Dampak dan Kontroversi “Xpose Uncensored Trans7” yang Menggugah Publik
Media punya peran besar membentuk opini publik dengan mem blow up sebuah peristiwa. Bila program menyajikan potongan atau framing yang merugikan pihak tertentu (judge by opinion), dampaknya bisa mengakar jauh mempengaruhi persepsi, menimbulkan stigma, atau bahkan konflik antar kelompok.
Oleh sebab itu, transparansi proses editorial dan pemberian ruang hak jawab menjadi kunci dalam menjaga kredibilitas media.
Lembaga penyiaran harus lebih hati-hati dalam menyentuh topik sensitif. Sebelum menayangkan segmen yang menyangkut agama, lembaga sosial, atau komunitas tertentu, verifikasi data dan pengecekan narasi harus jadi langkah wajib. Hindari potongan klip yang bisa menciptakan framing negatif tanpa konteks penuh.
Baca juga : Trans7 Minta Maaf ke Pesantren Lirboyo: ‘Mengaku Lalai’ — Ini Penjelasannya…
Dalam dunia digital sekarang, konten segera tersebar. Permintaan maaf lewat surat resmi saja tidak lagi cukup, media perlu membuat klarifikasi terbuka, audio visual korektif di kanal publik, serta memberi ruang komunikasi dua arah agar pihak yang dirugikan bisa menyampaikan tanggapan langsung.
Menutup tulisan ini, kita harus menyadari bahwa kontroversi xpose uncensored trans7 lebih dari sekadar program televisi yang bermasalah, ia adalah cermin bagaimana media dan masyarakat harus saling menjaga etika, rasa hormat, dan tanggung jawab sosial.
Baca juga : Hari Santri dan “Cermin Retak” di Layar Televisi
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bahwa tayangan sesungguhnya bukan hanya tentang rating, melainkan juga dampak moral dan sosial. Mari bersama kita aktif memantau dan mendorong agar rumah produksi (production house) ke depan, bisa hadir dengan cara yang lebih berimbang, bermartabat, dan penuh integritas.
Saat ini memang program “Xpose Uncensored Trans7” sudah dihentikan programnya secara permanen oleh pihak Trans7. Tetapi accident produksi program media seperti ini, bukan tidak mungkin bisa terjadi kembali di kemudian hari. Para praktisi media juga perlu mawas diri dan mentaati Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).
P3SPS Adalah seperangkat aturan yang telah ditetapkan KPI untuk memastikan setiap program siaran televisi dan radio mematuhi nilai etika, moral dan kepentingan publik. Pedoman ini menjadi rambu utama bagi lembaga penyiaran agar isi penyiaran tidak bertentangan dengan norma agama, kesusilaan, dan hukum yang berlaku.(**)
Penulis: Iffah Faridatul Hasanah
Editor : Toto Budiman
Foto : Dokumentasi Trans7
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


