Tim Medis di Gaza Terus Berjuang Menolong Korban Luka Akibat Genosida

Dengarkan Artikel Ini

Sementara itu terdapat seorang dokter Inggris James Smith menjadi bagian dari misi sukarelawan Medical Aid for Palestinians yang berbasis di Inggris. Misi itu telah bekerja di Rumah Sakit Al-Aqsa sejak akhir Desember lalu, hingga dia terpaksa meninggalkan tempat tersebut akhir pekan lalu, karena pembantaian yang terus-menerus.

Smith mengatakan, pasien di rumah sakit mengalami cedera paling serius yang pernah dia lihat.

“Setiap hari kita menyaksikan korban luka terus berdatangan tanpa berhenti dan RS Al-Aqsa adalah satu-satunya rumah sakit yang beroperasi di wilayah tersebut,” terangnya.

Dia menambahkan, ratusan orang tiba setiap hari, sebagian besar dari mereka mengalami luka fisik, tetapi banyak dari mereka dalam keadaan stres berat. Beberapa bahkan tidak dapat mengendalikan tangisan dan napas terganggu oleh keadaan emosi yang tidak stabil.

Dokter dan perawat bekerja dalam shift sepanjang waktu, merawat pasien di lantai karena kekurangan tempat tidur. Seorang petugas medis mungkin bekerja untuk menyelamatkan satu pasien, sementara yang lain meninggal di ruangan yang sama.

Dia menggambarkan kondisi seorang gadis berusia 11 atau 12 tahun yang datang satu hari setelah pengeboman, wajahnya dan sebagian besar bagian atas tubuhnya terbakar parah, sehingga merusak wajahnya. Lengannya menyusut sehingga tangannya menunjuk ke langit. Hidup tidak akan dituliskan untuk gadis itu.

“Selain dari bahaya cedera akibat pengeboman, kekurangan makanan, air bersih, listrik, dan pengungsian massal penduduk Gaza ke tenda-tenda juga berdampak pada kesehatan,” pungkas James. (zul)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca