PP Muslimat Al Washliyah Tegas Menolak Pertemuan LGBT Karena Merusak Esensi Kemanusiaan
Terkait Hak Asasi Manusia (HAM), disampaikan Indonesia menjungjung tinggi hak asasi yang berketuhanan. Sejatinya, konsep HAM tidak boleh dilepaskan dari agama dan hakikatnya merupakan anugerah Tuhan kepada manusia.
“PP Muslimat Al Washliyah menjunjung tinggi nilai-nilai dan aturan agama serta norma-norma ketimuran. Sedangkan LGBT menganut hak asasi liberal bebas nilai. Kegiatan propaganda LGBT dapat mencederai nilai-nilai keagamaan yang dianut oleh bangsa Indonesia,” sambungnya.
Terakhir, disampaikan menolak LGBT bukan berarti tidak merangkul para pelaku yang sudah terlanjur menjadi LGBT. Yang ditolak adalah perilakunya yang menyimpang dan bahaya dari propaganda yang mereka lakukan.
PP Muslimat Al Washliyah juga berkomitmen mendorong pemerintah dan berbagai pihak terkait untuk membantu, mendampingi dan menormalisasi para pelaku yang sudah terlanjur menjadi LGBT, tetapi ingin keluar dan kembali ke jalan yang benar. Hal ini dilakukan Melalui program yang terintegrasi dengan program kesehatan bersama para ahli seperti dokter, psikolog/psikiater dan pemuka agama. (lis)
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


