Fintech RI Tumbuh Pesat: Pasar Diprediksi Capai US$ 20,9 Miliar
Jakarta – 1miliarsantri.net : Industri teknologi finansial (fintech) Indonesia diperkirakan akan mencapai nilai US$ 20,93 miliar atau setara lebih dari Rp 300 triliun pada 2025. Laporan pasar yang dirilis oleh Mordor Intelligence memperkirakan laju pertumbuhan tahunan (CAGR) fintech nasional berada di kisaran 9,31 % sepanjang 2025 hingga 2030. Proyeksi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar fintech dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Tenggara.
Pertumbuhan signifikan tersebut terutama ditopang oleh ekspansi pembayaran digital, meningkatnya inklusi keuangan nasional, integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam layanan keuangan, serta regulasi yang semakin matang. Indonesia tercatat memiliki lebih dari 300 penyelenggara fintech resmi, dengan basis pengguna yang terus meningkat seiring penetrasi internet dan layanan digital ke wilayah-wilayah nonperkotaan.
Baca Juga: Bank Dunia Soroti Dominasi BUMN, Dorong Reformasi Struktural di Indonesia
Digitalisasi Transaksi Dorong Pertumbuhan
Pembayaran digital menjadi pendorong utama ekspansi pasar fintech di Indonesia. Penetrasi dompet digital dan pembayaran berbasis QR telah meluas, terutama melalui skema QRIS nasional. Menurut riset Verified Market Research, ukuran pasar fintech Indonesia pada 2024 diperkirakan mencapai US$ 8,6 miliar, dengan potensi melonjak ke US$ 32,5 miliar dalam dekade mendatang.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


