Bendera Anime One Piece, Panji Rasulullah dan Kemerdekaan Dalam Islam
Bendera (liwā) yang pertama kali dikibarkan di hadapan Rasulullah ﷺ–bisa dilihat dalam kitab “Akhlāq al-Nabiy” karya Ibnu Hayyān al-Ashbahāny—adalah oleh Buraidah saat hijrah dan baru masuk Islam. Waktu itu Nabi menyuruhnya mengibarkan bendera saat masuk ke Madinah. Lantas ia copot serbannya kemudian diikat ke tombak kemudian berjalan ke Madinah dengan mengangkatnya.
Baca juga: Pemblokiran Rekening; Objek Pajak Atau Kontrol?: Bendera Anime One Piece, Panji Rasulullah dan Kemerdekaan Dalam IslamBendera Rasulullah Berkibar Di Masa Perang dan Damai
Kisah itu menunjukkan bahwa bendera Rasulullah tidak hanya digunakan ketika perang, namun dalam damai pun bendera juga dipakai. Dalam peristiwa pembebasan Kota Makkah misalnya, beliau membawa bendera berwarna putih. Dan pada waktu itu kondisinya damai dan tak terjadi peperangan. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan harus tetap sesuai aturan syariah dan tidak menimbulkan unsur syirik, fitnah, atau perpecahan.
Untuk itu kita mesti berhati‑hati terhadap pengagungan atau loyalitas berlebihan kepada simbol non‑Islam, karena dapat menggeser kecintaan yang seharusnya milik Allah dan Rasulullah SAW.
Memang hari ini, kita melihat fakta kehidupan bangsa Indonesia; ketidakadilan semakin meluas, kekayaan alam dieksploitasi oleh negara asing, korupsi tak terkendali, jeratan hutang ribawi yang semakin menggunung, serbuan tenaga kerja asing semakin menjadi, pengangguran yang tak kunjung menurun, tingkat kriminalitas yang semakin tinggi, pembunuhan di mana mana, perzina’an, kemaksiatan dan kerusakan moral merajalela.
Melihat semua itu, rasanya sulit untuk menyimpulkan bahwa bangsa Indonesia sudah benar-benar merdeka. Kalaupun yakin telah merdeka, barangkali itu hanya kemerdekaan secara fisik, yaitu tidak adanya lagi penjajahan militer atau fisik yang dilakukan oleh bangsa lain atas bangsa ini.
Baca juga: Peran Islam Dalam Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia: Bendera Anime One Piece, Panji Rasulullah dan Kemerdekaan Dalam IslamKemerdekaan Dalam Perspektif Islam
Bagi umat Islam, kemerdekaan bukanlah sekadar hak yang harus diperjuangkan, tetapi menjadi misi utama risalah Islam itu sendiri. Merdeka adalah pembebasan manusia dari penghambaan kepada manusia ke penghambaan kepada Tuhannya manusia.
Hal tersebut tampak jelas dalam sabda Rasulullah saw. yang dituliskan dalam sebuah surat untuk penduduk Najran, yang sebagian isinya sebagai berikut:
أَمّا بَعْدُ فَإِنيّ أَدْعُوكُمْ إلَى عِبَادَةِ الله مِنْ عِبَادَةِ الْعِبَاد وَأَدْعُوكُم إلَى وِلاَيَةِ اللهِ مِنْ وِلاَيَةِ الْعِبَادِ
“Amma ba’du. Aku menyeru kalian untuk menghambakan diri kepada Allah dan meninggalkan penghambaan kepada sesama hamba (manusia). Aku pun menyeru kalian agar berada dalam kekuasaan Allah dan membebaskan diri dari penguasaan oleh sesama hamba (manusia).”
Baca juga: Akun X UEFA Diserang Netizen, ‘Mo Salah dan Legenda MU’: Posting Kematian ‘Pele Palestina’ Tanpa Menyebut Ditembak Sniper Israel Saat Antri Bantuan Makan: Bendera Anime One Piece, Panji Rasulullah dan Kemerdekaan Dalam IslamMisi Islam, setelah menyeru manusia pada tauhid dengan dakwah dan jihad, adalah mengubah manusia dari kejahiliyahan menuju Islam kaaffah, agar terwujud pola interaksi antar manusia berdasarkan hukum Islam, serta kemerdekaan mereka dari pengaruh pemikiran atau ideologi kapitalisme sekuler.
Perhatikanlah maksud dari kemerdekaan hakiki yakni tunduk menghamba sepenuhnya kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintah dan menjauhi seluruh larangan-Nya.
Oleh karena itulah, tujuan setiap pembebasan (futuuhaat) yang dilakukan para pemimpin Islam sejak ratusan tahun yang lalu adalah mengeluarkan umat manusia dari kegelapan sistem kufur menuju cahaya Islam.**
Penulis : HM Ali Moeslim (Penulis Buku Revolusi Tanpa Setetes Darah)
Foto Kolase Istimewa
Editor : Thamrin Humris
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


