Dubes RI Bahas Promosi Bersama Produk Indonesia- Mesir

Mesir — 1miliarsantri.net : Duta Besar RI untuk Mesir, Lutfi Rauf didampingi Atase Perdagangan, M. Syahran Bhakti S. beserta staf melakukan pertemuan bisnis dengan KADIN Provinsi Fayoum. Dalam pertemuan yang dilakukan di kantor Kadin Fayoum baru baru ini, Magdi Taha Mohamed Gaballah, Ketua KADIN Fayoum, menyambut hangat kehadiran Duta Besar dan delegasi KBRI Kairo serta berharap pertemuan penting ini memberi manfaat bagi kepentingan perekonomian dan perdagangan kedua negara. Duta Besar RI, Lutfi Rauf menerangkan, hubungan dan kerja sama perdagangan RI-Mesir dalam 1 (satu) dekade terakhir dinilai cukup positif, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai perdagangan Indonesia-Mesir pada tahun 2023 sebesar USD 1,51 miliar. Komoditas perdagangan kedua negara selama ini saling melengkapi tidak saling bersaing. Indonesia mensuplai minyak sawit dan turunannya, biji kopi, kakao, kertas, briket arang, sabun, tuna, sarden kalengan, benang dan produk potensial lainnya. Adapun Mesir mensuplai ke Indonesia diantaranya fosfat, kurma, jeruk, molases, anggur, stroberi, dan tanaman herbal. Magdi Taha, Ketua KADIN Fayoum, menyampaikan pihaknya sangat terbuka untuk bekerjasama dengan KBRI Kairo dan para pelaku usaha Indonesia termasuk KADIN di Indonesia. KADIN Fayoum menawarkan promosi bersama produk Indonesia dan produk Mesir, kerjasama KADIN Fayoum dengan KADIN di Indonesia. Duta Besar RI menyambut gagasan ini dalam upaya perluasan selebar-lebarnya akses pasar produk Indonesia dan juga produk Mesir, hal ini sejalan dengan kesepakatan Joint Trade Committe (JTC) yang telah dilakukan pertemuan perdana di Jakarta, 31 Juli 2024 lalu. Magdi juga menawarkan peluang investasi di bidang pariwisata bagi para pelaku usaha Indonesia untuk dapat berinvestasi di kawasan wisata Danau Qarun Fayoum. Selain itu, pertemuan ini juga membahas peluang ekspor-impor produk Mesir dan Indonesia serta mengaktifkan skema imbal dagang antara produk potensial kedua negara. Dalam pertemuan terpisah, Duta Besar RI melakukan field visit ke perusahaan El Tawheed for Import & Export. Delegasi diterima oleh Mr Khaled Khouly, Direktur Utama beserta jajaran Direksi. Khaled menyampaikan sangat mengapresiasi dukungan dan fasilitasi KBRI Kairo selama ini, sehingga saat ini potensi impor perusahaan El Tawheed dari Indonesia mencapai diatas USD 6 juta, dan kini El Tawheed ingin menambah suplai minyak goreng, sabun dan tuna kaleng dan sarden kaleng dari Indonesia. Atase Perdagangan KBRI Kairo, M. Syahran Bhakti menambahkan, beberapa penawaran kerjasama dari pihak KADIN Fayoum akan ditindaklanjuti baik dengan mengundang para pelaku usaha Fayoum ke Trade Expo Indonesia (TEI), 9 sd 12 Oktober 2024 mendatang dan mengundang pelaku eksportir Indonesia melakukan pameran dagang pada event Pameran Ahlan Ramadhan di Kota Fayoum, Kota Bersejarah yang dibangun oleh Nabi Yusuf Alaihissalam. (fat) Baca juga :

Read More

Petinju Inggris Ditinggal Sponsornya Ketika Mengucap Syahadat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Petinju profesional Inggris, Jake Henty baru-baru ini membagikan kisahnya yang menyentuh hati tentang perpindahan agamanya ke Islam. Melalui sebuah podcast, Jake Henty mengungkapkan tantangan yang dihadapi usai menjadi seorang mualaf. “Islam sangat membantu dalam tinju, dari ajaran kedisiplinannya. Sebelum bertanding aku selalu shalat dan itu membuatku lebih percaya diri. Aku berusaha semampuku dan menyerahkan semuanya pada Allah,” terang Jake dalam podcast Da Bridge Official, dikutip Sabtu (31/8/2024). Dalam pengakuannya, petinju yang berasal dari Sidcup, Kent, Inggris ini kehilangan sponsor setelah memeluk Islam. Meski begitu Jake tetap berkomitmen pada keyakinan barunya itu. “Saya belum pernah mendapatkan cinta dan dukungan sebesar ini ketika saya menjadi seorang Muslim.” kata Jake dikutip dari MM News. Petinju muda ini memiliki karir amatir yang luar biasa sebelum menjadi seorang profesional. Ia menandatangani kontrak dengan Frank Warren dan Queensberry Promotions. Sebagai kelas welter super, Jake memenangkan tiga gelar nasional dan mewakili Inggris di kompetisi internasional selama lima tahun, mengumpulkan rekor mengesankan yaitu 50 pertarungan dengan hanya lima kekalahan. Sebelum Jake Henty, petinju Amerika Gervonta ‘Tank’ Davis juga masuk Islam du awal tahun ini. Mantan juara dunia tiga divisi berusia 29 tahun itu berpindah agama dari agama Kristen dan masih memiliki tato salib di lengan kanannya. Selain penghargaan tinju, Davis juga dikenal atas kerja amalnya. (Iin) Baca juga :

Read More

3 Guru Besar UGM Terbitkan 12 Seri Buku Kuliner Indonesia

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada meluncurkan 12 buku seri kuliner yang ditulis oleh tiga Guru Besar. Ketiga orang Guru Besar yang berasal dari FTP tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Murdijati Gardjito, Prof. Dr. Ir. Umar Santoso, dan Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. Peluncuran buku seri kuliner diharapkan tidak hanya memperkaya kajian dunia akademik tetapi juga memperkuat identitas kuliner Indonesia di tingkat nasional dan internasional. Dekan FTP UGM Prof. Eni Harmayani mengatakan peluncuran 12 buku menambah dari 3 buku seri kuliner yang sudah diluncurkan sebelumnya. Menurutnya buku ini sebagai milestone atau tonggak sejarah penting bagi dunia pangan di Indonesia. “Saya kira ini adalah karya monumental yang menjadi saksi sejarah warisan kuliner Indonesia. Buku ini tidak hanya meluncurkan satu karya, tetapi 15 karya monumental yang menyimpan kekayaan tradisi dan budaya kuliner Indonesia,” terang Eni Harmayani setelah peluncuran Buku Pesona Cita Rasa Indonesia, Kamis (29/8/2024) di auditorium Kamarijani Soenjoto FTP UGM. Prof. Murdijati Gardjito mengatakan kekayaan kuliner Indonesia patut diapresiasi melalui pendokumentasian lewat publikasi buku. Ia menjelaskan bahwa buku pertama dalam seri ini membahas makanan pokok yang memberikan asupan gizi terbesar dalam tubuh. Buku seri pertama berhasil mencatat ada 208 jenis resep makanan pokok di Indonesia yang tidak hanya berbahan dasar beras, tetapi juga jagung, pisang, labu kuning, sagu, dan bahan-bahan lainnya. “Keanekaragaman pangan ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir akan keterbatasan bahan pangan, karena pilihan makanan pokok kita sangat beragam,” jelasnya. William Wirjaatmadja Wongso, selaku konsultan gastronomi dan konsultan kuliner Indonesia, menyatakan bahwa karya-karya keanekaragaman pangan dan kuliner ini adalah sebuah mahakarya tentang budaya kuliner Indonesia secara akademis. Menurutnya penting untuk penerjemahan buku ini agar dunia internasional dapat memahami betapa kayanya kuliner nusantara. Namun, ia juga menggarisbawahi tantangan dalam mendidik praktisi budaya kuliner di Indonesia, terutama di tingkat SMK. “Kita lemah dalam pendidikan praktisi budaya kuliner. Sangat jarang kita menemukan juru masak Indonesia yang menguasai masakan tradisional, sehingga buku-buku ini harus dimiliki oleh sekolah-sekolah SMK agar generasi muda dapat belajar dan memahami keragaman kuliner Indonesia,” tambahnya. Prof. Dr. Dra. Marwanti, M.Pd., salah satu pembahas lainnya yang merupakan Guru Besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Vokasi Tata Boga Universitas Negeri Yogyakarta, menguraikan bahwa makanan memiliki berbagai macam fungsi, baik dalam aspek fisiologi, kesehatan, sosial, budaya, politik, diplomasi, maupun pengembangan pariwisata. “Buku ini tidak hanya menawarkan resep, tetapi juga cerita dan makna mendalam bagi masing-masing daerah di Indonesia. Bahasa yang digunakan juga mudah dimengerti, sehingga buku ini asik dan membuat pembaca hanyut dalam cerita sejarah makanan dari berbagai daerah,” ujarnya. Chef Ragil Imam Wibowo, pendiri Nusa Gastronomi Indonesia memulai pembahasan dengan menyoroti bagaimana buku-buku ini melanjutkan warisan Mustika Rasa yang telah dipublikasikan pada tahun 1967. Baginya, buku ini bisa menjadi tameng untuk melindungi kebanggaan terhadap makanan Indonesia dari pengaruh luar negeri. “Makanan Indonesia sudah banyak ‘dikolonisasi’ oleh masakan asing, sehingga buku ini menjadi primbon penting untuk mempertahankan dan mempromosikan kekayaan kuliner kita,” tegasnya. Ia juga berharap agar buku-buku ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar life skill di sekolah-sekolah dasar, sebagaimana yang diterapkan di Jepang. “Di Jepang, anak-anak SD sudah dikenalkan pada life skill untuk kehidupan, termasuk ilmu tentang gastronomi. Saya sangat berharap Indonesia dapat menerapkan hal serupa, karena semua yang diuraikan dalam buku ini sangat mumpuni, mulai dari bahan, cara memasak, hingga penyajian yang modern,” imbuhnya. Para pembicara dan pembahas sepakat bahwa kuliner adalah bagian integral dari jati diri bangsa Indonesia. Dengan upaya memperkenalkan dan melestarikan warisan kuliner, maka kita turut menjaga keberlanjutan budaya dan identitas bangsa di tengah arus globalisasi yang kian menggerus budaya bangsa. Oleh karena itu, buku-buku kuliner Indonesia yang ditulis para tiga orang Guru Besar ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi para akademisi, praktisi dan generasi muda. (wid) Baca juga :

Read More

Banyak Anak Putus Sekolah karena Masuk Pesantren, Kok Bisa?

Jakarta — 1miliarsantri.net : Faktor budaya menjadi salah satu penyebab tingginya anak putus sekolah di Cianjur, Jawa Barat. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut, jika orang tua tidak bisa menyekolahkan anaknya, mereka akan memasukkan anak-anak mereka ke pondok pesantren. “Budaya yang berkembang di Cianjur itu orang tua ketika tidak mampu memasukkan anaknya ke sekolah formal, mereka kemudian memasukkan anak ke ponpes (pondok pesantren), sementara di ponpes ya sebenarnya dia (anak) bersekolah, belajar ilmu agama, kitab kuning, Alquran, hadits, fikih,” terang Anggota KPAI Aris Adi Leksono, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (28/8/2024). Meski bagi persoalannya sebagian pondok pesantren salafiyah tidak terdata dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sehingga para santrinya menjadi anak putus sekolah. “Ponpes ini kadang tidak menyelenggarakan pendidikan formal, sehingga anak di pesantren murni belajar tentang salafiyah, ilmu agama dan mereka di situ tidak terdaftar dalam dapodik, sehingga mereka terdata sebagai anak yang putus sekolah,” tambah Aris Adi Leksono. Faktor lain tingginya anak putus sekolah di Cianjur karena anak-anak lebih memilih bekerja membantu orang tua. Anak-anak juga mengalami perundungan di sekolah sehingga memilih untuk tidak sekolah. “Jarak sekolah terutama SMP yang terlalu jauh yakni 8 kilometer dari tempat tinggal, dan kurangnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya pendidikan,” lanjutnya. Angka anak putus sekolah di Cianjur tinggi, yakni mencapai 367 anak SD atau setingkat MI dan 186 anak SMP atau setingkat MTs. Terkait hal ini, KPAI pun melakukan peninjauan langsung ke dua desa di Cianjur, yaitu Desa Sukamanah dan Desa Wangunjaya. Aris Adi Leksono menegaskan tentang pentingnya sekolah bagi masa depan anak. “Sekolah bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi juga tempat untuk tumbuh, berkembang, dan mempersiapkan masa depan sebab pendidikan merupakan fondasi utama,” tutupnya. (Iin) Baca juga :

Read More

Pengurus PCINU Malaysia Resmi Dilantik

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia masa khidmat 2024-2026 resmi dilantik di Dewan Melor Garden, Lot 1676, Jalan Abim Seksyen 8, Bandar Baru Bangi, Kajang, Selangor, Malaysia, Sabtu (24/8/2024) lalu. Pelantikan ini dilakukan oleh Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Moqsith Ghazali. Kiai Moqsith menegaskan pentingnya kesiapan para pengurus PCINU dalam melayani dan mengurus warga NU yang berada di Malaysia. “Pengurus PCINU harus siap sedia membantu dan mengurusi warga NU di Malaysia. Jangan sampai pengurus PCINU malah menjadi urusan NU,” tegasnya. Struktural PCINU Malaysia 2024-2026 dipimpin oleh Kiai Abdul Bari sebagai Rais Syuriyah dan H Muhammad Hakim sebagai Ketua Tanfidziyah. Baca Juga PCINU Malaysia Inginkan Pemisahan Tegas Fungsi Syuriyah dan Tanfidziyah Dalam sambutannya, Kiai Abdul Bari menyoroti pentingnya keragaman dalam organisasi. Menurutnya, perbedaan-perbedaan dalam organisasi, apalagi PCINU, merupakan sunnatullah dan rahmat Allah. Perbedaan itu laksana bangunan, ada dinding, tiang, dan sebagainya, tapi dengan perbedaan tersebut lahirlah sebuah bangunan yang indah dan kokoh. Oleh sebab itu, ia menekankan kepada pengurus agar bertanggung jawab memainkan peranannya di masing-masing posisi. “Kami berharap PCINU Malaysia ke depan memiliki tanggung jawab sebagai the right man on the right place, dengan sadar posisi dan tanggung jawab yang diamanahkan kepada masing-masing. Banom, lembaga, dan PCINU harus saling berperan memberikan citra baik NU di Malaysia,” terang Kiai Abdul Bari. Ketua Panitia Pelantikan Adi Kurnia menjelaskan bahwa seluruh proses transisi organisasi ini diinspirasi oleh semangat kebangkitan kedua Nahdlatul Ulama. “Oleh sebab itu, hari ini kita persembahkan barisan pilar-pilar sumber daya manusia jama’iyah Nahdlatul Ulama Malaysia yang siap mengemban amanah An-Nahdlah Ats-Tsaniyah menuju abad kedua NU,” tuturnya. Sambutan juga diberikan oleh perwakilan dari Duta Besar Republik Indonesia. Bambang Wishnu Krisnamurthi, Pensosbud Kedubes Indonesia di Malaysia, mengharapkan PCINU Malaysia untuk terus menjalin kerja sama dengan seluruh komunitas WNI di Malaysia. (rid) Baca juga :

Read More

Program Sekolah Bisnis Pesantren Upaya Pemberdayaan Masyarakat

Bogor — 1miliarsantri.net : Serikat Ekonomi Pesantren menginisiasi Sekolah Bisnis Pesantren. Pembukaan program ini telah diresmikan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Basnang Said di Aula PP Al Kaukab, Bogor, Kamis (22/8/24) lalu. Hadir dalam pembukaan ini antara lain pengasuh Pesantren Al Kaukab Bogor KH Khoerul Huda Basyir, Ketua Serikat Ekonomi Pesantren Ahmad Tazakka, Sustainibility Director PT. Donone Indonesia Karyanto Wibowo, Ketua RMI PCNU Bogor Kyai Abdul Basyit dan beberapa pejabat Bank OCBC Syariah. Basnang Said menyambut baik penyelenggaraan Sekolah Bisnis Pesantren. Menurutnya, semangat dari program ini sejalan dengan program unggulan Menteri Agama, yaitu Kemandirian Pesantren. “Ini semangatnya sama ya dengan program unggulan kami, Kemandirian Pesantren,” terang Basnang kepada 1miliarsantri.net, Senin (26/8/2024). Basnang menambahkan, sekolah Bisnis Pesantren merupakan manifestasi salah satu fungsi pesantren menurut Undang-undang No 18 tahun 2019, yakni pemberdayaan masyarakat. “Sekolah Bisnis Pesantren ini sangat relevan dengan fungsi pesantren sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat,” imbuh Basnang Basnang berharap program ini dapat menyentuh ke daerah lain di luar Bogor. Sehingga, ekonomi pesantren semakin kuat. “Saya harap program ini bisa dikembangkan juga diluar Kabupaten Bogor bahkan hingga luar Jawa Barat,” tutur Basnang Sementara itu Ketua Serikat Ekonomi Pesantren, Ahmad Tazakka menjelaskan bahwa program sekolah bisnis ini merupakan pengkaderan wirausahawan pesantren yang akan mendapatkan pelatihan secara berkala. Pendampingan akan dilakukan berkelanjutan hingga pesantren mendapatkan profit dari usaha yang dikembangkan. Menurut Tazaka, program ini mendapat support dari PT. Danone dan Bank OCBC Syariah. “Konsep Sekolah Bisnis Pesantren ini adalah pelatihan-pelatihan yang komprehensif dan ada pendampingan yang berkesinambungan,” tutup Tazakka. (den) Baca juga :

Read More

Alumni Kedokteran Unisba Turun ke Pesantren Atasi Problem Kesehatan

Bandung — 1miliarsantri.net : Lingkungan pesantren, masih memiliki masalah terkait kondisi kesehatan. Karena, hingga saat ini masih tinggi angka kejadian penyakit menular di pesantren terutama yang berhubungan dengan pola hidup bersih dan sehat. “Selain itu, sarana dan prasarana milik pesantren dan fasilitas kesehatan yang masih sangat minimal. Sehingga kami menginisiasi dan memfasilitasi para dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) agar dapat mengamalkan ilmunya melalui Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM),” terang Ketua Tim PKM FK Unisba, Dr R Anita Indriyanti, dr MKes kepada 1miliarsantri.net, Ahad (25/8/2024). Anita menjelaskan, PKM kali ini mengusung tema ‘Pemberdayaan Alumni FK Unisba Wilayah Priangan Timur sebagai Upaya Kontribusi Peduli Pesantren Sehat di Lingkungannya’. Kegiatannya, digelar di Pondok Pesantren Sabilunnajat, Kec Rancah, Kab Ciamis, Ahad (18/8/2024) pekan lalu. Anita mengatakan, PKM ini pun digelar mengacu pada data bahwa Unisba yang sudah berhasil mencetak sebanyak 1.630 dokter. Berdasarkan survei tahun 2023, di wilayah Priangan Timur yang terdiri dari kota Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Banjar dan Pangandaran sudah terbentuk ikatan alumni yang beranggotakan 41 orang dokter. “Sedangkan wilayah Jabar dengan jumlah pesantrennya yang mencapai sekitar 9.310 pesantren. Daerah yang memiliki jumlah pesantren terbanyak di Jabar adalah Kabupaten Tasikmalaya 1.344 pesantren, Kabupaten Garut dengan 1.055 pesantren,” paparnya. Menurutnya, tujuan dilaksanakna PKM adalah untuk mengatasi banyaknya permasalahan yang timbul di lingkungan pesantren. Terutama, kondisi kesehatan pesantren yang masih tinggi angka kejadian penyakit menular terutama yang berhubungan dengan pola hidup bersih dan sehat, sarana dan prasarana milik pesantren dan fasilitas kesehatan yang masih sangat minimal. Sehingga, bisa menginisiasi dan memfasilitasi para dokter alumni FK UNISBA untuk dapat mengamalkan ilmunya. Anita menjelaskan, metode yang dilakukan pada kegiatan ini diawali dengan diadakannya Focused Group Discussion (FGD) dengan tim dokter alumni FK Unisba untuk analisis masalah yang ada di pondok pesantren Sabilunnajat. Kemudian, dilanjutkan dengan kunjungan lapangan serta digelar screening kesehatan, sosialisasi pola hidup bersih dan sehat, penyediaan perlengkapan kesehatan di posko kesehatan yang berupa UKS mini, pembekalan materi/ilmu kesehatan melalui pembentukan Kader Santri Sehat di Pondok Pesantren Sabilunnajat. Kegiatan screening kesehatan, diikuti oleh 150 orang santri pondok. Screening ini dipimpin oleh dr Maryam Hazrina, Alumni FK Unisba beserta tim Puskesmas setempat. Kegiatan lainnya dilakukan secara paralel yaitu sosialisasi pola hidup bersih dan sehat yang dipimpin oleh dr. Khairina Bayani Uyun, MH yang diikuti oleh 40 orang kader Santri Sehat yang akan dilanjutkan secara bertahap pada 4 pekan kedepan dengan materi kesehatan yang beragam. Pengadaan posko kesehatan berupa UKS mini juga akan secara bertahap difasilitasi, sebagai upaya penyediaan fasilitas kesehatan lini pertama bila ada masalah kesehatan dilingkungan pondok. “Diharapkan dengan pelaksanaan PkM secara berkesinambungan ini, dapat meningkatkan kepedulian para dokter Alumni FK Unisba bisa turut serta meningkatkan kualitas kesehatan, serta dapat mengamalkan ilmunya bagi agama dan masyarakat sekitarnya. (den) Baca juga :

Read More

PCINU Jepang Rayakan Kemerdekaan HUT RI di Pesantren Pertama

Ibaraki — 1miliarsantri.net : Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan RI ke-79 berlangsung meriah di Jepang. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang mengadakan peringatan di Pesantren NU At-Takwa, Koga, Ibaraki, Jepang, Sabtu (17/8/2024) lalu. Kegiatan diawali dengan upacara bendera dan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan. Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua PCINU Jepang Achmad Gazali. Dalam amanah nya dia menyampaikan tentang hakikat kemerdekaan yang belum sepenuhnya dapat dinikmati oleh sebagian rakyat Indonesia, mengingat ketimpangan yang ada di depan mata. Pada kesempatan itu, Gazali menjelaskan, saat ini PCINU Jepang memiliki sejumlah proyek pengembangan sarana ibadah, pendidikan Islam, hingga unit usaha di Jepang, seperti masjid, pondok pesantren, dan badan usaha milik PCINU yakni Nine Stars. “Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Jepang telah mengembangkan masjid, pesantren, dan badan usaha milik PCINU yaitu Nine Stars,” terang Gazali, Sabtu (24/8/2024). Gazali juga menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa Indonesia program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang turut andil dalam menyiapkan rangkaian kegiatan perayaan kemerdekaan RI oleh PCINU Jepang. Usai upacara bendera, acara kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang dimeriahkan lebih dari 40 diaspora di Jepang. Rangkaian perlombaan kemerdekaan RI di Jepang terdiri dari lomba balap kelereng, lomba memasukkan sumpit ke dalam botol, lomba makan kerupuk, lomba tarik tambang dan lomba estafet air. Menurut Aan Fauzul, salah seorang diaspora di Ibaraki, perayaan kemerdekaan RI di Jepang memiliki kesan tersendiri. Momen ini membangkitkan ingatannya akan nuansa perayaan HUT RI di Indonesia. “Sudah lama saya tidak ikut upacara dan lomba 17 Agustusan,” pungkas Aan. (ryo) Baca juga :

Read More

Kereta Gantung Jabal Al Noor Bakal Dioperasikan

Mekah — 1miliarsantri.net : Bayangkan pemandangan menakjubkan Makkah dari ketinggian, sementara Anda meluncur dengan nyaman menuju tempat yang menjadi saksi bisu awal mula Islam. Inilah yang akan segera menjadi kenyataan berkat proyek ambisius Arab Saudi untuk membangun kereta gantung menuju Gua Hira di puncak Jabal Al Noor. Direncanakan rampung pada 2025, fasilitas modern ini akan membawa pengunjung melintasi udara sejauh 4 kilometer dari Masjidil Haram ke gua bersejarah yang terletak di ketinggian 634 meter. Perjalanan yang dulunya penuh tantangan kini berubah menjadi pengalaman memukau, menggabungkan kenyamanan teknologi dengan kekhusyukan ibadah. Namun, kereta gantung ini hanyalah awal dari transformasi besar-besaran kawasan Makkah. Bayangkan sebuah distrik budaya yang menghadirkan kembali suasana masa lalu, lengkap dengan tiga museum baru di Jabal Omar. Semua ini akan menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan Islam yang tak ternilai. Jangan lupakan pula Distrik Budaya Jabal Thor yang akan hadir sebagai area terpadu, menawarkan berbagai fasilitas modern tanpa menghilangkan nuansa sejarahnya yang kental. Semua ini merupakan bagian dari visi Arab Saudi untuk menciptakan pengalaman ziarah yang lebih mendalam dan bermakna. Fawaz Al-Muhrej, CEO Samaya Investment Company yang menangani proyek ini, memastikan bahwa persiapan akhir sedang giat dilakukan. Beliau menjanjikan bahwa kereta gantung akan siap menyambut para peziarah tepat waktu pada 2025. Jabal Al Noor sendiri memiliki keunikan tersendiri. Bentuknya yang menyerupai punuk unta menjadikannya mudah dikenali dari kejauhan. Di puncaknya, Gua Hira yang mungil namun sarat makna menanti untuk dieksplorasi. Tempat yang mampu menampung lima orang ini menyimpan momen sakral ketika wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan hadirnya kereta gantung ini, perjalanan spiritual ke Gua Hira akan menjadi lebih terjangkau bagi semua kalangan. Tidak lagi harus berjuang melawan medan yang terjal dan berbatu, para peziarah kini bisa fokus pada kontemplasi dan perenungan sepanjang perjalanan. Melalui proyek ini, Arab Saudi tidak hanya memudahkan akses, tetapi juga membuka pintu bagi lebih banyak umat Muslim untuk merasakan kedekatan dengan sejarah awal Islam. Kereta gantung Jabal Al Noor akan menjadi jembatan antara masa lalu yang agung dan masa depan yang cerah, menciptakan kenangan tak terlupakan bagi setiap pengunjung Kota Suci. (dul) Baca juga :

Read More

Gaza Kehabisan Tempat Pemakaman

Gaza — 1miliarsantri.net : Situasi mencekam di Gaza kini semakin memprihatinkan. Para penggali kubur bekerja bak tukang batu di pemakaman Gaza, menumpuk balok semen menjadi persegi panjang yang rapat, berdampingan, untuk kuburan yang baru digali. Lebih dari 10 bulan sejak perang Gaza dimulai, begitu banyak jenazah berdatangan ke pemakaman di Deir el-Balah sehingga para pekerja, yang bekerja di bawah terik matahari, nyaris kehabisan ruang untuk memakamkan mereka. “Pemakaman ini sudah sangat penuh sehingga kami sekarang menggali kuburan di atas kuburan lain, kami menumpuk jenazah dalam beberapa tingkat,” ujar Saadi Hassan Barakeh, pemimpin tim penggali kubur. Barakeh, 63 tahun, telah memakamkan orang meninggal selama 28 tahun. Dalam “semua perang di Gaza,” ia mengaku “belum pernah melihat yang seperti ini.” Sebelumnya, Barakeh juga mengawasi pemakaman di pemakaman Ansar yang berdekatan, yang luasnya mencapai 3,5 hektar. Namun kini “pemakaman Ansar sudah penuh sepenuhnya. Terlalu banyak yang meninggal,” katanya, dengan pakaian berlumuran tanah akibat menggali kuburan. Ia kini hanya menangani pemakaman Al-Soueid, dengan luas 5,5 hektar. Namun bahkan dengan satu pemakaman alih-alih dua, ia bekerja “setiap hari, dari pukul enam pagi hingga enam sore.” “Sebelum perang, kami hanya memiliki satu atau dua pemakaman per minggu, maksimal lima. Sekarang, ada minggu-minggu di mana saya memakamkan 200 hingga 300 orang. Sungguh tidak bisa dipercaya,” ungkapnya, mengenakan topi doa putih yang senada dengan janggutnya yang panjang. Jumlah korban tewas di Gaza yang mencapai lebih dari 40.000 dalam lebih dari 10 bulan perang, menurut kementerian kesehatan wilayah yang dijalankan Hamas, membebani penduduknya serta pemakaman-pemakamannya. Barakeh menjadi saksi langsung tragedi-tragedi ini setiap hari. Dengan cangkul di tangan, ia memberi semangat kepada 12 pekerjanya saat mereka mempersiapkan dan menutup puluhan kuburan setiap hari. Namun di malam hari, beberapa gambaran sulit dilupakan. “Saya tidak bisa tidur setelah melihat begitu banyak tubuh anak-anak yang rusak dan perempuan yang meninggal. Saya memakamkan 47 perempuan dari satu keluarga,” imbuhnya. Serangan Hamas pada 7 Oktober yang memicu perang mengakibatkan kematian 1.198 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP dari angka resmi Israel. Militan juga menyandera 251 orang, 111 di antaranya masih ditahan di Gaza, termasuk 39 yang menurut militer telah meninggal. Serangan balasan militer Israel telah menewaskan setidaknya 40.005 orang di Gaza, menurut kementerian kesehatan, yang tidak memberikan rincian kematian warga sipil dan militan. “Saya memakamkan banyak perempuan dan anak-anak, dan hanya dua atau tiga orang dari Hamas,” kata Barakeh. Jika orang Israel “memiliki masalah dengan (Yahya) Sinwar, mengapa mereka menyakiti anak-anak?” tambahnya, merujuk pada dalang dugaan serangan 7 Oktober yang kini menjadi pemimpin keseluruhan Hamas. “Biarkan mereka membunuh Sinwar dan semua yang lain, tapi mengapa perempuan dan anak-anak?” Gundukan tanah yang baru digali mengingatkan akan pemakaman baru-baru ini. Kuburan dengan batu nisan putih memenuhi hampir semua ruang yang tersedia, sementara para pria menggali lubang baru di area yang masih kosong. Tim membentuk rantai manusia untuk membawa balok semen, yang harganya melonjak sejak pabrik-pabrik Gaza ditutup karena kekurangan bahan bakar dan bahan baku. “Satu shekel ($0,27) sebelum perang, 10 atau 12 hari ini,” keluhnya. Selain penggali kubur dan pekerja yang membawa balok semen, hampir tidak ada lagi yang datang ke pemakaman, kata Barakeh. “Sebelum perang, terkadang ada 1.000 orang di satu pemakaman; hari ini ada hari-hari di mana kami memakamkan 100 orang dan bahkan tidak ada 20 orang untuk memakamkan mereka.” Jauh di atas kepalanya, dengung konstan dari drone pengintai Israel menjadi pengingat ancaman udara yang menciptakan aliran jenazah yang terus-menerus. (zul) Baca juga :

Read More