PP Muslimat Al Washliyah Tegas Menolak Pertemuan LGBT Karena Merusak Esensi Kemanusiaan
Jakarta – 1miliarsantri.net : Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Al Washliyah menyatakan diri menolak kegiatan pertemuan aktivis LGBT se-ASEAN di Indonesia. Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum PP Muslimat Al Washliyah, Nurliati Ahmad. Pihak menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat agar menolak kegiatan yang diberi nama ASEAN QUEER ADVOCACY WEEK ini dan rencananya digelar di Jakarta 17 hingga 21 Juli nanti.
“ASEAN QUEER ADVOCACY WEEK adalah tindakan yang tidak dapat diterima oleh akal sehat, hati dan nurani manusia, merusak hakikat dan esensi kemanusiaan. Tidak ada satupun alasan atas dasar nilai kemanusiaan, akal sehat dan hati nurani yang dapat membenarkan upaya memperjuangkan kepentingan LGBT,” terang Nurliati Ahmad, dalam keterangan tertulis yang dilkirim ke media, Rabu (12/07/2023).
Indonesia disebut sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh dalam menjalankan aturan perundang-undangan, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Sementara, kegiatan propaganda LGBT disebut dapat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta berpotensi memicu konflik sosial, karena pengabaian terhadap nilai-nilai yang hidup di masyarakat Indonesia.
Indonesia juga disebut sebagai negara yang menyakini bahwa agama berperan penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Oleh karena itu, Negara harus mengaskan bahwa tidak ada tempat bagi propaganda LGBT di negara Indonesia.
Sebagaimana hasil riset PEW, lanjutnya, yang menyatakan penerimaan homoseksualitas hanya tersebar luas di negara-negara di mana agama dianggap kurang penting dalam kehidupan (kecuali Rusia).
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


