Seniman Palestina Membuat Cara Tersendiri Untuk Membuat Senyum Anak-anak

Dengarkan Artikel Ini

Sambil mengukir tubuh boneka, Al-Hindi menekankan tekadnya untuk membuatnya dengan sumber daya dan materi yang sederhana, mengingat keterbatasan bahan baku dan bahan dasar yang tersedia akibat blokade dan penghancuran infrastruktur.

Al-Hindi menciptakan boneka ini dengan tujuan untuk memberikan pertunjukan boneka di kamp-kamp pengungsi, khususnya untuk anak-anak, guna mengalihkan mereka dari atmosfer perang, serangan, dan kehancuran yang mereka alami.

Seniman ini berusaha untuk “menarik senyuman di bibir anak-anak, yang merupakan sumber harapan.” Ia kehilangan peralatan dan rumahnya dalam serangan Israel, yang memaksa ia untuk mencari dan menciptakan peralatan dan bahan baru agar bisa terus membuat boneka.

Al-Hindi berbagi pengalaman pribadinya tentang perjalanan penuh penderitaan dan kesulitan ketika ia mengungsi dari kamp Shati di barat Gaza ke Khan Yunis di selatan sebelum akhirnya mengungsi lagi ke Rafah.

Ia menekankan bahwa pengalaman dan penderitaan semacam ini dialami oleh sebagian besar penduduk Gaza, yang melarikan diri dari pembantaian dan pemusnahan yang dilakukan oleh tentara Israel di Gaza, utara, Khan Yunis, dan wilayah pusat.

Al-Hindi mengajak dunia untuk segera campur tangan dan menghentikan perang di Gaza, menyelamatkan anak-anak, dan memberikan bantuan untuk sisa-sisa kehidupan yang tersisa. (zul)

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *