Dengan Menggunakan Sepeda, Pelajar Asal Guinea Berkeinginan Menuntut Ilmu ke Kairo

Kairo — 1miliarsantri.net : Apapun cara dilakukan untuk dapat menuntut ilmu. Itulah yang dilakukan pelajar asal Guinea, Afrika Barat, Mamadou Safaiou Barry. Diarela menempuh perjalanan ribuan kilometer dengan menggunakan sepeda angin untuk dapat berkuliah di Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir. Barry bertekad untuk belajar teologi Islam di sekolah terkemuka tersebut. Alih-alih membayar transportasi, Barry berangkat ke Kairo dengan mengayuh sepeda bekas dengan membawa peta Afrika yang digambarnya. Pria berusia 25 tahun ini hanya membawa bekal pakaian ganti, senter dan peralatan kecil untuk melintasi benua. Dengan sepedanya, Barry melewati hutan, gurun, bahkan daerah konflik. Perjalanan Barry memakan waktu selama empat bulan dengan melintasi tujuh negara. Tekad Barry pun berujung pada keberhasilan. Ia diterima di Universitas Al Azhar, salah satu pusat pembelajaran Muslim Sunni tertua dan paling dihormati di dunia, dengan mendapat beasiswa penuh. “Jika Anda mempunyai mimpi, pertahankan dan kuatkanlah. Tuhan akan membantumu,” ucap Barry, dikutip dari VOA, Sabtu (07/10/2023). Tak hanya Barry, ribuan warga Afrika Barat melakukan perjalanan berisiko melintasi gurun Sahara setiap tahunnya, mencari kehidupan yang lebih baik. Namun banyak yang tidak berhasil. Menurut data Organisasi Internasional untuk Migrasi, hampir 500 orang meninggal atau hilang di jalur migrasi Afrika Barat tahun lalu Barry memutuskan bahwa risikonya sepadan dengan imbalannya. “Saya harus berjuang,” kata Barry pada Agustus lalu di Chad. Barry menempuh jarak sekitar 100 kilometer setiap hari. Dia berkendara melalui Mali, Burkina Faso, Togo, Benin, dan Niger. Ia terpaksa singgah di N’Djamena, ibu kota Chad karena konflik yang sedang berlangsung di Sudan. Dalam perjalanannya, Barry mengungkapkan pernah ditahan tiga kali. Dua kali di Burkina Faso, dan satu kali di Togo. Di sana, pasukan keamanan menahannya selama sembilan hari tanpa dakwaan sebelum melepaskannya seharga 56 dollar AS atau sekira Rp900.000. “Itu semua uangnya untuk sisa perjalanan. Saya sering tidur di semak-semak karena saya takut dengan orang-orang di kota. Saya pikir mereka akan mengambil sepeda dan melukai saya.” lanjutnya. Nasib Barry kembali berubah di Chad. Di sana, seorang dermawan lokal, yang membaca tentang perjalanannya secara online, menawarkan untuk menerbangkannya langsung ke Mesir dan menghindari pertempuran di Sudan. Barry tiba di Kairo pada tanggal 5 September dan beberapa hari kemudian menerima beasiswa penuh ke Al-Azhar. Ia berniat kembali ke Guinea setelah studinya selesai, untuk menyebarkan agama Islam. “Saat saya kembali ke negara saya, saya ingin menjadi seseorang yang mengajarkan Islam dan memberi tahu orang-orang bagaimana melakukan hal-hal baik,” pungkasnya. (ris/AFP) Baca juga :

Read More

Pemerintah Saudi Perbaiki Layanan Perjalanan Jamaah Lewat Laut Merah

Riyadh — 1miliarsantri.net : Red Sea Global (RSG) merayakan penerbangan perdananya ke Bandara Internasional Laut Merah (RSI) yang baru diresmikan. Penerbangan maskapai SAUDIA, yang berangkat dari Bandara Internasional Raja Khalid (RUH) di Riyadh, menandai dimulainya layanan dua kali sepekan. Layanan penerbangan ini menghubungkan dua kota ramai di Arab Saudi dalam waktu kurang dari dua jam. Dilansir Saudi Gazette, Kamis (05/20/2023), dengan keberhasilan penerbangan perdana tersebut mendarat di landasan pacu RSI, Laut Merah bakal menjadi tempat untuk menikmati suasana kultural Saudi. “Kami berjanji menjadikan Laut Merah sebagai tempat di mana orang-orang dari seluruh dunia dapat menikmati budaya terbaik Saudi, keramahtamahan, dan alam. Kini, dengan penerbangan pertama yang mendarat di Bandara Internasional Laut Merah, dan resor pertama kami yang menerima pemesanan, posisi Arab Saudi di peta pariwisata global sudah aman,” kata CEO Grup Red Sea Global John Pagano. Selain itu, layanan kedua akan lepas landas dari Bandara Internasional Raja Khalid setiap hari Sabtu pukul 12.50, dengan penerbangan pulang dari RSI pada pukul 15.35. Terletak dalam radius penerbangan delapan jam dari 85 persen populasi dunia, RSI siap menyambut penerbangan internasional di tahun mendatang seiring pembukaan resor fase pertama. Pengoperasian Bandara Internasional Laut Merah dipercayakan kepada daa International, yang berperan penting dalam mendukung visi Red Sea Global sejak tahun 2020. Saat penerbangan komersial pertama menghiasi RSI, tugas operasional daa International resmi dimulai. Bersamaan dengan penerbangan bersejarah ini, RSG meluncurkan identitas merek untuk RSI, sebuah simbol keajaiban arsitektur bandara yang unik. Ikon tersebut, terinspirasi oleh pemandangan eksterior bandara dari udara, mewujudkan kreativitas, inovasi, dan kecanggihan yang mendefinisikan merek tersebut. Pengunjung dapat menemukan merek khas ini di berbagai titik kontak, mulai dari terminal bandara hingga seragam staf dan kendaraan mobilitas listrik yang memfasilitasi transisi mulus antara udara dan darat. Selain bandara, Red Sea Global telah membuat kemajuan signifikan dalam proyek infrastruktur lainnya, memastikan bahwa Laut Merah siap menyambut pengunjung sambil mematuhi prinsip-prinsip pembangunan yang bertanggung jawab dan pariwisata regeneratif. Pembangunan lima pembangkit listrik tenaga surya, yang dilengkapi dengan lebih dari 760 ribu panel surya, telah memungkinkan tahap pertama Laut Merah beroperasi secara off-grid, dan seluruhnya ditenagai oleh sinar matahari. Kawasan ini telah memelihara lebih dari empat juta pohon, tanaman, dan semak belukar. Sementara Pembibitan Mangrove yang canggih bertujuan untuk menanam 50 juta bakau pada tahun 2030. Setelah selesai dibangun pada tahun 2030, Laut Merah akan terdiri dari 50 resor, memiliki lebih dari 8.000 kamar hotel dan lebih dari 1.000 properti hunian di 22 pulau dan enam lokasi pedalaman. Destinasinya akan berupa marina mewah, lapangan golf, tempat hiburan, tempat makan, dan fasilitas rekreasi, yang menggarisbawahi komitmen Red Sea Global terhadap era baru pariwisata berkelanjutan dan berkelas dunia. (dul) Baca juga :

Read More

Masjid Rani Sipri India Dibangun Oleh Tokoh Hindu

Gujarat — 1miliarsantri.net : Masjid Rani Sipri atau Masjid-e-nagina merupakan sebuah masjid abad pertengahan di kota bertembok Ahmedabad, Gujarat, India. Masjid ini diresmikan pada 1514 oleh Ratu Sipri, istri Hindu dari Mahmud Begada, seorang sultan yang memerintah Gujarat. Mengutip The Great Mosque, Masjid ini juga dikenal sebagai Masjid-e-Nagina (Permata Masjid). Itu karena ukiran jali yang rumit di dinding masjid tersebut. Masjid ini dinamai sesuai dengan nama ratu Hindu Sultan Mahmud Begada, Rani Sipri. Sang ratu menugaskan pembangunan masjid ini pada 1514. Dia memerintahkan pembangunan tersebut saat suaminya mengeksekusi putranya karena suatu pelanggaran. Setelah kematiannya, ratu dimakamkan di masjid ini. Di dalamnya juga terdapat jenana, sebuah area terpisah untuk wanita beribadah. Masjid ini memiliki konstruksi yang indah, yang mewakili arsitektur kesultanan pada puncak pencapaiannya. Tetapi pada 2006, empat tahun setelah kerusuhan Godhra menghancurkan beberapa monumen kota, Perusahaan Kota Ahmedabad mengusulkan pembongkaran Masjid ini untuk memperluas jalan di sekitarnya. Badan Wakaf Sunni yang menyelamatkan bangunan ini. Sebuah kasus pengadilan diajukan, dan pembongkarannya ditunda, cukup lama hingga pencalonan Ahmedabad sebagai Kota Warisan Dunia mengubah sikap perusahaan terhadap monumen-monumen medeival. Saat ini, masjid ini menjadi bagian dari Warisan Dunia UNESCO. (dim) Baca juga :

Read More

Sultan Al-Jaber : Himbau Perusahaan Minyak dan Gas Jadi Solusi Perubahan Iklim

Abu Dhabi — 1miliarsantri.net : Presiden COP28 Sultan al-Jaber, mengimbau perusahaan-perusahaan minyak dan gas untuk menjadi pusat solusi bagi perubahan iklim. Hal itu diungkap dalam sebuah konferensi minyak dan gas di Abu Dhabi pada Ahad, jelang pertemuan COP28. “Kita harus melakukan hal ini, sekaligus memastikan kesejahteraan manusia dengan memenuhi kebutuhan energi dari populasi planet yang terus bertambah,” terang Jaber dalam konferensi tersebut seperti dilansir AP, Selasa (03/10/2023). Meskipun pernyataannya tampak pro-perubahan iklim, namun banyak aktivis yang curiga bahwa pernyataan itu hanya bualan semata. Karena saat ini, industri minyak dan gas sedang menggenjot produksinya demi menikmati kenaikan harga energi global. Apalagi Al-Jaber saat ini menjabat sebagai CEO Abu Dhabi Oil Co yang dikelola oleh pemerintah. Perusahaan ini memiliki kapasitas untuk memompa 4 juta barel minyak mentah per hari bahkan diharapkan bisa mencapai 5 juta barel per hari. Karenanya, pemilihan Jaber sebagai sebagai pemimpin konferensi iklim PBB sangat kontroversial, mengingat negaranya adalah anggota OPEC dan pengekspor minyak utama. Meskipun konferensi tahun ini akan berfokus pada upaya percepatan dekarbonisasi, acara ini terutama membahas tentang pengeboran, pemrosesan, dan penjualan bahan bakar penghasil karbon yang telah menyebabkan peristiwa ekstrim seperti badai, kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan. Al-Jaber juga telah berulang kali mengatakan bahwa dunia harus bergantung pada minyak dan gas dalam waktu dekat untuk menjembatani kesenjangan tersebut. “Pengurangan bahan bakar fosil tidak dapat dihindari. Faktanya, ini sangat penting. Namun, hal ini harus menjadi bagian dari rencana transisi energi komprehensif yang adil, yang cepat, adil, teratur, merata, dan bertanggung jawab,” lanjutnya. Dari segi bisnis, industri minyak sedang mengalami pemulihan. Setelah harga sempat bergerak negatif selama pembatasan pandemi Covid-19, minyak mentah Brent kini diperdagangkan di kisaran 92 dolar AS per barel. Harga diesel juga diperkirakan akan naik karena Rusia telah berhenti ekspor bahan bakarnya, yang kemungkinan akan memperburuk inflasi global dengan meningkatkan harga transportasi yang akan dibebankan kepada konsumen. Gazprom, perusahaan gas alam milik negara yang merupakan pilar ekonomi Rusia, memiliki posisi penting dalam konferensi ini meskipun menghadapi sanksi-sanksi AS atas perang Moskow terhadap Ukraina. Para pejabat Rusia ikut serta dalam pameran senjata utama Abu Dhabi awal tahun ini, yang menunjukkan hubungan keuangan UEA yang semakin dalam dengan Moskow, meskipun UEA memiliki hubungan dekat dengan militer Amerika dan menjadi tuan rumah bagi ribuan pasukan AS. Konferensi ini menyoroti tantangan yang dihadapi Uni Emirat Arab dalam upaya meyakinkan para ilmuwan, aktivis, dan pihak-pihak lain yang sudah sangat kritis terhadap iklim, bahwa mereka dapat menjadi tuan rumah Konferensi Para Pihak PBB -yang menjadi asal muasal nama COP. Meskipun semua orang tampak mendukungnya pada konferensi, al-Jaber mengakui kritik pedas yang dihadapinya. Ia mengatakan bahwa selama ini, ada banyak pihak yang mengkritik tanpa melakukan tinjauan komprehensif terkait aktivitas perusahaan minyak dan gas. “Sudah terlalu lama industri ini dipandang sebagai bagian dari masalah, bahwa industri ini tidak melakukan cukup banyak hal dan dalam beberapa kasus bahkan menghambat kemajuan. Ini adalah kesempatan Anda untuk menunjukkan kepada dunia bahwa, pada kenyataannya, Anda adalah pusat dari solusi,” imbuhnya. Al-Jaber kemudian mengklaim bahwa 20 perusahaan di sektor minyak, gas, serta industri berat, telah berkomitmen mengurangi emisi pada pertemuan iklim COP28 di PBB. Conference of The Parties (COP) ke-28 adalah konferensi tingkat tinggi di antara pihak anggota Konvensi Rangka Kerja PBB tentang perubahan iklim. Tahun ini, COP28 akan diselenggarakan di Dubai, UEA, pada 30 November-12 Desember 2023. Jaber, yang telah bekerja sama dengan utusan iklim AS John Kerry dan utusan iklim Tiongkok Xie Zhenua, juga mengatakan bahwa ia optimis kedua negara akan memiliki partisipasi yang positif di COP28. Diplomasi iklim antara dua negara penghasil emisi karbon dioksida terbesar di dunia ini sempat terhenti pada bulan Agustus tahun lalu, namun pada bulan Juli, Kerry dan mitranya, Xie, memulai kembali pembicaraan tersebut saat bertemu di Beijing. (dul/ken) Baca juga :

Read More

Tun Juhar Mahiruddin : Persatuan Sangat Penting Karena Merupakan Faktor Utama Yang Menopang Keberlangsungan Negara

Kota Kinibalu — 1miliarsantri.net : Upaya membina persatuan umat memerlukan keikhlasan dan pengertian agar tetap terjaga. Sehingga kerukunan antar umat khususnya di Sabah dan Malaysia selalu terjaga. Yang Dipertua Negeri Sabah, Tun Juhar Mahiruddin mengatakan, persatuan sangat penting karena merupakan faktor utama yang menopang keberlangsungan negara dalam memetakan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Terkait hal tersebut, dia mengatakan, penguatan persaudaraan antar umat Islam dan persatuan umat beragama, suku, budaya, dan agama dalam berbangsa dan bernegara perlu terus diperkuat. “Persatuan menuntut keikhlasan dan pengertian dari kita semua dan upaya menabur persatuan perlu terus dilakukan, dengan berpedoman pada ajaran Nabi Muhammad SAW. Mari kita jalani hidup sesuai dengan tujuan hidup sebagai hamba Allah. Saya juga mengajak semua yang hadir di sini untuk mengungkapkan kecintaan kita kepada Nabi SAW,” terang Tun Juhar Mahiruddin, dilansir dari laman Bernama, Ahad (1/10/2023). Turut hadir Ketua Menteri Datuk Seri Hajiji Noor, Wakil Ketua III Datuk Shahelmey Yahya, Ketua Majelis Negara Sabah Datuk Seri Kadzim M Yahya dan Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi Sabah Datuk Mohd Arifin Mohd Arif. Sebelumnya, Hajiji dalam pidatonya mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW mengingatkan umat akan pentingnya persatuan dalam masyarakat dan negara karena perselisihan hanya akan melemahkan dan merugikan, yang pada akhirnya berujung pada perpecahan dan kehancuran. “Dalam konteks Sabah, semangat kebersamaan dan persatuan ras harus selalu dijaga dan dipelihara. Kini saatnya kita semakin mempererat silaturahmi, membangun persaudaraan dan kesepakatan karena kita perlu merencanakan dan menata masa depan yang lebih kondusif dan cemerlang,” ujarnya. Sementara itu, ia mengatakan pemerintah Sabah melalui Sekretariat Sabah Maju Jaya (SMJ) sedang mempersiapkan dan akan melaksanakan program untuk memberantas kemiskinan ekstrem, di antaranya adalah alokasi 125 juta Ringgit Malaysia setiap tahun untuk membangun Rumah SMJ bagi masyarakat miskin ekstrem. “Pemerintah juga akan mengalokasikan total 175 juta Ringgit Malaysia khusus untuk program pengentasan kemiskinan dengan memberikan kesempatan kerja bagi kelompok sasaran agar mereka bisa keluar dari kategori miskin,” pungkasnya. (wan) Baca juga :

Read More

Banyak Ulama Iran Merasakan Manfaat Penggunaan AI untuk Penyebaran Ajaran Islam

Qom — 1miliarsantri.net : Beberapa ulama Iran mulai merasakan manfaat penggunaan artificial intelligence (AI) untuk membantu penyebaran ajaran agama. Financial Times melaporkan, inisiatif ini datang dari kota suci Qom, sebuah pusat pembelajaran Islam dan ziarah yang menjadi rumah bagi setengah dari 200.000 ulama Syiah di Iran. Dorongan untuk mengadopsi AI mendapat dukungan dari kalangan atas. Para ulama bahkan didesak untuk mengeksplorasi teknologi tersebut. Langkah pemerintah Iran untuk mengeksplorasi penggunaan AI di seminari keagamaan sangat kontras dengan kondisi sebelumnya. Pada April lalu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengeluarkan fatwa yang menentang AI, dan menyebutnya sebagai “setan.” Fatwa ini menjadi serangan pertama pemerintah Iran ada entitas non-manusia. Namun, para pemimpin agama berpendapat bahwa masyarakat menuntut modernisasi. AI dianggap sebagai cara untuk menanggapi seruan tersebut sambil tetap berpegang pada nilai-nilai tradisional. Para ulama berharap teknologi canggih dapat membantu penyebaran ajaran Islam lebih cepat dan memungkinkan keputusan agama atau fatwa, dapat mengimbangi perkembangan masyarakat Iran yang pesat. “Robot tidak bisa menggantikan ulama senior, tapi mereka bisa menjadi asisten tepercaya yang bisa membantu mereka mengeluarkan fatwa dalam lima jam, bukan 50 hari. Masyarakat saat ini lebih menyukai percepatan dan kemajuan,” terang Mohammad Ghotbi, kepala Rumah Kreativitas dan Inovasi Eshragh di Qom. Ia juga mengatakan, lembaga keagamaan tidak boleh menentang keinginan masyarakat Iran untuk ikut serta dalam kemajuan teknologi global. Namun, mereka yang skeptis menyoroti bagaimana penerapan AI dapat menjadi tantangan bagi sistem hukum Islam yang rumit. Sejumlah orang menyatakan keprihatinannya bahwa AI tidak dapat memahami kompleksitas aturan agama atau nilai-nilai yang disampaikan melalui metode pembelajaran tradisional. Terlepas dari tantangan-tantangan ini, Ghotbi berpendapat bahwa inisiatif di Qom adalah tanda bahwa lembaga keagamaan Iran bersedia menggunakan teknologi baru agar tetap relevan di dunia modern. Ia berargumentasi bahwa meskipun alat-alat tersebut mengubah tujuan mereka, namun ia tetap menegaskan bahwa AI tidak serta merta membuat Iran menjadi lebih selaras dengan pandangan sekuler Barat. “Kami berupaya melokalisasi penggunaan teknologi karena nilai-nilai budaya kami berbeda,” pungkasnya. (kom/AP) Baca juga :

Read More

Masjid Bole Yang Dibangun Pada Abad ke-17 Runtuh Karena Tak Terurus

Ghana — 1miliarsantri.net : Masjid Bole yang terletak di Distrik Gonja Barat (sekarang berada di wilayah Savannah yang secara resmi merupakan wilayah utara di Ghana) merupakan salah satu masjid bersejarah di dunia. Namun, Masjid Bole ini akhirnya runtuh akibat hujan deras pada September 2023. Bangunan sudah digerogoti rayap karena terabaikan selama bertahun-tahun. Laman Pulse melaporkan, saat ini masjid lumpur tersebut sudah tidak ada lagi. Kondisi cuaca buruk dan curah hujan deras merupakan beberapa penyebab runtuhnya bangunan tersebut, namun mungkin lebih dari itu. Pengabaian selama bertahun-tahun terhadap bangunan bersejarah dan budaya ini mungkin menyebabkan keruntuhannya. Sejarah Masjid Bole tidak diketahui secara pasti. Beberapa sejarawan meyakini masjid tersebut dibangun pada abad ke-17. Tradisi lisan menyebut asal-usul masjid sudah ada sejak 200 tahun yang lalu. Masjid ini dibangun bertepatan dengan kedatangan penakluk Mande dari Djenne karena perdagangan emas. Penelitian terbaru oleh Denis Genequand dan timnya mempertanyakan klaim bahwa usianya 200–300 tahun. Hasil radiokarbon dari penelitian terbaru dan penghancuran Samori Touré pada 1896 menunjukkan pembangunannya dilakukan pada awal abad ke-20. Salah satu ciri terbaik dari struktur ini adalah tiang-tiang kayunya yang terdapat di dalam dan di antara penopang. Tiang-tiang kayu masjid yang digunakan untuk perawatan plesteran dan pengecatan tidak hanya bersifat dekoratif tetapi juga memberikan dukungan struktural. Itu sebabnya rayap menggerogoti bangunan ini. Fotografer William Haum mengatakan, pada 2018 sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. “Saya kecewa melihat masyarakat setempat telah mengerahkan energi dan keuangan mereka untuk membangun ubin modern namun membiarkan bagian lain masjid dalam keadaan rusak. Tiang penyangga di langit-langit terlihat dipenuhi rayap. Kecuali jika ada tindakan yang dilakukan untuk mengendalikannya. Saya tidak akan terkejut jika atapnya runtuh dalam satu atau dua tahun.” ujarnya. (rin/AP) Baca juga :

Read More

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) Selenggarakan Holistic Approaches to 21st Century Education: Fostering Literacy and Differentiated Learning

Jakarta — 1miliarsantri.net : SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyelenggarakan kegiatan prestisius 14th Governing Board Meeting (GBM) dan Seminar Internasional dengan tema ‘Holistic Approaches to 21st Century Education: Fostering Literacy and Differentiated Learning’ bersama SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS). Kegiatan ini berlangsung pada 18-21 September 2023 di The Sakala Resort, Bali. Tema Literasi sangat relevan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Indonesia. Literasi pada era revolusi industri 4.0 dan digital society 5.0 menekankan pada literasi digital, literasi teknologi, dan literasi manusia. Kegiatan GBM akan dihadiri oleh beberapa Anggota Dewan Pembina SEAQIL yang terdiri atas pejabat tinggi yang dicalonkan oleh Kementerian Pendidikan dari masing-masing Negara Anggota SEAMEO, yaitu Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. GBM adalah pertemuan tahunan yang sangat penting, di mana Centre di bawah SEAMEO melaporkan aktivitas mereka kepada Dewan Pembina. SEAQIL bersama Dewan Pembina akan membahas laporan Centre Tahun Anggaran 2022/2023 serta proposal program, kegiatan, dan anggaran untuk tahun-tahun berikutnya. Seminar yang melibatkan lebih dari 400 peserta yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan, pelajar, dan akademisi ini akan membahas dua sub-tema, yaitu ‘Meningkatkan Literasi melalui Transformasi Pengajaran Bahasa’ yang diselenggarakan oleh SEAQIL dan ‘Meningkatkan Literasi Siswa melalui Pembelajaran Sains yang Berbeda yang diselenggarakan’ oleh SEAQIS. Kegiatan Majelis Wali Amanah ini dihadiri oleh 10 negara anggota di Asia Tenggara dan SEAMEO Sekretariat, serta tim dari SEAMEO Qitep In Language. Pembahasan tentang Program-program peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan dalam bidang bahasa dan literasi, di antaranya Pembahasan Program SEAQIL goes to school di negara asia tenggara, penelitian tentang kebijakan bahasa, publikasi jurnal, pengembangan media publikasi, dan lainnya. Plt Direktur SEAQIL R Dian Muniroh, PhD, menyampaikan dukungan dan terima kasih terhadap hasil-hasil pertemuan majelis wali amanah. Dian menguatkan dengan rencana kerja sama dengan beberapa negara di Asia tenggara. “Harapannya, semua hasil tersebut dapat diterapkan di Indonesia dengan baik. Program memberikan dampak positif,” katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima 1miliarsantri.net, Rabu (27/09/2023). Pelaksanaan 14th Governing Board Meeting (GBM) menghasilkan beberapa rekomendasi, di antaranya peningkatan kualitas program yang lebih menyeluruh dengan memberdayakan 11 negara anggota dewan pembina, menjadikan kerja sama dengan kementerian Pendidikan pada negara asia tenggara, meningkatkan kualitas publikasi melalui media sosial, website, jurnal, dan lainnya, serta mengembangkan berbagai program yang sesuai dengan kebutuhan negara asia tenggara. Ia juga menjelaskan tentang program-program SEAQIL untuk tahun 2024, di antaranya SEAQIL goes to school, Peningkatan publikasi, dan kerja sama Pendidikan. Dian menambahkan, dengan terbuka peluang untuk melaksanakan program secara bersama. Deputi Direktur SEAQIL Misbah Fikrianto melaksanakan, pelaksanaan kerja sama dengan Kementerian Pendidikan se-asia tenggara dapat meliputi, di antaranya pelibatan tenaga ahli dalam berbagai kegiatan, editor atau reviewer pada jurnal, penguatan publikasi bersama, dan promosi kegiatan. “Kerja sama dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan negara-negara yang berada di Asia Tenggara,” terangnya. Ia menjelaskan, untuk program literasi sudah mengarah pada peningkatan literasi di Asia tenggara. Program peningkatan literasi sejalan dengan program prioritas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Hal ini membutuhkan dukungan lintas negara dan berbagai pihak untuk dikembangkan lebih luas lagi. “Harapannya, pelaksanaan kerja sama terus berjalan dan memberikan manfaat positif,” pungkas Misbah. (Iin) Baca juga :

Read More

Imbas Perobekan Alquran di Den Haag, MUI Ajak Masyarakat Cegah Islamphobia

DenHaag — 1miliarsantri.net : Sekelompok warga Belanda yang menamakan dirinya sebagai “Patriotische Europaer Gegen die Islamisieurung des Abendlandes”(PEGIDA) atau Patriot Eropa melawan Islamisasi di Barat telah melakukan tindakan yang menyakiti umat Islam. Dikutip dari Daily Sabah Selasa (26/09/2023), pemimpin Pegida Edwin Wagensveld melakukan perobekan Alquran di depan beberapa kedutaan besar negara mayoritas Islam, seperti Indonesia, Turki, Pakistan, di Den Hag pada Sabtu 23 September 2023 lalu. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan agar pemerintah setempat memberikan perhatian khusus terhadap aksi tersebut. “Pemerintah Belanda dan pemerintah manapun di Eropa seharusnya memiliki kepekaan atau sensitifitas terhadap hal ini. Jangan berdalih kepada upaya menghormati prinsip freedom of expression lalu membiarkan kelompok yang ternyata justru merusak kehormatan dan kedaulatan individu, komunitas dan kepercayaan kepada agama. Ini dua hal yang sangat bertentangan,” imbuhnya. Dia menegaskan, aksi yang dilakukan di kantor kedutaan negara Muslim termasuk KBRI ini benar-benar menunjukkan dengan kasat mata penghinaan dan kebencian terhadap Islam sekaligus terhadap umat Islam. Aksi ini juga, menurut dia, mengesankan kuat adanya kesengajaan Pegida untuk menyatakan kebenciannya kepada umat Islam Indonesia, Pakistan, Turki, dan umat Islam dari manapun. Dia mengatakan, aksi yang sebetulnya sudah pernah dilakukan beberapa waktu sebelumnya ini memang diarahkan kepada imigran muslim di Belanda dan Eropa secara umum. “Seperti yang dilakukan kelompok nasionalis ekstremis Paludan dan Salwan Momika di Swedia, Pegida ini juga menunjukkan sikap anti mereka kepada imigran Muslim dan juga Islam sekaligus,” tuturnya. Melalui aksi ini, kata Sudarnoto, tampak semakin menegaskan bahwa Islampofobia terus menunjukkan sikapnya yang terang-terangan terutama di Eropa. Oleh karena itu, Sudarnoto meminta agar para tokoh maupun aktivis HAM melakukan langkah taktis untuk menghentikan Islamofobia. “Saya ingin menyerukan kepada para tokoh lintas agama dan aktivis HAM di Eropa khususnya untuk saling bahu-membahu, bekerjasama, meneguhkan semangat dan langkah bersama melakukan langkah taktis dan beradab meyakinkan pemerintah dan semua pihak untuk menghentikan Islamofobia,” kata dia. Menurut Sudarnoto, aksi ini sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip HAM yang diadopsi PBB. Membiarkan dan apalagi memberikan ruang dan sekaligus melindungi kelompok ekstremis seperti ini merupakan pengkhianatan terhadap keputusan PBB dan tentu merusak kemanusiaan. “Karena itu sangat diharapkan pihak aparat dan pemerintah setempat benar-benar menunjukkan niat tulus mereka untuk bersikap adil dengan cara memberikan sanksi terhadap siapa saja yang telah merendahkan ajaran agama dan menyakiti umat beragama termasuk umat Islam,” kata dia. Melalui kejadian ini, dia juga menyampaikan bahwa Duta Besar Belanda di Jakarta seharusnya memberikan keterangan terbuka dan meyakinkan kita semua bahwa pemerintah Belanda akan menghentikan aksi-aksi yang tidak terhormat dan tidak beradab kelompok ekstremis ini. (gut) Baca juga :

Read More

Dikecam Banyak Pihak, Grup K-Pop Kingdok Rombak Total Cover Albumnya Yang Mirip Al Qur’an

Jakarta — 1miliarsantri.net : Setelah mendapat kecaman keras dari berbagai pihak, karena cover albumnya yang kontroversial, grup K-pop Kingdom yang berada dalam naungan agensi GF Entertainment memutuskan untuk merombak total cover album barunya bertajuk History of Kingdom: Part VII JAHAN itu. Pihak GF Entertainment pun menyatakan penyesalannya. “Dengan penuh rendah hati menyampaikan penyesalan kami, dan menggunakan kesempatan ini untuk meyakinkan Anda bahwa kami berkomitmen mengambil langkah-langkah untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang,” kata GF Entertainment dalam pernyataan resminya yang diunggah di akun official Kingdom, Senin (25/09/2023). Selain merombak total desain cover album, mereka juga akan menarik kembali seluruh 70 ribu eksemplar album yang sudah terjual. Bahkan mereka akan membuang semua album tersebut, serta akan melakukan penerbitan ulang. “Preorder untuk album baru Kingdom baru akan dimulai kembali pada 26 September 2023 pukul 11.00 (waktu Korea), dan perilisan resmi akan dilanjutkan sesuai jadwal semula pada 18 Oktober 2023,” ujar pernyataan resmi tersebut. Untuk diketahui, GF Entertainment mendapat kecaman setelah merilis cover album grup K-Pop Kingdom. Pasalnya, cover album itu dinilai mirip dengan cover Alquran. Kingdom memulai debutnya pada 2021 dengan judul lagu pertama mereka yang bertema raja. Setiap anggota grup diberi nama sesuai nama raja dari sejarah dunia. Seusai permintaan maaf dirilis, seluruh penggemar mengapresiasi Kingdom dan berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi pada kemudian hari. Ada juga yang memberikan saran, jika suatu hari ingin membuat sesuatu dengan latar agama apapun itu, sebaiknya didiskusikan dulu dengan ahlinya. “Terima kasih atas permintaan maafnya!! Itu adalah kesalahan yang mahal, tapi menjadi pelajaran bagus untuk dipetik. Saya berharap ada diskusi mendalam dengan staf mengenai ikonografi dan teks menyoal keagamaan sebagai inspirasi, karena ada garis yang tidak boleh dilewati,” ungkap akun @everydayjia***. “Tolong lebih berhati-hati dan lakukan riset lebih banyak lagi untuk ke depannya,” tulis akun @fvla***. (lin) Baca juga :

Read More