Bank Dunia Soroti Dominasi BUMN, Dorong Reformasi Struktural di Indonesia
Meski tidak ada pernyataan resmi terkait saran Bank Dunia, pemerintah Indonesia melalui berbagai laporan resmi telah menekankan upaya peningkatan efisiensi BUMN dan reformasi tata kelola. Misalnya, pembentukan superholding BUMN dan program transformasi digital di sektor energi dan keuangan menunjukkan langkah-langkah pemerintah untuk meningkatkan transparansi dan kinerja perusahaan milik negara. Langkah-langkah ini sejalan dengan rekomendasi Bank Dunia mengenai perbaikan efisiensi dan penciptaan ruang bagi persaingan sehat.
Dalam laporan The Business of the State (2023), Bank Dunia mencatat bahwa hampir 70% perusahaan milik negara di negara berkembang beroperasi di sektor yang kompetitif. Kondisi serupa juga terlihat di Indonesia, di mana BUMN menguasai pasar penting seperti listrik, pelabuhan, telekomunikasi, dan perbankan. Dominasi ini kerap diperkuat oleh kebijakan regulasi yang tidak netral, seperti akses eksklusif terhadap pembiayaan atau proyek pemerintah.
Sementara itu, laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) Juni 2025 menyoroti bahwa reformasi structural, terutama yang mendorong persaingan sehat dan iklim usaha terbuka, dapat meningkatkan pertumbuhan PDB hingga 1,5 persen dalam jangka menengah.
Baca Juga: Utang Pemerintah Capai Rp 9.138 Triliun, Masih Aman?
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


