebagai peluang untuk belajar dan memperbaiki diri, orang yang terlambat berkembang dapat mempertahankan motivasi mereka dan terus mengejar tujuan mereka dengan tekad baru. Untuk memupuk kebiasaan ini, dekati kegagalan dengan rasa ingin tahu, bukan menghakimi diri sendiri. Tanyakan pada diri Anda apa yang dapat Anda pelajari dari pengalaman tersebut dan bagaimana menerapkan pelajaran tersebut untuk upaya masa depan. Ingatlah bahwa bahkan individu yang paling sukses pun pernah menghadapi kegagalan pada suatu saat dalam hidup mereka, dan sering kali melalui tantangan inilah kita tumbuh dan belajar paling banyak. Kebiasaan 7: Menjaga Keseimbangan Kehidupan Kerja yang Sehat Orang yang terlambat berkembang menyadari pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan kerja yang sehat. Mereka memahami bahwa mencapai tujuan memerlukan upaya berkelanjutan dari waktu ke waktu dan kelelahan dapat menggagalkan kemajuan mereka. Dengan memprioritaskan perawatan diri dan menetapkan batasan antara kehidupan profesional dan pribadi, orang yang terlambat berkembang dapat mempertahankan energi dan fokus yang diperlukan untuk mengejar impian mereka. Ingatlah bahwa mencapai kesuksesan adalah lari maraton, bukan lari cepat. Dengan menjaga diri sendiri dan menjaga gaya hidup seimbang, Anda akan lebih siap menghadapi tantangan dan peluang yang menghadang. Kebiasaan 8: Melatih Rasa Syukur dan Berpikir Positif Kebiasaan penting lainnya bagi orang yang terlambat berkembang adalah praktik bersyukur dan berpikir positif. Mereka memahami bahwa menumbuhkan pola pikir positif dapat berdampak besar pada kesejahteraan dan kemampuan mereka mencapai tujuan. Orang yang terlambat berkembang mempertahankan rasa perspektif dan optimisme, bahkan ketika menghadapi kesulitan, dengan berfokus pada hal-hal baik dalam hidup mereka dan mengungkapkan rasa syukur atas berkah yang mereka peroleh. Untuk menumbuhkan rasa syukur dan berpikir positif, cobalah memulai setiap hari dengan merenungkan tiga hal yang Anda syukuri. Saat menghadapi tantangan, berfokuslah pada peluang untuk berkembang dan belajar daripada memikirkan aspek negatifnya. Kelilingi diri Anda dengan pengaruh positif, baik itu buku yang membangkitkan semangat, mentor yang menginspirasi, atau orang-orang terkasih yang suportif. Kebiasaan 9: Mengambil Tindakan Konsisten dan Menerima Perubahan Yang terakhir, orang yang terlambat berkembang adalah ahli dalam mengambil tindakan yang konsisten dan menerima perubahan. Mereka memahami bahwa mencapai tujuan mereka memerlukan upaya berkelanjutan dan kemauan untuk beradaptasi dengan keadaan baru. Orang yang terlambat berkembang dapat mempertahankan momentum dan kemajuan dari waktu ke waktu dengan membagi tujuan mereka menjadi langkah-langkah yang dapat dikelola dan secara konsisten berupaya mencapainya, Menerima perubahan juga penting untuk meraih kesuksesan bagi orang yang terlambat berkembang. Untuk mencapai tujuan dan minat baru, Anda mungkin perlu keluar dari zona nyaman dan beradaptasi dengan lingkungan atau tantangan baru. Orang yang terlambat berkembang dan sukses memandang perubahan sebagai peluang untuk berkembang dan bersedia mengambil risiko yang diperhitungkan untuk mengejar impian mereka Studi Kasus: Dari Gairah Menjadi Profesi Stella, ibu dua anak berusia 45 tahun, selalu menyukai coklat. Sebagai seorang anak, dia berlatih bereksperimen dengan berbagai resep coklat di dapur keluarganya. Namun, kehidupan membawanya ke arah yang berbeda, dan dia mendapati dirinya bekerja di perusahaan yang membuatnya…

Read More

Arab Saudi Ajak Korea Untuk Bangun Smart City Dengan Teknologi Digital Twin

Riyadh — 1miliarsantri.net : Arab benar benar melakukan transformasi di semua sektor demi menuju Arab menjadi negara yang terbuka dan modern. Salah satu upaya menuju percepatan proyek perumahan yang menjadi bagian dari visi 2030, Arab tidak ragu lagi mengundang perusahaan China State Company untuk terlibat mempercepat proyek perumahan. Kini disusul, Arab mengundang Korea. Seperti yang dilakukan di sektor real estat, Saudi siap memanfaatkan teknologi canggih setelah National Housing Co. bermitra dengan perusahaan teknologi Korea Naver Corp. Ini dilakukan untuk meningkatkan solusi kota pintar (smart city). Kolaborasi yang diresmikan di hadapan Menteri Perumahan Rakyat Majid Al-Hogail ini bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi Digital Twin, memanfaatkan sistem cloud canggih Naver. Teknologi ini mencerminkan entitas dunia nyata dalam lingkungan virtual, mendukung pengambilan keputusan secara real-time melalui analisis data, prediksi, dan optimalisasi. Ini akan berbasis cloud, dengan fokus pada pemodelan digital tiga dimensi. Langkah ini sejalan dengan tujuan Visi Arab Saudi 2030, yang bertujuan untuk menggunakan teknologi ini untuk perencanaan kota dan prediksi banjir sekaligus memajukan pengembangan kota pintar. Integrasi teknologi Digital Twin adalah bagian dari strategi Kerajaan yang lebih luas untuk memodernisasi sektor real estate dan mengadopsi solusi mutakhir untuk meningkatkan manajemen perkotaan dan efisiensi infrastruktur. Menteri Al-Hogail menyoroti pentingnya kemitraan ini, dengan menyatakan pada X bahwa kesepakatan tersebut membuka pintu bagi inovasi dalam solusi digital. “Bersama-sama, kami mencapai visi strategis untuk kota dan sektor perumahan dalam upaya kami mewujudkan kota pintar yang berkelanjutan,” terangnya. Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari masuknya Naver ke pasar Timur Tengah dan Saudi pada tahun 2023 dengan membuat kontrak dengan kementerian investasi dan perumahan untuk menggunakan sistem mereka. Peta jalan ambisius ini juga mencakup penggabungan teknologi canggih seperti AI, robotika, dan solusi cloud. Perusahaan menekankan arsitektur platform yang terbuka, membina kolaborasi dengan entitas lokal Saudi dan Korea Selatan. Abdullah Al-Ghamdi, presiden Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan Saudi, mengunjungi lokasi perusahaan tersebut pada bulan Mei, yang menunjukkan hubungan jangka panjang perusahaan tersebut dengan Kerajaan. Dalam pertemuan tersebut, potensi kolaborasi antara kedua entitas dibahas, karena SDAIA bertanggung jawab atas strategi, penelitian, dan pengembangan di sektor AI, data, dan kota pintar di Arab Saudi. Pejabat dari lembaga-lembaga besar Saudi lainnya, termasuk Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi, Pusat Informasi Nasional, dan Kantor Manajemen Data Nasional, juga telah melakukan kunjungan ke situs tersebut untuk melihat kemajuan teknologi perusahaan dan mendiskusikan peluang kolaboratif, demikian rilis di situs tersebut. Situs web entitas Korea terungkap. Hal ini terjadi setelah Naver menjadi bagian dari konsorsium “One Team Korea” pada November 2022. Kemitraan tersebut bertujuan untuk mengamankan proyek-proyek Saudi di bawah naungan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan. (dul) Baca juga :

Read More

Kolaborasi The Strong Minor Project dalam Mendorong Relasi Sesama Muslim

Jakarta — 1miliarsantri.net : The Strong Minor Project adalah sebuah gerakan sosial yang berkomitmen untuk memperkuat identitas dan keyakinan komunitas muslim di lingkungan minoritas. Gerakan ini pun menjalin kolaborasi dengan Maybank Syariah Indonesia untuk menggelar event dakwah bertema “Connect 2: Light Upon Light in Times of Hardship” pada Minggu (21/7) di Plenary Hall, Jakarta Conventional Center (JCC). Dzaki Maulana Irfan, perwakilan dari The Strong Minor Project menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama Connect 2 adalah memperluas jaringan dan koneksi peserta dengan individu dan komunitas dari berbagai negara. “Selain itu Connect 2 menjadi kesempatan bagi peserta untuk saling berbagi pengalaman, gagasan, dan nilai-nilai budaya dari berbagai belahan dunia,” kata Dzaki Maulana Irfan. Tahun ini acara Connect kembali hadir dengan konsep acara yang lebih spesial dengan membawa Mufti Menk, pembicara muslim Global dari Zimbabwe bersama dua rekannya yakni Dr. Muhammad Salah dari Mesir dan Brother Wael Ibrahim dari Australia. Sedangkan dari dalam negeri juga hadir Ustaz Khalid Basalamah, Ustaz Subhan Bawazier, Ustaz Ali Hasan Bawazier dan Abdullah Qymnastiar atau biasa dipanggi Aa Qym. Sementara itu Direktur Human Capital Maybank Indonesia, Irvandi Ferizal mengatakan, dirinya yang hadir mewakili Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia, mengucapkan terima kasih atas kesempatan mensponsori eventdarivThe Strong Minor Project ini. Menurut Irvandi, kerja sama sponsorhip Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia dengan The Strong Minor Project ini merupakan wujud persembahan bagi para nasabah maupun masyarakat Muslim di Indonesia. DIharapkan, keterlibatan perusahaan dalam event ini mampu membantu masyarakat untuk memetik manfaat dan motivasi dalam menghadapi berbagai tantangan hidup Islami dari para alim ulama terkemuka. Selain itu, ia juga berharap agar acara ini juga dapat memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT dan meneladani ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW. “Di satu sisi, acara Islamic Sharing Experience ini, kami pandang memiliki benang merah yang sama. Terutama dalam hal mempersiapkan dan merencanakan keuangan masa depan, di antara berbagai pilihan solusi yang tersedia,” jelas Irvandi. Karenanya, dalam kesempatan ini, perusahaan juga memperkenalkan kembali solusi unggulanya yakni ‘My Shariah Wealth Management’ kepada khalayak luas sebagai solusi perencanaan dana masa depan yang end-to-end sejalan dengan jenjang kehidupan nasabah. (Iin) Baca juga :

Read More

Masjid Al Akbar Surabaya Jadi Pusat Kajian Tafsir Syeikh Abdul Qadir Al Jailani

Surabaya — 1miliarsantri.net : Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) ditetapkan menjadi pusat kajian Tafsir Al-Jailani karya ulama sufi dan ahli fiqih Syeikh Abd Qadir Jailani. Kajian akan dilakukan selama kurun 2024-2025. Penetapan MAS sebagai pusat kajian tafsir itu dimulai dengan kajian pertama yang dihadiri langsung cicit ke-23 Syeikh Abd Qadir Jailani, yakni Assayid Prof DR Muhammad Fadhil Al-Jailani, di MAS, Jumat (19/7/2024) lalu. Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri acara tersebut menjelaskan MAS menjadi satu-satunya masjid di Indonesia yang menjadi pusat kajian itu setelah dirinya ke Turki pada 2022. “Pada Februari 2022, saya mendapat hadiah tafsir Al Jailani saat berkunjung ke Turki. Tafsir itu merupakan manuskrip yang menarik setelah 800 tahun hilang dan akhirnya ditemukan cucu ke-25 Syeikh Abdul Qadir Jailani,” katanya. Di hadapan ribuan jamaah MAS serta jutaan jamaah daring itu, Khofifah yang mantan Gubernur Jatim (2019-2024) mengatakan Tafsir Al-Jailani yang mengulas ayat demi ayat Al-Quran dan tersimpan di Perpustakaan Vatikan itu sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. “Dalam pertemuan yang didampingi DR KHA Fahrur Rozy (Ketua PBNU) itu, saya minta Syeikh Fadhil untuk memberi pembelajaran langsung kepada masyarakat Indonesia hingga kajian ini terlaksana dengan koordinator kajian Prof DR KH Ridlwan Nasir (imam besar MAS),” sambungnya. Menurut Khofifah, kajian Tafsir Al-Jailani akan dilaksanakan dua kali setiap bulan yakni Jumat ke-1 dan Jumat ke-4 yang berlangsung secara virtual/daring dengan peminat kajian dari masyarakat umum dan pesantren sebanyak 2,4 juta. “Kajian akan dilaksanakan mulai 19 Juli 2024 hingga Juli 2025 setelah Sholat Jumat pada jam 13.00 WIB, atau kalau di Turki sekitar jam 09.00 pagi waktu Turki,” imbuhnya yang idampingi Ketua BPP MAS DR KHM Sudjak MAg. Saat menyampaikan kajian pertama Tafsir Al-Jailani, Assayid Prof DR Muhammad Fadhil Al-Jailani menjelaskan ulama dunia mengakui tafsir karya Syeikh Abdul Qadir Al Jailani itu merupakan tafsir terbaik. “Ulama dari berbagai negara mengakui hal itu setelah saya beri tafsir itu dan mengkaji sendiri, karena Syeikh Abdul Qadir Al Jailani itu menafsirkan ayat dengan ayat, ayat dengan hadits, dan ayat dengan penjelasan Sayyidina Ali Bin Abi Thalib (kakek Syeikh Abdul Qadir),” ujarnya. Assayid Prof DR Muhammad Fadhil Al-Jailani yang mengaku Indonesia sebagai “negara kedua”-nya itu mencontohkan “bismillah” itu ditafsirkan Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani secara berbeda sesuai ayatnya. “Bismillah dalam Surah Albaqoroh dikaitkan artinya dengan keyakinan orang-orang Muslim tentang tauhid. Surah Al-Ikhlas itu, ahli tafsir lain menerjemahkan ‘qulhu’ dengan ‘Katakan Wahai Muhammad’, tapi Syeikh Abdul Qadir Jailani tidak mau menyebut nama ‘Muhammad’ tapi menyebut ‘Rasul yang paling sempurna’ yang lebih beradab),” ungkapnya. Fatihah juga ditafsirkan sebagai surat keesaan Tuhan yang tak berbilang dan keabadian, bahkan “Iyyakana’budu” diartikan keesaan yang hanya menyembah kepada Allah sebagai puncak tauhid. “Semua milik Allah, Allah itu robbul Alamin, bukan robbul Muslimin,” katanya. Kajian yang dimulai Jumat (19/7/2024) hingga Juli 2025 itu dimulai dengan kajian “Al-Mau’idhah” (QS Yunus : 57, QS Luqman : 57, QS Al-A’raf : 205), lalu kajian “Al-Rahmah (QS Al-Anbiya’ 107, QS Al-An’am 54, QS Ali Imran 159, QS Al-Mu’min 118, QS Al-Isra’ 24, QS An-Nisa 175, QS Yunur 58, QS At-Taubah 128, QS Ar-Rum 21, QS An-Naml 77). Kajian lainnya, As-Sakinah dalam Al-Qur’an, Al-Mawaddah, As-Salam, Al-Washiyat, Al-Qital, Al-Birru, At-Taqwa, Al-Itsmu, Ash-Shukru, Al-Du’a, Al-Ukhuwah, Al-Ni’mah, Al-Dunya, Al-Akhirat, Al-Insan, Al-Musiibah, Al-Sabru, Al-Amaanah, Al-Baraakaat, dan Pesan Moderasi Beragama (Takfir kepada Negara, Takfir kepada pendosa, Jihad, Membunuh non-Muslim, merusak Fasuliras Umum, dan Merampas Harta untuk Jihad). (har) Baca juga :

Read More