Negara Raih Surplus Ekspor, Bagaimana Proyeksi Ke Depan?
Jakarta – 1miliarsantri.net : Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan senilai US$ 5,49 miliar pada Agustus 2025, tertinggi dalam kurun waktu hampir tiga tahun terakhir. Keberhasilan surplus ini muncul meskipun ekspor melambat, berkat kontraksi impor yang jauh lebih dalam. Meski demikian, masa depan surplus ekspor masih menghadapi tantangan besar dari perlambatan permintaan global.
Performa Agustus: Ekspor Naik, Impor Turun
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2025 mencapai US$ 24,96 miliar, naik 5,78 % dibandingkan Agustus 2024. Sementara itu, impor tercatat US$ 19,47 miliar, turun 6,56 % dari tahun sebelumnya.
Ekspor nonmigas menjadi pendorong utama surplus dengan nilai US$ 23,89 miliar atau meningkat 6,68 % secara tahunan. Sedangkan sektor migas masih mencatat defisit, tetapi tertutup oleh surplus sektor nonmigas.
Secara kumulatif, surplus perdagangan Indonesia Januari-Agustus 2025 mencapai US$ 29,14 miliar, dengan surplus nonmigas sebesar US$ 41,21 miliar dan defisit migas US$ 12,07 miliar.
Baca Juga: Utang Pemerintah Capai Rp 9.138 Triliun, Masih Aman?
Faktor Pendorong Surplus
Salah satu penyebab utama surplus Agustus adalah penurunan impor yang lebih dalam dibandingkan ekspor. Impor mengalami kontraksi pada berbagai komoditas, mulai dari bahan baku industri hingga barang modal.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

