Sandiaga : Digitalpreneur Santri harus terus dikembangkan

Dengarkan Artikel Ini

“Sebelumnya kopi ini telah memiliki tagline Semacam Cuilan Surga. Boleh ya kalau saya tambahkan, Kopi Papupa, Enaknya Nggak Bikin Lupa’,” kelakar Sandiaga yang langsung mendapat sambutan tepuk tangan dari para santri dan peserta pelatihan yang hadir.

Kopi Papupa sendiri merupakan produk olahan yang dihasilkan dengan melibatkan para santri. Biji kopi didatangkan dari Temanggung, namun penggilingan dan roasting sepenuhnya dilakukan di tempat pengolahan yang ada di sekitar ponpes. Produk yang telah dirilis sejak tahun 2017 itu kini telah dipasarkan ke berbagai daerah yang salah satu pemasarannya melalui e-commerce. Dalam seluruh proses tahapan dari produksi hingga penjualan Kopi Papupa melibatkan para santri.

Pengasuh Ponpes Roudlotut Thullab, KH Ahmad Said Asrori megapresiasi dukungan dari Menparekraf tersebut dalam pengembangan ekonomi kreatif di Ponpes Roudlotut Thullab. Terutama dalam pemberdayaan para santri untuk menjadi seorang entrepreneur.

“Saya berharap melalui pelatihan ini akan memperkuat kemampuan para santri sebagai entrepreneur. Sejak dulu pesantren lebih dikenal mandiri, melakukan usaha-usaha untuk mencukupi kebutuhan mereka. Bahkan juga bagaimana tidak sekadar cukup, tapi bisa berlebih sehingga bisa memberikan manfaat kepada orang lain,” terang Kyai Said.

Para santri merupakan bagian dari tulang punggung dalam pencapaian Indonesia Emas 2045. Para santri dengan kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni di era digital, potensial menjadi generasi produktif.

“Saya berharap santri akan menjadi yang terdepan, menjadi lokomotif karena tugas kita adalah menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024,” pungkasnya. (hud)


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca