Tim Pengawas dan Kualitas Pelayanan Jamaah Haji Yang Akan Terus Bermasalah
Jika bolehpun juga tidak mudah karena jarak antara hotel dengan tempat mabit di mina juga cukup jauh sehingga harus pakai mobil dan akibatnya mina sudah jelas akan macet total.
Ketiga tentang catering. Karena luas dapurnya terbatas dimana menurut pihak maktab luas dapur mereka hanya bisa untuk mengcover satu maktab sementara mereka harus menyediakan makanan untuk dua maktab. Pertanyaannya kenapa mereka tidak memasak di luar kawasan mina saja.
Hal itu bisa dilakukan tetapi terbentur oleh masalah transportasi karena pemerintah saudi tidak mengizinkan mobil yang membawa makanan jamaah masuk ke komplek pemukiman jamaah. Dan kalaupun bisa jelas tidak mudah karena untuk mengatur lalu lintas di mina dan di luar mina banyak jalan di tutup untuk lalu lintas mobil sehingga jarak 8 km bisa ditempuh dalam waktu 2 jam sehingga kemungkinan terlambatnya suplay makanan tetap akan terjadi.
Jadi kesimpulannya masalah tempat dan katering di mina tetap akan sulit di atasi apalagi di tahun-tahun mendatang dimana jumlah kuota jemaah haji kita terus meningkat sementara luas lahan yang tersedia untuk dijadikan dapur dan tempat penginapan jamaah tidak bertambah maka masalah yang sama tetap jelas akan masih terulang.
Oleh karena itu agar para jamaah dapat melaksanakan ibadahnya dengan tenang maka masalah dapur dan tempat penginapan para jamaah harus diperluas dengan cara mendirikan bangunan baru bertingkat di mina tanpa itu maka masalah akomodasi dan konsumsi di Mina tidak akan pernah terselesaikan.
Dan itu jelas bukan tugas kemenag tapi adalah tugas dari pemerintah saudi. Oleh karena itu pemerintah indonesia mungkin sudah saatnya mendesak pemerintah saudi untuk membuat bangunan/tempat penginapan bertingkat di mina.
Ini penting dilakukan karena yang mengalami masalah tentang akomodasi dan konsumsi ini tidak hanya jamaah haji indonesia saja tapi juga jamaah dari negara-negara lain. Dan yang tidak kalah merepotkan kemenag adalah kehadiran jamaah yang tidak mempergunakan visa haji tapi visa turis, calling visa dan lain-lain yang jumlahnya cukup banyak dimana mereka menyebar dan masuk ke tenda-tenda yang ada.
Untuk itu mungkin bagus juga pihak DPR menghitung berapa jumlah jamaah kita yang mengerjakan ibadah haji tidak mempergunakan visa haji agar perencanaan pihak kemenag tidak rusak oleh kehadiran mereka karena banyak dari mereka di Mina juga menempati dan menikmati fasilitas yang sudah disediakan oleh pihak kemenag. (wink)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


