Liga Arab Sambut Baik Pengakuan Kemerdekaan Untuk Palestina

Kairo — 1miliarsantri.net : Liga Arab menyambut baik pengakuan resmi negara Palestina oleh Spanyol, Irlandia, dan Norwegia. Pengakuan ini diharapkan dapat membantu memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina. Hal ini juga menjadi langkah positif dalam upaya mencapai perdamaian di Timur Tengah. Perdana Menteri ketiga negara tersebut mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka secara resmi akan mengakui Palestina sebagai sebuah negara pada tanggal 28 Mei 2024. Ahmed Aboul Gheit, Sekretaris Jenderal Liga Arab, mengatakan bahwa “langkah signifikan ini menggarisbawahi komitmen tulus terhadap solusi dua negara dan mencerminkan keinginan tulus negara-negara ini untuk melindunginya dari pihak-pihak yang berupaya melemahkan atau memberantasnya.” Gamal Roshdy, juru bicara Aboul Gheit, mengatakan bahwa perkembangan penting ini mengikuti pengakuan baru-baru ini dari Barbados, Jamaika, Trinidad dan Tobago, dan Bahama. Penambahan ini menjadikan jumlah total negara yang mengakui negara Palestina menjadi sekitar 147, selaras dengan konsensus global yang sangat besar. Roshdy mengatakan pengakuan tersebut “merupakan aspek mendasar dari kedudukan negara dalam hukum internasional. “Langkah ini mewujudkan pendirian politik, moral, dan hukum yang berprinsip. Ini menandai tonggak penting menuju realisasi negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” tuturnya mengutip ucapan Abdul Gheit. Aboul Gheit mengatakan bahwa “pengakuan tersebut menyampaikan pesan yang jelas kepada rakyat Palestina: dunia berdiri teguh dalam membela hak mereka untuk menentukan nasib sendiri dan pembentukan negara merdeka.” Dia menekankan bahwa “di tengah kesulitan yang ada saat ini, jalur politik menuju terwujudnya negara Palestina tidak bisa dihindari.” Aboul Gheit mendesak negara-negara yang belum mengakui Palestina untuk menilai kembali posisi mereka dan menyelaraskan diri dengan perjalanan sejarah. Ia menggarisbawahi bahwa mengakui Palestina menandakan komitmen tulus terhadap solusi dua negara, menyimpang dari pendekatan kekerasan, dan mendorong perdamaian dan keamanan di seluruh kawasan. (lil) Baca juga :

Read More

Korban Serangan Israel di Gaza Bertambah Menjadi 35.526 Orang

Gaza — 1miliarsantri.net : Jumlah korban tewas akibat serangan mematikan Israel di Jalir Gaza telah melonjak menjadi 35.562 sejak 7 Oktober lalu dan hingga saat ini hampit diseluruh wilayah kantong terkepung militer zionis. Kementerian Kesehatan Palestina menambahkan dalam sebuah pernyataan, setidaknya 79.652 orang juga terluka dalam serangan itu. “Serangan Israel menewaskan 106 orang dan melukai 176 lainnya dalam 24 jam terakhir. Banyak orang masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan karena tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka,” terang salah satu sumber. Israel terus melanjutkan serangan brutalnya di Jalur Gaza meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera dilakukan di wilayah tersebut. Perlu diketahui, lebih dari tujuh bulan konflik antara Israel-Palestina, sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang dilumpuhkan militer zionis. Israel pun dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) pada Januari. Bahkan ICJ mengeluarkan keputusan sementara yang memerintahkan negara tersebut untuk menghentikan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza. (zul) Baca juga :

Read More

Dua Pejuang Palestina Berebut jadi Syuhada di Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas, kembali melansir video penghancuran tank Merkava milik pasukan penjajahan Israel (IDF). Video yang menunjukkan dua pejuang berebut mempertaruhkan nyawa untuk meledakkan kendaraan Israel itu menyalakan media sosial di Timur Tengah. Video yang dilansir pada Senin (20/5/2024) itu menunjukkan operasi gabungan Brigade al-Qassam dan Brigade al-Quds, sayap militer Jihad Islam Palestina di Jabalia. Video tersebut memperlihatkan dua pejuang perlawanan Palestina bersaing di tengah perebutan siapa yang akan melakukan operasi dan maju menghancurkan tank Israel dari jarak nol dengan menanam bom dalam aksi gerilya. Aljazirah Arabia melansir salah satu pejuang perlawanan mendebat yang lain dengan mengatakan, “Demi Allah, lepaskan dia. Bimbing aku, demi Allah.” Pada akhirnya, salah satu pejuang perlawanan mendekati tank di jalan dan meletakkan perangkat peledak tersebut langsung di atasnya dan menarik picu. Pejuang itu kemudian lekas kembali ke bangunan disusul ledakan dari tank penjajah. Tak diterangkan apakah pejuang itu selamat atau tidak dalam operasi tersebut. Aksi para pejuang itu disambut keharuan dan perayaan oleh netizen di Timur Tengah. “Bagaimana mungkin mengalahkan orang-orang ini? Mereka berebut mengorbankan nyawa untuk menghancurkan tank. Mereka saudara dalam darah, persenjataan, dan pengorbanan tanpa tanding,” timpal salah seorang netizen dari Aljazair. Juru bicara Brigade Izzuddin al-Qassam Abu Ubaidah, sebelumnya kembali muncul memberikan keterangan resmi di tengah berkecamuknya perang antara pejuang perlawanan dan pasukan penjajahan Israel (IDF) di Jalur Gaza. Ia menyatakan bahwa dalam waktu 10 hari belakangan pejuang al-Qassam berhasil menargetkan 100 kendaraan militer penjajah. Menurutnya, para pejuang di Jalur Gaza sejauh ini telah menghancurkan tank, pengangkut personel, dan buldoser, di semua lini pertempuran. “Inilah musuh di semua wilayah serangannya, menghitung jumlah korban tewas dan luka-luka,” ucap Abu Ubaidah dikutip Palestine Chronicle pada Rabu (22/5/2024). Abu Ubaidah menambahkan bahwa musuh Israel, 32 pekan setelah tanggal 7 Oktober lalu, kembali memasuki neraka di Gaza dan menghadapi perlawanan yang lebih sengit. Ia melanjutkan bahwa pendudukan masih melakukan bentuk-bentuk genosida yang paling ganas terhadap rakyat Palestina di hadapan dunia. Komandan Cadangan Jenderal Gadi Shamni telah memperingatkan bahwa tentara Israel kian “terpuruk” di Gaza. Ia menambahkan, Israel jelas tidak akan mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan membombardir Gaza. “Sulit untuk melihat bagaimana semua tahanan Israel akan dipulangkan dari Jalur Gaza,” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Israel Maariv. Ia menambahkan, ia yakin Hamas akan menderita kerugian akibat perang tersebut, tapi tidak akan “dilenyapkan secara militer”. Menurut Shamni, pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah membawa kutukan bagi Israel berupa kebingungan, isolasi, dan kerusakan ekonomi yang parah selama bertahun-tahun. “Hal yang paling berbahaya adalah terkikisnya secara dramatis status Israel, yang merupakan kekuatan regional hingga serangan Hamas terhadap permukiman di Gaza pada 7 Oktober,” tambahnya. Sejak 7 Oktober 2023, tentara pendudukan Israel melanjutkan agresinya terhadap Jalur Gaza, dengan dukungan Amerika dan Eropa. Pesawat-pesawatnya mengebom rumah sakit, bangunan tempat tinggal, gedung apartemen, dan rumah warga sipil Palestina. Israel juga mencegah masuknya air, makanan, obat-obatan dan bahan bakar. Akibatnya, lebih dari 35.450 warga Palestina syahid, sedangkan lebih dari 79.470 orang terluka. Menurut data PBB, sebanyak 1,7 juta orang lagi terpaksa mengungsi dari rumah dan lingkungan mereka. Sementara, seorang perwira IDF yang terluka parah dalam pertempuran di Jalur Gaza utara pada Rabu (15/5/2024) meninggal karena luka-lukanya pada Ahad. Perwira yang gugur tersebut merupakan seorang komandan kompi di pasukan penjajahan Israel (IDF) Times of Israel menyebut, perwira yang gugur itu adalah Mayor Gal Shabbat (24 tahun). Ia seorang komandan kompi di Batalion 202 Brigade Pasukan Terjun Payung, dari komunitas utara Katzir. Shabbat terluka parah dalam bentrokan dengan pejuang Palestina, dua jam sebelum insiden yang menewaskan lima pasukan terjun payung di Jabaliya di Jalur Gaza utara. Saat itu, tank Israel menembak sendiri pasukan mereka akibat panik diserbu pasukan perlawanan palestina. Delapan tentara IDF lainnya juga terluka, termasuk tiga orang yang terluka parah. Kematian Shabbat membuat jumlah tentara IDF yang tewas dalam serangan darat terhadap Hamas dan operasi di sepanjang perbatasan menjadi 283 orang. Pengumuman kematian Shabbat terjadi ketika tentara terus penjajahan melancarkan operasinya di Gaza. Strategi baru perlawanan Palestina belakangan tampaknya sebagian didasarkan pada operasi gabungan yang dilakukan antara berbagai kelompok. Seperti yang terjadi beberapa hari terakhir, operasi hari ini juga mencakup serangan gabungan yang dikoordinasikan antara Brigade al-Qassam dari Hamas dan Brigade al-Quds dari Jihad Islam Palestina. Meskipun kerja sama tersebut telah terjadi sejak awal perang, sifat dan frekuensi kerja sama tersebut telah meningkat sejak serangan terbaru terhadap Israel di Jabalia, al-Zaytoun, Nuseirat, dan Rafah. (zul) Baca juga :

Read More

Mohammad Mokhber Ditunjuk Sebagai Plt Presiden Iran

Teheran — 1miliarsantri.net : Pasca meninggalnya Presiden Iran Ebrahim Raisi dalam kecelakaan pesawat, pemerintah Iran menunjuk Wakil Presiden Mohammad Mokhber sebagai Plt Presiden. Selain itu, Iran menyatakan berkabung secara nasional selama lima hari. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei telah memastikan bahwa Mohammad Mokhber yang saat ini menjabat Wakil Presiden ditetapkan sebagai Plt Presiden. Iran benar benar berduka, karena bukan saja Presidennya, tetapi Menteri luar negeri Hossein Amirabdollahian, pejabat gubernur dan sejumlah staf yang turut dalam pesawat bersama Presiden Raisi ikut meninggal dalam kecelakaan pesawat di Iran bagian utara yang dekat dengan wilayah porvinsi Azerbaijan Timur. Khamenei juga mengumumkan lima hari berkabung secara nasional. Dan pemilu untuk memilih Presiden baru akan digelar setelah 50 hari pasca suasana berkabung. Atas meninggalnya Presiden Raisi ini, para pemimpin dunia juga mengirimkan ucapan belasungkawa. Mereka adalah Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sisi, Presiden China, Xi Jinping, Presiden Turky, Recep Tayyip Erdogan dan pemimpin Eropa Union Josep Borrel juga turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Presiden Raisi. Sementara itu Syria dan Lebanon juga turut mengumumkan berkabung secara nasional selama tiga hari untuk turut berbelasungkawa atas meninggalnya Presiden Raisi. (ram) Baca juga :

Read More

Sepak Terjang Presiden Iran Semasa Hidupnya

Teheran — 1miliarsantri.net : Presiden Iran Ebrahim Raisi dipastikan meninggal dunia akibat kecelakan helikopter di barat laut negara tersebut. Kehidupan pemimpin Iran tersebut dipandang sarat kontroversial meski ia belakangan juga yang akhirnya memelopori perdamaian dengan Arab Saudi dan membuka harapan soal perdamaian di Timur Tengah. Ebrahim Raisi memenangkan Pemilihan Presiden Iran pada Sabtu 2021 lalu. Ia lahir di timur laut Kota Masyhad. Dia dibesarkan di lingkungan keluarga yang religius. Menurut situs kampanyenya, Raisi menerima gelar doktor di bidang hukum dan yurisprudensi dari Universitas Mottahari di Teheran. Raisi telah menjadi tokoh kunci dalam peradilan Iran sejak awal 1980-an. Pada 1981, ketika dia berumur 20 tahun, Raisi diangkat menjadi jaksa Kota Karaj, dekat Teheran. Dua tahun kemudian, dia diangkat menjadi jaksa Hamedan, sebuah kota yang jaraknya 180 mil dari Karaj. Dia menjabat sebagai jaksa di dua kota tersebut secara bersamaan selama beberapa bulan. Raisi akhirnya dipromosikan menjadi jaksa Provinsi Hamedan. Pada 1985, Raisi pindah ke Teheran. Di sana ia menjabat sebagai wakil jaksa. Jabatan senior lainnya yang pernah dijabat Raisi termasuk wakil ketua pengadilan dari 2004 hingga 2014. Pada 2014-2016, dia menjadi jaksa agung. Nama Raisi lekat dengan eksekusi massal tahanan politik Iran pada 1988. Namanya muncul karena kala itu dia merupakan anggota terkemuka dari apa yang disebut “komite kematian”. Komite bentukan Ruhollah, pemimpin tertinggi Iran pada era tersebut, berisi sekelompok pejabat peradilan dan intelijen Iran. Saat menjabat sebagai presiden Iran, ia kemudian membuka jalan perdamaian dengan Saudi. Hubungan Iran dan Saudi yang sudah lama rapuh kian retak sejak awal 2016. Hal itu terjadi setelah Kedutaan Besar Saudi di Teheran digeruduk. Kala itu, rakyat Iran tengah menggelar demonstrasi memprotes keputusan Saudi mengeksekusi ulama Syiah terkemuka, Nimr Al-Nimr, dan tahanan lainnya. Kala itu, Raisi mengungkapkan, dialog dengan negara-negara tetangga di kawasan Timur Tengah akan menjadi prioritas pemerintahan barunya. Iran dan Arab Saudi pada Jumat 10 Maret 2023 kemudian menyepakati perjanjian bersejarah untuk membangun kembali hubungan diplomatik yang terputus sejak 2017 lalu. Mereka sepakat membuka kembali kedutaan masing-masing setelah tujuh tahun ketegangan. Terobosan diplomatik yang dinegosiasikan dengan Cina itu diharapkan menurunkan ketegangan dan menghentikan konflik bersenjata di wilayah tersebut. Benar saja, tak lama kemudian Saudi menyepakati gencatan senjata dengan kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran. Saudi dan negara-negara Teluk juga menyambut kembali Presiden Suriah Bashar al-Assad ke dalam Liga Arab. Saat proses perdamaian Timur Tengah itu berlangsung, Israel dan Amerika Serikat kemudian membuat gerakan normalisasi dengan Saudi. Hal ini salah satu pemicu para pejuang Palestina melancarkan Operasi Topan al-Aqsa pada 7 Oktober 2023. Iran di bawah Presiden Raisi kemudian jadi salah satu penentang utama pembalasan brutal Israel atas serangan itu di Jalur Gaza. Iran telah memberikan dukungan finansial dan lainnya selama bertahun-tahun kepada Hamas, yang memimpin serangan ke Israel pada 7 Oktober. Jihad Islam Palestina juga mengambil bagian di dalamnya. Namun tidak ada bukti bahwa Iran terlibat langsung dalam serangan itu. Kelompok-kelompok di bawah pengaruh Iran melakukan aksi-aksi nyata mencoba menghentikan serangan Israel ke Jalur Gaza. Hizbullah di Lebanon terus melakukan tekanan dengan rudal-rudal di perbatasan dengan Israel, Houthi di Yaman menyetop pelayaran ke Israel yang melintasi Laut Merah, sementara Hamas terus melakukan perlawanan di Gaza. Ketegangan memuncak bulan lalu, ketika Iran di bawah Raisi dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei meluncurkan ratusan drone dan rudal balistik ke Israel sebagai tanggapan atas serangan udara terhadap Konsulat Iran di Suriah yang menewaskan dua jenderal dan lima perwira Iran. Israel, dengan bantuan Amerika Serikat, Inggris, Yordania dan negara-negara lain, mencegat hampir semua proyektil tersebut. Sebagai tanggapan, Israel tampaknya melancarkan serangannya sendiri terhadap sistem radar pertahanan udara di kota Isfahan di Iran, tidak menimbulkan korban jiwa tetapi mengirimkan pesan yang jelas. Kedua pihak telah melancarkan perang bayangan melalui operasi rahasia dan serangan siber selama bertahun-tahun, tapi baku tembak pada bulan April merupakan konfrontasi militer langsung pertama mereka. Pada akhirnya, berpulangnya Raisi menimbulkan faktor baru pada dinamika di Timur Tengah. Kecelakaan helikopter yang menewaskan Raisi bisa jadi salah satu peristiwa signifikan yang dampaknya akan bergaung sampai jauh di masa datang. (ram) Baca juga :

Read More

Pasukan Israel Serbu Masjid Ibrahimi dan Larang Adzan Berkumandang

Ramallah — 1miliarsantri.net : Pasukan zionis Israel pada Jumat (17/5/2024) lalu menyerbu Masjid Ibrahimi di Kota Hebron, Tepi Barat. Tentara Israel juga melarang adzan serta ibadah sholat Magrib di masjid tersebut. Direktur Departemen Wakaf di Hebron, Ghassan al-Rajabi, mengungkapkan tentara Israel memaksa pegawai Departemen Wakaf untuk keluar dari masjid. Mereka juga dilarang melaksanakan sholat Magrib. Menurut al-Rajabi, aksi yang dilakukan tentara Zionis tampaknya dilakukan untuk mengamankan salah satu pejabat senior Israel yang mengunjungi masjid tersebut. Al-Rajabi mengatakan bahwa Masjid Ibrahimi masih ditutup bagi jamaah Palestina sampai waktu sholat Isya. Pasca pembantaian terhadap 29 jamaah Palestina pada 1994 di dalam masjid yang dilakukan pemukim ekstremis Yahudi, Baruch Goldstein, otoritas Israel memisahkan kompleks masjid antara jamaah Muslim dan Yahudi. Pada Juli 2017, Komite Warisan Dunia UNESCO memutuskan untuk memasukkan Masjid Ibrahimi dan Kota tua Hebron ke dalam Daftar Warisan Dunia. Hebron dihuni oleh sekitar 160 ribu Muslim Palestina dan sekitar 500 pemukim ilegal Yahudi. Pemukim Yahudi tinggal di serangkaian daerah kantong khusus Yahudi yang dijaga ketat pasukan Israel. Sementara itu, 13 negara telah melayangkan surat pernyataan bersama untuk Israel yang memperingatkan serangan darat besar-besaran di kota paling selatan Gaza, Rafah, menurut laporan sejumlah media. Surat pernyataan bersama yang ditandatangani menteri luar negeri dari 13 negara tersebut dan dikirim ke pemerintah Israel pada Rabu. Dalam surat itu Israel didesak agar memberikan akses bantuan kemanusiaan bebas hambatan ke wilayah Palestina yang terkepung. Surat itu ditandatangani negara-negara G7 Kanada, Jerman, Prancis, Italia, Jepang dan Britania Raya, serta Australia, Denmark, Finlandia, Belanda, Selandia Baru, Korea Selatan dan Swedia, lapor harian Jerman Suddeutsche Zeitung. Melalui surat setebal empat halaman itu, para menteri luar negeri menegaskan kembali dukungan mereka terhadap hak Israel untuk membela diri melawan kelompok Palestina Hamas. Mereka juga memperingatkan terhadap serangan militer besar-besaran di Kota Rafah dan menekankan bahwa aksi tersebut akan menimbulkan dampak “bencana” terhadap warga sipil. Para menteri luar negeri itu juga menggarisbawahi bahwa pemerintah Israel harus melakukan segala daya mereka untuk meringankan krisis kemanusiaan yang menghancurkan dan memburuk di Jalur Gaza. Lebih lanjut, mereka juga menuntut agar Israel membuka semua penyeberangan perbatasan, termasuk penyeberangan Rafah, untuk memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan bagi warga sipil Palestina. Surat itu juga meminta otoritas Israel agar memberikan akses kepada organisasi bantuan internasional, serta badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) di Gaza, menjamin keselamatan pekerja dan personel internasional serta memberikan izin yang memadai bagi pengemudi truk setempat. (zul/AJ) Baca juga :

Read More

Kolam Renang Terpanjang, Termewah dan Termahal Hadir di Arab Saudi

Arab Saudi — 1miliarsantri.net : Obsesi menjadi yang terbaik di dunia, Arab Saudi terus menunjukkan terobosan barunya. Negeri kaya minyak ini, membangun kolam renang terpanjang, ternewah dan termahal di dunia. Gimana tidak termahal. Untuk berenang saja harus mengeluarkan biaya £215. Visi Arab 2030 yang di wujudkan dalam proyek “Neom” sedang membangun kolam renang tanpa batas yang sangat besar di Arab Saudi. Tujuannya untuk menjadikan tempat wisata termewah. Diakui pihak Saudi bahwa proyek kolam renang ini menimbulkan kontroversi, namun karena punya tujuan yang jelas, Saudi tetap merampungkan proyek besar dan prestisius tersebut. Inisiatif yang ambisius untuk membuat kolam renang tanpa batas terpanjang di dunia mulai dilakukan di wilayah Treyam, Arab Saudi. Dengan panjang 457 meter yang menakjubkan, kolam ini otomatis akan mengerdilkan pemegang rekor sebelumnya yang ada di Dubai. Kolam renang yang dibangun Saudi ini sebanyak hampir empat kali lipat dan akan berada di ketinggian 67 meter di atas permukaan laut. Ini jelas akan menjanjikan pengalaman berenang yang tak tertandingi dengan pemandangan panorama. Proyek infrastruktur inovatif ini merupakan bagian dari Visi 2030, yang dipelopori oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang bertujuan untuk mengubah Arab Saudi menjadi tujuan wisata mewah dan pusat inovasi. Kolam renang tanpa batas hanyalah salah satu bagian dari megaproyek Neom yang dirancang untuk menarik pengunjung dari seluruh dunia ke lanskap alam kerajaan yang dilengkapi dengan fasilitas futuristik. Pejabat Neom memuji desain kolam renang sebagai “perpaduan harmonis antara desain kontemporer dan berwawasan lingkungan.” Para tamu diharapkan bisa menikmati suasana mewah sambil menikmati tingkat relaksasi dan peremajaan yang baru. Namun, retret mendalam ini hadir dengan banderol harga yang lumayan yaitu £215 untuk sekadar hanya berenang. Di tengah perayaan keajaiban arsitektur ini, suara kontroversi dan keprihatinan bergema. Ada laporan mengenai penggusuran paksa terkait dengan sebagian proyek ‘The Line’ yang lebih besar, khususnya terkait dengan pengusiran suku Huwaitat, yang telah memicu perdebatan etis mengenai dampak besar-besaran pembangunan tersebut terhadap sosial dan lingkungan. Pemegang rekor kolam renang tanpa batas terpanjang di dunia saat ini terletak di One Za’abeel di Dubai. Prestasi teknik ini membentang sepanjang 120 meter dan bertengger setinggi 100 meter, memberikan pengunjung pengalaman berenang yang nyata di samping kemewahan perkotaan. Terlepas dari kemegahan visi Neom, mahalnya harga untuk menikmati kolam renang tanpa batas terpanjang di dunia mungkin membatasi akses hanya kepada segelintir orang yang memiliki hak istimewa. Sementara itu, seiring dengan berjalannya konstruksi, proyek ini terus menarik perhatian dan pengawasan global. Neom, baru-baru ini mengumumkan penambahan beberapa inisiatif pariwisata berkelanjutan lainnya di kawasan Teluk Aqaba, yang menandakan komitmen teguh terhadap konservasi yang disertai dengan kemajuan. (dul) Baca juga :

Read More

Israel Makin Membabi Buta Melakukan Penyerangan ke Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Israel terus melakukan serangan militernya di seluruh Gaza, dengan baku tembak sengit di perkotaan antara pasukan Israel dan kelompok bersenjata Palestina yang terjadi di kamp Jabalia di utara hingga kota Rafah di selatan, yang berbatasan dengan Mesir. Di distrik Jabalia utara, yang sekarang banyak hancur, penduduk mengatakan tank-tank Israel telah menghancurkan sejumlah rumah dan tengah menghadapi perlawanan sengit dari pejuang kelompok Palestina Hamas, yang menguasai Gaza dan kelompok bersenjata Jihad Islam Palestina (PIJ). “Mereka mengebom rumah-rumah penduduk,” ucap Abu Jehad. PIJ mengklaim telah membunuh beberapa tentara Israel di Jabalia, sementara militer Israel mengatakan telah memusnahkan banyak pejuang di wilayah tersebut. Israel telah mengirim pasukan kembali ke wilayah di Gaza utara awal pekan ini setelah mengklaim mereka telah mengalahkan Hamas di sana beberapa bulan lalu. Militer Israel juga memerintahkan lebih banyak evakuasi dari lingkungan al-Manshiya dan Sheikh Zayyed di Gaza utara. PBB memperkirakan sekitar 100.000 orang telah diusir secara paksa dari wilayah utara dalam beberapa hari terakhir. Di Kota Gaza, beberapa orang tewas setelah pasukan Israel menyerang sekelompok warga Palestina di persimpangan Jalan Jalaa dan Jalan al-Oyoun. Setidaknya tiga jenazah tiba di Rumah Sakit Arab al-Ahli di Kota Gaza, serta beberapa orang dalam kondisi kritis. Jumlah korban tewas akibat serangan ini, yang menargetkan wilayah yang masih memiliki akses internet di Gaza, diperkirakan akan meningkat, menurut Hani Mahmoud dari Al Jazeera. “Ini bukan pertama kalinya kita melihat pola serangan terhadap warga sipil yang berkumpul dalam kelompok besar, baik di titik distribusi makanan atau koneksi internet, atau bahkan di titik bertenaga surya untuk mengisi daya ponsel atau komputer mereka,” ungkap Mahmoud. Pejabat kesehatan Palestina mengatakan setidaknya 82 warga Palestina tewas dalam 24 jam sebelumnya. Sementara itu, Hamas mengecam serangan terhadap warga sipil di Jalur Gaza, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut adalah tindakan “fasis dan balas dendam” yang mencerminkan “kekalahan” tentara Israel. Di Rafah, tank-tank Israel telah berkumpul di sekitar tepi timur Rafah dan dalam beberapa hari terakhir, telah menyelidiki wilayah-wilayah yang dibangun di kota tersebut, di mana ratusan ribu pengungsi mencari perlindungan dari pemboman di tempat lain di Gaza. Warga mengatakan pasukan Israel telah menyerbu ke tiga lingkungan dan pejuang Palestina berusaha mencegah tentara dan tank bergerak menuju pusat tersebut. Sejumlah kelompok bantuan termasuk International Rescue Committee (IRC) memperingatkan bahwa mereka menghadapi gangguan signifikan dalam operasi kemanusiaan mereka ketika tentara Israel bergerak ke kota tersebut untuk melakukan serangan darat yang banyak dikritik. “Saya baru saja kembali dari Gaza, di mana skala krisisnya sulit dibayangkan. Fasilitas di Gaza selatan telah diubah fungsinya menjadi tempat penampungan sementara yang meluap hingga ke jalanan. Populasi pengungsi ini kini menghadapi kekurangan akut kebutuhan dasar seperti makanan, air, dan sanitasi yang memadai,” kata Kiryn Lanning, ketua tim IRC untuk wilayah pendudukan Palestina. Pekan lalu, setelah tentara Israel menyita dan menutup sisi Palestina di perbatasan Rafah antara Jalur Gaza dan Mesir yang merupakan titik masuk penting bagi bantuan kemanusiaan badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, memperingatkan bahwa rumah sakit di Gaza selatan hanya memiliki sisa bahan bakar untuk menjalankan operasinya selama beberapa hari, dan bahwa masuknya bahan bakar ke Jalur Gaza sangat penting untuk mencegah lebih banyak kematian. Pengiriman bantuan secara sporadis ke Gaza dengan truk telah melambat sejak pasukan Israel mengambil alih jalur penyeberangan di Gaza pada 7 Mei. Sebuah konvoi yang membawa barang-barang bantuan kemanusiaan digeledah oleh militer Israel pada Senin setelah mereka menyeberang dari Yordania melalui Tepi Barat. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Israel Kirim Tank Tambahan Ke Jabalia Timur

Gaza — 1miliarsantri.net : Israel telah mengirim tank ke Jabalia timur di Jalur Gaza utara pada Minggu pagi, setelah malam melakukan pemboman besar-besaran dari udara dan darat, yang menewaskan 19 orang warga Palestina. Jabalia adalah kamp pengungsi terbesar dari delapan kamp pengungsi bersejarah di Gaza dan merupakan rumah bagi lebih dari 100.000 orang, sebagian besar dari mereka adalah keturunan warga Palestina yang diusir dari kota-kota dan desa-desa di tempat yang sekarang menjadi wilayah Israel selama perang Arab-Israel tahun 1948. Pada Sabtu malam, militer Israel mengatakan pasukan yang beroperasi di Jabalia sempat menghalangi Hamas, yang menguasai Gaza, untuk membangun kembali kemampuan militernya di sana. “Kami mengidentifikasi dalam beberapa minggu terakhir upaya Hamas untuk merehabilitasi kemampuan militernya di Jabalia. Kami beroperasi di sana untuk menghilangkan upaya tersebut,” terang Laksamana Muda Daniel Hagari, juru bicara militer Israel, saat memberikan pengarahan kepada wartawan. Hagari juga mengatakan bahwa pasukan Israel yang beroperasi di distrik Zeitoun Kota Gaza membunuh sekitar 30 militan Palestina. “Bombardir dari udara dan darat belum berhenti sejak kemarin, mereka melakukan pengeboman dimana-mana, termasuk di dekat sekolah yang menampung warga yang kehilangan tempat tinggal. Perang dimulai kembali, seperti inilah yang terlihat di Jabalia. Serangan baru ini memaksa banyak keluarga mengungsi,” kata Saed, 45, warga Jabalia. Israel mengirim tank kembali ke Al-Zeitoun, pinggiran timur Kota Gaza, serta Al-Sabra, di mana penduduk juga melaporkan pemboman besar-besaran yang menghancurkan beberapa rumah, termasuk bangunan tempat tinggal bertingkat. Sementara itu, dikabarkan Tank Israel tidak menyerang kota Deir Al-Balah bagian timur, kata warga dan media Hamas, namun beberapa tank dan buldoser Israel menembus pagar di pinggiran kota yang memicu baku tembak dengan pejuang Hamas. Dalam serangan udara pada Sabtu malam di Deir Al-Balah, dua dokter, seorang ayah dan putranya, tewas, kata para pejabat kesehatan. Pihak Hamas mengatakan pejuang mereka menyerang pasukan Israel di beberapa daerah di Gaza dengan roket anti-tank dan bom mortir, termasuk di Rafah, yang sebelumnya merupakan tempat perlindungan terakhir warga Palestina di mana lebih dari satu juta orang berlindung. Sebagai informasi, perang tersebut dipicu oleh serangan pimpinan Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan lebih dari 250 orang disandera, menurut penghitungan Israel. Sementara operasi militer Israel di Gaza telah menewaskan hampir 35.000 warga Palestina, menurut kementerian kesehatan Gaza. Pengeboman tersebut telah menghancurkan daerah kantong pesisir dan menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah. Pada hari Minggu, lebih banyak keluarga, diperkirakan berjumlah ribuan, meninggalkan Rafah ketika tekanan militer Israel meningkat. Tembakan tank mendarat di seluruh kota ketika tentara mengeluarkan perintah evakuasi baru yang mencakup beberapa lingkungan di pusat kota, yang berbatasan dengan Mesir. “Saat saya keluar dari Rafah, saya melewati Khan Younis, saya menangis, saya tidak tahu apakah saya menangis atas apa yang saya alami, penghinaan dan rasa kehilangan yang saya rasakan atau atas apa yang telah saya lihat,” kata Tamer Al-Burai, warga Gaza yang selama ini mengungsi di Rafah. (zul) Baca juga :

Read More

Mesir Resmi Ajukan Gugatan Hukum kepada Israel di Mahkamah Internasional

KAIRO — 1miliarsantri.net : Mesir mengatakan akan resmi bergabung dengan gugatan hukum Afrika Selatan (Afsel) di Mahkamah Internasional (ICJ), yang menuduh Israel melanggar kewajiban Konvensi Genosida dalam perangnya Gaza. Dalam pernyataannya Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan langkah ini diambil karena meningkatnya agresi Israel pada warga sipil Palestina. “(Ini) terjadi mengingat semakin memburuknya dan skala serangan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza dan berlanjutnya praktik sistematik yang menargetkan rakyat Palestina, termasuk mengincar langsung warga sipil dan menghancurkan infrastruktur di Jalur Gaza dan memaksa Palestina mengungsi,” kata kementerian seperti dikutip Aljazirah, Kamis (16/5/2024). Mesir mengatakan mereka meminta Israel memenuhi kewajibannya sebagai kekuatan pendudukan dan mengimplementasikan langkah-langkah sementara yang dikeluarkan ICJ. Seperti memastikan akses bantuan kemanusiaan yang memenuhi kebutuhan rakyat Palestina di Jalur Gaza. Kairo juga meminta pasukan Israel tidak melakukan pelanggaran apapun terhadap rakyat Palestina. Dalam pernyataan itu Mesir kembali meminta Dewan Keamanan PBB dan pihak-pihak internasional untuk segera mengambil tindakan untuk mencapai gencatan senjata di Jalur Gaza dan menghentikan operasi militer di Rafah serta memberikan perlindungan yang cukup untuk warga sipil Palestina. Menurut Kementerian Kesehatan di daerah kantong Palestina tersebut jumlah korban jiwa akibat serangan militer Israel di Gaza yang sudah memasuki bulan ketujuh mencapai 35 ribu orang. Sedikitnya 35.034 orang tewas, termasuk 15 ribu anak-anak, dan 78.755 orang terluka sejak Israel melancarkan serangannya pada 7 Oktober. (zul) Baca juga :

Read More