Musala Pondok Ambruk di Sidoarjo, Bayang Keemasan Cordoba yang Terlupakan

Dengarkan Artikel Ini

Tragedi ini seharusnya menjadi titik balik bagi dunia pesantren dan seluruh lembaga Islam. Setiap pengelola, pengurus, donatur, pemerintah daerah dan stakeholder lainya mesti menegakkan standar baru dalam pembangunan: wajib melibatkan tenaga ahli bersertifikat, memastikan kepatuhan perizinan, dan menegakkan audit keselamatan secara berkala. Sebab IMB bukan formalitas, melainkan bagian dari tanggung jawab syar’i dan sosial.

Lebih dari itu, musibah ini mengajarkan bahwa setiap batu bata yang diletakkan di rumah Allah dan madrasah adalah amanah spiritual. Ibadah tidak berhenti di sajadah, tetapi juga hidup dalam setiap tiang yang kokoh karena kejujuran perhitungan dan ketelitian kerja.

Menegakkan Kembali Amanah yang Runtuh

Musala Al-Khoziny mungkin telah hancur, tapi dari puing-puingnya kita bisa membangun kesadaran baru. Bahwa kualitas bangunan masjid dan madrasah adalah cermin kualitas iman, ilmu dan adab pembangunnya. Jika amanah ditegakkan setegak dinding yang kokoh, maka tak akan ada lagi santri dan jamaah yang tertimbun reruntuhan, dan tak akan ada lagi doa yang terhenti di tengah debu bangunan yang gagal.

Dalam setiap krisis, ada cermin bagi umat. Musala Al-Khoziny telah menjadi cermin besar bagi dunia pesantren — memantulkan wajah kita sendiri: kadang lalai, kadang tergesa, kadang terlalu yakin tanpa perhitungan. Kini saatnya belajar lagi, bukan hanya dari kitab, tapi juga dari “beton yang retak”. Karena sesungguhnya, iman sejati adalah yang menegakkan bangunan masjid dan madrasah dengan tangan ilmu dan hati amanah. Wallahu a’lam. *

Penulis: Abdullah al-Mustofa

Editor: Toto Budiman

Sumber: The Guardian, Kompas

Foto: The Guardian, REZAMIR

Baca juga: Tragedi Robohnya Musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny ; Cahaya Ilmu di Tengah Ujian Kehidupan


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca