Mahfud MD : Ya Lal Wathan Bermakna Menggugah Rasa Nasionalisme Dan Munculnya Dari Pesantren

Dengarkan Artikel Ini

“Wahai anak-anakku, kebangsaan kita ini adalah Indonesia. Wahai tanah airku, engkau adalah gantungan hidupku. Wahai tanah airku, engkau adalah orang tuaku. Orang tua yang ketiga sesudah ayah dan ibuku. Engkau adalah gantungan hidupku dan engkau adalah cita-citaku di dalam perjuangan hidup ini,” jelas Mahfud.

Lagu tersebut merupakan refleksi kecintaan kepada tanah air yang lahir dari pesantren ke pesantren, sehingga jasa umat Islam di Indonesia tak diragukan lagi.

“Jangan diragukan, umat Islam ini ikut punya andil sangat besar untuk membangun negara ini dan tidak boleh ada umat Islam yang mau merusak negara ini dengan secara ideologi dan bentuk negara kesatuannya. Itulah tanda kecintaan kepada tanah air,” katanya.

Karena itu, setelah para santri dan kiai di pesantren berjuang habis-habisan untuk membuat Indonesia merdeka menjadi NKRI, lalu negeri ini memberikan tempat terbaik kepada para santri untuk ikut mengurus negara.

“Ada (santri) yang jadi tentara, polisi, guru, hakim, dokter, menteri. Itulah hasil perjuangan para pendiri negara kita yang kemudian bergabung di dalam sebuah nasionalisme,” pungkasnya. (wink)


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca