50 Tahun Persahabatan Indonesia-Peru Sepakat Perkuat Kerja Sama Strategis, dan Dukungan Untuk Palestina

Jakarta – 1miliarsantri.net: Lima puluh tahun hubungan bilateral Indonesia dan Peru ditandai dengan kunjungan kenegaraan Presiden Republik Peru, Dina Ercilia Boluarte Zegarra yang memenuhi undangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Seperti diketahui pada kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo pada 14 November 2024, Presiden RI Prabowo Subianto mengundang secara resmi Yang Mulia Presiden Republik Peru Dina Boluarte untuk melakukan kunjungan resmi ke Indonesia tahun depan (2025) dalam rangka memperingati 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Presiden Peru Dina Ercilia Boluarte Zegarra, tiba di Indonesia pada Minggu sore, 10 Agustus 2025, untuk memulai rangkaian kunjungan kenegaraan, disambut dentuman meriam kehormatan. Presiden Peru terlebih dahulu memberikan penghormatan kepada Bendera Indonesia dan Bendera Peru, sebelum menerima kalungan bunga selamat datang dari Kang Nong Banten, dalam suguhan penyambutan seni tradisional daerah. Baca juga: Sekjen ASEAN Siap Menyambut Kedatangan Presiden Republik Peru di Sekretariat ASEAN Langkah Konkret Perkuat Kerja Sama Strategis Pertemuan dalam rangkaian kunjungan kenegaraan ini merupakan kali kedua antara Presiden Prabowo dan Presiden Boluarte, setelah  pertemuan di Lima, Peru, pada November 2024 lalu. Presiden Prabowo dalam sambutannya mengatakan, “Kunjungan ini punya arti yang khusus karena besok adalah 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Peru. Saya sangat yakin bahwa kerja sama kita bisa kita tingkatkan karena kita punya kepentingan yang sama. Kita sama-sama ingin membangun kesejahteraan rakyat kita,” ungkap Presiden Prabowo, sebagaimana ditulis presidenri.go.id. Dalam kesempatan yang sama, Presiden Dina Boluarte dalam sambutannya juga menyampaikan terima kasih atas undangan yang diberikan Presiden Prabowo. Dia mengatakan kunjungan ini telah direncanakan sejak pertemuan keduanya pada KTT APEC 2024. Baca juga: Otoritas Gaza Desak Akses Darat ‘Kecam Pengiriman Bantuan Udara Yang Mematikan’ Dan Kacau Menurut Dina Boluarte, “Sejak saat itu, kami telah berupaya melalui kementerian dan Kementerian Luar Negeri kami untuk mewujudkan kunjungan ini. Kami ingin bertepatan dengan kunjungan ini.” Bapak Presiden, dengan kehadiran kami, mengingat besok, sebagaimana telah Bapak sampaikan, kita akan merayakan 50 tahun persahabatan antara dua negara bersaudara, Indonesia dan Peru,” ujar Presiden Dina Boluarte. Langkah Konkret yang disepakati oleh Indonesia dan Peru antara lain memperkuat hubungan perdagangan, termasuk penandatanganan Indonesia-Peru CEPA yang memungkinkan produk bluberi asal Peru memasuki pasar Indonesia, serta proses pembukaan akses pasar bagi buah delima. Dukungan Peru Terhadap Kemerdekaan Palestina Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan Peru akan terus bekerja sama untuk mendorong terwujudnya perdamaian yang adil untuk Palestina. Pada kesempatan itu Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Peru atas dukungannya terhadap Kemerdekaan Palestina. “Tentang masalah global, kami sangat menghargai sikap Peru yang mendukung kemerdekaan Palestina,” ungkap Presiden Prabowo. Baca juga: 34 Warga Gaza Tewas Ditembak Pasukan Israel, Warga Israel Unjuk Rasa Tolak Rencana Netanyahu Kedua pemimpin sepakat untuk terus mengedepankan dialog, kerja sama, dan saling dukung di forum internasional guna memperjuangkan perdamaian, kemerdekaan, dan kesejahteraan global. Indonesia dan Peru konsisten mengangkat isu Palestina dan solusi dua negara. Prabowo menegaskan, ini merupakan wujud komitmen Indonesia terhadap prinsip kemerdekaan dan keadilan bagi semua bangsa. “Kami akan kerja sama untuk bersama-sama mewujudkan tercapainya solusi dua negara,” pungkas Presiden Prabowo.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : PRESIDENRI.GO.ID Foto Istimewa presidenri.go.id

Read More

Otoritas Gaza Desak Akses Darat ‘Kecam Pengiriman Bantuan Udara Yang Mematikan’ Dan Kacau

Gaza, Palestina – 1miliarsantri.net: Gaza mengalami kelaparan yang parah sejak blokade terhadap lalulintas bantuan internasional dilakukan oleh militer Israel dengan tidak dibukanya pintu perlintasan Rafah.  Titik Pelintasan Rafah adalah satu-satunya titik pelintasan antara Mesir dan Jalur Gaza. Pelintasan ini terletak di Perbatasan Gaza-Mesir, yang diakui oleh Perjanjian Damai Mesir-Israel 1979. Bantuan Udara Yang Mematikan Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Nasional Palestina di Gaza mengecam praktik penerjunan bantuan kemanusiaan melalui udara, memperingatkan bahwa hal itu justru memicu kekacauan dan membahayakan warga sipil, alih-alih meringankan penderitaan.  Pejabat di Kementerian tersebut menggambarkan penerjunan ini sebagai taktik “mematikan dan kacau” yang digunakan oleh pendudukan Israel untuk memperparah kelaparan dan memicu kekacauan di antara penduduk yang sudah putus asa. Baca juga: 34 Warga Gaza Tewas Ditembak Pasukan Israel, Warga Israel Unjuk Rasa Tolak Rencana Netanyahu “Sistem distribusi bantuan di Gaza telah terjerumus ke dalam kekacauan dan pertumpahan darah, dengan konvoi makanan dan titik distribusi berubah menjadi zona mematikan di bawah tembakan Israel.” (SAFA Press Agency) Paket Bantuan Menimpa Tenda dan Rumah Mengutip Safa News Agency, Kementerian menyoroti insiden-insiden di mana paket bantuan jatuh menimpa rumah dan tenda-tenda keluarga pengungsi, yang mengakibatkan kematian, termasuk perempuan dan anak-anak. Insiden itu juga menghancurkan tempat penampungan dan barang-barang. Kementerian menekankan bahwa jumlah bantuan yang dikirimkan melalui udara sangat minim dan gagal mengatasi bencana kelaparan parah yang melanda Gaza. Keluarga-keluarga terpaksa mempertaruhkan nyawa demi sisa-sisa makanan, sementara rumah sakit, yang sudah kewalahan dan kehabisan tenaga, merawat korban serangan setiap hari di dekat pusat-pusat bantuan. Anak-anak menderita malnutrisi akut, dan para ibu terpaksa memberi bayi mereka air putih, bukan susu, karena rak-rak kosong dan persediaan menipis. Baca juga: Perang Gaza: Netanyahu Ingin Ambil Alih Penuh Gaza Meskipun Militer Israel Tidak Setuju “Titik Pelintasan Rafah adalah satu-satunya titik pelintasan antara Mesir dan Jalur Gaza“. (Wikipedia) Bantuan Darat Solusi Efektif Pengiriman Bantuan Kementerian menegaskan bahwa satu-satunya solusi efektif adalah pembukaan penuh dan permanen penyeberangan darat untuk memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan yang cukup dan aman setiap hari. Otoritas juga mendesak komunitas internasional dan semua pihak yang terlibat untuk mempertimbangkan kembali metode berbahaya tersebut demi perlindungan warga sipil dan untuk mengakhiri kampanye sistematis kelaparan yang dipaksakan kepada rakyat Gaza. Penutupan dan penyegelan perbatasan telah menghentikan masuknya makanan, obat-obatan, dan bahan bakar, sehingga meruntuhkan jalur kehidupan Gaza. Bantuan yang dijatuhkan melalui udara terbukti sama sekali tidak memadai untuk menghadapi skala kebutuhan, karena kelaparan mendorong seluruh penduduk menuju keputusasaan.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : SAFA Press Agency Foto Istimewa SAFA Press Agency

Read More

34 Warga Gaza Tewas Ditembak Pasukan Israel, Warga Israel Unjuk Rasa Tolak Rencana Netanyahu

Gaza, Palestina – 1miliarsantri.net: Militer Israel kembali berulah melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap warga Gaza yang berkumpul di titik distribusi bantuan menunggu bantuan makanan dan air bersih. Warga Gaza ditembak secara acak dan brutal oleh tentara penjajah Israel. Arabnews memberitakan, Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan “sedikitnya 34 orang tewas akibat tembakan Israel pada hari Sabtu, termasuk lebih dari selusin warga sipil yang sedang menunggu untuk menerima bantuan.” Menurut catatan otoritas Palestina, “6 orang lainnya tewas sementara 30 orang terluka setelah pasukan Israel menargetkan warga sipil yang berkumpul di dekat titik bantuan di Gaza tengah,” katanya. Bassal mengatakan, Serangan di Gaza tengah juga mengakibatkan banyak korban, dan serangan drone (pesawat tak berawak) di dekat kota selatan Khan Yunis menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai beberapa lainnya. Warga Israel Menentang Rencana Netanyahu Mengambilalih Kota Gaza Sepenuhnya Hal yang tidak diperkirakan oleh rezim Benyamin Netanyahu, warga Israel berunjuk rasa melakukan protes menentang rencana pemerintahnya untuk menduduki Gaza sepenuhnya. Jalan raya Ayalon di Tel Aviv ditutup karena para pengunjuk rasa menyalakan api unggun di jalan; keluarga para sandera meratapi ‘para penghasut perang abadi’ karena memilih untuk ‘mengorbankan’ orang-orang yang mereka cintai Mengutip The Times Of Israel, Puluhan ribu pengunjuk rasa berkumpul di Tel Aviv dan kota-kota di seluruh Israel pada Sabtu malam untuk menuntut kesepakatan penyanderaan dan gencatan senjata sebelum Israel meluncurkan misi yang direncanakan untuk menaklukan Kota Gaza, sementara keluarga para tawanan menyerukan pemogokan umum sebagai bentuk penentangan terhadap rencana tersebut yang mereka peringatkan akan menandai lonceng kematian bagi orang-orang yang mereka cintai. Warga Israel yang dibebaskan Hamas pada Februari lalu sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata-sandera terakhir, berbicara di Hostages Square, Eliya Cohen mengatakan “Keputusan untuk mengambil alih Gaza membuat saya stres. Saya tahu apa yang terjadi pada para sandera ketika pertempuran semakin intensif.” Lonceng Kematian Para Sandera Dan Tentara Jika Rencana Netanyahu Dijalankan Aksi unjuk rasa anti-pemerintah dan pro-kesepakatan penyanderaan di depan pintu masuk Begin Street ke markas besar IDF di Tel Aviv, para pembicara mendesak para prajurit untuk menolak bertugas dalam pertempuran yang meluas, dan menyerukan kepada para pemimpin oposisi serta para pemimpin bisnis, buruh, dan akademisi untuk menghentikan sementara kegiatan negara. Ibu seorang perwira tempur di cadangan IDF, yang diperkenalkan hanya sebagai Bat-El, mengatakan kepada khalayak yang mendengarkan bahwa “para prajurit IDF semakin lemah secara fisik dan mental serta tidak memiliki perlengkapan pertahanan yang memadai.” Rencana pengambilalihan Kota Gaza “menempatkan Israel pada jalur pasti menuju perang abadi yang akan mengakibatkan kematian para sandera, menyebabkan kematian ratusan tentara, dan menyebabkan hancurnya citra Israel,” ujarnya. “Jangan setuju memasuki Gaza,” desaknya. “Tolak berpartisipasi dalam perang yang jelas-jelas ilegal,” tegasnya. Aktivis Sayap Kiri memajang tanda-tanda yang menunjukkan gambar anak-anak Palestina yang dibunuh oleh IDF di Gaza. Dibagian lain kota Tel Aviv, ratusan aktivis sayap kiri mengadakan protes diam-diam, memajang tanda-tanda yang menunjukkan gambar anak-anak Palestina yang dibunuh oleh IDF di Gaza. Mereka memegang foto anak-anak Palestina yang dibunuh oleh Israel di Gaza, di Taman HaMesila. Sejumlah pengunjuk rasa mengangkat obor menyala saat mereka bersiap berbaris di sekitar markas besar IDF untuk memprotes rencana kabinet, bersama ribuan lainnya yang bergabung dari unjuk rasa Hostages Square yang berjarak satu blok. Jumlah pengunjuk rasa makin membludak, semakin banyak masa berkumpul dekat Begin, di sisi lain puluhan orang membanjiri jalan raya Ayalon, menghalangi lalu lintas ke arah utara dan selatan serta menyalakan api unggun, dan kemudian disingkirkan oleh polisi yang membuka kembali jalan raya tersebut. Meskipun mendapat reaksi keras dan rumor perbedaan pendapat dari petinggi militer Israel, Netanyahu tetap teguh pada keputusan tersebut. Dia mengabaikan 61.000 warga Palestina yang syahid dan 1.219 orang warga Israel yang tewas akibat perang sejak 7 Oktober 2023.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : ArabNews, The Times Of Israel Foto Istimewa ArabNews, The Times Of Israel

Read More

Sekjen ASEAN Siap Menyambut Kedatangan Presiden Republik Peru di Sekretariat ASEAN

Jakarta – 1miliarsantri.net: Markas Besar ASEAN di Jakarta mengumumkan secara resmi melalui portal asean.org, Sekjen ASEAN siap menyambut kedatangan dan kunjungan resmi Presiden Republik Peru di Markas Besar ASEAN/Sekretariat ASEAN di Jakarta. Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn, akan menyambut YM Dina Boluarte, Presiden Republik Peru, pada kesempatan kunjungannya ke Markas Besar ASEAN/Sekretariat ASEAN, pada tanggal 11 Agustus 2025. Kunjungan Bersejarah Menandai Kemitraan ASEAN dan Peru Kunjungan bersejarah ini menandai semakin eratnya kemitraan antara ASEAN dan Peru, yang dibangun di atas fondasi yang telah diletakkan pada tahun 2024 ketika Peru dianugerahi status Mitra Pembangunan ASEAN. Mengutip laman resmi ASEAN (asean.org) pada Sabtu (9/8/2025), diberitakan Yang Mulia Dina Boluarte akan mengadakan Pertemuan Bersama dengan Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn, dan Komite Perwakilan Tetap untuk ASEAN (CPR). Kunjungan Kenegaraan Presiden Peru ke Jepang dan Indonesia Seperti diketahui, sebelumnya dalam kunjungan kenegaraan dan pertemuan bilateral Indonesia dan Peru pada 14 November 2024, di Istana Pemerintahan Peru, Lima, Presiden RI Prabowo Subianto mengundang secara resmi Yang Mulia Presiden Republik Peru Dina Boluarte untuk melakukan kunjungan resmi ke Indonesia tahun depan (2025) dalam rangka memperingati 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Sebelum menuju Indonesia, terlebih dahulu Dina Boluarte akan mengunjungi Jepang, Boluarte akan mengikuti Hari Peru di Expo 2025 Osaka. Dia juga akan menemui Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba di Tokyo. Dilansir dari Andina pada Senin (4/8/2025), rencana kunjungan kenegaraan ke Jepang dan Indonesia pada 5-12 Agustus 2025 tersebut disetujui Parlemen Peru dalam sidang yang diselenggarakan pekan lalu. Indonesia dan Peru merupakan anggota Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC). Peru menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan APEC 2024 yang dihadiri Prabowo. Di Indonesia, Boluarte akan melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. Keduanya akan memperingati 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Keduanya juga diperkirakan mengumumkan penyelesaian negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA). Boluarte juga akan bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi Indonesia, serta mengunjungi kantor pusat Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Jakarta.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : asean.org  Foto Istimewa asean.org

Read More

Dunia Bergerak untuk Gaza, Trump Hingga Negara Arab Turun Tangan

Indramayu – 1miliarsantri.net : Krisis kemanusiaan yang berlangsung di Gaza sejak akhir 2023 terus memburuk dan memicu perhatian serta reaksi global. Blokade ketat yang diberlakukan Israel, ditambah minimnya akses bantuan, membuat kelaparan dan penderitaan warga sipil mencapai titik kritis. Sejumlah negara Arab dan Barat mulai mengambil langkah konkret, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, juga menyuarakan ‘keprihatinan’ mereka terhadap situasi ini. Sikap politik luar negeri Amerika Serikat terhadap konflik Gaza umumnya berpihak pada kepentingan keamanan Israel sambil secara resmi menyerukan perlindungan warga sipil dan solusi dua negara. Trump Ikut Bersuara dan Menyalahkan Israel atas Krisis Gaza Dilansir dari kanal YouTube Islam Populer, Donald Trump secara terbuka membantah pernyataan resmi pemerintah Israel yang menyatakan tidak ada kelaparan di Gaza. Dalam sebuah pertemuan penting dengan Perdana Menteri Inggris Kir Starmer di Skotlandia, Trump menyatakan bahwa kondisi di Gaza “sangat mengerikan” dan menyerukan kepada Israel untuk segera mengubah pendekatannya dalam menangani konflik. Pernyataan tersebut mengejutkan banyak pihak karena selama ini Trump dikenal sebagai pendukung kuat Israel. Ucapan itu juga dinilai dapat memperburuk hubungannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Hal ini dipandang banyak pihak sebagai politik luar negeri AS yang menerapkan double standar terhadap konflik di berbagai belahan dunia. Posisi AS secara konsisten menganggap Israel sebagai sekutu strategis utama di Timur Tengah. Hal ini ditunjukkan dengan memberikan bantuan militer dan finansial yang signifikan, termasuk persenjataan pertahanan. Serta menyatakan dan membenarkan tindakan genosida yang terjadi, sebagai hak Israel untuk membela diri dari serangan kelompok seperti Hamas. Krisis pangan di Gaza memburuk sejak Israel memberlakukan blokade total pada Maret 2025. Meski ada pelonggaran terbatas pada Mei, bantuan kemanusiaan yang berhasil masuk masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar dua juta warga Gaza. Menurut laporan PBB, sepertiga populasi Gaza mengalami kelaparan ekstrem dan tidak makan selama beberapa hari berturut-turut. Bahkan, tenaga medis yang bekerja di rumah sakit dilaporkan mengalami malnutrisi parah. Hingga akhir Juli 2025, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 154 orang meninggal dunia akibat kelaparan, termasuk 89 anak-anak. Organisasi HAM independen memperkirakan angka tersebut kemungkinan besar lebih tinggi. Pemerintahan Donald Trump juga kerap melakukan pendekatan diplomatik terbatas yang tidak konsisten. Diantaranya mendukung solusi dua negara secara prinsip, tetapi jarang mengambil langkah konkret yang menekan Israel untuk menghentikan ekspansi pemukiman atau blokade Gaza. Hal yang paling nampak dalam percaturan politik global adalah penggunaan hak veto di Dewan Keamanan PBB untuk memblokir resolusi yang dianggap merugikan Israel. Sekalipun banyak negara yang tergabung di keanggotaan PBB berulangkali bersidang untuk menghentikan tindakan genosida yang dialami rakyat palestina di Gaza. Kalah diplomasi di forum PBB dengan sang polisi dunia. Negara Arab dan Barat Kirim Bantuan Udara, Tekanan Dunia Meningkat Untuk pertama kalinya, pesawat militer dari Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), dan Yordania menjatuhkan bantuan udara ke Gaza. Masing-masing penerbangan membawa sekitar satu ton makanan, air bersih, dan perlengkapan darurat lainnya. Bantuan udara ini menandai dukungan nyata negara-negara Arab terhadap warga Palestina yang terjebak dalam krisis. Gerakan solidaritas ini segera diikuti oleh negara-negara Barat. Prancis mengirimkan 40 metrik ton bantuan melalui udara, sementara Inggris mengerahkan misi militernya yang pertama. Jerman juga menurunkan dua pesawat angkut berisi logistik, dan Spanyol menyatakan akan mengirim 12 ton bantuan makanan dalam waktu dekat. Seluruh bantuan ini dikoordinasikan melalui wilayah Yordania guna menghindari pembatasan ketat Israel di darat. Akses udara dianggap sebagai solusi paling memungkinkan untuk menjangkau wilayah Gaza yang terdampak parah akibat perang. Pada 21 Juli 2025, sebanyak 28 negara bersama Komisioner Uni Eropa mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam keras pembatasan bantuan serta meningkatnya korban sipil, terutama warga yang tewas saat mencoba mengakses makanan. Mereka menuntut gencatan senjata segera, pembukaan jalur bantuan kemanusiaan, dan penegakan hukum internasional terhadap Israel. Wakil Sekretaris Jenderal PBB, Tom Fletcher, menyambut baik jeda militer terbatas yang diberikan untuk distribusi bantuan. Namun, ia menyebut jumlah bantuan yang masuk sebagai “setetes air di lautan” mengingat skala penderitaan yang terjadi di Gaza. Sementara itu, tekanan internasional juga datang dari berbagai kalangan masyarakat sipil. Aktivis kemanusiaan, jurnalis independen, serta tokoh selebritas dunia menyerukan tindakan lebih nyata dan cepat untuk menyelamatkan jutaan nyawa yang terancam. Warga Gaza sendiri menyambut baik bantuan internasional ini, namun mereka menegaskan bahwa solusi sesungguhnya bukan hanya makanan, melainkan penghentian blokade dan kekerasan militer yang telah menghancurkan kehidupan mereka. Mereka menuntut komunitas internasional untuk tidak sekadar mengirim bantuan, tetapi juga mengambil langkah diplomatik dan politik yang berani demi terciptanya gencatan senjata permanen dan rekonstruksi Gaza secara menyeluruh. (***) Penulis: Rodatul Hikmah Editor: Toto Budiman dan Glancy Verona Foto by AI Sumber Artikel: Video YouTube Islam Populer, diakses 5 Agustus 2025: https://youtu.be/f2pRjd2dvno?si=4ndNHksX2NJzpERu

Read More

Perang Gaza: Netanyahu Ingin Ambil Alih Penuh Gaza Meskipun Militer Israel Tidak Setuju

Yerusalem, Palestina – 1miliarsantri.net: Meskipun terdapat perbedaan pendapat antara Zamir dan anggota parlemen sebagaimana dilaporkan media Israel, Benyamin Netanyahu tetap mencari dukungan dan persetujuan untuk mengambil alih penuh Gaza. Pemerintahan Israel yang dipimpin PM Benyamin Netanyahu diperkirakan akan meminta persetujuan kabinet keamanan pada Kamis malam untuk rencana militer bertahap baru untuk merebut kendali penuh atas Jalur Gaza. Menurut laporan Media Israel yang dikutip dari arabnews.com, rencana yang didukung oleh Netanyahu berpotensi menggusur hingga satu juta warga Palestina selama lima bulan ke depan. Rencana Menyerang Kota Gaza dan Kamp-Kamp Pengungsi Pusat Rencana mengambil alih penuh Gaza dengan kekuatan militer, menurut laporan The Times of Israel, Militer Israel akan memulai serangan terhadap Kota Gaza dan kamp-kamp pengungsi pusat, mendorong sebagian besar penduduk ke selatan menuju zona kemanusiaan yang ditentukan di Mawasi. Serangan yang direncanakan tersebut menurut laporan tersebut bertujuan untuk membongkar sisa benteng Hamas dan menekan kelompok tersebut agar membebaskan sekitar 50 sandera yang masih ditawan di Gaza, yang sekitar 20 di antaranya diyakini masih hidup. Dalam citra satelit yang terdokumentasi, perbandingan antara situasi sebelum perang (pembantaian) di Gaza timur dan setelahnya menunjukkan kehancuran yang meluas yang telah memusnahkan seluruh lingkungan —termasuk rumah sakit, sekolah, rumah, dan pusat layanan— menjadikannya puing-puing tak bernyawa. Ketegangan Dan Perbedaan Pendapat Internal Elit Kepemimpinan Israel Usulan mengambil alih penuh wilayah Kota Gaza oleh Israel yang didukung PM Netanyahu mendapat penentangan dan penolakan oleh sejumlah petinggi militer IDF. Panglima militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, mengeluarkan pernyataan tegas menjelang rapat kabinet yang dijadwalkan, dia berjanji untuk terus menyampaikan posisi militer menolak rencana Netanyahu “tanpa rasa takut.” Perbedaan pendapat antara Zamir dan anggota kabinet mengenai kelayakan rencana tersebut dan risiko yang ditimbulkannya bagi para sandera. Zamir mengatakan, “Kami akan terus menyampaikan posisi kami tanpa rasa takut, dengan cara yang pragmatis, independen, dan profesional.” Diapun melanjutkan, “Kami tidak sedang membahas teori, kami sedang membahas masalah hidup dan mati, tentang pertahanan negara.” Sementara itu menurut Menteri Pertahanan Israel Katz, meskipun militer berhak menyampaikan pandangannya dan tidak setuju dengan rencana tersebut, pada akhirnya mereka harus melaksanakan kebijakan pemerintah Netanyahu. Krisis Kemanusiaan Dan Kelaparan Meluas Di Gaza Menurut laporan arabnews dan AFP, lembaga-lembaga kemanusiaan telah memperingatkan krisis yang semakin dalam di Gaza. Salah satu lembaga pemantau kelaparan global menggambarkan situasi ini sebagai “skenario kelaparan”, dengan kelaparan yang meluas, anak-anak balita meninggal karena penyebab yang berkaitan dengan kelaparan, dan akses kemanusiaan masih sangat terbatas. Arabnews menulis pernyataan seorang pejabat Uni Eropa yang diberitakan oleh Reuters bahwa terdapat beberapa kemajuan terbatas, termasuk peningkatan pengiriman bahan bakar, pembukaan kembali rute, dan perbaikan infrastruktur. Namun terbatasnya jaminan keamanan dan hambatan terhadap kegiatan penyaluran bantuan kemanusiaan makin meluas dan mempriatinkan. PBB, melalui Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (OCHA) melaporkan minggu ini bahwa konsumsi pangan di Gaza telah turun ke level terendah sejak perang dimulai. Hingga awal Agustus, 81 persen rumah tangga mengalami konsumsi pangan yang buruk, lebih dari dua kali lipat dari 33 persen yang tercatat pada bulan April.*** Penulis dan Editor : Thamrin Humris Sumber : ArabNews dan AFP Foto Istimewa dari berbagai sumber

Read More

Kepala Militer Israel Tolak Usulan Netanyahu Rebut Sisa Wilayah Gaza

Yerusalem – 1miliarsantri.net: Pertemuan antara Perdana Menteri Israel dengan Kepala Militer yang berlangsung tiga jam berlangsung tegang. Usulan Netanyahu untuk merebut sisa wilayah Gaza ditolak Kepala Staf Militer. Mengutip arabnews.com, Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir memperingatkan perdana menteri akan bahaya yang ditimbulkan yang bisa menjebak militer zionis dan mengancam keselamatan jiwa para sandera yang ditawan oleh pejuang Palestina. Baca juga: Biadab! Israel Menembakan Rudal Ke Arah Anak-Anak Gaza Yang Sedang Mengambil Air Klaim Israel Kuasai 75 Persen Wilayah Gaza Pemerintah zionis mengklaim berhasil menguasai 75 persen wilayah Gaza setelah hampir dua tahun terjadinya perang yang diawali pada 7 Oktober 2023 silam, ketika pejuang Hamas berhasil menyerang wilayah Israel dan menghancurkan berbagai fasilitas militer zionis yahudi serta menawan tentara israel dan penduduk sipil. Israel menghancurkan rumah, sekolah, masjid serta rumah ibadah umat Kristen, dan rumah sakit, juga fasilitas medis lainnya. Sebagian besar wilayah kantong pesisir yang padat penduduk itu telah hancur akibat pemboman yang dilakukan israel. Pihak militer Israel menuduh Hamas beroperasi di antara warga sipil, terkadang menghindari wilayah-wilayah yang menurut intelijen diduga menjadi tempat para sandera ditawan, dan mantan tawanan mengatakan para penculik mengancam akan membunuh mereka jika pasukan Israel mendekat. Baca juga: Gadis Kecil Gaza: ‘Kembalikan Ibuku Dari Surga’ Menteri Pertahan Israel Pastikan Militer Melaksanakan Keputusan Pemerintahnya Israel Katz melalui pesan tertulisnya mengatakan bahwa “panglima militer memiliki hak dan kewajiban untuk menyuarakan pendapatnya”, dia melanjutkan, “tetapi militer akan melaksanakan keputusan pemerintah hingga semua tujuan perang tercapai”, tegasnya Rabu 6/7/2025. Sementara itu Kantor Perdana Menteri Israel menolak memberikan tanggapan dan komentar terkait pertemuan dengan Zamir dan petinggi militer zionis pada Selasa 5/8/2025. PM Netanyahu pada medio Mei 2025 mengatakan “Israel akan menguasai seluruh Gaza, diapun meenegaskan memimpin pemerintahan koalisi paling dalam sejarah Israel dan bersama mitranya akan mundur jika pemerintah mengakhiri perang.” Media Israel melaporkan bahwa Netanyahu akan mengumpulkan kabinet keamanannya pada hari Kamis untuk membuat keputusan akhir tentang langkah selanjutnya dalam perang di wilayah Palestina. Tekanan Internasional Untuk gencatan Senjata dan Mencegah Bencana Kelaparan Di Gaza Menurut catatan Israel, terdapat 50 sandera yang masih ditahan di Gaza, di mana setidaknya 20 orang diyakini masih hidup. Video yang dirilis oleh Hamas dan Jihad Islam Palestina, kelompok militan lain di Gaza, minggu lalu yang memperlihatkan dua sandera yang sangat kurus memicu kecaman internasional. Disisi lain, dilaporkan setidaknya 200 warga Palestina meninggal dunia karena mal nutrisi dan bencana kelaparan terburuk sejak perang berkecamuk akibat embargo Israel dan penghadangan terhadap konvoi bantuan yang akan memasuki Gaza. Baca juga: Menyedihkan! 1 Dari 10 Anak Di Gaza Menderita Malnutrisi Perluasan serangan militer di daerah padat penduduk kemungkinan akan sangat menghancurkan. Banyak dari 2 juta warga Palestina di Gaza tinggal di tenda-tenda di selatan wilayah itu, mengungsi akibat pemboman selama 22 bulan. Israel Kewalahan Menghadapi Perang Yang Berlangsung Lama Meskipun mengklaim menguasai 75% wilayah Gaza, perang yang berlangsung sejak Oktober 2023 membuat militer zionis itu kewalahan, mereka harus terus memobilisasi pasukan cadangan untuk memperluas wilayah operasinya dan mencaplok lebih banyak wilayah. Israel masih terus melakukan serangan udara terhadap Gaza pada Rabu. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan dalam serangan itu telah menewaskan sebanyak 135 orang dalam 24 jam terakhir. “jumlah korban tewas sejak awal konflik sekarang mencapai lebih dari 61.000, sebagian besar warga sipil”, pungkas pejabat Kementerian Kesehatan.*** Penulis dan Editor : Thamrin Humris Foto iluistrasi AI Sumber Arab News

Read More

Menakar Peluang Juara Empat Tim Terbaik ASEAN Dalam Semi Final AFF U-23 2025

Jakarta – 1miliarsantri.net: Piala AFF U-23 2025, yang berlangsung di Indonesia memasuki babak semi final, mempertemukan empat tim terbaik Asean, Indonesia melawan Thailand dan Vietnam melawan Filipina, akan berlangsung hari ini Jumat (25/7) di SUGBK Jakarta. Semi final Piala AFF U-23 2025 merupakan babak krusial. Empat tim telah memastikan tempat di semifinalm asing-masing membawa kekuatan dan strategi serta cerita tersendiri, menjadikan perebutan gelar juara semakin menarik. Pertandingan pertama akan mempertemukan Timnas U-23 Vietnam melawan underdog Filipina, pada pukul 15.00 WIB, selanjutnya Timnas U-23 Indonesia akan menjamu Thailand U-23 pada pukul 20.00 WIB, semua dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta. Peluang Masing-Masing Tim Head to Head Indonesia melawan Thailand, dalam 5 laga terakhir (2017-2023) Indonesia menang 3 kali atas Thailand pada Final AFF U-23 2019 (2-1), AFF 2023 semi final (3‑1) & SEA Games 2023 (5‑2). Sementara Thailand 2 kali menang dan 1 imbang. Indonesia U-23, Strategi, Konsistensi, Semangat dan Dukungan Kandang Peluang Juara: Indonesia memiliki peluang juara cukup Tinggi, jika mampu menjaga konsistensi dan memanfaatkan dukungan publik yang memadati SUGBK Jakarta malam nanti. Thailand U-23: Disiplin, Strategi dan Efisiensi Peluang Juara: Thailand cukup kuat berpeluang juara dalam gelaran kali ini, terutama jika mampu menahan tekanan dari tuan rumah dan mencuri gol cepat. Vietnam U-23: Konsistensi, Kekuatan, Kecepatan dan Mental Juara Peluang Juara: Vietnam berpeluang sangat besar untuk menjuarai edisi kali ini, terutama jika lolos ke final dan menghadapi lawan yang sudah terkuras secara fisik. Filipina U-23: Kuda Hitam yang Berbahaya dan Memiliki Pertahanan Disiplin. Peluang Juara: Peluang juara Filipina rendah, namun sepak bola bukan matematika, kejutan bisa terjadi jika mereka bermain tanpa beban dan mampu bermain efektif serta memanfaatkan peluang sekecil apapun. Gaya, Karakter dan Kekuatan Indonesia, Thailand, Vietnam dan Filipina memilikik gaya bermain dan kekuatan berbeda. Strategi dan kemapuan pelatih masing-masing akan sangat menentukan siapa yang berpeluang maju ke babak Final. Karakter masing-masing tim merupakan hasil dari polesan tim pelatih. Vietnam dilatih oleh Kim Sang‑sik (asal Korea Selatan), kemudian Filipina diarsiteki Norman Fegidero Jr. (asal Filipina), sementara Thailand ditukangi Thawatchai Damrong‑Ongtrakul (Thailand) menggantikan Takayuki Nishigaya yang dipecat akhir Juni 2025 menyusul rentetan kekalahan telak, dan favorit juara Indonesia dikomandoi Gerald Vanenburg (Coach asal Belanda) dikenal optimistis terhadap kualitas pemainnya, meski tanpa beberapa nama besar. Pertandingan pada sore dan malam nanti merupakan duel penuh gengsi dan emosi, dipastikan terjadi dalam intensitas tinggi. Masing-masing tim berupaya menjadi yang terbaik dan maju ke Final AFF U-23 2025. Tim mana yang akan menjuarai edisi ini, nantikan prediksi selanjutnya.*** Penulis dan Editor: Thamrin Humris Foto ilustrasi

Read More

Menyedihkan! 1 Dari 10 Anak Di Gaza Menderita Malnutrisi

Gaza, Palestina – 1miliarsantri.net: Kondisi kesehatan anak-anak di Gaza hingga hari ini sangat memprihatinkan, ini akibat zionis Israel yang memblokade bantuan pangan kemanusiaan yang akan memasuki wilayah Palestina, bahkan menghancurkan alat transportasi untuk mobilisasi bantuan. Dari Jenewa-Swiss, mengutip Safa Press Agency, Direktur Komunikasi Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Juliette Touma menyatakan: “Tingkat kekurangan gizi meningkat di Gaza, terutama sejak pengepungan diperketat lebih dari empat bulan lalu pada 2 Maret.” Baca juga : Biadab! Israel Menembakan Rudal Ke Arah Anak-Anak Gaza Yang Sedang Mengambil Air Diketahui sejak Januari 2024 UNWRA mencatat: Lebih dari 240.000 anak di bawah usia lima tahun mengalami malnutrisi. Yang menyedihkan, satu dari sepuluh menderita kekurangan gizi, beberapa kasus secara tragis mengakibatkan kematian. Kekurangan Bahan Bakar Menghambat Klinik Layanan Kesehatan UNWRA juga mengingatkan tentang kelangkaan dan kekurangan bahan bakar yang parah. Akibat kondisi tersebut melumpuhkan kemampuan tenaga medis untuk mengoperasikan klinik kesehatan, mendistribusikan air bersih, dan memberikan bantuan penting lainnya. Badan ini juga mendesak agar zionis Israel membuka akses dan tidak menghambat konvoi kemanusiaan untuk mengirimkan makanan, pasokan medis, dan bahan bakar. “Tanpa hal-hal penting ini,” Touma memperingatkan, “kondisi yang sudah menjadi bencana akan semakin meningkat, terutama bagi anak-anak Gaza.” Baca juga : Gadis Kecil Gaza: ‘Kembalikan Ibuku Dari Surga’ Sementara itu, beberapa pekan lalu Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell telah memperingatkan krisis gizi yang memburuk di antara bayi-bayi di Jalur Gaza, karena pendudukan Israel terus menghalangi masuknya bantuan yang menyelamatkan jiwa. Russell menggambarkan situasi itu sebagai bencana, dengan anak-anak menderita kekurangan gizi akut karena runtuhnya layanan kesehatan, kekurangan air bersih, dan kerusakan sistem pangan yang meluas.*** Penulis dan Editor : Thamrin Humris Sumber : Safa Agency (Palestina Press Agency) | Foto kolase istimewa Safa Agency

Read More

‘Sleeping Prince Al Waleed’ Meninggal Dunia, Kisah Sabar dan Ikhlasnya Seorang Ayah

Saudi Arabia – 1miliarsantri.net: Akhirnya “Sleeping Prince”, Pangeran dan putra tertua Pangeran Khaled bin Talal Al Saud, seorang bangsawan Saudi terkemuka dan keponakan miliarder Pangeran Al Waleed bin Talal dinyatakan meninggal dunia hari ini waktu setempat, Ahad (Minggu-red) 20/7/2025. Al Waleed bin Khaled bin Talal Al Saud, yang lahir pada April 1990, lebih dari dua dekade terbaring dalam keadaan koma, menghabiskan sisa umurnya di atas tempat tidur rumah sakit, dalam pengawasan dan kasih sayang ayahnya yang meyakini anaknya akan sembuh pasca kecelakaan maut di London. Diusianya yang ke-15, tahun 2005 saat mengenyam pendidikan sebagai kadet militer, Al Waleed mengalami kecelakaan lalulintas yang sangat parah di London. Dia mengalami cedera otak parah dan pendarahan internal. Sabar dan Ikhlasnya Ayah Pangeran Al Waleed Meskipun sang anak dalam kondisi koma yang sebagian besar tidak responsif, Pangeran Khaled tetap optimis akan kesembuhan anaknya, sesekali Pangeran Al Waleed terlihat merespon gerakan tak sadar yang menumbuhkan harapan seorang ayah akan kesembuhan anaknya dengan keyakinan teguh akan kesembuhan dari Rabb-nya. Pangeran Khaled menolak mencabut alat bantu kehidupan yang terpasang pada tubuh anaknya, dia sangat yakin dan optimis atas kesembuhan, dengan keyakinan teguh akan kesembuhan dari Tuhannya. Kondisi tersebut diperlihatkan oleh kalangan keluarga “Sleeping Prince” melalui sebuah video yang memperlihatkan sang Pangeran merespon lantunan ayat suci Al-Qur’an, yang memantik empati dan kekaguman publik atas kondisinya. Kamar RS Menjadi Tempat Berhimpunnya Doa Dan Dukungan Kamar rumah sakit tempat Pangeran Al Waleed dirawat selama 20 tahun menjadi saksi bisu alunan do’a dan dukungan dari berbagai pihak, suasana spiritual begitu kental, juga empati dari mereka yang mengunjungi “Sleeping Prince.” Harapan kesembuhan dan kehidupan dari perjuangan medis dan ikhlasnya lantunan do’a keluarga menunjukan optimisme dan semangat keluarga yang melampaui segala-galanya. Tagar Pangeran Tidur dan Hari Berkabung Nasional Di Media Sosial Mengutip Gulf News, Berita tentang meninggalnya pangeran di fasilitas medis khusus di Arab Saudi memicu belasungkawa yang luas. Tagar “Pangeran Tidur” (#SleepingPrince) menjadi tren di media sosial ketika ribuan orang berduka atas simbol kesabaran, iman, dan cinta ayah. Cerita itu bergema dalam, dengan banyak yang tersentuh oleh citra seorang ayah yang setia di samping tempat tidur putranya dari tahun ke tahun.*** Penulis dan Editor : Thamrin Humris Foto istimewa gulfnews.com

Read More