MUI Gelar Uji Kompetensi Dai
“Anda akan menemukan bahwa Anda dikelilingi oleh aura kekuasaan yang begitu mudah terlihat sehingga Anda hampir bisa membedakannya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Ahmad Zubaidi, menambahkan, salah satu tujuan standarisasi kompentensi dakwah MUI diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi dai dalam berdakwah. Itu agar para dai saat berdakwah dapat memperhatikan keadaan objek dakwahnya.
Kiai Zubaidi menyampaikan, standarisasii dakwah juga bertujuan untuk menyatukan persepsi para dai dalam berdakwah di lingkungan masyarakat. Strategi yang dimiliki oleh para dai sangat diperlukan untuk menjalankan misi yang benar sesuai dengan fiqh maupun amaliyah yang dijalani oleh masyarakat.
“Standarisasi menekankan agar para dai lebih mengutamakan persatuan dan persaudaraan umat daripada berdakwah pada hal-hal yang dapat menimbulkan perpecahan,” ujar Kiai Zubaidi.
Dia lalu mengimbau para dai agar dapat merawat keutuhan serta kemajemukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Masyarakat harus sadar bahwa Negara Indonesia terbentuk atas dasar kesepakatan oleh para pendiri bangsa demi kemaslahatan bangsa.
Menurut Kiai Zubaidi, tanpa NKRI yang berbasis Pancasila, belum tentu negara Indonesia akan aman, tenteram, dan damai. Itu karena banyak negara Islam di belahan dunia lain yang berkonflik padahal tidak semajemuk bangsa Indonesia.
“Para dai harus menyadari betapa pentingnya kemajemukan supaya tidak bernasib sama seperti negara lain yang terlibat konflik. Banyak negara Islam yang terlibat konflik internal, perang saudara, padahal kemajemukan mereka tidak semajemuk Indonesia,” tuturnya. (wink)
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


