Sejarah Adanya Tentara Bayaran Islam
Sebagi tentara bayaran kemampuan bertempur mereka jelas tak perlu diragukan lagi. Baik bangsa Slav maupun Zawila sudah lama dikenal sebagai bangsa yang jago bertempur.
Kekuasaan Fatimiyah ini kemudian memanfaatkan kemampuan tempurnya untuk menaklukkan berbagai wilayah, seperti Sisilia (948 M), Mesir (969 M), dan Sijilmasat serta Fez pada tahun 978 M. Mereka menyerbu tempat itu dengan dukungan kekuatan pasukan bayaran yang jumlahnya cukup besar, yakni mencapai 50 ribu hingga 100 ribu orang.
Namun, selain punya kemampuan tempur yang mumpuni, ternyata beberapa orang di antara para legiun bayaran itu banyak mempunyai kemampuan berpikir yang cukup memadai. Salah seorang di antaranya adalah Jauhar. Dia adalah mantan budak Romawi keturunan Yunani Sisilia.
Ketika menaklukkan Mesir, seorang Khalifah Fatimiyah memerintahkan Jauhar (orang barat memanggilnya Jawhar) membangun kota baru, yang diberi nama Kairo (kini ibu kota Mesir modern). Batu pertama pembangunan kota itu diletakkan sendiri oleh Jauhar.
Sementara itu, sebagai puncak restasi dari legiun bayaran ini adalah ketika mereka berhasil menguasai pusat Dinasti Abbbasiyah, yakni Kota Baghdad pada tahun 1058 M.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


