Update Perang Gaza Hari Ini: AS Habiskan Rp540 Triliun, Israel Klaim Tarik Pasukan Tahap Pertama
Meski demikian, militer AS mengonfirmasi bahwa Israel telah menyelesaikan tahap pertama penarikan pasukannya dari Gaza, sesuai perjanjian gencatan senjata dengan Hamas.
Langkah ini dianggap sebagai titik awal menuju stabilitas, meskipun situasi di lapangan masih penuh ketegangan.
Baca Juga : Kejahatan Kemanusiaan: Israel Lakukan Pembantaian dan Penghancuran Sistematis Terhadap Rumah-Rumah di Gaza: Update Perang Gaza Hari Ini: AS Habiskan Rp540 Triliun, Israel Klaim Tarik Pasukan Tahap Pertama200 Ribu Warga Kembali ke Gaza Utara
Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan bahwa sekitar 200.000 warga Palestina telah kembali ke wilayah utara setelah gencatan senjata mulai berlaku.
Mereka kembali ke rumah-rumah yang sebagian besar hancur akibat serangan udara sebelumnya, dengan kondisi infrastruktur yang sangat terbatas.
Korban Tewas Masih Bertambah
Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa pasukan Israel masih melakukan operasi militer terbatas, menewaskan sedikitnya 17 warga Palestina dan melukai 71 lainnya hanya dalam 24 jam terakhir.
Data ini menunjukkan bahwa meski status gencatan senjata diumumkan, pelanggaran di lapangan masih terus terjadi.
Baca Juga : Biadab! Israel Bersiap Hentikan Semua Bantuan Kemanusiaan Ke Gaza Utara dan Lakukan Pengusiran Paksa: Update Perang Gaza Hari Ini: AS Habiskan Rp540 Triliun, Israel Klaim Tarik Pasukan Tahap PertamaRapuhnya Keamanan dan Penderitaan Rakyat Palestina
Perkembangan terbaru di Gaza mencerminkan betapa rapuhnya situasi keamanan dan diplomasi di wilayah tersebut. Sementara dunia menyerukan perdamaian, realitas di lapangan menunjukkan penderitaan rakyat Palestina belum berakhir.
Dunia kini menunggu apakah langkah-langkah politik dan gencatan senjata ini benar-benar menjadi awal dari akhir konflik yang telah menelan begitu banyak korban jiwa.***
Penulis : Thamrin Humris
Editor : Thamrin Humris
Foto : Channel Whatsapp FREE PALESTINE
Sumber : Free Palestine, Middle East Eye, Haaretz, Reuters, Brown University
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


