Santri Diajak Menguasai Digital dengan Tradisi Jalur Pesantren
“Hal yang sama perah dilakukan oleh Wali Songo yang menggunakan lakon-lakon wayang untuk mengenalkan agama Islam,” terang Dhani.
Pihaknya berharap, kemampuan pesantren dalam beradaptasi dengan teknologi tetap terjaga. Salah satu indikatornya adalah penyelenggaraan pesantren terintegrasi dengan berbagai perkembangan teknologi.
“Sejatinya kehadiran teknologi menjadi perangkat yang tidak terpisahkan bagi pesantren dalam menjalankan seluruh fungsinya, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Pendis juga mengungkapkan betapa negeri ini berutang banyak kepada pesantren sebagai soko guru terbentuknya Republik Indonesia. Jauh sebelum kemerdekaan, bangsa Indonesia tidak memperoleh akses pendidikan, karena pendidikan formal saat itu menjadi kemewahan dan hanya kelompok tertentu yang bisa mengakses pendidikan. Sedangkan pesantren saat itu sudah hadir dengan pendidikan yang khas. (yan)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


