Menag Bersyukur Indonesia Menjadi Negara Pertama Kontrak Pelayanan Haji 2024
“Saya harap jamaah tetap menggunakan travel selama perjalanan, sehingga semua bisa dipantau dan dilayani dengan baik, serta menghindari agar di sana tidak terbengkalai,” lanjutnya.
Sementara itu Dubes Arab untuk Indonesia Faisal merasa senang dengan persiapan haji yang dilakukan Indonesia. Apalagi, jamaah Indonesia juga mendapat tempat terbaik di Mina.
Ia juga berharap kuota yang diberikan Pangeran kepada Presiden Jokowi bisa mengurangi antrean keberangkatan haji. Karena itu, Ia pun mengusulkan untuk membuat tim khusus yang terdiri dari pemerintah Arab dan Pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan masalah-masalah serta mencari solusi cepat terkait penyelenggaraan haji 2024.
“Saya mengusulkan dibuat tim dari kami dan Kemenag. Kami mengharap bisa menyelesaikan hal-hal seperti itu. Saya kira Kemenag sudah berpengalaman. Sekecil apapun bisa diselesaikan agar efektif dan harus bekerja lebih intensif,” ungkap Faisal.
Sementara terkait visa Mujamalah, Faisal pun setuju dengan Menag. Ia memastikan bahwa jamaah yang ingin mendapatkan visa Mujamalah harus juga membeli paket perjalanan.
“Membeli dulu paket pejalanannya baru mendapat visanya. Ini menghindari hal-hal yang tidak diinginkan juga,” tegasnya. (rid)
Baca juga :
- Imam Besar Masjid Agung Jembrana KH Fathurrahim Sharing Tentang Harmonisasi di Bali
- 5,4 Juta Pekerja Informal Jabar Ditargetkan Dapat Asuransi Gratis pada 2027, Begini Cara Mengaksesnya
- Lowongan Magang Kreatif NU Online Dibuka, Pendaftaran hingga 28 September 2026
- RUU Pengaturan Reforma Agraria Resmi Jadi UU, Pemerintah Dorong Keadilan Penguasaan Tanah
- Persija Sementara Unggul 1-0 Atas Persib dalam Super Big Match
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


